Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 16



Los Angeles — USA


Xanders Mansion


Satu minggu berlalu pasca acara kumpul keluarga itu, Jonathan dan Jesslyn sudah kembali ke mansion mereka menyisakan Victor dan Sia beserta paman Liu di mansion utama.


Angeline juga sudah baik - baik saja tapi mereka sangat sulit menemuinya. Sepertinya Angeline sengaja membuat jarak diantara mereka setelah hari itu.


"Bagaimana dengan keputusan Jacob mengenai rencana pernikahan yang mommy ucapkan, Jo ?". Jesslyn bertanya seraya menyiapkan sarapan pagi mereka


"Entahlah. Sampai saat ini aku belum mendapatkan kabar apapun dari mereka". Jawab Jonathan jujur


"Angeline menolak keras pernikahan itu sementara Jacob tetap diam saja". Ujar Jesslyn tak bersemangat


"Hanya mereka yang bisa memutuskan finalnya bagaimana, baby". Jonathan mulai mendekati Jesslyn


Cup


Jonathan memberi kecupan manis dibibir sang istri. Sehingga mendapat sedikit cubitan di perutnya.


"Ssshh, ini sakit, baby. Kau KDRT". Ucap Jonathan dengan ekspresi dibuat - buat seolah sakit


"Ck, buang ekspresimu itu, Jo. Tidak pantas dengan wajah sangarmu". Kekeh Jesslyn


Cup


Lagi - lagi Jonathan menghujani Jesslyn dengan kecupan manis.


"Berhenti, Jo. Ini menggelikan kau tahu. Bagaimana jika ada yang melihat. Ja—cob misalnya". Tutur Jesslyn berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya


"Hmmm"


Deheman itu sukses membuat pasangan paruh baya yang sedang menebar keromantisan itu terkejut.


"Sayang"


"Son"


Ucap Jonathan dan Jesslyn dengan kikuk bersamaan seperti habis ketahuan mencuri.


"Kau sudah lama disana, nak ?". Tanya Jesslyn


"Sejak kalian menyebut namaku, maybe". Ungkap Jacob berlalu meninggalkan orangtuanya


"Dia itu persis fotokopian daddy Victor. Sangat irit bicara". Ucap Jonathan tak habis pikir dengan putranya itu


"Selalu begitu, bukan ? Bahkan jika ada yang melihat senyumannya seperti mendapat jackpot besar". Balas Jesslyn


"Dalam garis keluarga Xanders hanya Jessica saja yang normal aku rasa". Sambung Jesslyn terkekeh


"Apa aku termasuk kategori tidak normal, Baby ?". Jonathan menekan kata terakhirnya


Glekk


Jesslyn menelan kasar salivanya melihat tatapan mengintimidasi dari suaminya


"Of course, not. Maksudku kau dan putri kita yang paling normal". Ralatnya cepat


Cup


"Hadiah untuk mulutmu yang sudah mengatai suamimu sendiri, Baby". Ucap Jonathan menatap gemas istrinya beranjak duduk dikursi makan diruangan itu


..."Mommy Jes & Daddy Jo ini tipikal pasangan yang random ya. Bisa bersikap dingin dan humor bersamaan, wkwkka"...


...*Salam dari author**🔥*...


...****************...


Lyn's International Hospital


Rumah sakit itu dihebohkan dengan rumor dating antara sang presdir dan salah satu dokter bedah terkenal ditempat itu.


Sontak sejak dua hari rumor itu beredar, Angeline tak luput dari sorotan publik. Bahkan ada yang sudah menunggu didepan pintu apartmentnya di pagi hari hanya untuk mendapat suaranya mengenai rumor itu.


Seperti pagi ini baru saja dirinya tiba di depan rumah sakit sudah disuguhkan pemandangan memuakkan matanya.


"Nona Angel benarkan anda berkencan dengan tuan muda ?"


"Nona apakah itu hanya rumor semata atau fakta sebenarnya ?"


"Berapa lama anda sudah berkencan dengan tuan muda tanpa terendus media manapun ?"


"Trik apa yang kalian lakukan hingga bisa bebas dating tanpa terpublikasi, nona ?"


Begitulah pertanyaan - pertanyaan wartawan itu menyambut dirinya di rumah sakit internasional tersebut.


Tidak ada kata apapun yang Angeline ucapkan untuk membalas pertanyaan - pertanyaan para wartawan itu. Dirinya melewati mereka begitu saja hingga sampai lobby rumah sakit.


"Nona"


"...."


"..."


Begitulah sayup - sayup suara yang Angeline dengar saat dirinya sudah berhasil masuk.


Tidak berbeda jauh dengan diluar, didalam rumah sakit ini pun seketika semua orang menatapnya berbeda. Ada yang menatapnya benci, kesal, marah, meremehkan, segan bersamaan.


"Pagi bu dokter"


"Selamat pagi dokter Angel"


Begitulah sapaan yang diterimanya dari petugas keamanan yang berjaga di depan lift rumah sakit itu


"Pagi, pak". Angeline membalas sapaan mereka dengan ramah


"Presdir sudah menunggu anda di ruangannya, Dok". Ucap salah satu dari petugas itu


"Ck, lagi - lagi pria brengsek itu. Susah payah aku menghindari keluarganya satu minggu ini. Sekarang malah muncul rumor sialan itu. Awas saja kau". Batin Angeline berteriak kesal—Bayangkan saja, kehidupannya aman dan tenteram sebelum berurusan dengan presdir rumah sakit ini yang sialnya pesonanya sulit diacuhkan


Angeline menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan itu.


"Cih, murahan sekali. Dia pasti menjual tubuhnya demi kehormatan dan pengakuan dimata publik serta rumah sakit ini"


"Ooppss, kita diam saja takutnya nanti mulut kita dibedah dokter murahan itu".


Begitulah ucapan dua dokter disebelahnya yang Angeline ketahui sebagai dokter spesialis jantung dan dokter umum itu.


Jelas Angeline ingin sekali menanggapi perkataan mereka hanya saja bertemu Jacob Fucking Xanders itu lebih penting daripada meladeni dua manusia yang punya penyakit iri hati ini.


"Awas kau, Jacob !". Teriak Angeline marah dalam hatinya


Ting


Lift terbuka dengan segera Angeline masuk tidak sabar menuju lantai dimana ruangan presdir brengsek itu berada.


"Sudah cukup, dua hari aku mendapat teror beruntun dari semua orang tanpa henti". Gumamnya sedikit keras—Beruntungnya hanya dirinya seorang didalam lift itu


Ting


Angeline keluar dari lift itu dengan cepat karena mendapat pandangan meremehkan dari beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar lantai itu.


"Apa rumor itu sungguhan ?"


"Di pagi hari dia sudah naik ke lantai ini"


"Bagaimanapun aku akui dia memang sangat cantik. Bahkan sangat cocok bersanding dengan presdir"


"Kalian ini kenapa suka sekali bergosip"


Lagi - lagi Angeline melewati begitu saja orang - orang yang membicarakannya.


Sampai didepan pintu bertuliskan PRESDIR UTAMA L.I.H tanpa mengetuk terlebih dahulu Angeline masuk begitu saja.


Ceklek


"Tidak bisakah anda menghentikan berita yang beredar tuan Xanders yang terhormat !". Ucap Angeline berteriak kesal saat melihat Jacob duduk santai di meja kebesarannya seperti tanpa beban


Jacob tentu saja menautkan alisnya tidak mengerti kenapa wanita dihadapannya bisa semarah ini.


"Nona, harap tenang dulu". Bukan Jacob yang menjawab melainkan asisten pribadinya—Mike yang juga terkejut melihat aksi Angeline yang terbilang berani terhadap Jacob Xanders


"Kau pikir aku bisa bersikap tenang lagi, hah. Hidupku mendadak dikelilingi banyaknya wartawan. Kau tahu itu ?". Emosi Angeline meningkat kala melihat Jacob biasa saja


"Berita apa ? Apa ada yang aku lewatkan, Mike ?". Akhirnya Jacob bersuara


"Cih, jangan berpura - pura lugu seperti itu, brengsek". Bentak Angeline


"Jaga bicara anda, Nona. Kami memang tidak tahu berita apa yang anda maksud ?". Tegur Mike


Angeline tertawa sumbang mendengar pertanyaan itu seolah menertawakan dirinya sendiri karena berhadapan dengan pria brengsek ini benar - benar butuh keahlian lebih.


"Mana mungkin kalian tidak tahu berita yang beredar, tuan - tuan yang terhormat". Ucap Angeline menekan setiap kata dalam kalimat yang dilontarkannya


"Tentu saja kami tidak tahu, baru kemarin kami tiba di kota ini setelah menghabiskan empat hari di Kanada". Jelas Mike dengan jujur


"Kau punya ponsel canggih kan. Buka, lihat dan baca sendiri !". Sarkas Angeline menatap dua pria dihadapannya dengan emosi


Dengan cepat Mike membuka ponselnya melihat apa yang dimaksud Angeline. Seketika bola matanya membulat membaca artikel yang beredar dan menjadi trending topik di seluruh dunia.


"Kau puas, hah !". Lagi - lagi Angeline berteriak mengeluarkan amarahnya setelah dua hari terpendam


"Apa yang kau lihat, Mike ? Berikan padaku". Jacob merebut paksa ponsel digenggaman Mike


Jacob mulai membaca artikel demi artikel yang memuat berita tentang dirinya.


Hot News:


"Tuan Muda Xanders, pewaris tahta kerajaan bisnis Xan's Group tertangkap kamera sedang memasuki butik ternama dengan seorang wanita cantik"


"Rumor dating sang billionaire semakin mencuat pasca tersebarnya foto dirinya menggandeng mesra seorang wanita cantik memasuki mobil mewah"


"Siapakah wanita cantik yang berhasil memasuki hati sang billionaire"


"Dikabarkan sedang hamil, benarkah sang billionaire sedang menantikan buah hati dari kekasihnya"


"Berprofesi sebagai Dokter Spesialis Bedah di L.I.H, inilah sosok wanita yang sukses menempati singgasana hati sang presdir"


"A.R.A, wanita cantik yang tertangkap kamera paparazi memasuki mansion utama keluarga Xanders bersama sang pewaris"


"Mike !". Panggil Jacob


"Ya, Tuan ?".


"Urus mereka". Titahnya dengan mengembalikan ponsel Mike


"Ikut aku !". Jacob menarik paksa Angeline keluar ruangannya menuju lobby rumah sakit


Disepanjang perjalanan menuju lobby, mereka mendapat banyak sekali tatapan bertanya - tanya dari semua orang yang mereka lewati.


Jacob memberikan tatapan dingin kepada mereka, lain halnya dengan Angeline yang sangat risih.


"Bisakah anda lepaskan tangan saya, tuan ?". Bisik Angeline sepelan mungkin agar hanya Jacob yang dapat mendengarnya


Jacob tidak menggubris bisikan Angeline dirinya terus membawa Angeline keluar rumah sakit yang sialnya masih tetap dikerumuni wartawan yang mencari berita mengenai mereka.


"Lepaskan tanganku, anda semakin membuat bahan untuk mereka mengedarkan berita baru lagi, tuan". Ucap Angeline kesal berusaha melepaskan genggaman tangan Jacob


Cekrek... Cekrek... Cekrek...


Banyaknya sorot kamera yang mengambil potret mereka dari berbagai sisi membuat Angeline kesal.


"Dengan begini mereka semakin berspekulasi yang tidak - tidak. Sialan kau—Jacob Fucking Xanders". Batin Angeline memaki Jacob


Melihat sang presdir beberapa keamanan yang sudah ditugaskan Mike dengan cepat mengamankan Jacob dan Angeline menuju mobil.


"Nona apa ini konfirmasi anda atas rumor itu secara tidak langsung ?"


"Tuan jadi benar rumor yang beredar itu ?"


"Berapa lama kalian sudah menjalin kasih, tuan ?"


"Apa benar saat ini kekasih anda sedang hamil ?"


"Nona tolong jawab kami"


"Tuan muda adakah rencana pernikahan kalian kedepannya ?"


"Benarkah kekasih anda hanya dari kalangan biasa ?"


Jacob tetap bungkam menatap mereka dingin seperti ingin menguliti mereka semua hidup - hidup.


Bukan Angeline takut lantas diam saja mendengar itu semua terlebih saat dirinya dirumorkan sedang haml—Ingin sekali dirinya membalas pertanyaan mereka tetapi flash kamera yang bertebaran membuat kepalanya pusing bahkan terpaksa menerima pelukan Jacob saat menghindari kerumunan itu.


Saat mereka sudah berhasil masuk ke mobil Jacob langsung menghubungi Mike.


"Lakukan apapun, Mike !"


"...."


"Hmmm"


"...."


"Bersihkan !".


Klik... Jacob memutuskan panggilan sepihak


"Turunkan aku !". Bentak Angeline


Jacob mendengar itu sontak menolehkan kepalanya menatap tajam Angeline.


"Aku bilang turunkan aku ! Apa anda tuli, hah ?". Ulangnya sekali lagi


"Diam !". Jacob membentaknya keras


Hening


Suasana didalam mobil itu mendadak sunyi kala Jacob membentaknya. Melihat Angeline yang membisu Jacob memijit pangkal hidungnya.


"Aku minta maaf sudah membentakmu". Ucap Jacob menatap lurus kedepan


Hening


"Aku ingin pulang".


Hikss hiksss


Mendengar itu Jacob mengalah, memilih mengantarkan Angeline kembali ke apartmentnya.


Mungkin dengan itu Angeline bisa menenangkan dirinya. Begitupun Jacob memutuskan kembali ke kantornya setelah mengantarkan Angeline nanti.


Sungguh airmata Angeline adalah kelemahannya entah sejak kapan. Tapi yang jelas airmata wanita itu yang paling dihindarinya.