Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 53



Los Angeles – USA


Mansion Utama


"Apa ada kabar dari dua manusia kembar itu ?". Tanya Sia dengan merapihkan tanamannya pagi itu


Victor yang tadinya sibuk membaca koran menurunkan benda itu sesaat untuk melihat istrinya.


"Kau bertanya padaku, Honey ?". Bukannya menjawab Victor malah balik bertanya


Sia mendongakkan kepalanya menatap Victor.


"Menurutmu ?". Tanya Sia memberikan tatapan horor kepada suaminya


"With your flowers, maybe". Jawab Victor santai kembali membaca koran ditangannya mengacuhkan tatapan istrinya


"V...". Panggil Sia datar


Victor kembali menolehkan pandangannya kepada Sia.


"Apa ?". Tanyanya seolah tidak mengerti


"Hishhh sudahlah. Lupakan saja !". Kesalnya lalu kembali menyibukkan diri dengan tanaman - tanamannya dibantu beberapa pelayan yang siap siaga membantunya


"Like grandfather like grandson. Sama - sama menyebalkan !". Sambung Sia sembari menggerutu


Victor justru terkekeh mendengar kekesalan istrinya itu.


"Dia yang memulai dia sendiri yang kesal". Victor menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sia yang tidak berubah sama sekali


"Liu !". Panggil Victor dengan datar


"Anda butuh sesuatu, Tuan ?". Tanyanya kini sudah berdiri di samping tempat Victor duduk


Victor memainkan alisnya agar Liu mengikuti arah pandangnya saat ini.


Liu yang notabennya sangat mengenal Victor jelas mengerti maksud isyarat itu akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Hmmm...". Liu sengaja berdehem sedikit keras agar mengalihkan perhatian Sia


Benar saja, sekesal apapun wanita itu tetap saja akan menunjukkan reaksi begitu pedulinya terhadap sekitar. Seperti saat mendengar deheman Liu, Sia langsung menolehkan kepalanya menatap sang empu.


"Ada apa, Liu ?". Suara lembut Sia sangat sopan masuk ke telinga semua yang mendengarnya


Sangat berbeda jika bicara kepada suami dan cucunya, maka tidak akan pernah mendengar nada itu keluar dari mulutnya.


"Begini nyonya. Menurut informasi yang saya dapat. Tuan Muda membawa nona Angeline ke sebuah acara kolega bisnisnya di Italia. Begitupun Mike, pria itu selalu setia mendampingi dimanapun keberadaan Tuan Muda". Jelasnya dengan baik


Mendengar itu Sia menganggukkan kepalanya begitu saja.


"Ada lagi ?".


Liu menggelengkan kepalanya lalu melangkah mundur keposisi awalnya tadi.


"Aku belum selesai bertanya, Liu ! Kenapa kau sudah mundur". Sia menaikkan alisnya merasa heran dengan pria itu kenapa terlalu monoton seperti suaminya


"Maaf nyonya. Saya hanya bisa menyampaikan itu. Selebihnya bukan bagian saya lagi". Jawabnya


"Ck, lama - lama kalian berempat sudah seperti anak kembar beda generasi ! Tidak ada bedanya !". Decak Sia dengan kesal menatap suaminya sebagai sasaran kekesalannya


Victor menyadari Sia menatapnya kesal balas menatap istrinya itu dengan lembut.


"Moodku selalu hancur jika sudah bicara dengan dua kutub utara itu, Mia ! Kau nanti jangan sampai mencari pasangan seperti mereka ya. Bisa - bisa kau akan kesal setiap waktu". Tuturnya dengan sengaja mengeraskan suaranya agar didengar dua pria disisi lainnya


Victor terkekeh pelan menanggapi perkataan Sia. Begitupun dengan Liu hanya menampilkan senyum tipisnya.


Sementara Mia yang sudah biasa melihat pemandangan seperti itu hanya menganggukkan kepalanya karena tahu saat ini Sia sedang kesal.


Ting !


Tiba - tiba denting pesan masuk menggantikan suara kekesalan Sia.


Liu membuka ponselnya karena suara itu berasal dari ponselnya.


"Hmmm...". Liu menetralkan suaranya sebelum mendekati Victor


"Tuan...". Ucapnya menyerahkan ponselnya agar Victor membaca pesan masuk itu


Victor mengambil ponsel itu lalu membaca pesan yang dikirimkan seseorang kepada Liu.


"Apa tidak ada wakil CEO disana ?". Tanya Victor mengernyitkan alisnya


"Anda lupa, Tuan ?". Liu bertanya


"Maksudmu ?". Victor balik bertanya


"Bukankah wakil CEO itu sendiri adalah Michael Ivarez, Tuan ? Yang artinya saat ini dirinya juga berada di satu kawasan dengan CEO mereka". Jelas Liu


"Arghh itu. Kau benar. Aku sedikit lupa siapa wakil CEOnya". Kekeh Victor mengalihkan suasana


"Jonathan ?". Victor kembali bertanya


"Tuan Jonathan sedang di rumah sakit menemani nyonya Jesslyn memeriksakan kesehatannya, Tuan". Jawab Liu


"Jadi maksudmu ? Aku yang harus menggantikan mereka meeting penting pagi ini, Liu ?". Ucap Victor tidak ramah


Dengan cepat Liu menganggukkan kepalanya.


Victor menghela nafasnya kasar menanggapi itu.


"Baiklah. Jam berapa meetingya ?".


"Pukul sepuluh pagi ini, Tuan". Jawab Liu lagi


Victor menganggukkan kepalanya sembari meminum teh yang disajikan Sia sebelum dirinya bercocok tanam.


Sayup - sayup Sia dapat mendengar obrolan dua pria yang membuatnya kesal pagi ini.


"Dia akan ke kantor ? Tidak bisa dibiarkan... Tubuh dan rambutnya boleh terlihat tua. Tapi wajah dan kharismanya masih sangat kuat. Bisa - bisa dirinya menjadi bahan kehaluan pegawai wanita disana". Gumamnya mulai berprasangka aneh kepada suaminya


"Kau akan kekantor, V ?". Tanya Sia berusaha bicara lembut yang justru membuat Victor mengerutkan alisnya sesaat


Victor menganggukkan kepalanya saja.


"Apakah ada hal yang penting sampai kau harus kesana ?". Lagi - lagi Victor menganggukkan kepalanya


"Bukankah ada Jonathan yang bisa menggantikan Jacob". Sambung Sia


"Rutinitasnya hari ini menemani menantu kita kontrol kesehatannya, Honey". Ungkap Victor


"Apa Liu saja tidak bisa ? Kenapa harus kau ?". Sia mulai menunjukkan sikap protektifnya disaat seperti ini


Victor dan Liu jelas tahu kenapa Sia bertanya seperti itu.


"Ternyata kau masih tetap protektif seperti ini jika aku akan bepergian, Honey. Meskipun sudah tua kebiasaanmu masih tetap sama". Gumam Victor terkekeh


"Anda masih saja bersikap seperti ini, Nyonya. Padahal usia kalian sudah tidak muda lagi". Liu ikut bergumam menilai sikap Sia


"Aku pemiliknya jika kau lupa, Honey. Bagaimana bisa Liu yang hadir disana sementara aku disini bersamamu ?". Victor menampilkan senyum tipisnya


"Kalau begitu aku ikut !". Ujar Sia mutlak


Victor hanya menganggukkan kepalanya jika istrinya sudah berada di mode seperti ini.


"Bunga - bungamu, Honey ?". Victor sengaja memancing kekesalan Sia


Mia dan Grace hanya mampu menganggukkan kepala mereka mengiyakan perkataan Sia.


"Kau dengar itu, V ?".


Victor kembali menganggukkan kepalanya.


"Aku siap - siap dulu. Tunggu aku !". Ujarnya berjalan masuk kedalam lift agar lebih cepat naik kelantai teratas mansion itu


"Sia dan kebiasaannya memang tidak pernah bisa dipisahkan, Liu". Ucap Victor setelah pandangan istrinya hilang dari hadapannya seiring naiknya lift


"Anda benar, Tuan. Masih tetap sama meski sudah puluhan tahun berlalu". Jawab Liu ikut terkekeh


"Jangan beritahu siapapun aku yang akan mengganti Jacob meeting kali ini, Liu ! Aku hanya ingin melihat kinerja mereka jika tidak ada pimpinan disana". Titahnya sebelum berjalan masuk kedalam lift meninggalkan Liu yang merubah rutenya menuju ruang kerja Victor


...****************...


Milan – Italy


The Diev's Hotel


Sinar mentari mulai mengenai dua insan yang masih terlelap di ranjang king size itu.


Tampak Jacob dan Angeline tidak merubah posisi mereka seperti semalam sebelum tidur.


"Enghhhh....". Lenguhan Angeline ketika mulai terbangun dari tidurnya


Angeline hendak bangkit namun terhalang oleh sebuah tangan kekar yang begitu erat memeluknya.


"Tangan kekar siapa ini ? Kenapa tidur memelukku ?". Gumamnya masih belum menyadari bahwa dirinya saat ini tidak mengenakkan sehelai benangpun ditubuhnya


"Arghh... Apa ini ? Kenapa ada yang mengganjal dibawah sana ?". Batinnya ketika hendak memutar badan melihat siapa sosok yang sudah berani memeluknya


Angeline meraba bagian bawahnya tanpa sadar membuat gesekan antara dua benda keramat itu.


"Kenapa ini seperti berurat ?". Ucapnya bermonolog terus bergerak tidak nyaman sehingga membuat sang empu dibelakangnya ikut terusik


"Susah sekali mencabut lunak berurat ini". Kesalnya terus bergerak


"Berhentilah bergerak, Honey... Kau membangunkan yang dibawah sana dengan sentuhan tanganmu". Ucap Jacob dengan suara serak khas bangun tidurnya


Deg


Bola mata Angeline membesar saat mendengar suara itu tepat dibelakangnya.


Sontak Angeline sedikit menoleh kebelakang agar bisa melihat pemilik suara serak itu.


"Kau !". Pekik Angeline


"Apa yang kau lakukan ? Kenapa kau tidur dibelakangku, Jac ? Beraninya kau !". Angeline mulai mengeluarkan kata keramatnya akibat terkejut


"Arghhhh. Damn !". Jacob mengumpat pelan ketika tangan Angeline mencengkeram keras benda keramatnya dibawah sana


"Tanganmu berhentilah bergerak, Honey !". Ucap Jacob dengan nada rendah


"Tanganku ?". Ulang Angeline


Jacob menghela nafasnya terdengar berat.


Tangan Jacob akhirnya berhasil menahan tangan Angeline dari pusakanya yang terlalu nyaman bersemayam di gua kesayangannya sejak pergulatan mereka tadi malam.


Jacob melepaskan benda itu dari surga kenikmatannya membuat Angeline melenguh tanpa sadar akibat gesekan - gesekan dua benda mereka.


"Enghhh....". Lenguhnya masih tidak menyadari posisi mereka


Jacob kembali harus menahan hasratnya agar tidak menyerang Angeline.


"Menjauh dariku !". Ucapnya sembari menunjuk lurus pria itu


Jacob menyeringai tipis seperti ada hal yang dinantinya setelah ini.


Baru akan beranjak memperlihatkan sesuatu. Teriakan histeris Angeline menghentikannya.


"Argh... Ke—napa... a—ku tidak memakai apapun seperti ini ? Dimana semua yang melekat padaku tadi malam ?". Ucapnya merasa histeris ketika hendak melepas selimut yang menutupinya


Sontak Angeline menatap horor Jacob seperti hendak memakannya.


"Kau bajingan Jacob !". Teriaknya menatap pria itu dengan penuh emosi


Melihat kondisi tubuhnya serta tidur ditempat yang sama dengan pria itu membuat Angeline langsung memahami sesuatu sudah terjadi diantara mereka.


Namun tanpa berpikir panjang atau bahkan berusaha mengingat hal apa yang terjadi kepada mereka, dirinya lebih dulu menuduh pria itu telah melakukan hal tidak senonoh kepadanya.


Jacob mengernyitkan alisnya merasa heran dengan maksud perkataan Angeline.


"Hikss... Hiksss... Kau bajingan Jacob ! Bajingan !!!". Angeline mulai menangis dengan terus memaki Jacob


"Aku membencimu ! Pergi !!!!". Angeline terus histeris


Dengan cepat Jacob mengerti maksud Angeline langsung saja Jacob hendak merapat kepada wanita itu.


Bughhh...


Angeline melempar bantal guling kearah Jacob hingga membuatnya terkejut.


"Angeline dengarkan aku...". Jacob berusaha menenangkan wanita itu


"Pergi !!!!!". Angeline terus mengusir Jacob


"Apa salahku kepadamu, Jac ? Kau menodaiku, sialan !!!". Pekiknya seperti korban pelecehan padahal jika diingat Angeline lah yang melecehkan Jacob


"Angeline, deng—".


Bughhh...


Angeline terjatuh dari ranjang king size itu dengan selimut ditubuhnya akibat berangsur mundur dari Jacob tanpa memperhatikan posisinya.


"Angeline !". Jacob berteriak panik


"Awshhh...". Angeline perlahan bangkit sendiri namun merasa nyeri yang sangat luar biasa diarea intimnya


"Arghhh...". Ringisnya dengan panjang


Jacob tergelak melihat itu lalu bermonolog seorang diri.


"Apa semalam aku terlalu kasar sampai membuatnya kesakitan seperti itu ?". Gumamnya seperti bayi yang begitu polos


Angeline tidak memperdulikan kehadiran Jacob, dirinya mulai berjalan tertatih - tatih dengan tembok sebagai pegangannya menuju kamar mandi.


"Arghhh... Awssshh... Apa yang kami lakukan sampai ini ku begitu perih ?". Gerutunya terus menerus


"Jacob sialan !!!!". Gumamnya tanpa henti memaki Jacob dalam hati


"Aku membencimu Jacob Fucking Xanders !!". Sambungnya terus memaki pria itu


Hikss.... Hiksss.... Hikssss....


Angeline mulai berendam didalam bathup membersihkan dirinya dari sisa percintaan mereka tadi malam yang tidak diingatnya sama sekali.


Sementara Jacob yang tadi menunjukkan ekspresi bodohnya melihat cara berjalan Angeline memilih beranjak memakai satu persatu pakaiannya hendak kekamar sebelah untuk mandi dan berganti pakaian lalu akan kembali lagi menyelesaikan kesalahpahaman antara mereka saat ini.


"Sialan ! Semua ini karena obat itu. Awas saja jika aku tahu pelakunya maka akan tamat saat itu juga ! Arghh". Gumamnya ikut memaki pelaku yang menaruh obat perangsang itu