Detective Kill

Detective Kill
Bab 24 Hubungan Baru dan Kepergian Sofia



And tiba-tiba terjatuh menimpa Yuna, wajah mereka saling bertatapan sangat lama dengan suana yang begitu romantis, And terdiam memandangi wajah Yuna yang sudah terlihat malu, ketika And yang sudah berada di atas badannya. Yuna tiba-tiba memeluknya dengan begitu erat, agar And tidak menjauh darinya. And yang hanya terdiam dalam situasinya saat ini, membuat Yuna semakin mau memilikinya, Yuna yang berinisiatif untuk menciumnya terlebih dulu. Dengan mengangkat kepalanya agar bibir dia bisa menyentuh bibirnya. And yang masih memandanginya langsung dicium Yuna.


"Cupp"


Ciuman pertama Yuna di berikan kepada And, Yuna mulai menggodanya sampai menggenggam baju handuk And. Bibir yang masih bersentuhan membuat And larut dalam suasana romantis, ketika Yuna ingin membuka baju handuk yang dikenakan And dengan perlahan-lahan, mata And tiba-tiba tersadar dan terbayang saat ketika And melihat Linda dan anaknya dulu di ikat di sebuah gudang. And kemudian berdiri dan melepaskan pelukan Yuna.


Dengan sedikit memalingkan wajahnya, And meminta maaf kepada Yuna, untuk saat ini dia tidak bisa melakukannya, Yuna mendengarnya terlihat sedikit sedih, karena laki-laki yang dia cintai tidak mau menyentuhnya sama sekali, padahal mereka sudah menikah, tapi Yuna yang kehilangan ingatan membuat dia melupakan siapa suami sebenarnya. And sekali lagi merasa tidak tega, dia kembali menaiki kasur dan memeluknya dan mengelus-elus kepalanya dan memohon lagi, agar Yuna bisa memberikan waktu sedikit lagi supaya And siap dalam hubungan ini.


"Maafkan aku Yuna, aku tidak mau suatu saat nanti ketika ingatanmu kembali, melihat aku yang bukan suamimu, mungkin itu bisa membuatmu menjadi sedih, lebih baik aku tidak menyentuhnya sama sekali, aku tidak mau dia terluka dan sedih ketika dia memberikan yang pertama kalinya kepadaku" hati kecil And yang memikirkan dampak di masa depan nanti kepada Yuna.


"Mengapa kamu tidak mau tidur bersamaku, apa kamu tidak mencintaiku?" Yuna yang menangis di pelukan And di depan dadanya sambil menggenggam baju handuk And. "Apa kamu terpaksa menikah denganku hanya gara-gara paksaan kedua orang tuaku?" Yuna yang sedikit pelan memukul dada And berulang kali.


"Akhirnya aku bisa mencari alasan untuk menjaga jarak" pikiran And yang mulai jernih ketika And mendengar bahwa pernikahan mereka dilakukan karena paksaan kedua orang tua Yuna.


Terlihat And yang masih mengelus-elus kepalanya untuk menenangkan Yuna, agar dia tidak menangis lagi, And juga mengusapkan air matanya, dan memegang kedua pipinya agar memandangi wajah And supaya aktingnya berhasil.


"Sebenarnya dulu aku punya pacar dan masih sedikit mencintainya, namun ketika kita di jodohkan, aku rela untuk meninggalkan dirinya, hanya untuk menjalin hubungan yang serius bersama kamu, tapi saat ini aku tidak bisa menyentuh wanita yang belum aku cintai. Mungkin kamu sudah lama menyukai aku, tapi aku harap sukamu itu terus bertambah dan bisa membuat aku juga jatuh cinta kepadamu" And yang menjelaskan sambil memegang kedua pipinya agar Yuna serius mendengarkannya.


"Baiklah, aku akan berusaha membuat kamu jatuh cinta kepada istri cantikmu ini, tapi kalau berpelukan dan berciuman tidak apa-apa kan?" Yuna yang mulai tersenyum melihat suaminya (And).


"Iya...iya, tapi jangan di tempat umum melakukannya" And yang tidak tega membuat dia sedih lagi.


"Makasih sayang" Yuna yang terlihat senang dan memeluk And begitu erat.


Setelah masalah selesai akhirnya mereka bisa beristirahat dengan tenang, mereka akhirnya tertidur di atas kasur besar pengantin, terlihat mereka tertidur saling berhadapan. Meski mengecewakan tapi itulah And yang begitu kuat imannya, dan tidak mau memanfaatkan keadaannya saat itu.


"Tit...tit...tit..."


Alarm yang berbunyi begitu pagi, And yang sudah terbangun melihat Yuna yang tidak ada disampingnya, membuat dia sedikit khawatir karena takut berhadapan dengan kakeknya Yuna.


"Ah hari ini jam kuliah juga!" And bergumam segera berdiri dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


"Krik"


And yang terburu-buru membuka pintu kamar mandinya, untuk segera mandi dan pergi kuliah. Setelah mandi And memakai beberapa jas yang tersedia di lemari, semua itu sudah di siapkan oleh kakeknya Yuna. Ketika And keluar pintu kamarnya, dia sudah ditunggu oleh seorang pelayan wanita untuk memberi tahu bahwa tuan besar dan nyonya muda sudah menunggu untuk makan bersama. And sedikit gugup karena dia yang ditunggu oleh pemilik rumah. Dia sedikit takut menuruni tangga, bahwa dia sadar sudah telat bangun.


"Wah..Sayang sini makan dulu!" Yuna yang sedikit terpesona melihat suaminya yang begitu tampan memakai jas hitam mewah.


"Menantu cucu kakek begitu tampan memakai jas itu" pujian yang dilontarkan oleh kakeknya kepada And.


"Haha..kakek bisa saja, ini juga pilihan kakek" ucap And sedikit gugup mendekati meja makannya.


"Kenapa kamu tidak membangunkan aku" And berbisik-bisik kepada Yuna yang ada disampingnya.


"Aku khawatir kamu sudah kelelahan" Yuna yang tersenyum menjawabnya.


"Sudah-sudah makan cepat, nanti kamu telat kerjanya" ucap kakek sedikit senang melihat cucu perempuannya bahagia bersama And.


*****


And yang sudah berada di kampus dengan menggunakan kaos biasa agar tidak mencolok, jika And tidak mengganti bajunya mungkin dia sudah menjadi pusat perhatian semua mahasiswa. Setelah jam istirahat And menuju perpustakaan seperti biasanya untuk menenangkan pikiran, dengan membaca beberapa novel kesukaannya. Ternyata di perpustakaan Sofia juga sedang membaca buku, ketika And melihatnya, dia sengaja menghindar dari mulai sekarang, And berjalan menuju kursi yang jauh dari Sofia bahkan tidak terlihat oleh Sofia lagi. And berusaha melupakan cintanya kepada Sofia untuk selama-lamanya, tiba-tiba saat And yang mulai fokus membaca, Sofia berjalan mendekatinya.


"And kenapa kamu menjauh dariku?" Sofia yang duduk didepan And.


"Maaf aku sibuk membaca" And yang berusaha tidak memperdulikannya.


"Ya sudah, aku cuman mau bilang, aku akan pindah kuliah hari ini" ucap Sofia sedikit menundukkan kepalanya.


"Hah?,kenapa?" And yang tiba-tiba menepuk meja perpustakaan dengan kedua tangannya.


Seketika mahasiswa lainnya melirik-lirik setelah mendengar hantaman keras di meja perpustakaan di tempat And dan Sofia.


"Hehe maaf semuanya" And yang minta maaf karena tidak sengaja.


"Ayahku akan pindah bisnis keluar negeri, jadi aku pindah juga untuk menyelesaikan kuliahku di sana" ucap Sofia sedikit menahan air matanya berpura-pura agar And tidak khawatir dengannya lagi.


"Kamu bisa kuliah disini saja, mengapa harus keluar negeri?" And yang ingin membujuk Sofia dan disisi lain And tidak mau Sofia membencinya.


"Maafkan aku And, cuma ini saja yang ingin aku sampaikan kepada kamu" Sofia berdiri dan meninggalkan And, setelah dia memberitahunya.


"(.....)"


And hanya terdiam memandanginya, ketika Sofia pergi menjauh, dia tidak bisa berkata-kata lagi melihat wanita yang kini dia cintai benar-benar ingin pergi meninggalkan dia untuk selamanya. Perasaan And mulai merasa sakit ketika ditinggalkan oleh wanita yang sudah dulu dia cintai, namun usaha And kini hancur seketika, tidak ada alasan yang pasti Sofia selalu menolak perasaannya. And sekarang sudah menyerah hampir 2 tahun lebih dia melamar Sofia selalu ditolak, dan hari ini juga Sofia ingin pergi.


Beberapa jam berlalu...


And ketiduran di perpustakaan dan meninggalkan beberapa pelajarannya tanpa izin (bolos), dan semua mahasiswa sudah mulai pulang.


"Hai kamu tidak ingin pulang?" Ucap penjaga perpustakaan sambil membangunkan And yang sedang tertidur pulas. "Cepat bangun yang lain sudah pada pulang!" Ucap penjaga itu sambil memukul-mukul bahu And dengan salah satu tangannya.


"Eh ada apa ini?" And yang tiba-tiba bangun dengan rambut yang sedikit berantakan dan mata yang begitu merah seperti habis menangis.


"Ada apa, ada apa?, tidak lihat jam sudah berapa? jam pelajaran kuliah sudah habis, kalau mau tidur ke rumah saja!" Dengan menyilangkan kedua tangannya dan memperlihatkan wajah penjaga perpustakaan itu sedikit kesal dengan And.


"Wah aku buru-buru maaf penjaga perpustakaan, makasih sudah bangunkan aku" And segera berdiri dan segera pergi dari perpustakaan itu.


And menelepon bawahannya untuk dijemput di kampusnya, tidak begitu lama bawahannya datang dengan menggunakan mobil hitam. And segera masuk dan memerintahkan bawahannya untuk mengantarkannya ke sebuah bendara pesawat secepatnya.


Beberapa jam kemudian...


Ketika mobilnya sudah sampai didepan bendara pesawat, And segera keluar dari mobilnya dan berlari begitu cepat kedalam bendara, hampir beberapa menit And berkeliling mencari seseorang di dalam bendara, namun tidak menemukannya. Saat And mulai menyerah, tiba-tiba melirik kesebuah pesawat yang hampir lepas landas, melihat Sofia yang sudah duduk didekat jendela pesawat itu, Sofia sedikit terlihat sedih. And segera berlari untuk menuju pesawat itu, dan meneriakkan nama Sofia dengan melambaikan kedua tangannya. Namun semuanya sia-sia Sofia tidak dapat mendengar dan pesawat itu terbang melaju ke udara.