
Los Angeles — USA
JA Mansion
Jacob kembali ke mansionnya untuk mempersiapkan sendiri keperluannya sebelum beraktivitas dini hari nanti.
Ting !
Sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Jacob mengabaikan itu tanpa berniat membuka atau membacanya.
Ting !
Ting !
Jacob tetap mengabikan suara itu. Memilih untuk menata peralatannya ditempat tidur.
Ting !
Mendengar itu yang keempat kalinya Jacob menatap tajam ke arah itu lalu menggapai ponselnya.
"Grandpa ?". Gumamnya heran
Grandpa
"Temui grandpa besok !"
Grandpa
"Di rumah orang tuamu !"
Jacob menatap heran pesan yang dikirimkan kakeknya itu ditengah malam seperti ini.
"Kurang kerjaan sekali". Serunya
Jacob hanya membaca dua pesan yang dikirimkan kakeknya tanpa membaca dua pesan dari pengirim lainnya.
Baru saja meletakkan ponselnya di nakas, kegiatan Jacob kembali terhenti kala ponselnya berdering tanda panggilan masuk.
"Ck, siapa lagi !". Ucapnya dingin
Drt... Drt... Drt...
Phillip is Calling...
Klik
"Hmm".
"Persiapan sudah 95% Master". Ucap Phillip dari seberang
"Tim A dan Tim J ?".
"Aman, Master. Mereka sudah berada di Colorado".
"Berangkatlah sekarang bersama Mike dan Mark. Kita bertemu disana !". Seru Jacob memberi perintah
"Baiklah, Master. Sementara tim yang lain tinggal menunggu perintah Anda saja". Balas Phillip
"Bawa Tim C bersamamu !. Tim B akan bersama Mike dan Mark nantinya !". Titah Jacob
"Baik, Master".
"Pastikan tidak ada kesalahan dan tidak meninggalkan jejak !".
"Siap, Master".
Klik
Jacob memutuskan panggilan sepihak seperti biasanya. Lalu mengetikkan sesuatu untuk dikirimkan kepada salah satu yang bertugas mengawasi keamanan sekitar nantinya.
Zayn
"Sambungkan semua lokasi menjadi satu. Hubungkan alat pendengar mereka kepadaku nanti !"
Send
Setelah mengirim itu, Jacob mulai memakai semua peralatan lengkapnya.
Ting !
Segera Jacob melihat isi pesan itu.
Zayn
"Finish, Master"
Ting !
Mike
"Rencana satu siap dijalankan, Master"
"Selamat bermain - main dengan predator pengganti, Dude". Sinis Jacob
...****************...
Colorado — USA
Kini Jacob bersama anak buahnya sudah membentuk formasi masing - masing bersama tim mereka. Kali ini Jacob tetap berperan dari balik layar seperti biasa. Phillip yang akan menjadi tamengnya.
Check... Check...
"Lima box kontainer beriringan dari seberang, Master".
Terdengar suara Zayn di alat pendengar yang mereka kenakan. Sontak semua bersiap dengan senjata masing - masing.
"Berdoalah teman - teman semoga kali ini bukan kalian yang menjadi santapan Jaclerss". Canda Zayn kembali terdengar
"Kau yang pertama menjadi santapannya, bodoh !". Ujar Jacob
Mendengar itu mereka semua diam termasuk Zayn sendiri.
"Sekarang !". Seru Jacob
Mereka mengerti maksud perintah itu hanya menunggu arahan Jacob sesuai rencana.
"Mark, dalam tiga detik ban mobil sebelah kiri paling depan bagianmu !".
Satu
Dua
Tiga
Dor... Dorr... Dorrr
Tiga tembakan tepat mengenai sasaran.
"Wahh kau yang terbaik, Mark". Puji Zayn yang terkenal biang kerusuhan ini
"Vincent, arahkan snippermu tepat jam sembilan ada yang mencurigakan !".
Dorr
"Arghhh". Teriakan kesakitan dari orang yang terkena tembakan Vincenct
"Kerja bagus, Vin". Ucap Zayn—Berisik sekali ya
"Kau bisa diam ?". Seru Jacob
"Jika saja kau bukan satu - satunya yang bisa diandalkan dalam menghack sudah lama ku jadikan santapan kesayanganku". Sambung Jacob
"Hehe, maaf Master". Kekeh Zayn tidak ada takutnya dengan Jacob
"Mike, dua peluru tepat dijantung supir truk paling belakang !".
Dorr... Dorr...
"Arghhhhhh".
Jacob tersenyum memandang kekacauan dihadapannya ini.
"Alex, bawa tim J kepung mereka dari semua sisi !".
Cittttt... Brukk...
Suara decitan rem yang berhenti dadakan diikuti tabrakan antar truk membuat suasana di jalan sepi itu mendadak ramai dengan teriakan kesakitan.
"Phillip, keluarlah saat aku melesatkan senjata keatas !".
"Siap, Master".
Jacob belum melakukan aksinya. Hanya terus memantau dari kejauhan ada hal yang mencurigakan apa saja yang bisa ditangkapnya.
"Vincent, arah jam dua".
Hening
Tidak terdengar apapun sesuai yang Jacob perintahkan tadi.
"Vincent !". Ulang Jacob keras
Sedangkan sang empu yang dipanggil sedang sibuk memakan sepotong roti seperti anak kecil.
Mike melihat kanan kirinya mencari sosok yang sedang diperintahkan itu. Matanya terus berputar hingga melihatnya sedang mengunyah roti membuatnya emosi dan kesal.
"Sial, bisa - bisanya dia makan disaat seperti ini !". Gumamnya
"Vince—".
Dorr
Mike dengan sengaja melepaskan tembakan kearah samping pria itu agar berhenti makan.
Deg
"Sial, makan saja aku tidak tenang. Kasian sekali cacing - cacing diperutku ini". Vincent membatin kesal
"Kau dengar tidak apa yang diperintahkan Master ?". Teriak Mike
Deg
"Hah ? Master memberiku perintah ? Hishh ini pasti karena rasa laparku sehingga aku tidak fokus lagi". Batinnya kini bersiap dengan snippernya
"Ma—maaf Master". Ucapnya
"Tunggu aku menyelesaikan tugas negara ini dulu ya cacing - cacingku". Sambungnya membatin
"Jelas dia tidak dengar. Pria bodoh ini sedang makan roti". Ujar Mike
"Kau gila ! Kita sedang bertugas dan kau sibuk makan ?". Hardik Mark kini ikut bersuara
"Haha, kau memang baik sekali, Vin. Memberi makan cacingmu disaat keadaan genting". Tawa Zayn kembali terdengar
"Siapa yang mak—". Phillip sempat bertanya tapi didahului oleh Jacob
"Vincent, Arah jam dua dan enam !". Perintah Jacob
Dengan cepat Vincent membidik sasarannya.
Dorr... Dorrr... Dorrrr
"Arghhhhh"
"****"
"Oh mother fucking !"
Teriak ketiga pria yang mendapat hadiah dari Vincent.
"Rasakan itu karena sudah mengganggu cacingku menikmati makanan mereka". Ucap Vincent tanpa sadar
"Sial, dia masih memikirkan cacingnya". Ucap Mike
"Pria idiot memang seperti itu, Mike". Balas Phillip
"Bodoh !". Seru Jacob
Tanpa aba - aba Jacob meloloskan dua tembakan ke udara.
Dorr... Dorrr...
"Master !". Kaget mereka saat mendengar dua tembakan secara cepat. Mereka pikir Jacob menjadi sasarannya segera menoleh.
"Sial, bukankah dia bilang tadi hanya melesatkan senjatanya keatas bukan melesatkan tembakan". Batin Mike memaki Jacob
"Hampir saja Tuhan. Hampir saja jantungku keluar dari tempatnya". Batin Mark berbicara
"Si iblis satu ini. Apa yang diucapkan memang beda dengan yang dilakukannya". Batin Phillip ikut memaki Jacob
"Oh My Godness. Sungguh, my Lord ini diluar dugaan tindakannya". Batin Vincent mengelus dadanya
Sementara yang dikhawatirkan menatap datar mereka semua.
"Kenapa ?". Tanya Jacob
Mereka menatap Jacob diam.
"Kalian sudah bosan hidup ?". Pungkas Jacob
Mereka menggelengkan kepala serentak. Jacob balas menatap mereka datar.
"Phillip !". Seru Jacob
"E—ehh, aku ?". Ucapnya gugup
"Iblis ini benar - benar mendominasi suasana". Batinnya mengumpat Jacob
"Keluarlah !". Titahnya
"Oh, baik. Master". Phillip keluar dengan wajah datarnya hampir menyerupai Jacob
"Bisa - bisanya Tuan Phillip begitu. Seperti punya dua kepribadian". Batin Vincent tercengang melihat perubahan Phillip dengan cepat.
Rstt.... Rssstttt.... Check...
"Master, isi truk mereka sudah diamankan". Ucap Alex dapat didengar mereka semua
"Supir truk dan kernetnya ?".
"Dua supirnya berhasil melarikan diri, Master". Balas Alex
"Tidak masalah. Yang terpenting supir truk terdepan sudah tewas bukan, Vincent ?". Sang empu kelabakan saat namanya disebut
"Iya, Master. Tewas dengan luka tembak dijantungnya". Jelas Vincent sebaik mungkin
Jacob tersenyum sinis mendengar itu.
"Alex, bersihkan sisanya. Hilangkan jejak mereka seperti biasa. Tim B dan C akan membantumu". Titahnya
"Siap, Master". Ucap Alex
"Bagaimana, Phillip ?". Kali ini Jacob berpaling dari Alex ke Phillip
"Seperti yang Alex katakan, Master. Semuanya tewas termasuk beberapa orang yang mencurigakan itu". Jelas Phillip setelah melihat kondisi target mereka dari dekat
Hening
Jacob diam saja masih tetap mengamati sekelilingnya. Hingga tiba - tiba Zayn bersuara membuat mereka waspada
"Arah jam sembilan, Master". Info Zayn
"Vincent !". Seru Jacob
VIncent dengan cepat mengangguk dan melakukan perintah Jacob.
Dorr... Dorrr... Dorrrr...
Tiga pria tewas seketika setelah terkena tembakan jarak jauh dari Vincent.
"Siapa sebenarnya orang - orang mencurigakan ini ? Kenapa hanya mengintip saja tidak menyerang ?". Batin Jacob bertanya - tanya
"Finish, Master". Ucap Phillip
Mendengar itu Vincent dan Zayn bernafas lega. Karena saat Phillip mengucapkan Finish dalam setiap aksi mereka menandakan kegiatan telah usai.
"Akhirnya Tuhan mendengar doaku". Batin Vincent bersyukur
"Alex, Mark. Urus sampah pengkhianat ini !".
"Phillip, Mike. Bawa barangnya ke markas. Tim A akan membantu kalian !"
Perintah Jacob tanpa jeda.
"Dan kau !". Tunjuk Jacob kearah Vincent menggunakan snipper ditangannya
Deg
"Apa aku membuat kesalahan, Tuhan ?". Batin Vincent ketakutan jika berhadapan dengan Jacob
"Iya, Master". Balasnya setenang mungkin menutupi ketakutannya
"Ikut aku !". Ucapnya yang sudah berjalan menuju mobil
"Hah". Vincent terkejut diikuti dengan ketidak pahamannya
Tapi Vincent tetap berjalan menyusul Jacob.
"Kau yang menyetir. Kita langsung kembali ke landasan !". Titah Jacob
Terdengar gelak tawa dari semua orang yang jelas tahu ketakutan Vincent saat ini.
"Pasti mukamu sudah merah ya, Vin. Menahan takut". Tawa Zayn
"Sial, dia menertawai ku disela ketakutan yang melandaku". Batin Vincent memaki Zayn
"Hmmm".
Hening... Setelah Jacob berdehem mereka semua diam.
"Zayn, cari tahu siapa yang mengirim orang mencurigakan itu. Besok sudah harus ada di meja kerjaku !". Titah Jacob kini memejamkan matanya
"Baik, Master". Setelah itu Zayn mengerjakan apa yang Jacob perintahkan tanpa diberi tahu ciri - ciri spesifik—Seperti anggota intelegent negara saja
"Aku kembali malam ini juga. Kalian bisa kembali besok !".
"Baik, Master". Ucap mereka serentak
Setelah menyelesaikan aksi mereka. Jacob memilih langsung kembali ke Los Angeles daripada mengistirahatkan tubuhnya lebih dulu.
"Ada saatnya aku akan bermain didepan layar. Bermain - mainlah lebih dulu bersama Phillip". Batinnya tersenyum sinis
"Kenapa Master tersenyum begitu padahal matanya terpejam". Gumam Vincent menatap Jacob dari kaca depan mobil yang sudah dikendarainya sekarang
"Fokuskan pandanganmu kedepan. Jangan menatapku !". Ucap Jacob tiba - tiba
Deg
"Padahal matanya terpejam tapi masih tahu aku melihatnya. Benar - benar instingnya sangat kuat". Batin Vincent