
Las Vegas — USA
"Perlu aku lanjutkan agar kalian mengingat dengan jelas permasalahan kalian denganku tiga tahun silam ?". Tawar Jacob diiringi kekehan
Mereka berdua menggelengkan kepala karena sudah mengingat dengan jelas saat kejadian itu.
#Flashback On
Empat hari sudah berlalu sejak pingsannya Angeline. Kini dirinya siuman dengan posisi dan ditempat yang sama. Bahkan lukanya mengering masih menyisakan sakit teramat dalam.
Prok... Prokk... Prokkk...
Suara itu diikuti gelak tawa beberapa pria memenuhi ruangan itu.
"Lihatlah, Ruby kita sudah sadar dari tidur panjangnya". Ucap pria tua itu
Deg... Tubuh Angeline bergetar hebat mendengar suara dan nama itu.
"Ayo, ikut kami". Ucapnya akan menyentuh Angeline
Tubuh Angeline gemetar ketakutan. Mentalnya benar - benar terguncang.
Angeline histeris saat merasakan sentuhan dan mendengar nama Ruby disebutkan.
"Ayolah Ruby. Kami akan memanjakanmu". Ucap pria lainnya
Angeline terus menggelengkan kepalanya sembari menangis dan berontak. Tubuhnya masih sangat sakit dan sekarang diseret seperti sampah hingga menimbulkan luka baru disekujur kakinya.
"Hmmpppp". Raung Angeline
Plakk.... Plakkk...
"Diamlah Ruby. Kau harus menurut denganku". Bisik pria tua itu
Brakk....
Pintu dibuka paksa dari luar menampilkan pria muda diikuti banyaknya pria dengan seragam X'Dragons di punggungnya seketika membuat nyali mereka menciut terutama bos mereka.
"Hallo Mr.Hans. Sepertinya aku terlambat menemuimu ya". Kekehnya
Mendengar itu tanpa sadar dirinya melepaskan seretannya kepada Angeline sehingga memudahkan Angeline yang mulai dipenuhi ketakutan memilih bersembunyi di bawah meja tidak jauh dari tempat eksekusi.
"Tu—an Phillip". Ucapnya terbata melihat pria yang dikenal sebagai wakil pimpinan Klan X'Dragons. Mafia paling ditakuti dan disegani di dunia gelap
"Tu—an. Aku begini, mak—". Ucapannya terpotong kala pria yang bernama lengkap Phillip De Nielson berdiri dihadapannya
"Carl, Bersihkan tempat ini. Aku jijik melihat darah dimana - mana. Pulangkan mereka yang masih hidup. Kuburkan mayat yang menumpuk itu dengan layak !". Perintah Phillip kepada pria dibelakangnya
"Dan kau !". Tunjuknya kepad Mr.Hans
"Dave, bawa mereka ke markas. Aku yang akan menanganinya". Titah Phillip hendak meninggalkan tempat yang sudah beraroma anyir itu
"Pergilah. Aku akan memeriksa tempat ini terlebih dahulu. Tunggu aku di markas". Perintah Phillip
Setelah mendapat perintah itu anak buahnya membawa pelaku kejahatan ini ke markas. Sementara sisa korban yang masih hidup dipulangkan saat itu jug serta yang sudah meregang nyawa dengan kondisi tidak utuh dimakamkan dengan layak ditempat pemakaman yang sudah disiapkan oleh pemimpin Klan X'Dragons.
"Tu—an aku bisa jelaskan". Teriaknya ketika sudah dibekuk anak buah X'Dragons tapi tidak dihiraukan oleh Phillip
"Kau aman masih berurusan denganku. Tapi tidak jika sudah berurusan dengan Master. Ku pastikan kau akan bertemu korbanmu dineraka". Ujar Phillip menatap jijik Mr.Hans
Setelah itu tempat itu benar - benar sunyi. Suara tangisan, jeritan, teriakan, tembakan, raungan sudah lenyap ketika Klan X'Dragons tiba.
"Benar - benar menjijikan sekali mereka semua ini. Menculik semua yang berkelamin perempuan, cihh". Ucapnya mengamati tempat ini yang dipenuhi darah korban kejahatan Mr.Hans
Tiba - tiba dirinya mendengar suara ketakutan seorang wanita tidak jauh dari korban eksekusi.
"Tidak, jangan aku. Tidak".
"Tidakk. Aku kuat aku bisa"
"Hiksss"
Suara itu terdengar jelas kala dirinya mendekati meja itu. Alangkah terkejutnya ketika dia melihat wanita sedang meringkuk disana dengan tangan menutup telinga, mata yang terpejam, mulut yang terus mengatakan tidak, jangan.
"Miris sekali". Batinnya menatap wanita yang tampilannya cukup mengenaskan
"Bukankah ini wanita yang diseret paksa si tua bangka tadi ?". Gumamnya menatap lekat Angeline
"Nona". Panggilnya hendak menyentuh Angeline tetapi melihat Angeline yang ketakutan diurungkannya niat untuk menyentuh pundak wanita itu
"Jangan. Tidak. Jangan aku. Aku mohon". Histeris Angeline saat menyadari ada seorang yang berdiri disampingnya
"Nona, tenanglah. Aku tidak akan melakukan apapun kepadamu". Ucapnya
Tetapi Angeline semakin histeris ketakutan berinteraksi dengan siapapun karena mentalnya benar - benar terguncang.
"Nona, hei". Panik Phillip melihat Angeline tidak bersuara lagi
"Astaga. Tubuhnya penuh dengan memar dan luka sayatan yang masih menganga". Ujarnya sembari mengangkat Angeline ala bridal keluar ruangan menjijikan itu
"Ruby ? Apa itu namanya ?". Gumamnya tanpa sengaja melihat name tag Angeline yang masih menyisakan nama Ruby sementara kata Angeline dan A sudah patah
#Diluar Gedung
Melihat Phillip menggendong wanita yang kondisinya mengenaskan dengan sigap mereka membuka pintu mobil.
"Cepat hubungi Dokter Justin. Minta segera ke markas". Teriak Phillip panik
Setelah memasukkan Angeline ke dalam mobil kini dirinya menghubungi sang master.
"Hallo Master. Semua sudah terkendali. Pelaku sudah dibawa ke markas. Dan saya menemukan satu wanita dengan kondisi yang mengenaskan, Master". Ucapnya
"Bawa ke Mansionku. Beri dia perawatan terbaik karena dia kunci utama kita". Titah pria yang disapa Master itu
"Siap, Master. Saya menemukan satu CCTV aktif diruangan itu. Akan saya berikan kepada Anda saat dimarkas". Ucap Phillip
"Hmmm".
Setelah itu Phillip bergegas membawa Angeline ke mansion pribadi sang Master yang terletak di pusat kota Las Vegas.
"Minta Dokter Justin ke Mansion. Ini perintah Master". Ucap Phillip
"Baik Tuan".
#Mansion J
"Master". Sambut Phillip saat melihat kedatangan sang master
"Dimana ?". Tanyanya
"Di ruang perawatan, Master. Dokter Justin sedang menanganinya". Ujar Phillip
"Hmmm".
Mereka melangkah bersama menuju ruangan yang dikatakan Phillip.
Ceklek...
"Master". Sapa dokter Justin
"Bagaimana ?".
"Kondisinya cukup memprihatinkan, Master. Luka sayatan yang masih menganga serta prediksi saya nona ini sudah kehilangan banyak darah. Jika mendapat transfusi darahpun tetap tidak akan normal seperti sebelumnya, Master". Jelasnya
"Maksudmu ?".
"Dalam kondisi seperti ini nona ini harus berhati - hati agar tidak terluka bahkan mengeluarkan darah. Sebab jika itu terjadi akan bahaya bagi kesehatannya".
"Jadi ?"
"Jika bisa nona ini dijauhkan dari luka fisik seumur hidupnya". Ucap dokter Justin
"Ibaratkan kaca yang sudah pecah jika disatukan kembali tidak akan utuh bentuknya seperti sebelumnya. Begitulah sekiranya kondisi nona ini sekarang, Master". Sambungnya
Mereka menganggukkan kepala saja.
"Siapa namanya, Phillip ?".
"Ruby, Master. Itu yang ada di name tag nya". Ujar Phillip
Pria yang dipanggil Master itu menatap Angeline lekat lalu tersenyum devil.
"You're mine, Ruby". Gumamnya pelan
"Kita harus menunggu nona ini siuman dulu baru bisa memastikan apakah mentalnya terguncang atau tidak, Master". Ujar dokter Justin
"Lakukan yang terbaik, Justin. Aku mempercayaimu".
"Kau pergilah ke markas, Phillip. Urus pelakunya". Sambungnya tanpa bertanya nama dan dari Klan mana pelaku kali ini
"Siap, Master". Phillip berlalu meninggalkan mereka
"Kau tetap disini, Justin. Aku harus kembali ke Los Angeles. Kabari aku jika dia sudah siuman". Ujarnya sebelum keluar dari sana
Sementara dokter Justin hanya menganggukkan kepalanya menatap punggung pria itu.
"Sepertinya Anda tertarik dengan wanita ini, Master". Gumam dokter Justin