Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 8



Los Angeles — USA


Mansion Utama


Setelah sempat tidak sadarkan diri kini Sia sudah baik - baik saja bahkan Angeline duduk disampingnya dengan tenang.


Begitupun dengan Jacob sudah menjelaskan siapa Angeline dan pekerjaannya.


"Jadi namamu Angeline Ruby Arberto, Nak ?". Ujar Sia ramah berbeda dengan sebelumnya


"Iya, Nyonya". Balas Angeline tak kalah ramahnya


"No, Panggil aku grandma !". Titah Sia entah kenapa dirinya tidak suka dipanggil Nyonya oleh Angeline


Angeline hanya tersenyum menanggapi perkataan Sia.


"Apa kau sudah lama bekerja di Lyn's International Hospital ?". Tanya Sia penasaran dengan wanita yang dibawa cucunya terlihat jelas berbeda dengan sebelumnya


"Aku baru dipindahkan ke rumah sakit itu sekitar dua tahun yang lalu grandma". Balas Angeline


Mereka yang mendengar penjelasan Angeline menganggukkan kepala saja.


"Maaf". Ucap seorang gadis yang tadi sempat adu kata dengannya


"Namaku Jessica. Lebih tepatnya Jessica Amora Xanders. Aku adiknya si kutub utara itu". Sambungnya dengan mengulurkan tangan kepada Angeline


Jacob hanya memandangi mereka datar tanpa bicara apapun.


"No problem, maaf juga karena aku mengira kau sungguh gadis yang akan dijodohkan dengannya mengingat tidak ada kemiripan diwajah kalian". Ujar Angeline menanggapi perkataan Jessica


Sementara mereka yang mendengar itu sontak tertawa tidak dengan pria yang dikenal kutub utara itu.


"Tentu saja kau tidak melihat kemiripan mereka, karena Jacob tidak memilik ekspresi diwajahnya sedangkan Jessica sangat pandai mengekspresikan wajahnya dimanapun dia berada". Tutur Jesslyn selaku ibu yang melahirkan Jacob dan Jessica


"Lagipula kami bukanlah anak kembar yang harus punya kemiripan 99,9% benarkan, Kak ?". Ucap Jessica


"Hmmm". Hanya itu tanggapan Jacob


"Maaf juga nak, karena aku tadi ikut mempermainkanmu". Ujar Jesslyn menggenggam tangan Angeline


"Tidak apa - apa, Nyonya. Aku tidak mempermasalahkan itu". Balas Angeline tersenyum tulus


"Kau sangat baik, Nak. Semoga kalian segera naik pelaminan". Ujar Sia menatap Angeline


"Hah". Angeline terkejut dengan penuturan Sia


"Grandma". Tegur Jacob


"Lebih baik kita lanjutkan acara yang sempat tertunda". Ucap Jonathan dihadiahi cubitan dari istrinya


"Sembarangan. Kau tidak lihat kondisi, Jo ? Mommy baru sadar dari pingsannya dan kau ingin melanjutkan acaranya ?". Kesal Jesslyn


"Aku tidak apa - apa, Nak. Ayo kita lanjutkan acaranya. Lagipula ada dokter cantik yang akan menanganiku". Ujar Sia bangkir dari tempat tidur dibantu Angeline dengan sigap


Mereka benar - benar melanjutkan acara keluarga yang tertunda tadi dengan penuh canda tawa membuat Angeline yang orang asing merasa seperti keluarga.


"Mereka semua benar - benar baik. Kecuali pria itu dan kakeknya". Batin Angeline setelah mengamati keluarga besar Xanders dan kerabatnya. Kecuali Jacob dan Victor yang entah kenapa seperti menatap Angeline ibarat musuhnya


...****************...


Las Vegas — USA


"Jessica Amora Xanders ?". Ulangnya kembali meyakinkan pendengarannya


"Iya, Tuan. Adik kandung dari Pemimpin X'Dragons". Ucap tangan kanannya


"Interesting, very interesting". Ujarny menyeringai


"Lalu satunya ?". Sambungnya sembari menatap sebuah foto menampilan wanita cantik mengenakan jas dokter


"Target utama Anda, Tuan". Mendengar itu seringaian licik tercipta di wajahnya


"Hmmm".


Beberapa orang diruangan itu pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mendengar dehemannya mengerti bahwa dia ingin bicara hal yang privasi bersama tangan kanannya.


"Bagaimana kondisi mommy ku ?". Tanyanya setelah memastikan orang - orang tersebut keluar


"Masih seperti saat kepergian Nona Elma tiga bulan yang lalu, Tuan". Mendengar itu dirinya hanya menganggukkan kepala saja


"Siap, Tuan".


"Saya harap Anda tidak terjebak ke dalam kubangan yang Anda buat sendiri, Tuan". Gumamnya menatap kepergian sang tuan


...****************...


Los Angeles — USA


Mansion Utama


Acara keluarga yang diadakan oleh Sia sudah berakhir dengan penuh kebahagiaan.


"Tidak bisakah kalian menginap saja, Jac ?". Sebenarnya Sia merasa nyaman bersama Angeline berbeda dengan wanita yang selalu dibawa cucunya di pertemuan keluarga seperti sebelum - sebelumnya


"No, Grandma. Aku dan Angeline besok harus bekerja. Rute kami berbeda". Ujar Jacob masih sibuk dengan ponsel ditangannya


"Lagipula ini sudah hampir larut, Jac. Menginaplah disini. Mommy rasa Angeline juga tidak keberatan. Iya kan, Nak ?". Tutur Jesslyn


"Eh". Angeline terkejut dirinya seakan diminta mengiyakan perkataan ibunya Jacob


"Ayolah kak. Malam ini saja menginaplah disini. Aku yang akan mengantar Angeline bekerja besok pagi, aku janji". Ucap Jessica ikut bersuara


Angeline merasa hangat ditengah - tengah keluarga Xanders. Siapa yang tidak mengenal keluarga ini, kekuasaan mereka melebihi pemimpin negara ini sendiri. Baginya bisa mengenal salah satu dari wajah ini saja sudah suatu keberuntungan apalagi saat ini seolah mereka sedang memperebutkannya.


"Tidak !". Ucap Jacob final


"V, bujuk cucumu itu demi aku". Ucap Sia menatap Victor puppy eyes membuat sang empu tidak tahan dengan itu akhirnya membuka suara


"Jika kau tetap memaksa pulang, maka pulanglah. Biarkan wanitamu yang menginap disini, Le !". Ucap Victor mutlak membuat Jacob menghela nafas


Semua yang mendengar itu jelas tahu seorang Victor Xanders jika sudah mengeluarkan suara tidak boleh ada yang membantahnya terkecuali Sia dan Jacob tentu saja.


Sedangkan Angeline hanya diam saja mendengar perdebatan mereka.


"Wanitanya ?". Batin Angelins terkejut mendengar penuturan Victor


"Baiklah, Kami akan menginap". Ujar Jacob terlebih dahulu masuk ke dalam mansion meninggalkan semua orang masih dengan kesibukkan akan ponselnya


"Anak itu, benar - benar tunduk hanya dengan grandpanya saja". Ujar Sia yang diangguki kepala semua orang


"Gen daddy menurun kepada cucunya, Mom. Sulit dan tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun". Kekeh Jonathan sangat mengetahui perilaku dan karakter putranya


"Hmm". Mendengar itu dari Victor mereka semua semakin tertawa seolah hal itu sudah biasa


#Balkon Kamar


Jacob mulai berbicara dengan seseorang di ponselnya.


"Apa sudah kau siapkan semuanya, Mike ?". Ucap Jacob


"Sudah, Master. Tepat pukul satu dini hari kita akan berangkat". Ucap Mike di seberang


"Lakukan semuanya tanpa ada kesalahan, Mike. Aku mengandalkanmu".


"Siap, Master".


"Jangan menjemputku, aku yang akan menemuimu. Karena aku sedang di mansion utama malam ini". Ujar Jacob menghela nafasnya kasar


"Pastikan bayangan grandpa tidak bisa melacak kita, Mike". Sambungnya


"Baik, Master. Sesuai perintah Anda". Balas Mike


Klik...


Jacob mematikan sambungan sepihak tanpa membalas ucapan Mike. Dirinya memutuskan berendam di bathup untuk menghilangkan rasa lelahnya sebelum kembali melakukan aktivitas malamnya.


Ting !


Mike


"Aku sudah melacak posisi target utama, Master"


Setelah membaca pesan singkat yang dikirimkan asisten pribadi sekaligus tangan kanannya, Sebuah senyum devil terbit dibibirnya.


"Let's play, Dude !". Ucap Jacob memejamkan matanya