Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 25



Los Angeles — USA


Lyn's International.Hospital


Jacob sedang dalam masa pemulihan sebenarnya beberapa jam yang lalu sudah meminta pulang tapi ibu dan neneknya melarang itu.


"Mom, please. Aku sudah baik - baik saja. Hanya luka kecil dikepala ku". Tutur Jacob


"No ‐ no, Jac. Tetap disini sampai dokter cantik ini memperbolehkanmu pulang". Ujar Jesslyn


"Mom". Rengek Jacob


"Ternyata pria ini bisa merengek seperti itu juga ya. Ada sisi manjanya dibalik wajah yang selalu datar itu". Batin Angeline menilai Jacob


"Fine !". Jacob mengalah daripada terus berdebat dengan ibunya


Kali ini Jacob tidak peduli sisi lainnya dilihat Angeline atau siapapun.


"Bagaimana dengan supirku, Mom ?". Sejak tadi Jacob sudah ingin bertanya mengenai itu tapi tidak ada kesempatan


"Supir ? Sejak tadi kami tidak melihat siapapun". Jawab Jesslyn


"Oh ya dimana Mike ? Biasanya dia selalu ada disampingmu, Jac ?". Tanya Sia tiba - tiba


"Hmmm".


Brakk


Pintu ruang rawat Jacob dibuka dengan keras membuat Victor menatap tajam itu.


"Master !". Panggil Mike dengan khawatir


"Bagaimana bisa seperti ini, Master ? Apa Vincent tidak membawa mobil dengan benar, hah ?". Kesal Mike seketika darahnya mendidih melihat kepala Jacob yang diperban


Panggilan Mike dengan sebutan Master tanpa sadar membuat semua orang terkejut.


Merasa dirinya ditatap tajam oleh Jacob, Mike menyadari letak kesalahannya.


"Kenapa harus memanggilku, Master. Sialan kau !". Seolah Jacob berbicara melalui raut wajahnya yang bisa ditangkap oleh Mike


Mike menunduk mendapati tatapan tajam itu.


"Siapa Master yang kau maksud ?". Tanya Sia menatap Mike


"Bisa jelaskan maksudmu, Mike ?". Jesslyn ikut bertanya


Mike menggaruk tengkuknya mendapati dua pertanyaan dari nyonya - nyonya besar keluarga Xanders ini.


Menoleh kearah Jacob berharap mau membantunya melewati dua wanita itu.


Tidak ada respon dari Jacob yang ada justru Jacob ikut menyudutkannya.


"Jawab itu. Jelaskan kepada dua wanita penguasa bumi ini". Begitulah sekiranya Jacob bicara dalam diam


"Emm, i—tu. Mulutku refleks mengeluarkan kata itu, Nyonya". Jawab Mike


"Oh, Really ?". Jesslyn bersuara


"Mustahil seperti itu, Nak. Beri kami penjelasan lebih". Tutur Sia masih menatap curiga


"Be—gini nyonya. Tu—". Ucapan Mike terhenti saat Jacob mendahuluinya


"Sudahlah, Mom. Mike hanya asal bicara saja". Tutur Jacob cepat


"Huft selamat. Untungnya iblis ini mau membantuku melewati dua wanita ini". Batin Mike bersyukur


"Bisa kalian keluar dulu mom ? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Mike. Ini penting". Sambung Jacob


"Hmm". Victor berdehem menatap Jacob penuh selidik


"Can i have privacy, granpda ?". Mendengar itu mereka semua mengangguk pelan lalu keluar beriringan meninggalkan Jacob dan Mike


Setelah memastikan semuanya keluar, Mike mulai mengintrogasi Jacob seperti agen FBI.


"Bagaimana bisa seperti ini, Master ?".


"Ini pertama kalinya Anda terluka". Sambung Mike


"Listen to me ! ". Seru Jacob


#Flashback On


Pukul tujuh pagi waktu Los Angeles setempat. Jacob sedang dalam perjalanan menuju mansion orang tuanya.


Mengingat saat ini Mike masih di Colorado bersama timnya, jadilah Vincent yang menjadi supir pribadinya hari ini.


Saat dikawasan sepi tiba - tiba ada tiga buah mobil yang mengepung mobilnya.


Vincent panik bukan main ini pertama kali dirinya berada disituasi seperti ini. Apalagi hanya berdua dengan Sang Master.


"Master, mereka ?". Tanya Vincent menggantung melihat senyuman devil Jacob


"Tetap fokus menyetir. Tidak perlu hiraukan mereka". Titah Jacob


Vincent menurut saja dengan perintah Jacob.


"Berhenti !". Teriak seorang pria dari mobil disebelahnya


Jacob ingin membuka kaca mobilnya tapi Vincent dengan cepat mencegah itu.


"Jangan Master ! Bagaimana jika mereka menyerang Anda ?". Vincent panik sekali


"Apa aku merekrut seorang snipper terhandal hanya untuk ketakutan seperti ini ?". Sinis Jacob


Deg


"Anda tidak tahu saja, Master. Aku memang seorang snipper tapi aku juga makhluk Tuhan yang punya rasa takut". Batin Vincent menanggapi perkataan Jacob


"Buka dashboardnya cepat !". Mendengar perintah Jacob dengan cepat Vincent melakukannya


Deg


"Apa ini ? Se—seperti bom rakitan yang siap diledakkan kapan saja". Batinnya terkejut melihat itu digenggamannya


"I—ni Master". Serahnya kepada Jacob takut - takut


"Cih seorang snipper yang tugasnya menembak bisa - bisanya takut dengan benda ini !". Sarkas Jacob menatap sinis Vincent


"Berikan snippermu !". Pintanya


Vincent mengangguk saja.


"Tuhan, jika aku harus mati hari ini. Mohon pertemukan aku dengan kekasihku dulu". Gumamnya


Dorr... Dorrr...


Dua tembakan melesat mengenai kaca mobil Jacob.


Vincent semakin panik mendengar itu dengan cepat menoleh melihat Jacob.


"Master anda baik - baik saja ?". Tanyanya khawatir


"Tidak akan ada peluru yang bisa menembus mobilku !". Ucap Jacob santai


Ya, mobil yang Jacob naiki memang di desain khusus anti peluru. Karena tahu resiko terbesar jika identitasnya diketahui akan seperti apa.


Terlebih dirinya saat kemanapun tidak pernah membawa bodyguard atau pengawalan ketat. Jacob lebih suka berkendara dengan satu mobil tidak suka keramaian seperti presiden atau pejabat lainnya.


"Aku sangat mengkhawatirkannya. Tapi dia biasa saja. Seolah ini bukan pertama kalinya". Batin Vincent


Dorr... Dorrr... Dorrrr...


"Kau tetap fokus menyetir. Mereka bagianku !". Setelah mengatakan itu Jacob membuka kaca mobilnya sedikit lalu melemparkan sebuah benda terlihat seperti coklat bulat kemobil disampingnya


Duarr...


Ledakan terdengar setelah Jacob melemparkan benda itu.


Jacob tersenyum smirk melihat aksinya. Tapi tidak dengan Vincent yang jantungnya terus berdetak dengan cepat.


"Benar - benar iblis. Bermain dengan benda itu justru biasa saja". Gumam Vincent mengumpat Jacob


Duarr


Jacob kembali melempar benda itu dengan cepat ke belakang hingga terdengar suara ledakan lagi.


"Cepat kau dekati mobil didepan. Saat aku bilang ngebut kau harus melakukannya". Titah Jacob


Vincent hanya bisa menuruti perkataan Jacob. Saat ini mobil yang dikendarainya sudah berada disamping mobil komplotan itu.


Dorr... Dorrr...


Jacob menembak ban mobil itu.


Cittt


Mobil itu mulai oleng karena ban depannya bocor dengan kecepatan tinggi.


"Tancap gasnya !". Titah Jacob cepat


Setelah mobilnya berada cukup jauh dari mereka dengan cepat pula Jacob melemparkan benda ditangannya kearah mobil dibelakangnya.


Duarr


Ledakan ketiga terdengar lagi dari benda yang Jacob lemparkan.


"Sangat pantas dijuluki The Devil !. Benar - benar seperti iblis". Gumamnya menilai tindakan Jacob


"Anda baik - baik saja, Master ?". Tanya Vincent yang kini mulai reda kepanikannya


"Hmmm".


"Saat di tikungan itu kau tabrakan mobil ini ke pembatas jalan disana !". Titah Jacob ambigu


Sebelum itu Jacob membuang snipper milik Vincent begitu saja.


"Hah. Apa maksud Anda, Master ?". Vincent terkejut dengan perintah aneh itu


"Sudah lakukan saja ! Kita harus mengalihkan perhatian orang - orang !". Ujar Jacob


"Haruskah dengan mengorbankan keselamatan diri sendiri ?". Gumamnya


"Cepat !". Vincent yang terkejut secara refleks menabrakkan mobilnya ke pembatas jalan sisi kanannya


Cittt


Brakkk


"Arghhh". Teriak Vincent yang kepalanya menghantam dashboard dengan keras


"Master, are you okay ?". Vincent masih sempat mengkhawatirkan Jacob disela rasa sakit menyerang kepalanya


Hening


Vincent tidak menyangka tindakannya bisa separah ini. Bahkan kepala Jacob sampai menghantam pintu mobil yang terbuat dari besi terbaik itu dengan keras.


"Master jangan membuatku takut". Ucap Vincent


"Berisik !". Balas Jacob pelan lalu memejamkan matanya


"Master !". Teriak panik Vincent menyadari Jacob sudah pingsan dengan luka dikepalanya


Disela kesadarannya Vincent keluar dari mobil untuk mencari pertolongan. Berharap ada yang bisa membantu sang Master meskipun itu mustahil mengingat ini kawasan sepi.


"Master bertahanlah !". Mohon Vincent


Vincent sudah tidak kuat dengan sakit dikepalanya ikut tak sadarkan diri diluar mobil.


Sekarang Vincent berdoa dalam hati semoga saja ada yang menyelamatkan mereka nanti.


#Flashback Off


Mendengar penjelasan Jacob membuat darah Mike mendidih seketika.


"Aku hanya mengalihkan perhatian orang - orang saja, Mike". Ucap Jacob santai


"Tapi apa harus mengorbankan keselamatan Anda, Master ? Bagaimana jika Anda terluka parah ?". Cecar Mike tidak suka dengan jawaban Jacob yang kelewat santai itu


"Lalu apa Anda tahu siapa pelakunya ?".


Jacob tersenyum sinis lalu berkata yang membuat Mike mengerutkan alisnya.


"Klan dengan logo kupu - kupu dijaketnya". Ucap Jacob


"Apa kita punya masalah dengan mereka, Master ? Tim kita tidak pernah berurusan dengan mereka sejak dulu. Tidak juga saling mengusik atau mengganggu kegiatan masing - masing bukan ?". Tutur Mike


Jacob mengedikkan bahunya.


"Minta Zayn mencari tahu data lengkap pemimpin klan itu sekarang !". Mendengar itu Mike dengan cepat menghubungi Zayn sesuai perintah Jacob


"Urus Vincent juga. Aku ingin tahu keadaan bocah itu". Sambung Jacob


"Baik, Master".


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan antara Jacob dan Mike.


Sementara keluarga Jacob yang menunggu diluar terjadi keheningan diantara mereka.


Ting !


Ting !


Dua pesan masuk ke ponsel Sia.


"Amor ? Tumben mengirimi pesan". Gumam Sia


Sia tidak membalas pesan itu.


Fokusnya saat ini hanya untuk Jacob yang baru saja kecelakaan.


"Siapa ?". Tanya Victor


Sia menolehkan kepalanya.


"Amor, V". Jawab Sia


Victor menganggukkan kepalanya.


Tidak ada lagi pembicaraan disana hingga terlihat Mike keluar dari ruang rawat Jacob.


Ceklek


"Sudah selesai, Nak ?". Tanya Sia


Mike menganggukkan kepalanya sopan.


"Iya, nyonya. Saya pamit dulu masih ada pekerjaan yang harus saya urus". Ucapnya pamit undur diri


Sia dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka menanggapi itu.


Mereka memutuskan masuk kembali ke ruang rawat Jacob termasuk Angeline yang masih menunggu disana.