Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 45



Los Angeles — USA


Mansion Utama


Sesuai perkataan Jonathan, hari ini mereka datang ke mansion utama mengunjungi Angeline.


Ya, Sia tidak memberi izin Angeline menginap di mansionnya Jonathan barang semalam saja.


"Tuan... Nyonya...". Sapa setiap pelayan yang berpapasan dengan mereka


"Mommy dan daddy ada di dalam ?". Tanya Jesslyn


"Ada, nyonya. Kebetulan sedang ada tamunya tuan besar". Jawab salah seorang pelayan


"Oh, kalau begitu aku masuk dulu ya. Mari...". Ucapnya beranjak masuk diikuti Jonathan yang setia mengekori istrinya


"Disini sepertinya status mereka tertukar ya". Kekeh beberapa pelayan yang sejak dulu suka sekali dengan keharmonisan pasangan itu


Terlebih seperti perkataan mereka. Jonathan terlihat seperti menantu keluarga Xanders sementara Jesslyn sudah seperti putri keluarga itu.


"Mom...". Sapa Angeline yang pertama kali menyadari kehadiran orangtuanya Jacob


"Oh, Calon menantuku". Balas Jesslyn memeluk Angeline


"Kalian sudah sarapan ?". Tanya Angeline


Jesslyn menganggukkan kepalanya lalu beralih memeluk Sia.


"Hanya menyapa mommy mu, An ?". Jonathan bersuara mengalihkan perhatian mereka termasuk tamunya Victor


Angeline menyengir kuda membalas pertanyaan Jonathan.


"Maaf, Dad. Aku kira daddy tidak ikut kemari". Ujarnya terkekeh pelan


Jonathan mendengus kesal menanggapi pernyataan Angeline barusan.


"Disini aku yang menjadi putra pemilik mansion ini kenapa aku merasa seperti menantu mereka saja, ck". Gumamnya kesal


"Oh iya. Jo, Jess perkenalkan ini Tuan Antonio". Ucap Victor memperkenalkan tamunya


Baik Jonathan maupun Jesslyn berjabat tangan dengan pria itu.


Jonathan melihat daddy nya seperti memberi kode untuk menjelaskan siapa pria itu.


"Dia pengacara pribadinya Jacob, Nak". Ujar Sia mendahului Victor


"Pengacara pribadi ? Untuk apa ?". Tukas Jonathan


"Tadi dia baru akan mengatakannya tetapi kedatangan kalian menghentikannya, Jo". Tutur Sia menatap horor putranya seperti memintanya untuk diam


Pria itu mulai mengatakan niat kedatangannya ke mansion utama.


"Tuan Jacob ingin nona Angeline menandatangani berkas pengalihan nama kepemilikan sebuah penthouse di kawasan Baverly Hills. Tuan besar, Nyonya besar....". Ungkap Antonio


Angeline jelas terkejut mendengarnya. Dia tidak merasa memiliki hubungan spesial dengan pria itu sampai harus menerima hunian di kawasan mewah itu.


Jika Angeline menunjukkan reaksi terkejutnya lain halnya dengan Victor, Sia, Jonathan dan Jesslyn. Mereka biasa saja seolah itu tidak ada harganya sama sekali.


"Sebenarnya seberapa kaya mereka ini ? Kenapa biasa saja mendengar cucu dan putranya memberiku sebuah penthouse di kawasan elite itu ?". Gumamnya tidak percaya dengan ekspresi keluarga Jacob yang dianggapnya tidak masuk akal


"Huniannya terletak di lantai paling atas distrik Blok A dengan harga...". Jelas Antonio sedetil mungkin tanpa ada yang terlewati


Angeline semakin tercengang mendengar harga untuk satu penthouse itu benar - benar fantastis.


"Aku kira akan membayar perbulan saja seperti apartmentku. Tapi ini ? Apa katanya tadi ? Jacob Fucking Xanders itu membeli penthousenya secara cash dengan harga $2.795.000 ? Dia itu sebenarnya gila atau bagaimana ? Atau dia sudah kehilangan cara untuk menghabiskan uanganya ? Sialan". Batin Angeline berteriak setelah mengetahui harga penthouse yang dibeli Jacob


"Aku tidak bisa !". Tegas Angeline kali ini membuat siapa saja yang mendengarnya tidak percaya


Semua orang jika ditawarkan hunian berupa apartment mewah secara cuma - cuma pasti langsung menerimanya. Tapi Angeline ? Penthouse semahal itu ditolaknya mentah - mentah.


Begitupun dengan orang - orang yang di mansion itu ikut terkejut mendengar perkataan Angeline.


"Kenapa, Nak ?". Sia bersuara


"I—tu....".


"Jacob sudah membelinya maka terima saja, Nak. Anak itu paling tidak suka pemberiannya di tolak begitu saja". Tutur Jesslyn tersenyum


"Mereka semua ini sudah gila ya ? Mengapa begitu mudahnya menerima keputusan gila pria itu ? Astaga apa yang akan dikatakan orang - orang jika tahu aku akan tinggal di kawasan para selebriti itu setelah menjalin hubungan dengan penerus kerajaan bisnis Xan's Group ? Oh My God". Angeline lagi - lagi dibuat speechless dengan reaksi keluarganya Jacob


"Grandma. Aku tidak bisa. Aku dan Jacob. Kami—".


"Kami akan segera menikah, Grandma. Itu sebabnya aku menghadiahkan Angeline sebuah penthouse kecil". Ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam mansion utama menghentikan perkataan Angeline


Deg


Jantung Angeline di pagi hari ini benar - benar dibuat berhenti lalu berdetak lagi oleh keluarga konglomerat dihadapannya.


"Sialan, lelucon apalagi kali ini Jacob Fucking Xanders ! Penthouse kecil katanya ? Cihh benar - benar sombong sekali". Batin Angeline memaki Jacob untuk kesekian kalinya juga


"Tuan...". Antonio menyapa Jacob


Jacob hanya membalasnya dengan anggukan kepala.


"Really, Jac ?". Tanya Sia memastikan pendengarannya


Jacob menganggukkan kepalanya lalu mendekati Angeline yang terus memberinya tatapan tajam siap mengulitinya hidup - hidup.


Sia dan Jesslyn tersenyum senang mendengar itu keluar langsung dari mulutnya Jacob.


"Pria ini beberapa waktu yang lalu selalu mengatakan tidak akan pernah menikah sebelum usianya 40 tahun. Lihat sekarang. di usianya yang hampir 30 tahun ini mengatakan dengan sendiri bahwa secepatnya akan menikah. Oh God, nikamat mana lagi yang kau limpahkan kepada kami". Batin Sia menatap Jacob berkaca - kaca


"Dear God. Terimakasih sudah membuka pintu hati putraku ini untuk melirik satu wanita yang terbaik untuknya". Jesslyn ikut bergumam mengomentari Jacob


Sementara Victor dan Jonathan hanya bisa tersenyim menanggapi reaksi wanita yang mereka cintai.


"Semoga ini bukan salah satu permainanmu, Jac". Gumam Victor menatap lurus Jacob


"Daddy harap semua ini awal kebahagiaanmu dengan Angeline, Jac". Batin Jonathan ikut menatap Jacob dengan pandangan berbeda


Angeline terdiam dengan semua yang didengarnya kali ini. Benar yang dikatakan Sia. Jacob tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun.


"Angel...". Tegur Sia


Angeline yang tertunduk sontak melihat kearah Sia dengan sorot mata lesunya.


"Are you okay ?". Celetuk Jesslyn ikut bersuara


Angeline diam saja, entah karena apa mendadak kepalanya pusing disertai matanya berkunang - kunang.


"Kenapa semuanya berputar - putar seperti ini ?". Batinnya menatap keatas dengan pandangan mengabur


Brughhh


Belum sempat menjawabnya Angeline sudah jatuh pingsan. Beruntung Jacob dengan cepat menangkap tubuh lemah itu sehingga tidak mengenai lantai.


"Angeline !". Teriak Sia dan Jesslyn terkejut


"Ruby !". Panik Jacob


"Wake up, please. Ruby !". Jacob menggosok tangan Angeline yang dingin


Sementara Jonathan sedang menghubungi dokter Steven untuk datang memeriksa Angeline.


"Apa dia sudah sarapan, Grandma ?". Tanya Jacob


"Kau bertanya begitu seolah - olah kami tidak memberinya makan, Jac ?". Bukan Sia yang mengatakan itu melainkan Victor


"Bukan begitu grandpa. Aku han—".


"Cukup ! Berhentilah berdebat kali ini. V ! Jac !". Seru Sia ditengah rasa paniknya


"Mom, Angeline baik - baik saja mungkin dia hanya terkejut". Ucap Jesslyn mencoba menenangkan Sia


"Ingat kesehatanmu, Mom". Sambungnya


Sementara Victor menghembuskan nafasnya kasar menyadari sudah menyulut emosi istrinya yang sedang tidak stabil.


"Honey...".


"Diam !". Bentak Sia membuat Victor tidak jadi melangkahkan kakinya


"Mom, tenanglah. Aku sudah menghubungi dokter Steven". Tutur Jonathan


"Dad...". Jonathan berusaha menenangkan daddynya


Victor mengatur nafasnya karena tadi sempat tersulut emosi mendengar pertanyaan konyol cucunya.


Beberapa menit kemudian dokter Steven datang dengan tergesa - gesa. Bahkan dia meminta supirnya menyetir dengan kecepatan tinggi. Yang ada di dalam otaknya saat ini yang butuh pemeriksaan antara Victor ataupun Sia.


"Tuan besar...". Sapanya lalu melihat Sia yang terduduk di sofa tepat disamping Angeline yang berbaring tertutup oleh tubuh Jesslyn dan Jacob


"Cepat periksa dia paman". Titah Jacob bergeser memberi tempat untuk dokter Steven


Deg


Dokter Steven tercekat melihat siapa yang pingsan dihadapannya.


"Apa yang terjadi, Jacob ?". Tanya dokter Steven cepat langsung bergerak memeriksa tubuh Angeline dengan teliti


Lima menit berlalu...


Dokter Steven selesai memeriksa Angeline secara detil.


"Dokter Angeline punya riwayat jantung. Apa kalian tahu itu ?". Ungkap dokter Steven


Mereka semua membulatkan mata mendengar itu.


"Apa yang kau katakan, Paman ?". Jacob tidak bisa mencerna dengan baik perkataan dokter Steven barusan


"Sejak tiga tahun terakhir kondisi jantungnya bermasalah, Jac. Saat bertugas di rumah sakit dirinya kerap kali pingsan akibat kondisi jantungnya yang tidak stabil itu". Jelasnya lagi


Sia dan Jesslyn sontak histeris. Tentu saja mereka terkejut. Angeline yang sejak pertama bertemu selalu saja menebar senyum manisnya itu ternyata cara untuk menutup rasa sakitnya.


Jonathan memeluk Jesslyn menenangkannya. Sementara Sia menatap Angeline dengan tatapan kosong.


Melihat istrinya seperti itu dengan cepat Victor duduk disamping Sia menariknya kedalam pelukannya memberikan ketenangan.


Sia menerima pelukan itu seolah lupa beberapa menit yang lalu dirinya membentak keras sang suami.


"V, dia....". Sia tak mampu berkata - kata lagi


"Angeline pasti baik - baik saja, Honey. Percayalah". Victor menenangkan Sia


Sementara Jesslyn terus terisak dipelukan Jonathan.


"Apa ada sesuatu yang membuatnya terkejut, Jac ?". Dokter Steven memastikan prediksinya


Seketika ingatan mereka semua kembali pada pernyataan pengacara pribadinya dan Jacob sendiri beberapa menit yang lalu.


"Aku yang membuatnya terkejut, Paman. Aku tidak tahu jika Angeline punya riwayat jantung". Jacob mengakui itu dihadapan dokter Steven.


Mendengar itu dokter Steven menghembuskan nafasnya kasar.


"Aku sudah sering memberitahunya untuk segera melakukan operasi transpalasi jantung agar dia terus bertahan hidup...". Ujar dokter Steven


"Tapi Angeline selalu menolak dengan alasan uangnya tidak cukup. Terlebih hasil keringatnya hanya untuk anak - anak asuhnya saja". Sambungnya menjelaskan


"Anak - anak asuhnya ?". Ulang Jacob


Mendengar itu Sia semakin terisak. Dirinya jelas tahu siapa anak - anak yang dimaksud doktee Steven.


"Ya Tuhan. Semulia itukah dirimu, Nak. Kau mengabaikan sakitmu demi melihat senyuman anak - anak itu". Batin Sia


Melihat Sia yang seperti itu membuat semuanya heran.


"Apa ada cara untuk menyembuhkannya, Paman ?". Tanya Jacob


"Hanya dengan operasi pencangkokkan jantung, Jac. Sebelum itu Angeline harus benar - benar bedrest selama mungkin karena kali ini kondisi jantungnya sudah di tahap sulit kelelahan". Jelas dokter Steven


"Siapkan apapun yang dibutuhkan, Paman. Aku mempercayaimu". Tutur Jacob


"Tapi Angeline ?".


"Urusan itu biar aku yang akan membuatnya mengerti, Paman".


Dokter Steven menganggukkan kepalanya.


"Aku akan meresepkan beberapa obat yang harus diminumnya nanti". Ucap dokter Steven segera menulis beberapa resep


"Ini aturannya, Jac. Aku akan segera meminta pihak rumah sakit mengirimkan obatnya kemari". Ujarnya sembari menyerahkan sebuah kertas kepada Jacob


Jacob menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih, Paman". Ucap Jacob


"Kalau begitu aku pamit ya". Dokter Steven memberi hormat kepada Victor dan Jonathan yang masih menenangkan istri mereka


Setelah kepergian dokter Steven. Jacob menggendong Angeline ala bridal membawanya kekamar pribadi Jacob.


"Mia ! Ke kamarku !". Teriaknya sebelum menaiki anak tangga satu persatu diikuti dua pasangan beda generasi dibelakangnya


Ceklek


Jacob segera membaringkan Angeline dengan posisi ternyaman.


"Grandpa aku minta maaf". Tuturnya kepada Victor


Victor menganggukkan kepalanya lalu menepuk pelan pundak Jacob.


"Tidak apa - apa. Grandpa tahu kita semua hanya panik saja makanya seperti itu. Jangan khawatir. Angeline pasti akan sembuh". Tukasnya menenangkan Jacob yang masih dapat dilihatnya panik meski sebisa mungkin ditutupinya


Jacob menganggukkan kepalanya.


Sementara Sia dan Jesslyn sudah duduk di sisi kanan kirinya Angeline sembari mengelus rambut dan tangannya.