Detective Kill

Detective Kill
Bab 42 Latihan Terakhir



"Pemimpin kami akan maju! Bolehkah kami menyerang bersamaan?" Terlihat ketua tim berdiri didepan 4 orang anggotanya, memasuki lapangan yang berbentuk persegi.


"Silahkan! Gunakan semua kekuatan kalian, jangan pernah meremehkan aku sebagai pemimpin kalian. Biarpun aku baru saja keluar rumah sakit, kekuatan ku tetap sama?, Jadi persiapkan baik-baik mental kalian untuk menghadapi musuh-musuh yang lebih kuat!" And sudah terlihat di kelilingi oleh 5 orang bawahan yang telah menantangnya pertama kali.


"Wus..Hiaah!!"


Semuanya terlihat langsung maju menerjang And, untuk berusaha memukul dan menendang And. Namun And sudah terlihat begitu mudahnya menghindari serangan dari mereka berlima.


"Heh! Kok gerakan mereka sangat lambat sekali? Bahkan otakku juga bisa berfikir cepat di mana letak tempat kelemahan mereka masing-masing! Sepertinya ada yang sedikit berubah dari tubuhku, bahkan rasanya aku sangat ringan. Aku juga bisa melihat letak kesalahan dari gerakan mereka berlima?" And yang terlihat masih menghindari serangan mereka, bahkan terlihat sedang mempermainkan mereka berlima.


"Wakil pemimpin! Apa kamu pernah menghadapi pemimpin sebelumnya?" Salah satu bawahan yang sedang menonton latihan itu, bertanya kepada Zero yang berada disampingnya.


"Dia sangat kuat, bahkan aku dari dulu saja hampir tidak bisa membuat dia terluka! Dia mengajarkanku beberapa seni bela diri yang berbeda-beda! Namun kali ini, pemimpin terlihat berbeda dari biasanya? Bahkan dia terlihat tidak fokus dalam pertarungan ini. Sepertinya ada yang sedang dia pikirkan? Bahkan senior kalian saja tidak dia anggap sebagai ancaman" terlihat Zero sedang menjelaskan sambil menonton pertandingan di depannya.


"Hah!! Bahkan pemimpin sedang tidak fokus dalam latihan ini? Bagaimana bisa bertarung seperti itu? Aku harus banyak belajar lagi, agar aku tidak diremehkan oleh pemimpin seperti senior yang sedang bertanding didepan ini!" Salah satu bawahan Zero yang masih di tahap junior berada di belakangnya.


"Waktunya sudah habis, siapa lagi selanjutnya akan maju?" Salah satu bawahan Zero yang menjaga waktu pertandingan And.


"Stop! Tahan? Aku akan menjelaskan kepada 5 orang yang sudah maju kali ini, ada kekurangan dari latihan kalian berlima?" And sedikit menyela ucapan penjaga waktu.


"Hah!! Bahkan pemimpin menemukan kekurangan dari seni beladiri mereka, dia juga bisa melihat masing-masing dari mereka? Hebat sekali pemimpin kita!" Semua bawahannya yang menonton di sana merasa sangat kagum dengan And.


"Kalian berlima! Semuanya sudah bagus dalam serangan itu, namun kalian memiliki kekurangan melihat situasi saat bertarung. Jika kalian lengah, kalian mungkin saja bisa dikalahkan begitu cepat? Tapi aku harap kalian tahu, dalam pertarungan atau pertandingan. Kalian wajib melihat dan meneliti semua area jangkauan kalian, bahkan jarak yang harus kalian gunakan harus bisa seluas mungkin. Karena dalam pertandingan atau pertarungan nyawa kalian jadi taruhannya. Mungkin kalian berpikir bahwa musuh kalian begitu kuat, jadi kalian berpikir tidak bisa mengalahkannya. Semua itu salah!, Musuh kuat bukan berarti tidak akan menang terus. Pasti mereka memiliki kelemahan, jadi berusahalah menggunakan seluruh area atau sekitar kalian menjadi bantuan untuk memenangkan sebuah pertarungan atau pertandingan".


Semua bawahan And mendengar nasehat yang dia berikan, semua yang dapat memahami perkataan And sedikit tercerahkan. Mereka yang dulu masih merasa kekuatan yang mereka latih selama ini belum terasa puas, sekarang sudah sedikit ada cahaya dalam diri mereka masing-masing setelah mendengarkan perkataan And.


Beberapa jam kemudian...


"Oke. Baiklah latihan kali ini kita selesai sampai disini dulu? Aku akan memilih beberapa kandidat yang akan menjadi inti Group Shadow End. Aku akan membangun Group yang akan siap mempelajari teknik spesial dari ku langsung. Dan sisa dari kalian akan mempelajari teknik spesial juga, jadi semuanya adil tidak ada yang berbeda!" Terlihat And sudah memegangi 3 buku seni beladiri yang dia salin dari ingatan di masa depannya dulu.


"Wah. Ini yang aku tunggu! Kekuatan yang bisa membantai musuh dengan mudah. Semoga aku terpilih di Group inti!" Salah satu senior sudah menunggu momen ini.


"Haha! Tidak mungkin kamu terpilih! Tadi saja serangan kamu tidak begitu hebat dalam menyerang pemimpin!" Salah satu bawahan senior sedikit mengejeknya.


"Apa aku terpilih juga? Aku tidak tahu?" Zero yang sedikit berharap semoga And juga memanggil nomor kodenya, agar bisa menjadi Group inti.


"Nomor kode 1045, 980, 509, 005, ...., Zero!. Baiklah siapa mendengar kode nomor yang disebut harap bentuk barisan baru!" And yang sudah terlihat sudah selesai menyebut semua bawahan yang layak masuk Group inti.


"Wah! Wakil kita masuk juga? Berarti pemimpin masih mengakuinya!" salah satu bawahan Zero sedang memujinya.


"Wah! Bahkan bawahan wanita juga ada yang di sebut! Berarti kekuatan mereka lebih kuat dari aku? Sepertinya aku harus lebih keras lagi dalam berlatih" ucap salah satu senior yang sedikit merasa kecewa tidak termasuk Group inti.


"Baiklah. Kalian yang belum terpanggil jangan merasa sedih. Aku tetap adil dengan kalian semua, meskipun kalian tidak termasuk Group inti, tapi kalian akan tetap di beri pelatihan khusus juga? Jadi aku akan panggil nomor kalian lagi untuk masuk Group Step?. Jadi silahkan bentuk barisan?" And yang sedikit tersenyum karena dia akan membangun Group yang tidak terkalahkan pertama kalinya di Indonesia.


"Wah apa itu Group Step? Aku sangat penasaran, semoga saja masuk di bagian ke dua ini?" ucap bawahan senior yang tidak masuk Group inti.


"Nomor kode 99, 123, 600, ..., 800. Silahkan bentuk barisan. Untuk bagian ketiganya adalah Group Defen! Jadi nomor yang aku sebut silahkan bentuk barisan. Semua nomor sudah dia sebutkan!" And yang sudah terlihat selesai menyebutkan kode nomor untuk Group Defen.


Mereka terbagi dalam tiga kelompok : Group Inti, Step, dan Defen. Semua masing-masing Group memiliki 1 ketua, yang di pilih langsung oleh And. Mereka sangat bahagia dan tidak ada penolakan sama sekali, bahkan bawahan yang merasa tidak adil tidak ada di sana, karena mereka sangat bersyukur bahwa ditolong dari kehidupan susah yang mereka jalani dulu waktu itu, mempunyai tempat tinggal dan makan sudah menjadi berkah bagi mereka.


"Ini adalah buku latihan kalian! Tolong pelajari secepat kalian bisa! Kita tidak memiliki waktu lagi. Karena organisasi berjas hitam bisa saja akan mengancam nyawa tanpa kita sadari?" And yang sudah terlihat memberikan. buku latihan berjudul Bayangan kepada Group Inti. Buku yang berjudul Kilat untuk Group Step. Dan buku yang berjudul Penjaga untuk Group Defen. Semuanya terlihat senang melihat pemimpin yang sudah membagikan buku tersebut. Dan And langsung berpamitan setelah membagikan buku itu, dia ingin langsung pulang ke rumah, untuk mandi dan makan malam bersama keluarganya.


Semua bawahan yang sudah terpilih, langsung terlihat mencoba membaca dan berusaha untuk mempelajarinya secepat mungkin. Karena dari pesan And yang sudah ingin menghapus organisasi berjas hitam itu untuk selamanya.


Dua bulan kemudian...


And yang baru datang dari Jepang segera memeriksa bawahannya ke markas, untuk mengetahui bagaimana perkembangan latihan yang sudah dia berikan dari 2 bulan yang lalu. Apakah ada perubahan atau tidak, jika semua bawahan And sudah menguasai latihannya, maka balas dendam yang terakhir kalinya akan segera dimulai.


And sudah menunda penghapusan organisasi berjas hitam 2 bulan lamanya, karena untuk memberikan waktu kepada bawahannya untuk mempelajari latihan yang dia berikan waktu itu. And juga pergi ke Jepang untuk menemui Yuna dan juga menjemput beberapa bawahan yang lumayan hebat dalam bertarung, untuk bergabung membantu mengalahkan organisasi berjas hitam. Meskipun bawahan yang ada di Indonesia sudah melebihi 1000 orang, And tetap ingin menjaga bawahannya, setidaknya mengurangi luka atau menjaga nyawa bawahannya. Kemungkinan besar perang kali ini akan terdapat beberapa korban, karena yang mereka akan hadapi adalah bawahan langsung dari bos organisasi berjas hitam.


*****


Organisasi berjas hitam juga sudah terlihat mempersiapkan penjagaannya di semua bisnis mereka, di bar, cafe, hotel. Semuanya itu adalah target penyerangan And nanti. Namun bos organisasi berjas hitam sudah memprediksikannya, dia juga sudah mempersiapkan penyergapan dan membuat jebakan untuk kedatangan penyusup. Perang ini adalah perang terakhir, siapa yang akan memenangkannya dia lah yang berhak bahagia di masa depan.