Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 51



Milan – Italy


Luxury Ballroom's


Angeline dibuat terpaku dengan banyaknya kamera yang siap mengambil gambar setiap tamu yang hadir di acara yang dirinya sendiri tidak tahu.


"Kau ingin mempermalukanku, Hah ?". Angeline menatap tajam Jacob ketika mobil yang ditumpanginya berhenti diurutan ketiga untuk sesi foto


Hening


Jacob tidak menjawab pernyataan Angeline barusan.


"Kau jelas tahu aku sangat menghindari sorot kamera akhir - akhir ini setelah berurusan denganmu, Jacob !". Ucapnya dengan kesal


Jacob terkekeh pelan mendengar itu.


"Kau hanya perlu menemaniku selama disini. Lupakan orang - orang tidak penting itu". Jawab Jacob santai


"Kau–". Perkataan Angeline menggantung ketika mobil mereka berhenti tepat di karpet merah


"Jacob...". Panggilnya memelas agar Jacob tidak membawanya keluar bertemu kilat kamera yang bertebaran itu


"Calm down". Jacob meyakinkan Angeline


Angeline terus menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau turun.


"Mau ku gendong ?". Tawarnya dengan tersenyum tipis


"Hishh, tawaran yang menjebak. Sialan". Angeline mengumpat terang - terangan dihadapan Jacob membuat sang empu terkekeh


Baru akan memaki Jacob, pintu disisi tempat duduknya sudah terbuka lebar menandakan dirinya diminta segera turun.


Mendadak wajah Angeline pucat jika diperhatikan lebih dalam. Beruntungnya kali ini dirinya di make up sedikit tebal oleh orang suruhan Jacob tadi.


Cekrek... Cekrekk... Cekrekkk...


Banyak blitz kamera langsung memotret Jacob ketika dirinya keluar dari mobil berjalan menuju sisi kanan mobilnya.


Cekrek...


Cekrekk...


"Ayo". Ucapnya menjulurkan tangan membantu Angeline keluar dengan senyuman tipis


Sementara Angeline akhirnya pasrah, terpaksa menerima uluran tangan Jacob dan otomatis dirinya langsung menjadi sorotan banyak kamera malam itu.


Angeline menghembuskan nafasnya kasar saat kakinya sudah menginjak karpet merah itu dengan sempurna.


Pandangan Angeline fokus kepada Jacob yang sudah memasang wajah datar dengan sorot mata tajam seperti biasanya.


"Semoga tidak ada berita yang akan menjadi topik utama di Los Angeles nanti". Batin Angeline


Jacob membawa Angeline berdiri di podium untuk sesi foto setiap tamu undangan yang hadir.


Terpaksa dirinya harus tersenyum disetiap posisi menghadap semua kamera.


"Sudah seperti selebritas papan atas saja harus ada sesi foto seperti ini. Aku sungguh tidak siap dengan semua ini, Tuhan". Gumam Angeline yang kesal namun harus terus tersenyum


Jacob tidak sedikitpun menunjukkan senyumnya selama sesi foto berlangsung.


Ditempat itu Angeline hanya mengikuti langkah dan perkataan Jacob saja. Seperti saat ini Jacob menautkan tangan Angeline di lengannya agar terlihat seperti pasangan sungguhan.


Setiap langkah mereka menuju pintu besar itu terasa lambat bagi Angeline terlebih semua kamera masih terus menyoroti mereka.


"Tuan muda...". Sapa semua pria yang berjaga di depan pintu itu dengan membungkukkan badannya kepada Jacob


Jacob tidak membalas sapaan mereka, dirinya terus melangkah masuk membawa Angeline yang kini semakin terpaku melihat banyaknya orang didalam sana.


"Selain membawaku tanpa memberi tahu tujuannya kemana. Sekarang kau juga membawaku kemari tanpa aku tahu ini acara apa ? Kegiatan apa ?". Ujar Angeline yang terus mengikuti langkah pria disampingnya dengan anggun agar tidak mempermalukan dirinya sendiri


Jacob tidak juga membalas ocehan Angeline seolah tidak mendengar semua itu.


"Tuan...". Seseorang menyapa Jacob membuat Angeline ikut menolehkan kepalanya melihat orang itu


"Dia disini juga ? Sejak kapan ? Mereka ini benar - benar misterius". Gumam Angeline menilai dua orang yang dikenalnya itu


"Nona...". Kini pria itu menyapa Angeline dengan sopan


Angeline tersenyum ramah membalas sapaan itu.


"Tuan Mike". Angeline balik menyapa


Mike ? Ya, pria itu adalah Mike. Asisten sekaligus tangan kanannya Jacob Xanders yang entah sejak kapan berada ditempat ini juga.


"Mari, Nona. Gracelyn akan membawa Anda ke kursi VVIP". Ucap Mike mempersilahkan Angeline mengukuti wanita yang disebutkan olehnya


Angeline melihat Jacob terlebih dahulu. Jacob mengerti arti tatapan itu menganggukkan kepalanya memberi izin.


"Tetap bersamanya sampai aku datang". Titah Jacob entah ditujukan kepada Angeline atau Gracelyn yang sama - sama menganggukkan kepala


Setelah memastikan Angeline benar - benar menjauh darinya, Jacob mulai berinteraksi dengan orang - orang yang langsung sigap mencari muka dengannya.


"Tuan Xanders. Senang bertemu denganmu".


"Sebuah kehormatan bisa berhadapan langsung dengan Sang Raja Bisnis".


Jacob hanya mendengarkan sapaan mereka tanpa membalas dengan basa - basi seperti mereka.


"Anda benar - benar mengejutkan semua kalangan dengan rumor yang beredar di jagat maya saat ini, Tuan". Kekeh seorang pria seumuran Jonathan Xanders


"Bahkan putri - putri kami histeris mendengar semua pemberitaan yang ditayangkan hingga ke mancanegara itu". Sambung pria lainnya ikut terkekeh menanggapi kelakuan putrinya


"Orang - orang itu tidak akan hidup tanpa meluncurkan karangan - karangannya tentang diriku, Tuan". Jawab Jacob santai membuat mereka yang tadinya tertawa langsung diam


Bukan hanya semua pegawainya saja yang tahu jika seorang Jacob Xanders sudah bicara santai dan tenang menandakan pria itu akan mengeluarkan ultimatumnya jika diteruskan.


Tapi semua orang yang berbondong - bondong ingin bekerja sama bahkan ingin menjadikan putri mereka bagian dari keluarga Xanders pun sangat tahu bagaimana sikap dan reaksi pria itu jika akan meledakkan bomnya. Itulah sebabnya saat ini mereka semua diam saja setelah Jacob bersuara.


Mike tersenyum tipis melihat orang - orang yang tadinya sibuk mencari muka dengan Jacob terdiam seribu bahasa.


"Benar - benar penjilat yang handal, cihh". Batinnya menilai rendah pengusaha - pengusaha itu


Jacob tidak memperdulikan mereka, dirinya mulai berjalan diikuti oleh Mike yang setia mengekorinya.


"Maverick Group ada disini, Mike ?".


"Ada, bahkan dia datang lebih dulu dari Anda, Tuan". Jawab Mike


"Geraldiev Corporation ?". Tanya Jacob lagi


Mike menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Jacob.


"Tuan Kenzo langsung yang hadir kali ini mewakili Maverick Group bersama kekasihnya, Tuan". Ucap Mike menjelaskan


Jacob menghentikan langkahnya setelah mendengar kalimat yang dilontarkan asistennya itu.


"Kenzo ?". Mike menganggukkan kepalanyaa


"Bukankah biasanya Aiden yang mewakili setiap acara yang diselenggarakan kolega mereka, Right ?".


Lagi - lagi Mike menganggukkan kepalanya pelan.


"Tuan Aiden harus kembali ke London untuk mengerjakan pembangunan rumah sakit yang sudah kita sepakati, Tuan". Jelas Mike tanpa dilebih - lebihkan


"Lebih cepat lebih baik bukan, Mike ?". Kekeh Jacob penuh arti


Mike yang mengerti hanya ikut terkekeh pelan.


"Geraldiev Corporation ?". Kini Jacob mengganti topik keorang yang berbeda


"Tuan Aaron yang mewakili Geraldiev Corporation dikarenakan Tuan Javier berhalangan hadir, Tuan". Ungkapnya kembali menjawab pertanyaan Jacob dengan tenang


"Berhalangan hadir ? Cihh, bukan karena dia menghindari pertemuan denganku, kan ?". Jacob menyeringai menanggapi penjelasan Mike barusan


"Sepertinya begitu. Tuan Javier pasti mencari tahu lebih dulu siapa saja tamu yang hadir di acara kolega bisnisnya kali ini".


"Masih tidak berani menghadapi Angeline rupanya. Cihh". Ucap Jacob sinis


Mike hanya diam tidak memberi tanggapan lagi.


Begitupun dengan Jacob, langkahnya terus menuju tempat dimana sudah terisi oleh dua orang manusia beda kelamin yang sedang menebar kemesraan.


"Kenzo Gabriel Maverick...". Sapa Jacob sembari menepuk pundak pria itu


Pria yang disapanya sontak menolehkan kepalanya melihat Jacob lalu tersenyum tipis.


Deg...


Wanita disamping Kenzo membulatkan matanya melihat Jacob.


"Mereka saling mengenal ?". Batinnya bertanya - tanya


"Kau disini juga, Dude ?". Tanyanya basa - basi


"Seperti yang kau lihat. Aku berdiri dihadapanmu, Ken". Jawab Jacob


Kenzo tertawa pelan menanggapi perkataan Jacob. Seperti biasanya Jacob Xanders, si paling tidak bisa beramah tamah dengan siapapun.


"Kau benar, Dude. Bagaimana kabarmu, Jac ?". Tanya Kenzo lagi sembari mempersilahkan Jacob duduk


"Oh aku lupa. Kenalkan, Jac. Ini Jennifer kekasihku". Ucap Kenzo memperkenalkan kekasihnya dengan santai kepada Jacob dan Mike


Jacob menatap tajam wanita itu seperti tahu sesuatu mengenai Jennifer. Begitupun dengan Mike yang menunjukkan wajah tidak bersahabatnya kepada wanita itu.


"Dan Jennifer, ini Jacob. Sepupuku. Dibelakangnya adalah Mike, Asisten pribadi Jacob". Kenzo lanjut memperkenalkan Jacob dan Mike


Jennifer terkejut mendengar kata sepupu yang Kenzo ucapkan. Raut wajahnya mendadak tidak nyaman mendapati tatapan tajam dari Jacob.


"A—ku permisi ke toilet dulu ya, Ken. Kau bisa lanjutkan mengobrol dengan sepupumu itu". Ucapnya berusaha menghindari tatapan Jacob untuk sementara ini


Kenzo tidak menyadari perubahan reaksi yang ditunjukkan kekasihnya hanya menganggukkan kepala membiarkan Jennifer pergi.


Setelah kepergian Jennifer, Kenzo melanjutkan perbincangannya dengan Jacob seputar bisnis mereka saat ini.


Hingga mata Jacob terfokus pada satu titik, Angeline...


Ya, wanita itu saat ini sedang berdiri menunggu di depan mini bar seorang diri.


"Aku dengar kau menjadi trending topik beberapa pekan terakhir. Apa benar itu Jac....". Kenzo terus bicara tapi tidak dihiraukan oleh Jacob


Fokus Jacob saat ini hanya kepada Angeline yang kini sedang bicara dengan beberapa wanita dan pria sembari tertawa.


"Baru beberapa menit aku jauh darinya ternyata sudah mendapat teman bicara ditempat asing baginya". Gumam Jacob


"Jacob...". Panggilan Kenzo menyadarkan Jacob dari pandangannya


"Ya". Hanya itu yang keluar dari mulutnya


"Are you okay, Jac ?". Kenzo memastikan penglihatannya yang tidak sengaja mengikuti arah pandang Jacob sebelumnya


Jacob menganggukkan kepalanya lalu berdiri merapihkan jasnya.


"Lanjutkan obrolanmu dengan Mike saja. Dia yang akan mewakili aku menjawab semua pertanyaanmu, Ken". Ujarnya berlalu tanpa memperdulikan tatapan penuh pertanyaan dari sepupunya itu


Kenzo menggelengkan kepalanya merasa ini pertama kalinya Jacob fokus kepada wanita.


"Apa sebelumnya dia seperti itu, Mike ?". Kekeh Kenzo


Mike ikut menggelengkan kepalanya memberi tanggapan.


"Hanya Nona Angeline yang membuatnya seperti itu, Tuan". Jawab Mike jujur


Kenzo menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Mike.


Mereka berdua mulai membicarakan perkembangan proyek yang sedang mereka jalankan bersama.


Sementara Jacob hampir mendekati posisi dimana Angeline berada saat ini.


Sayup - sayup dirinya dapat mendengar pembicaraan mereka.


"Oh ya, kita belum sempat berkenalan, Nona cantik".


Angeline tersenyum mendengar itu lalu mulai memperkenalkan dirinya.


"Angeline Arberto...". Ucapnya sembari mengulurkan tangan kepada mereka bertiga secara bergantian


"Hai, An. Namaku Margareth Heston. Orang tuaku punya banyak bisnis kuliner dibeberapa negara". Ucap seorang wanita terdengar menyombongkan dirinya


"Namaku, Tiffany Angelica. Calon istrinya Antonino Gustavo. Nama kita hampir mirip ya, An". Ucap wanita satunya lagi sembari memeluk hangat Angeline


Kali ini tidak ada nada kesombongan dibalik perkenalan diri wanita kedua itu. Sangat berbeda dengan yang pertama.


"Aku Antonino. Calon suami wanita disebelahmu, An". Kekeh pria itu terdengar ramah kepada Angeline yang baru pertama kali bertemu itu


"Oh ya, ngomong - ngomong kau kemari bersama siapa ? Bukankah acara ini hanya bisa dihadiri oleh pengusaha ternama saja. Apa kau salah satu putri dari pengusaha disini ? Atau kau punya kekasih yang menjadi pengusaha juga, An ?". Tanya Tiffany kepadanya


Angeline diam tidak memberi jawaban, dirinya hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan itu.


"Sejujurnya aku juga bertanya - tanya. Siapa aku hingga bisa masuk ke dalam sini ? Pengusaha bukan, kekasih pengusaha juga bukan. Huftt". Gumamnya


"An...". Panggil Tiffany menyadarkan Angeline dari dunianya


"E—ehhh". Angeline mendadak gugup


"Atau kau lah yang menjadi salah satu pengusaha itu, An ? Mengingat dirimu berasal dari Los Angeles. Dimana negara itu menjadi pasar bisnis tertinggi". Selidik pria yang bernama Antonino itu


"Aku hanya seorang dokter. Kalian terlalu jauh mengira aku ini pengusaha". Angeline tertawa menanggapi pernyataan - pernyataan ketiga orang dihadapannya itu


Mereka tercengang mendengar perkataan Angeline.


"Ahh, aku tahu. Itu artinya kekasihmu yang menjadi tamu di acara ini, Bukan ?". Ucap Margareth


Angeline menggelengkan kepalanya.


"Ayahmu ?".


"Kakakmu ?".


Lagi - lagi Angeline menggelengkan kepalanya.


"Atau suamimu ?".


Baru akan menggelengkan kepalanya lagi, suara bariton seorang pria menghentikan mereka.


"Ruby...". Panggil pria itu sembari menarik pinggang Angeline agar bisa dipeluknya


Ketiga orang yang tadi sibuk mempertanyakan Angeline sontak saja membulatkan mata melihat siapa pria yang berdiri dihadapan mereka.


"Jacob Xanders ?". Gumam mereka bersamaan


Siapa yang tidak mengenal pria itu, sosoknya sangat dikagumi oleh semua kalangan karena kesuksesannya yang sama sekali tidak terikat dengan nama besar keluarganya.


"Kau selalu melanggar perkataanku, Ruby". Ucap Jacob terdengar tidak bersahabat


Angeline menundukkan kepalanya sadar betul apa maksud perkataan Jacob.


"Bukan beg—".


"Kita selesaikan nanti". Potong Jacob dengan cepat


Angeline hanya menganggukkan kepalanya tidak menatap siapapun.


"Tu—an Jacob". Sapa Antonino pertama kali berhadapan langsung dengan Jacob tentu saja membuatnya gugup


Jacob menganggukkan kepalanya semakin merengkuh pinggang Angeline dengan rapat.


"Kami permisi". Ucapnya membawa Angeline pergi meninggalkan ketiganya


Mereka terpaku dengan suara dan sorotan mata Jacob seolah menghipnotis semua orang.


"Astaga, ternyata dia kekasihnya Jacob Xanders".


"Pantas saja aku merasa tidak asing dengan wajahnya. Ternyata dia itu...".


Ucap Margareth dan Tiffany masih terkejut dengan apa yang mereka lihat secara mendadak itu.


Sementara itu, Jacob membawa Angeline masuk kedalam ruang VVIP yang sudah ditempati oleh orang - orang pilihan sang pemilik acara.


Baru beberapa detik mereka masuk kedalam sana, Angeline langsung meneguk satu gelas minuman.


"Hishhh, rasanya kenapa masam begitu". Ucapnya mengomentari minuman yang baru pertama kali masuk ketenggorokannya itu


Jacob menggelengkan kepalanya mendengar celotehan Angeline.


Satu menit kemudian Angeline seperti orang kepanasan terus menerus mengibaskan tangannya.


"Jac - Jac...". Entah ada apa dengan tubuhnya sehingga Angeline terlihat meracau


"Hei, ada apa ?". Jacob sepertinya menyadari keanehan Angeline


"Panas... Oh Jac...". Angeline semakin menunjukkan gelagat aneh membuat Jacob mengumpat kesal


"Sialan ! Siapa yang barani melakukan semua ini". Makinya sembari membawa Angeline pergi dari tempat ini


"Jacob ada apa dengan tubuhku ? Kenapa panas begini ?". Tanya Angeline disela - sela kesadarannya


Mike melihat Jacob keluar dari ruangan itu segera berlari mengekori Jacob yang terlihat berusaha menangani Angeline.


"Ada yang terjadi, Tuan ?". Tanyanya


"Kau bereskan semuanya, Mike ! Besok pagi sudah harus ada di kamarku !". Titah Jacob terus berjalan menuju basemant hotel itu tanpa menjawab pertanyaan Mike


"Beritahu Mr.Reynald aku tidak bisa menemuinya karena kondisi Angeline saat ini. Kau wakilkan aku, Mike !". Ucapnya sebelum masuk kedalam mobil


Mike yang tidak tahu ada apa dengan Angeline hanya menganggukkan kepala mendapat perintah dari Jacob.


"Sepertinya ada yang sengaja ingin menjebak, Master". Gumamnya menyadari gelagat Angeline dengan cepat


Sementara Jacob dengan kecepatan penuh mengendarai mobil itu sembari menahan tangan Angeline agar tidak membuka pakaiannya.


"Ck, Sialan ! Ada yang ingin bermain denganku ternyata !". Gumamnya


"Aku tidak akan mengampuni siapapun itu. Beraninya bermain denganku !". Sambungnya terus bergumam dengan sorot mata tak terbaca


Lupakan itu sejenak, Jacob terus mengendarai mobilnya agar cepat sampai ke hotel yang mereka tempati untuk segera menangani Angeline.


Diacara itu dirinya bahkan tidak sempat menyapa Aaron Geraldiev, sepupu dari pihak daddy nya.