Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 18



Los Angeles — USA


Carl Apartment


Sejak tertangkapnya momen Jacob dan dirinya keluar dari rumah sakit seolah membenarkan semua rumor yang beredar.


Sungguh Angeline frustasi dengan ini semua. Pertama kalinya harus berurusan dengan pria seperti Jacob, ribuan blitz kamera yang bisa merusak penglihatannya kapan saja, jutaan wartawan yang terus bertanya ini itu, milyaran paparazi yang siap siaga kapanpun memotret dirinya jika bertemu.


"Semua ini gara - gara pria itu, Jacob Fucking Xanders !". Umpat Angeline kesal


Drt... Drt... Drt...


Ponselnya dinakas tiba - tiba berbunyi dengan cepat Angeline memeriksa siapa yang menguhubunginya.


Sarah is Calling...


"Sarah ?". Gumamnya


"Ya, Sar. Ada apa ?". Angeline sebenarnya enggan menerima telepon dari siapapun tetapi ini Sarah yang menghubunginya pasti hal menyangkut rumah sakit


"Apa dokter masih cuti hari ini ?".


"Hah ? Cuti ? Aku ? Sejak kapan ? Meminta izin tidak masuk saja aku tidak melakukannya ?". Batin Angeline terkejut dengan penuturan Sarah


"Dok ?". Panggil Sarah


"E—eh iya. Aku masih cuti. Kemungkinan besok baru aku kembali kerja". Balasnya


"Ahh iya, apa anda butuh teman curhat dok ?". Ujar Sarah spontan mengingat dirinya sangat tahu bagaimana frustasinya Angeline beberapa hari ini konsentrasinya terganggu


"Aku tidak apa - apa, Sar. Jangan khawatir". Ucap Angeline


"By the way siapa yang memberitahumu aku cuti ?". Sambungnya


"Presdir. Kemarin presdir datang langsung memberitahu kepala direktur bahwa anda cuti untuk beberapa hari, dok. Beritanya dengan cepat beredar dikalangan rumah sakit". Tutur Sarah


"Ck, selain suka berbuat seenaknya dia juga suka melakukan apapun tanpa seizinku. Benar - benar sialan !". Batin Angeline kembali mengumpat kasar Jacob


"Oh, ya sudah aku tutup dulu teleponnya ya. Aku kedatangan tamu". Ucap Angeline


"Apa itu presdir, Dok ?". Terdengar tawa Sarah dari seberang


"Kau ya !". Kesal Angeline kepada Sarah


"Hehe ampun dok, Just kidding. Have fun, dok". Ucap Sarah masih terkekeh


Klik...


Angeline mematikan sambungannya tanpa membalas perkataan Sarah


"Benar - benar ya, pengaruh pria itu sangat berbahaya untuk sekelilingku". Batin Angeline berteriak


#Lobby Carl Apartment


Terlihat masih banyak wartawan dan tim mereka yang menunggu didepan hanya untuk mendapatkan komentar Angeline mengenai rumor yang beredar antara dirinya dan Jacob.


Hal itu membuat pihak apartment menambah security untuk berjaga agar tidak ada wartawan yang bisa naik ke lantai dimana Unit Angeline berada—Tentu saja itu atas permintaan Jacob.


Satu jam...


Dua jam...


Tiga jam...


Mereka masih setia menunggu disana meski Angeline sama sekali tidak menunjukkan tanda - tanda akan keluar.


Salah satu security mengirimkan foto semua wartawan yang menunggu disana kepada seseorang.


Master


"Mereka masih menunggu nona keluar, Master"


Send


"Jumlah mereka semakin bertambah, Master. Apa kita perlu menambah bodyguard juga ?"


Send


Drt... Drt... Drt...


Beberapa menit kemudian terdengar ponselnya berdering pelan menandakan panggilan masuk.


Tuan Michael is Calling...


"Halo Tuan". Sapanya


"...."


"Baik Tuan".


"...."


"Apa perlu menambah lebih banyak bodyguard berjaga disetiap lantai, Tuan ?".


"...."


"Siap Tuan".


"...."


"Aman, Tuan. Mereka berdua mengira kami security yang disewa pihak apartment".


"...."


"Baik Tuan".


Klik...


"Mereka ini seperti bukan security sembarangan. Sudah seperti pasukan khusus". Batin security yang biasa berjaga di lingkup apartment itu


"Baru kali ini aku melihat security punya bentuk tubuh sebagus itu. Lebih mirip atlet daripada security". Batin security satunya atau lebih tepatnya security kedua yang berjaga disana sebelum bertambah enam security lagi


...****************...


Los Angeles — USA


Xan's Group


"Ada laporan dari Phillip, Master". Ucap Mike tenang


"Katakan !".


"Tuan Ellio bergerak lebih cepat sesuai prediksi Anda, Master". Tutur Mike


"Cih, anak itu. Dia pikir hanya dirinya saja bisa bermain bebas dengan dunia bawah ? Mungkin dia lupa darah siapa yang mengalir ditubuhku ini". Terdengar kekehan licik disela perkataan itu


"Bukankah dua minggu lagi Black Tiger ada kesepakatan kedua dengan kita ?". Sambungnya


"Iya, Master. Seperti biasa Phillip yang akan menanganinya". Jawab Mike


"Tidak perlu. Aku sendiri yang akan menemuinya".


"Give a little surprise, Maybe". Ucapnya diiringi senyum tipis


"Baik, Ada yang ingin Anda tanyakan lagi, Master ?".


Jacob menggelengkan kepala.


"Baiklah. Saya permisi, Master". Pamit Mike


Selepas Mike menghilang dari pandangannya, Jacob mulai memainkan bolpoint kesayangannya lambat seperti slowmotion.


"Kejutan menantimu, Lio !". Gumam Jacob


"Siapkan mobilku, Mike. Rute kembali ke mansionku". Ucap Jacob melalui interkom yang terhubung langsung kepada Mike


Tanpa menunggu balasan Mike, Jacob segera bersiap - siap hendak keluar.


...****************...


Los Angeles - USA


Mansion Utama


"Ada apa, V ? Semenjak kepulangan anak nakal itu kau banyak melamun". Tutur Sia memberikan teh hangat untuk Victor


"Sepertinya ketakutanku sudah terjadi, Honey". Ucap Victor menatap lurus satu foto dihadapan mereka


"Maksudmu ?". Sia tidak mengerti


"Jacob, anak itu sepertinya sudah mengambil alih Klan ku sejak lama tanpa tercium siapapun". Jelas Victor


"V, aku sudah katakan sebelumnya. Jika sudah waktunya Jacob pasti akan mengambil alih semuanya tanpa bisa dicegah. Apapun yang diinginkan anak itu harus terwujud kita semua tahu itu". Ujar Sia


"Jujur saja aku juga tidak mau anak cucu cicitku masuk kedunia itu seperti kalian dulu, V. Resikonya besar dan bahaya untuk keselamatan mereka dan keluarga mereka nanti. Tapi apa boleh buat. Ini Jacob. Tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun". Sambung Sia


"Yang bisa kita lakukan hanya berdoa semoga apa yang pernah kita alamai tidak terjadi lagi kepada Jacob dan keluarganya dikemudian hari". Cicit Sia pelan


"Honey, aku minta maaf untuk itu". Ujar Victor


"V, kau tidak salah. Meskipun begitu aku juga putrinya mafia Klan Tiger. Jika tidak menikah denganmu anak cucuku tetap memiliki darah mafia". Ucap Sia dengan tersenyum menatap suaminya


"Hmmm".


"V, apapun yang Jacob lakukan aku rasa itu sudah keputusan mutlak. Seperti yang pernah daddy katakan. Mungkin kita bisa mencegah Jonathan agar tidak menggeluti dunia itu. Tapi apa kita bisa mencegah cucu cicit kita dikemudian hari agar tidak terjerumus ke dunia bawah ? Tidak kan ?". Terang Sia lagi


Lagi - lagi Victor hanya menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan sang istri.


"Memikirkan Jacob tidak ada hentinya, V. Kelakuan anak itu diluar prediksi siapapun. Bakatnya melebihi anak seusianya sejak kecil, bukan ?". Sambung Sia


"Kau benar, Honey". Balas Victor


"Ya sudah, daripada memikirkan Jacob bagaimana jika kau temani aku berkebun saja". Tawar Sia


"Hmmm".


Cup


"Kau selalu yang terbaik, V". Ucap Sia setelah mendaratkan senyuman ke pipi kanan Victor


Setelah itu mereka berdua, si pasangan lansia itu sudah berjalan menuju halaman belakang mansion tersebut untuk bercocok tanam.


"Setidaknya dengan begini kau bisa melupakan sesuatu yang akan mengganggu kesehatanmu, V". Batin Sia tersenyum melihat Victor yang ikut membantunya berkebun


"Aku tahu, Honey. Kau mengajakku bercocok tanam untuk mengalihkan perhatianku dari Jacob dan Klan itu kan. Kau benar - benar yang terbaik Yrish Theresia Geraldiev". Batin Victor menyadari aksi istrinya


Sementara pelayan dan bodyguard yang berdiri tidak jauh dari sana tersenyum hangat menyaksikan keharmonisan kedua pasangan yang sudah tidak muda itu lagi.


"Semoga kami selalu bisa melihat senyum kalian Tuan, Nyonya".


"It's my dream. Suatu saat aku ingin seperti mereka sampai tua".


"Teruslah menjadi pupuk untuk tumbuhan yang akan berkembang, Nyonya".


"Bukti nyata dari cinta yang tulus".


Batin beberapa pelayan yang menjadi saksi keharmonisan pasangan lansia tersebut.