Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 40



Chicago, IIIinois — USA


Jika semua anak buahnya mengkhawatirkan sosok pemimpin mereka. Maka lain halnya dengan sang empu.


Jacob justru terkekeh dengan bersedekap dada melihat siapa yang berdiri dihadapannya.


"Well, aku sudah tahu jika kau yang akan datang kemari". Ucapnya menyeringai


Lelaki itu menaik turunkan alisnya seolah mempertanyakan kehadiran Jacob ditempat itu.


"Musuhmu dan rivalku kali ini adalah orang yang sama, Ellio". Sambungnya memahami arti dari ekspresi bodoh yang ditunjukan pria dihadapannya


"Kenapa ?". Tanyanya menatap Jacob penuh


Jacob menyeringai tipis tidak menanggapi pertanyaan itu. Matanya sibuk melihat kiri dan kanannya seperti ada yang mencurigakan.


Dalam hitungan detik bahkan tidak bisa di duga Jacob dengan cepat melesatkan dua tembakan tanpa suara ke arah dua pria yang menyadari kehadiran mereka.


Dorr... Dorrr...


"Tiga sisanya bagianmu, El !". Seru Jacob berjalan waspada mendekati pintu masuk gedung yang sudah tidak ada penjaga itu


Brakk


Jacob menendang kuat pintu tua itu hingga rusak tidak terbentuk.


Sementara pria yang disapa Ellio oleh Jacob itu menganggukkan kepalanya meski banyak pertanyaan diotaknya mengenai kehadiran Jacob.


Dorr... Dorrr... Dorrrr...


Ellio mulai menembak tiga pria yang dimaksud Jacob.


Setelah memastikan mereka tewas dengan cepat pula dirinya menyusul Jacob masuk ke dalam sana.


"Sejak kapan Black Cobra menjadi rivalnya ?". Ucapnya dengan berjalan masuk


Drt... Drt... Drt...


Baru beberapa langkah masuk kedalam sana, ponsel pria itu sudah bergetar.


"Sialan, siapa yang menghubungiku disaat tidak tepat seperti ini ? Ck". Kesalnya terpaksa menghentikan langkah kakinya


Klik


"Ada apa, Jack ?". Tanyanya cepat


"...."


"Benarkah ?".


"...."


"Tapi tidak ada anggota X'Dragons disini".


"...."


"Yang ada justru Jacob Xanders. Kau tahu dia siapa kan ?".


"...."


"Kecurigaanmu juga sama denganku. Sejak lama aku mencurigainya. Puncaknya ada saat transaksi kita setelah misi ini".


"...."


"Siapkan semuanya dengan baik, Jack".


"...."


"Sepertinya akan ada kejutan untuk kita". Ucapnya menyeringai penuh arti


"...."


"Hmmm".


"...."


Klik


Ellio mematikan panggilan itu melanjutkan langkahnya menyusul Jacob yang entah saat ini berada dimana.


Saat hendak memeriksa satu persatu lorong di gedung tua itu samar - samar Ellio mendengar suara Jacob seperti sedang menghardik seseorang.


"Katakan !". Begitulah suara Jacob yang terdengar menggema didalam salah satu ruangan


"Terdengar lebih menyeramkan dari biasanya". Ucap Ellio bergidik


Ellio terus membawa kakinya berjalan mencari asal suara Jacob.


Sampai di depan pintu yang diyakininya adalah ruangan dimana Jacob berada saat ini.


Tangannya sudah memegang handle pintu hendak membukanya namun dihentikannya saat mendengar perkataan Jacob yang membuatnya terkejut.


"Kau bisa saja lolos dari ketua Black Tiger. Tapi tidak denganku !". Ujar Jacob


"Kenapa dia membawa nama klan ku ?". Ucap Ellio


Terdengar gelak tawa cukup kencang dari dalam sana setelah Jacob mengatakan itu.


"Kau pikir kau siapa ? Hah ?". Tawa seorang pria


"Diujung mautmu kau akan tahu aku siapa". Jacob ikut terkekeh pelan


Hahaha


"Jangan merasa seperti pemimpin X'Dragons yang bisa menaklukkan siapapun...". Ujar pria itu


"Kau hanya pebisnis tersukses di negeri ini yang sialnya mewarisi darah Victor Xanders". Sambungnya kembali tertawa


Jacob ikut terkekeh mendengar itu. Namun bagi siapa saja yang mendengar kekehan Jacob maka akan berpikir itu sangat menyeremkan.


"Dalam dunia bisnis kau selalu kalah tender denganku. Sekarang kau ingin menghasilkan uang dengan cara seperti ini, Damian Alessandro ?". Sinis Jacob dengan sengaja menyebut nama lengkap pria itu


"Apa perusahaan ayahmu sedang diujung tanduk karena selalu kalah tender denganku sehingga kau memilih jalan ini, Eh ?". Lanjut Jacob santai


"Jangan membawa ayahku, Sialan !". Bentak pria yang disapa Damian itu


"Pergi !". Usirnya


"Aku tidak ada urusan denganmu, Jacob Xanders !". Sambungnya dengan kekesalan di atas rata - rata merasa Jacob menganggu waktunya


"Kau begitu yakin sekali tidak ada urusan denganku ?". Jacob menyeringai tipis


"Tentu saja. Urusan kita hanya dalam dunia bisnis tidak dengan sekarang !". Hardiknya sudah emosi menghadapi Jacob


Sedangkan Jacob sengaja memancing emosi pria dihadapannya.


"Ah, apa perlu aku ingatkan kali ini ?". Tawar Jacob


Damian mengerutkan alisnya menunggu Jacob mengatakan permasalahan mereka.


"Berlian bertahtakan Xavier Astraliana seharga $18.000.000 yang kalian curi dari Klan White Horse, remember this ?". Jawaban Jacob membuatnya berkeringat dingin


"Darimana pria ini tahu kalung itu ? Bukankah yang tahu hanya dua pemimpin klan mafia di dunia ini saja ?". Gumamnya mulai bergemetar


"Omong kosong apa yang kau katakan". Damian berusaha setenang mungkin


"Cih, masih ingin menghindar ternyata". Kekeh Jacob


"Kalung yang seharusnya sudah berada ditangan Black Tiger saat ini berada ditanganmu". Sinis Jacob lagi


"Karena kau ! White Horse beranggapan klan X'Dragons lah pelakunya. Kau sengaja membuat dua klan itu berselisih paham. Namun satu yang kau lewatkan sebelum melakukan itu...". Jacob menggantung perkataannya


"X'Dragons yang dikenali dunia gelap ini hanya menampilkan wakil pemimpinnya saja".


"Pemimpinnya ? Jelas dia berkeliaran diluar sana tanpa bisa dicurigai siapapun mengenai identitasnya".


"Tidak semudah itu menjatuhkan dua klan besar. Kau terlalu bodoh jika beranggapan dengan melakukan itu mereka akan bermusuhan. Justru mereka saling membantu mencari dalang dibalik pencurian itu". Ungkap Jacob


"Siapa kau sebenarnya ? Mengapa kau bisa tahu semua itu ?". Tanyanya masih berusaha tenang meski sudah diliput ketakutan


"Sudah ku katakan kau akan tahu aku siapa saat diujung mautmu nanti". Kekeh Jacob


"Sialan !". Bentaknya bangkit hendak menembak Jacob


Dorr


"Argghhhh...".


Jacob lebih dulu melesatkan pelurunya ke kaki pria itu dalam jarak dekat.


Sedangkan Ellio yang masih berdiri didepan pintu itu mematung mendengar percakapan Jacob dan Damian di dalam sana dikejutkan dengan suara tembakan.


"Astaga ini diluar dugaanku". Batinnya menilai percakapan itu


Ellio ingin segera masuk namun lagi - lagi terhenti ketika mendengar tawa Jacob.


"Kenapa aku merasa saat ini seperti bukan diri Aleo yang didalam sana". Gumamnya


"Katakan !". Bentak Jacob


Arghhh. . .


Teriak Damian kesakitan karena Jacob sengaja menekan kuat bahunya yang terkena tembakan


Hening


Srakkkk


Arghhhh. . .


Ellio tidak lagi mendengar adanya percakapan dari dalam sana. Karena penasaran akhirnya Ellio membuka paksa pintu itu dengan tendangan keras.


Brakkk


Dimana ada banyak pria yang sudah tewas dengan tembakan dan beberapa sayatan di area vitalnya.


Kini menyisakan satu pria saja yang masih hidup diyakininya adalah pria yang berbicara dengan Jacob tadi.


"Al, ini ?". Tanyanya dengan memainkan alisnya yang pasti akan dimengerti Jacob


"Yang kau cari ada di tubuh salah satu bawahannya yang tewas itu". Ucap Jacob terkekeh


Ellio mengerutkan alisnya tidak mengerti.


"Pria ini sengaja meminta bawahannya menelan sebuah berlian, maybe". Ucap Jacob menyeringai penuh arti kepad Damian yang kini sudah terkapar dengan luka sayatan di lengannya


Ellio mengalihkan pandangannya menatap pria yang sudah terkapar itu.


"Perlu aku bantu memilah semua sampah ini, El ?". Ucap Jacob dengan terkekeh


"Al, kau—".


"Urusanku dengannya sudah selesai. Kau bisa mengurus sisanya, El". Ujar Jacob berjalan keluar meninggalkan Ellio yang masih tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya


"Semua ini semakin memperkuat dugaanku". Gumamnya melihat punggung tegap itu sudah hilang dari pandangannya


Sementara pria yang tadi sempat menertawakan Jacob kini juga menatap kepergian sang empu dengan pandangan sulit diartikan.


"Berhati - hatilah deng—". Pria itu berusaha mengatakan sesuatu namun terhenti saat batuk parah melandanya


Uhuk... Uhukk... Uhuk...


Pria yang bernama Damian itu memuntahkan darah segar sangat banyak dari mulutnya.


"Di—dia. X'Drag—". Ucapnya terhenti seiiring dengan matanya yang akan sudah tertutup rapat


"Hei...". Ellio mendekati pria itu dengan menepuk kuat pipinya


"Sial, dia sudah tiada". Makinya setelah mengecek denyut nadi pria itu


"Jacob, apa yang kau lakukan kepada mereka semua. Sialan ! Pria mana yang sudah menelan berlian itu, ck". Teriaknya memaki Jacob yang hanya mengatakan setengah saja


Kini Ellio berjalan mendekati satu persatu pria yang sudah tewas dengan berlumuran darah di ruangan ini.


Ting !


Satu pesan masuk ke ponselnya entah dari siapa pengirimnya.


Ting !


Pesan kedua masuk sehingga membuat Ellio terpaksa membuka aplikasi pesan diponselnya.


Aleo


"Tiga pria dari kiri Damian Alessandro yang sudah menelan berlianmu, El"


Jack


"Anggota X'Dragons wilayah barat sudah pergi, Tuan".


"Mereka pergi disaat Aleo juga pergi. Ini hanya kebetulan saja atau memang mereka ini berhubungan". Gumamnya lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam saku jaket kulitnya


Huwekkk...


Karena banyaknya pria yang tewas dengan berlumuran darah disekelilingnya membuat pria yang disapa Jacob dengan nama Ellio itu mual seketika.


"Sialan. Melihat mereka semua mendadak aku mual, ck". Geramnya lalu merogoh jaketnya lagi untuk mengambil ponselnya


Jack


"Targetnya sudah ku temukan. Kemarilah bantu aku memeriksa pria mana yang sudah menelannya !"


Send


Setelah itu dirinya keluar dari ruangan itu hendak mengatur pernapasannya dengan normal.


#Sisi Lain Chicago


Kini Phillip dan Alex sudah berkumpul disatu titik bersama Zayn dan Vincent membahas kemana hilangnya Jacob yang tiba - tiba itu.


"Kau yakin sudah memeriksa semua tempat ?". Tanya Phillip kepada Zayn


Zayn menganggukkan kepalanya memberi balasan.


"Sudah, bahkan CCTV bagian toilet umum ditempat ini sudah aku periksa, Niel. Tetap tidak ada satupun menunjukkan dimana posisinya". Jelas Zayn


Bip... Bipp... Bippp...


Saat mereka sibuk melacak Jacob tiba - tiba alat pelacak yang terhubung ke mobilnya Jacob berbunyi


Mendengar itu sontak mereka dengan cepat menolehkan kepala kesatu tujuan.


"Zayn, pelacaknya kembali aktif !". Seru Phillip dengan keras


"Minggir !". Seru Zayn kepada Alex dan Vincent yag kebetulan duduk dibelakang laptopnya


Brughh


Vincent terjatuh ke tanah karena dorongan Zayn


"Ck, sialan. Jika saja dia bukan termasuk yang tertinggi dalam klan sudah aku tembak kakinya itu". Kesal Vincent memaki kelakuan Zayn


Sementara Zayn tidak memperdulikan tindakannya. Dirinya sibuk mengotak ngatik di laptopnya agar tidak kehilangan jejak Jacob lagi.


Dua menit menunggu Zayn, mereka dibuat heran mendengar umpatan pria itu.


"Sialan ! Kita mengkhawatirkan dirinya seperti hilang akal sementara dia saat ini bersantai di dalam mobilnya !". Maki Zayn menatap layar laptopnya yang sudah menampilkan posisi Jacob lengkap dengan apa yang sedang pria itu lakukan


"Astaga. The real of the devil prince !". Umpat Phillip ikut kesal


"Master - master. Selain membuat kami panik Anda juga membuat kami tertekan dan mati muda memiliki boss sepertimu, ck". Gumam Alex dalam hati


"Master memang paling ahli merubah suasana". Batin Vincent justru mengagumi keahlian Jacob


Dengan cepat Phillip menghubungi sang tersangka kekhawatiran yang melanda mereka.


Klik


"Sialan kau ya ! Kenapa mematikan semua sambunganmu tiba - tiba seperti itu, hah ?".


"...."


"Cih, itu menurutmu saja. Tidak dengan kami yang mengkhawatirkanmu seperti kesetanan, Sialan !".


"...."


"Tuan Phillip berani sekali memaki Master seperti itu". Gumam Alex lagi


"Hanya mereka saja yang berani seperti itu kepada Master". Batin Vincent ikut bermonolog


"Tidak tahu, Mike dan Samuel juga tidak terhubung". Ujarnya


"...."


"Kau yakin ?".


"...."


"Baiklah. Kami akan menemui mereka berdua di wilayah itu".


"...."


"Ya, aku ingat. Jam tiga pagi ini aku ada transaksi dengan Black Tiger". Balasnya sedikit malas membahas itu


"...."


"Apa ?".


"...."


"Baiklah, jika itu keputusanmu, Jac".


Klik


Seperti biasa. Mematikan sambungan sepihak adalah kelakuan menyebalkan seorang Jacob Xanders.


"Kita susul Alex dan Samuel ke wilayah mereka. Ini perintah Master". Ucap Phillip kini berjalan mendahului mereka semua yang masih mencerna perkataannya barusan


"Baru saja jantungku ini akan tidur. Sudah diajak bertempur lagi, ck". Gumam Vincent berteriak kesal dalam hatinya


"Ya Tuhan. Beri aku nyawa yang banyak seperti kucing. Tidak ada kata tidur dalam kams mereka semua, kasihanilah diriku ini, Tuhan". Gumam Alex


Sementara Zayn sudah berjalan mengikuti langkah Phillip menuju mobilnya untuk menumpang.


"Kenapa kau masuk ?". Tanya Phillip tidak suka


"Menumpang saja tidak boleh, Hah ?". Kesal Zayn seolah lupa jika pria dihadapannya ini tidak suka jika ada yang masuk ke dalam mobilnya kecuali Jacob dan Mike


""Turunlah ! Mobilmu ada disana kan ?". Usir Phillip cepat


"Ck, aku hanya menumpang sampai wilayah mereka saja. Lagipula aku malas menyetir, Niel". Mohon Zayn


"T - I - D - A - K !". Ucap Phillip mutlak


Zayn keluar dari mobil itu dengan kesal pula membanting pintu mobilnya penuh kekesalan.


"Sialan memang. Punya teman jenis kanebo kering. Awas kau ya !". Umpat Zayn melangkah masuk kedalam mobilnya yang sudah siap dikendari supir


Sementara Alex dan Vincent menggelengkan kepala melihat dua atasan mereka itu.


Satunya tidak suka diganggu, satunya sangat suka mengganggu.


"Benar - benar perpaduan yang sempurna". Batin mereka menilai kepribadian keduanya