Detective Kill

Detective Kill
Bab 40 Kakek



Beberapa hari kemudian...


Akhirnya And bisa pulang. Luka di seluruh tubuhnya sudah mulai pulih, meskipun belum sembuh total. And dan keluarganya segera pulang ke rumah, beberapa bawahannya terlihat masih memantau dan menjaganya agar tetap aman. Meskipun beberapa hari ini organisasi berjas hitam tidak terdengar kabar sama sekali. And juga tidak melupakan tujuannya setelah sembuh, dia ingin pergi ke rumah kakeknya Yuna.


*****


Mereka sudah sampai ke rumah. And dan keluarganya makan bersama. Mereka sangat menikmati makanan yang telah disediakan oleh pembantu mereka. Setelah And makan, dia berpamitan kepada keluarganya untuk pergi menemui seseorang, tidak lain adalah kakeknya Yuna. And masih berusaha untuk merahasiakannya, dia belum siap berkata jujur kepada keluarganya, belum lagi dengan keluarga Linda yang selama ini sudah baik kepadanya. And langsung pergi keluar setelah makan bersama keluarganya, dia langsung memasuki mobil dengan bersama supir pribadinya.


Diperjalanan And masih khawatir bagaimana jika Yuna sudah menghubungi kakeknya, dan And sedikit takut ketika dia sampai ke rumah kakeknya itu. Tapi dia berusaha untuk memberanikan dirinya untuk pergi, agar Yuna tidak khawatir lagi, dan menjelaskan semuanya yang telah terjadi kepadanya waktu itu.


"Pemimpin!, kami mendapat kabar, bahwa organisasi berjas hitam masih berdiam dan tidak ada tanda-tanda pergerakan sama sekali, mungkin mereka merencanakan sesuatu untuk membalas peperangan yang sudah terjadi. Sebelumnya kita juga mendapat informasi bahwa bawahan mereka memiliki tiga orang yang terkuat, salah satunya bawahan yang anda sudah kalahkan di sekolahan waktu itu. Informasinya dia adalah yang terlemah dari tiga bawahan langsung. Mungkin kali ini kita akan menghadapi bahaya yang lebih besar. Tolong pemimpin lebih berhati-hati lagi untuk keluar dari daerah kekuasaan kita" supir pribadinya memberikan informasi yang telah di dapatkan beberapa hari ini.


"Emmm..bawahan yang ku lawan di sekolahan itu sudah begitu kuat?. Mengapa dia bilang terlemah dari tiga orang!, Mungkin nanti aku akan terluka lagi menghadapi mereka. Aku harus memikirkannya bagaimanapun, peperangan ini harus berakhir agar keluargaku bisa hidup damai dan bahagia. Selain itu dendamku akan selesai terbalas, tapi aku tidak tahu organisasi mereka begitu kuat, bahkan orang-orangku masih belum mampu menghadapi mereka. Lain kali aku harus melatih mereka agar lebih kuat lagi, sebelum organisasi berjas hitam itu menyerang lagi" And yang terlihat termenung memikirkannya setelah mendengar informasi dari yang sudah disampaikan oleh supir pribadinya.


*****


Sesampainya And di depan pagar rumah kakeknya Yuna, tiba-tiba dia langsung di sambut oleh beberapa bawahan kakeknya, seperti sudah mengetahui And akan datang. Wajah And sedikit panik karena melihat bawahan kakeknya begitu banyak berada di halaman rumah, melihat And yang sudah berjalan di pandu oleh salah satu bawahan, untuk segera menemui kakeknya Yuna, yang sudah menunggu di ruang tamu. Setelah And berada di ruangan tamu, wajahnya sedikit berkeringat memandangi wajah kakeknya Yuna yang terlihat sedikit kesal melihatnya. And segera membungkuk dan langsung meminta maaf kepada kakeknya Yuna.


"Hah! Kenapa kamu minta maaf?"


Kakeknya Yuna sedikit kaget melihat And yang tiba-tiba membungkukkan tubuhnya, dan meminta maaf kepadanya tanpa ada penjelasan sama sekali. Kakek Yuna tidak tega melihatnya dan mendekati And yang sudah terlihat gemetar ketakutan. Dia menyuruh And untuk duduk terlebih dulu sambil memegangi pundaknya And.


"(???)"


And terlihat bingung kenapa kakek Yuna tidak marah sama sekali dengannya, bahkan terlihat baik. And juga masih sedikit curiga dengan kebaikan kakeknya Yuna, dia berulang kali memikirkannya mungkin ini hanya jebakan sebelum dia dipukuli.


"Ceritakan kenapa kamu ingin kesini?"


Terlihat kakeknya Yuna sudah memulai pembicaraan kepada And. Kakek duduk di sofa di samping sofa di sebelah And duduk. Dengan sedikit merentangkan kedua tangannya di atas sandaran sofa panjangnya, melirik And yang masih terlihat gugup.


"Sebenarnya aku mau menghubungi Yuna kek!" And yang sedikit gemetaran menjelaskan maksud dan tujuannya ke rumah ini.


"Kenapa harus seperti ini? Bukannya kamu sudah memiliki nomor teleponnya?" Kakek yang masih terlihat sedikit penasaran.


"Apa-apaan kakeknya ini? Apa dia sengaja melakukannya, atau dia ingin melihat aku berkata jujur atau tidak di depannya?" And yang memikirkan tingkah laku kakeknya Yuna, yang dari tadi melihatnya dengan tatapan yang begitu penasaran.


"Kenapa kamu diam? Apa kamu memikirkan sesuatu yang lain?" Wajah kakek sedikit curiga melihat And terdiam setelah dia menayangkan hubungannya dengan Yuna.


"Sebenarnya ponsel aku rusak, bahkan dengan kartunya juga? Aku juga lupa dengan nomor telepon Yuna kek? Alasan aku kesini karena ingin menghubunginya, takutnya Yuna khawatir denganku?" And sedikit menjelaskan apa yang sudah terjadi kepadanya.


"Sialan! Kakek ini, otakku berhenti berpikir kalau bertanya sambil melotot seperti itu? Gimana caranya agar aku bisa menjawab pertanyaannya ini, agar tidak ada lagi pertanyaan lainnya. Rasa aku ingin segera pulang saja?" And yang sedikit mengeluh dalam pikirannya ketika sedang berhadapan dengan kakeknya Yuna.


"Sepertinya kamu sangat berani denganku? Ketika ditanya kamu hanya terdiam? Padahal pertanyaanku tidak begitu susah. Apakah kamu tidak menyukai cucuku?" Kakek Yuna sudah terlihat serius kalau menyangkut masalah cucunya.


"Ah!! Bukan begitu kek, aku hanya bingung mau menjawabnya, sebenarnya kami di Indonesia pernah di culik, jadi aku tidak mau itu terulang lagi, aku tidak mau istri aku dalam bahaya? Maaf sebelumnya kek aku baru bisa jujur sekarang, soalnya aku tidak mau membuat kakek khawatir karena kami!" And menjelaskannya sedikit terburu-buru karena gugup.


"Apakah organisasi itu ada hubungannya dengan peristiwa yang terjadi di sekolah dasar waktu itu?" Kakek Yuna sedikit terlihat serius menanyakannya kepada And.


"Mengapa dia juga tau? Padahal pihak kami berusaha menutupinya agar tidak di ketahui oleh publik? Apa mungkin kakeknya Yuna juga memiliki organisasi sepertiku, itu mungkin saja dilihat dari banyaknya bawahannya. Tapi aku harus hati-hati menjawabnya, jangan sampai membongkar indentitasku sendiri?" And sedikit terlihat berkeringat memikirkan hal yang bisa membongkar indentitasnya.


"Apa kamu tidak tahu tentang peristiwa di sekolahan dasar itu?" Kakek Yuna sedikit penasaran ketika melihat reaksi wajah And mendengar peristiwa dengan sekolah dasar.


"Iya kek! Mereka adalah orang-orang yang pernah menculik kami setelah baru tiba di Indonesia waktu itu. Untunglah kami bisa berhasil kabur!" And sedikit mengarang kejadian waktu itu yang telah menimpa Yuna dan suaminya.


"Kakek akan membalas dendam kalian? Kakek sudah menyelidiki tentang organisasi mereka? Tenang saja semuanya akan berjalan mudah di tangan kakek!" Kakeknya begitu yakin akan membereskan organisasi berjas hitam, padahal And yang sudah terlatih saja masih kesusahan menghadapinya.


"Baik kek, aku percaya dengan kakek!" And sedikit menyemangati keinginan kakek Yuna.


*****


"Hello Yuna! Maafkan aku, karena tidak memberikan kabar sebelumnya. Ponsel aku rusak dan kartunya juga. Maaf sudah membuatmu khawatir selama ini, aku akan berusaha lagi menghubungi kamu lain kali. Maafkan aku sekali lagi ya?" And yang sudah berada di kamar rumahnya menelepon Yuna setelah mendapatkan nomor tersebut dari kakeknya Yuna.


"Emmm..pantas saja aku menelpon tidak pernah nyambung. Aku sangat khawatir hampir satu bulan kamu tidak menghubungi aku, jika tidak aku akan menyusulmu ke sana? Tapi aku percaya kamu akan baik-baik saja?" Terdengar suara Yuna dari ponsel And.


"Makasih istriku? Aku mungkin akan lama lagi disini, tapi aku harap kamu bersabar lagi menunggu aku di sana, soalnya di sini masih bahaya? Bisnisku juga hampir selesai?" And sedikit ingin menyenangkan Yuna agar tidak terlalu khawatir dengannya untuk sementara waktu.


"Baik suamiku tersayang! Jangan lupa bawakan aku oleh-oleh ketika kamu sudah mau pulang kesini? Oh iya aku ada kabar bahagia nanti untuk kamu?" suara Yuna yang sedikit terdengar senang.


"Wah kabar apa? Bolehkah aku mendengarnya sekarang?" And yang terlihat sedikit penasaran dengan kabar bahagia Yuna.


"Ya sudah, sebenarnya perusahaan kita berjalan sangat lancar bahkan penghasilan pendapatannya bertambah 2x lipat dari bulan lalu?" suara Yuna yang terdengar bahagia perusahaan yang sudah di bangunnya Andreas Rew bersama Yuna sudah berhasil.


"Aku senang mendengarnya. Kamu harus fokus mengurusnya, jika ada masalah tanya saja aku?" And yang terlihat sedih karena telah mengambil wanita kakak tirinya sendiri.


"Dadah sayang! Aku mau sibuk dulu, nanti kita teleponan lagi?" Suara Yuna yang terdengar sedang buru-buru.


"Iya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku?" And yang sedikit khawatir dengan Yuna, dan telepon dimatikan.