Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 9



Las Vegas — USA


"Arah jam tiga, Master". Bisik Mike


Jacob menolehkan kepalanya menatap arah yang diucapkan Mike.


"Itu bagianmu, Mike". Ujar Jacob santai


"Baik, Master".


Dorrr... Dorrr... Dorrr...


Tiga tembakan dari pistol Mike sukses mengalihkan perhatian beberapa orang yang berjaga di pintu masuk bangunan itu.


"Kau siap, Mike ?". Pemilik nama itu hanya menganggukkan kepalanya


"Bersiaplah dengan tugas kalian masing - masing". Ucap Mike bicara dengan tim yang bertugas malam ini bersama Jacob


"Siap, Bos". Terdengar suara dari alat yang ditelinga Mike dan Jacob


"Aktifkan selalu alat pendengar kalian". Titah Jacob


"Siap, Master". Ucap mereka serempak


Mereka semua mulai melakukan tugas masing - masing dengan Jacob dibagian utama.


"Arah jam tiga, Master". Tiba - tiba ada suara dari alat yang dipakai Jacob


Mendengar itu Jacob langsung melihat target pertama sedang bicara didepan pintu besar.


Dorrr... Dorrr...


Dua tembakan jarak jauh Jacob tepat sasaran. Dua pria bertubuh besar mati ditempat dengan peluru bersarang di jantungnya.


Mendengar itu sontak target pertama Jacob langsung masuk ke dalam ruangan dengan pintu besar itu.


Ceklek....


"Tuan, gawat. Sepertinya ada penyusup yang berhasil masuk ke markas".


"Apa ! Bagaimana mungkin. Cepat minta anak buah kita bersiap". Titahnya ikut panik


"****". Ucap pria itu geram


"Ada apa ?". Tanya pria yang dipanggilnya Tuan


"A—nak buah kita sudah dihabisi, Tuan". Ucapnya takut - takut


"D*mn. Benar - benar tidak bisa diandalkan. Apa mereka semua tidak siap dengan serangan dadakan, Hah". Makinya kesal


Ceklek...


Mereka berdua terkejut ketika pintu terbuka menampilkan sosok yang sangat mereka kenali. Bahkan dunia sangat mengenalinya. Sontak mereka mengerutkan alis bertanya - tanya apa masalah mereka.


"Tuan Xanders". Sapa pria itu seramah mungkin agar citranya tidak buruk


"Ada keperluan apa Anda kemari di tengah malam seperti ini, Tuan ?". Ucapnya


Jacob hanya menatapnya datar dengan mata tajam seolah ingin mengulitinya saat ini juga.


"Bagaimana bisa pria ini tahu markas utamaku dimana musuh - musuhku saja tidak akan bisa melacaknya terkecuali Klan Mafia X'Dragons. Tapi aku tidak punya masalah apapun dengan Klan paling ditakuti itu". Batinnya masih menatap Jacob penuh tanya


"Ternyata si tua bangka ini dalang dari kejadian tiga tahun silam, cih. Menjijikan. Kau sudah bermain api dengan orang yang salah, Mr.Hans". Jacob memandang remeh pria dihapadannya


"Nyali mu besar juga ternyata Mr.Hans. Didunia bisnis kau bermain curang, didunia gelap kau bermain api. Menjijikan". Mike menatapnya juga dengan meremehkan


"Tuan". Ucapnya menyadarkan Jacob dan Mike dari pandangan menjijikan mereka


Jacob menodongkan pistol tepat ke jantung pria tua dihadapannya. Begitupun dengan Mike ikut menodongkan pistol kearah tangan kanan pria itu.


"Tu—an apa yang Anda lakukan". Ucapnya terkejut saat Jacob tiba - tiba menodongkan pistolnya


"Semua aman, Master". Terdengar suara masuk dari alat pendengar yang Jacob dan Mike kenakan saat ini


"Kenapa ? Kau takut ? Terkejut Mr.Hans ? Right ?". Jacob terkekeh devil


"Bukankah pistol adalah hal biasa yang Anda lihat. Menembak adalah hal yang Anda sukai, bukan ?". Sambung Jacob


"A—pa maksud Anda, Tuan ?". Tanyanya masih berpura - pura tidak mengerti arah percakapan Jacob


"Bagaimana dengan kegiatan ilegal Anda, Mr.Hans ? Apakah masih beroperasional dengan baik setelah kejadian tiga tahun silam ?".


Deg... Pria yang disapa Mr.Hans membulatkan matanya mendengar penuturan Jacob barusan.


"Ke—giatan apa yang Anda maksud, Tuan ?". Pria tua itu masih berpura - pura tidak mengerti


"Sindikat penculikan lalu menjual organ tubuh mereka, maybe". Ucap Jacob santai dengan pistol ditangannya yang siap kapan saja menarik pelatuknya


Pria tua itu tertawa lalu menatap Jacob yang dikenal dunia sangat sulit dikelabui ini.


Seketika atmosfer ruangan itu mendadak dingin saat Jacob perlahan menarik pelatuknya tanpa disadari siapapun.


Dorr...


"Arghhh".


"Tuan".


"Master".


Teriakan menggema didalam ruangan itu kala Jacob meloloskan satu pelurunya mengenai lengan pria tua itu dengan cepat.


"Apa masalahmu, Tuan ? Sshhhh. Kita tidak memiliki permasalahan apapun dalam bisnis". Ucapnya menahan sakit dilengannya akibat pelurunya Jacob


"Kau lupa atau berpura - pura tidak mengingatnya, Pria tua ?". Tawa Jacob terdengar seram


"Mike !". Mendengar itu Mike dengan cepat mengatakan inti permasalahan mereka


Mr.Hans membulatkan matanya menatap Jacob tidak percaya. Setelah mendengar penjelasan Mike, dirinya kini mendadak bungkam. Tidak ada lagi tawa yang diberikannya. Begitupun dengan tangan kanannya juga ikut terdiam.


"Apa kau masih tidak mengingatnya, Tua bangka ?". Kekehan Jacob terdengar seperti maut yang mendekati mereka berdua


Sementara semua tim yang mendengar kekehan Jacob juga merinding seketika.


"She's mine. Kau sudah menyentuh milikku dengan tangan kotormu itu". Ujar Jacob semakin mendekati pria tua yang sudah terduduk menahan sakit dilengannya itu


"Tu—an, aku bisa jelaskan". Ucapnya terbata melihat Jacob mendekatinya


"Menjelaskan ?". Jacob menyunggingkan senyumnya


"I—ya Tuan". Ucapnya semakin takut berhadapan dengan Jacob


"Siapa sebenarnya pria ini. Dalam bisnis dia ditakuti karena kekejaman dan keahliannya dalam strategi. Apa jangan - jangan pria ini juga mafia". Batin pria itu menatap Jacob sedikit menyelidik


"Buang tatapan menjijikanmu itu dariku. Kau akan tahu siapa aku jika sudah waktunya". Ujar Jacob menyadari arti tatapan pria itu


"Apa ini akhir dari kisahku". Batin kedua pria itu bersamaan ketika berhadapan langsung dengan dua pria yang sangat ditakuti


"Bukan akhir melainkan awal dari kisah hidup kalian yang baru". Ujar Jacob seperti tahu pemikiran dua pria dihadapannya


Dua pria itu menelan saliva susah payah. Benar - benar menyeramkan jika berurusan dengan Jacob Xanders.


...****************...


Los Angeles — USA


Mansion Utama


Ceklek...


"V, ada apa ? Kenapa kau masih di ruang kerjamu ? Ini sudah sangat larut. Tidak baik untuk kesehatanmu". Ujar Sia masuk kedalam ruang kerja suaminya


Beberapa menit yang lalu saat terbangun Sia tidak melihat suaminya ada disebelahnya bahkan tempat suaminya masih rapi tak tersentuh. Sia turun dan menuju ruang kerja suaminya karena tahu pasti disana saat ini suaminya berada.


"Ada apa ?". Tanyanya lagi karena tidak mendapat jawaban dari Victor


"Apa ada yang menganggu pikiranmu, V ?". Sia sangat mengenal suaminya dengan baik. Jika tidak tidur dan berada diruang kerjanya berarti pria itu sedang memikirkan sesuatu yang sangat mengganggunya


"Jacob". Hanya itu yang dikatakan Victor


Sia menghela nafas mendengar jawaban suaminya. Menunggu apa yang akan dikatakannya.


"Tiga jam yang lalu aku melihat mobilnya meninggalkan pelataran mansion. Mau kemana dia di tengah malam seperti ini". Ungkap Victor


"Apa kau takut kekhawatiranmu benar - benar terjadi, V ?". Seakan Sia memahami ketakutan suaminya


Victor hanya menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Sia.


"Jelas aku khawatir. Klan yang ditinggalkan daddy sudah lama aku hilangkan jejaknya. Mereka masih aktif hanya saja aku khawatir Jacob sudah berhasil menembus Klan itu tanpa aku sadari mengingat bagaimana dia begitu tertarik akan dunia gelap sejak kecil". Tutur Victor menjelaskan keresahannya


"V, Jacob sudah dewasa jika dia memilih Klan itu memang sudah saatnya dan menjadi hak mutlak untuknya sejak kecil bukan ?". Ujar Sia setenang mungkin


"Aku tidak mau anak cucu cicitku nanti menggeluti dunia gelap, cukup aku dan daddy saja. Tapi sepertinya sekeras apapun aku menghilangkan jejak itu tetap akan tercium oleh Jacob. Seakan Jacob ditakdirkan menjadi penguasa dari segala penguasa. Sejauh ini tidak ada informasi yang mencurigakan dari Jacob". Ujar Victor


"Hanya saja malam ini aku sendiri yang melihat Jacob keluar di tengah malam entah kemana tujuannya". Sambung Victor


"Sudahlah, V. Jacob tahu apa yang dia lakukan benar atau tidaknya. Ingat insting seorang Jacob Xanders tidak pernah salah. Ini hampir pagi sebaiknya kita tidur". Ujar Sia sembari menarik tangan suaminya untuk kembali ke kamar mereka.


Bohong jika Sia tidak mengkhawatirkan cucunya. Hanya saja Sia percaya Jacob tidak akan pernah salah langkah.


"Kau masuklah, Honey. Aku akan memastikan satu hal". Ujar Victor mendapat lirikan maut dari istrinya


"Masuk atau tidak sama sekali, V !". Ucap Sia datar


"Baiklah. Anything for you, honey". Victor membawa istrinya masuk kekamar mereka. Dirinya memutuskan pagi hari nanti untuk memastikan kecurigaannya


Setelah itu mereka memutuskan untuk tidur hingga menjelang pagi.