Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 52



NOTE: PART KHUSUS 21++đŸ”„đŸ”„


MOHON MAAF UNTUK ANAK DIBAWAH 21 TAHUN DILARANG MEMBACA INI!!!!


LANGSUNG DI SKIP SAJA CHAPTER 52 YA... AUTHOR GAK TANGGUNG JAWAB LOHH KALO KALIAN IKUTAN BACA & DAPAT DOSAđŸ™đŸ»đŸ˜…


...****************...


Milan – Italy


The Diev's Hotel


Suasana di dalam kamar pribadinya Jacob masih panas dingin apalagi kondisi Angeline yang semakin membuat keadaan semakin panas dimata Jacob.


"Ja—cobbbb". Teriak Angeline memenuhi ruangan itu


Jacob tersenyum tipis melihat itu.


Byurrrr...


Seketika Jacob ikut masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air dingin akibat tarikan Angeline.


"Kau !". Jacob hendak memakinya namun teringat Angeline saat ini sedang diluar akal sehatnya


"Jac— aku...". Angeline menggantung perkataannya sembari menatap Jacob liar apalagi bentuk tubuh pria itu yang tecetak jelas dari balik kemeja putihnya yang sudah basah


"Jangan memancingku, Ruby...". Peringat Jacob dengan nada rendah


"Sialan. Sejak tadi aku menahan diri untuk tidak memakannya. Tapi dia sendiri yang memancingku. Ck". Gumamnya penuh gerutu sembari menahan hasratnya


"Jac—". Racau Angeline untuk kesekian kalinya ketika melihat Jacob hendak keluar dari bathup


"Berendamlah sampai hormon sialan itu hilang dari tub—". Perkataan Jacob menggantung


Hmmppp...


Angeline mencium bibir pria itu yang terlihat menggairahkan dimatanya. Begitu seksi ketika bicara membuatnya dengan cepat menerkam sang empu.


"Damn ! Terasa jelas ciumannya masih kaku. Apa ini ciuman pertamanya ? Sialan...". Jacob terus menggerutu dengan keadaan Angeline


Huhhh... Huuhhh... Hoosshhh...


Angeline menyudahi ciumannya karena kehabisan oksigen di rongga dadanya sendiri.


Sementara Jacob diam saja melihat Angeline, dirinya hanya mengikuti alur permainan wanita itu tanpa ingin mencegahnya lagi.


"Kau payah, Jac ! Tidak membalas ciumanku". Ucapnya dengan meliuk - liuk kepanasan


Jacob menyeringai mendengar itu. Segera Jacob mendekati Angeline menarik tengkuknya.


"Hmmppp... Hmppppp... Jac—". Angeline tidak siap menerima serangan Jacob tentu saja kewalahan dirinya saja baru mengatur nafasnya lagi


Merasa tidak tahan lagi terhadap godaan Angeline yang selalu memancingnya. Jacob mengangkat tubuh wanita itu menggendongnya seperti koala membawa Angeline keluar dari kamar mandi menuju ranjang king sizenya.


Hmmmppp.... Huhhhh....


Racau Angeline ketika Jacob menghentikan ciumannya.


Diluar akal sehatnya, Angeline segera membuka kancing kemeja pria itu satu persatu dengan gerakan erotis.


Sementara Jacob memejamkan matanya melihat kelakuan Angeline yang terlihat agresif dan tidak sabaran itu.


"Kenapa banyak sekali kancingnya ? Arghh... Panas Jac...". Racaunya terkesan begitu liar


Jacob terkekeh mendengar itu. Sekilas dirinya menatap Angeline yang sudah dikabuti gairah begitu tinggi.


Setelah selesai membuka kancing kemeja Jacob, Angeline mulai membuka baju yang dikenakannya sendiri tanpa diminta.


Jacob tergelak melihat itu, meskipun ini bukan pertama kalinya pria itu melihat hal seperti ini. Namun kali ini tetap saja diluar kendali Jacob atas Angeline.


"Ruby...". Jacob memegang tangan Angeline yang hendak melepaskan tali branya juga


Angeline menatap Jacob dengan penuh gairah hanya tersenyum saja.


Jacob menggelengkan kepalanya menghentikan Angeline melakukan itu.


"Aku sudah kepanasan Jac... Jangan menghentikanku !". Ujarnya terus melanjutkan kegiatannya melepas semua yang ada di dirinya sendiri hingga terpampang nyata semuanya tanpa tertutupi apapun lagi


Jacob segera bangkit menjauh dari Angeline dengan memalingkan pandangannya sembari menghembuskan nafasnya kasar.


"Bukan hal seperti ini yang aku mau dari dirimu, Ruby...". Gumamnya berusaha untuk tidak menerkam wanita itu saat ini juga


"Jac... Ay—oooo...". Teriak Angeline tidak sabaran tanpa berpikir keesokan harinya akan bagaimana dirinya bersama Jacob


"Aku tidak bisa, Ruby.. Ada janjiku yang harus ditepati dengan mommy dan grandma mengenai ini". Ujarnya masih dengan posisi menjauhi Angeline agar tidak menerkamnya padahal hasratnya juga sudah dipuncaknya


Mengingat Angeline sudah menyuguhkan pemandangan yang semakin memancing hasratnya namun sebisa mungkin ditahan oleh Jacob.


Angeline tidak peduli dengan perkataan Jacob, dirinya berinisiatif mendekati pria itu tanpa berniat menutupi asetnya—Terkesan murahan bukan ? Tapi ya mau bagaimana lagi. Angeline dalam pengaruh obat perangsang dosis tinggi yang hanya bisa hilang setelah melakukan hubungan intim.


Jacob memejamkan matanya melihat itu, ingin menjauh tapi tidak bisa mengingat jika dirinya membuka pintu maka orang - orang yang berjaga akan langsung melihat kondisi Angeline yang tidak mengenakan apapun lagi saat ini.


"I'm sorry. Mom, Grandma...". Batinnya sesaat setelah membawa Angeline ke tempat tidur


"Ruby...". Jacob mengelus pipi wanita itu dalam jarak dekat meskipun terkesan lancang karena selama ini Angeline menunjukkan sikap bermusuhan dengannya namun tidak untuk saat ini


Angeline melihat keatas menatap Jacob, menunggu pria itu melanjutkan perkataannya.


"Aku tidak akan menghentikannya lagi nanti. Jadi sekarang kau bisa menghentikanku jika kau mau". Ucapnya yang terkesan bodoh bicara seperti itu kepada seseorang yang sedang diluar akal sehatnya sendiri


Dengan polosnya Angeline menggelengkan kepalanya.


Jacob menyeringai melihat itu lalu dengan cepat dirinya melepaskan celana yang masih melekat ditubuh bagian bawahnya itu.


Angeline membulatkan matanya sesaat melihat apa yang disuguhkan didepan matanya, lalu tersenyum lebar penuh arti.


"It's so big...".


"Apa itu akan muat, Jac ?". Tanya Angeline dengan tertawa


Jacob terkekeh mendengar celotehan konyol Angeline.


"Kau yang memintanya, Ruby. Jangan menyesal keesokkan harinya". Batin Jacob


Jacob sudah memusatkan dirinya dihadapan Angeline yang sudah memancarkan gairahnya untun segera dituntaskan.


Jacob mulai ritualnya untuk pertama kali dalam hidupnya bersama wanita pertamanya juga.


"Oh no... Arghhhh.. It's hurt !". Teriak Angeline menggeliat tidak nyaman


"Arghhhh... Jacobbbbbbb...". Teriaknya lebih panjang ketika dirasa senjata laras panjang pria itu sudah memasuki tempatnya


"Sial.. She's still a virgin. Sesuai prediksiku !". Gumamnya dengan tersenyum


"Itu artinya aku yang pertama untuknya. Terima kasih Ruby... Sudah menjaganya". Sambungnya dengan bangga


Jacob diam untuk beberapa detik menetralkan rasa yang aneh baginya dan Angeline sendiri.


"Kenapa rasanya aneh begini ? Arghhh....". Angeline sudah menggerakkan tubuhnya membuat Jacob ikut menggerakkan senjatanya juga


"Are you ready, Baby Girl....?". Tanya Jacob menyeringai


Angeline menganggukkan kepalanya dengan cepat merasa sudah tidak tahan lagi.


Jacob mulai memaju mundurkan tubuhnya mengikuti gerakan senjatanya bersama Angeline.


Permainan yang tidak pernah diduganya akan seperti ini hingga melanggar janjinya kepada ibu dan neneknya sendiri.


"Jacob... Kenapa kau memasukiku dengan jagung bakar ?". Racau Angeline


"Jagung bakar afrika atau tongkat baseball ini Jacob ?".


Jacob terkekeh pelan mendengar itu ditengah - tengah permainannya mengimbangi gairah Angeline.


Entah sudah pelepasan yang ke berapa kalinya, Jacob terus mengikuti gerakan erotis Angeline dengan sadar juga dirinya selalu mengeluarkan benihnya didalam Angeline. Bahkan banyak gaya yang sudah mereka praktekkan.


"Arghhhhhhhh....". Teriak mereka berdua bersamaan dengan panjang mengakhiri permainan panas itu


Jacob masih belum mengeluarkan senjatanya dari dalam Angeline.


"Aku harap akan ada seseorang yang memanggilku daddy dari dalam sini". Ucapnya sembari mengelus perut rata Angeline


"Kau yang terbaik, Jac. Aku suka jagung bakar afrika darimu". Ucap Angeline masih dengan meracau tidak jelas


"Kita lihat saja, Ruby. Besok pagi apa kau akan berani mengatakan itu lagi". Kekehnya mulai menari selimut untuk menyelimuti mereka berdua


Rasa panas masih mendominasi diruangan yang sudah diberi pendingin itu.


"Tidurlah. Kau pasti lelah menuntaskan hasratmu tadi". Ucapnya mengelus rambut Angeline


"Hmmmm". Hanya itu jawaban Angeline yang sudah memejamkan matanya


Baru beberapa menit berlalu Angeline sudah akan merubah posisi tidurnya ingin menghadap Jacob namun terhalang sesuatu dibawahnya.


"Arghh... Apa ini ? Kenapa menghalangiku memutar tubuh". Ucapnya masih dengan memejamkan mata


Tangannya mulai menjalar kebawah untuk memegang benda yang menghalanginya.


"Astaga... Jagung bakar afrika masih ingin berperang denganku ?". Racaunya


Kacob tidak nyaman dengan tangan Angeline dibawah sana.


"Angeline... Tidurlah jangan bergerak terus kau bisa membakar jagungku lagi". Ucap Jacob padahal dirinya jelas tahu apa yang dimaksud Angeline


"Maaf Ruby. Sepertinya senjataku masih terlalu nyaman berada disarangnya". Gumamnya dengan terkekeh tidak ada niatan sama sekali melepas pusakanya dari Angeline


Angeline menarik kembali tangannya tidak mau memikirkan kenapa benda itu terus berada didalamnya karena pemiliknya tidak mau melepaskan.


Terpaksa Angeline tidur memunggungi pria itu karena ingin berbalik tidak bisa terhalang oleh sesuatu dibawah sana.


Mereka berdua tidur dengan nyenyak dengan tangan Jacob memeluk wanita itu. Tidak peduli bagaimana reaksi Angeline jika melihat itu besok pagi.