Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 20



Los Angeles — USA


Masih di pelataran rumah sakit internasional, nampaknya reporter masih terus berdatangan tiada henti untuk meliput Angeline. Sampai dirinya beserta pihak rumah sakit risih.


"Apa sebaiknya Anda segera konfirmasi rumor itu, Dok ?". Ujar Sarah saat mereka sudah kembali ke ruangan masing - masing pasca berkeliling mengecek pasien


Sarah menatap Angeline intens. Bukan tanpa sebab Sarah menyarankan itu, dirinya juga sudah sangat penasaran apakah mereka ada hubungan atau tidak.


Angeline menggelengkan kepalanya malas.


"Sejak rumor itu beredar aku tidak pernah keluar lagi. Datang untuk bekerja, pulang untuk tidur. Benar - benar tidak sebebas dulu". Tutur Angeline kesal


Sarah masih serius menanti penjelasan Angeline lebih dalam.


"Tapi, Dok. Anda lihat sendiri bagaimana presdir melindungimu dari sorotan media". Ucap Sarah


"Ya, itu karena dirinya juga yang menjadi fokus utama rumor sialan itu. Coba saja bukan dia. Mana mau seperti itu melindungiku". Balas Angeline


"Oh ya, Dok. apa aku boleh bertanya sesuatu ?".


"Jika pertanyaanmu mengenai presdir kecintaan kalian aku no comment !". Sarkas Angeline


"Hehe"


"Maybe yes maybe no". Cicit Sarah pelan


"Maksudmu ?". Angeline masih bisa mendengar perkataan Sarah


"E—ehh. Maksudku begini dok. Bukankah kemarin aku selalu menghubungimu untuk bertanya apa Anda bisa datang ke rumah sakit karena ada jadwal operasi, Right ?". Ujar Sarah


Angeline diam terus mendengar kelanjutan dari ucapan Sarah.


"Nah, waktu itu Anda sama sekali tidak mengangkatnya. Kami semua sudah panik karena tidak ada yang berani mengambil alih operasi itu. Tiba - tiba dokter masuk disaat kami mengira itu keluarga pasien. Yang menjadi pertanyaan kami. Siapa yang memberitahumu kalau keadaan di rumah sakit sedang tidak baik - baik saja ?". Sambungnya


"Hmmm".


Angeline menghembuskan nafasnya kasar. Lalu mengeluarkan pernyataan yang membuat Sarah cukup terkejut.


"Our presdir, Hmm". Ucap Angeline santai


"Hah, Are you seriously, Dok ?". Sarah mengerjapkan matanya berkali - kali memastikan itu


Angeline menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana bisa ?". Lanjutnya


Angeline mulai menatap Sarah serius lalu menjelaskan semuanya.


#Flashback On


Angeline sedang bermalas - malasan di dalam kamarnya tanpa berniat melakukan apapun karena masih banyak reporter, wartawan, bahkan juru kamera yang berbondong - bondong menunggu dilobby apartmentnya. Bahkan informasi dari Sarah di lobby rumah sakit juga dipenuhi sekumpulan teman - teman penerbit berita itu.


Drt... Drt... Drt...


Ponselnya berdering sangat lama tapi Angeline tidak mengangkatnya.


Hening


Drt... Drt... Drt... (2×)


Angeline masih belum ada niatan mengangkatnya. Hingga di dering terakhir panggilan kedua itu Angeline mengangkatnya tanpa melihat nama yang menghubunginya


"Halo, dengan Angel—"


"Angeline Ruby Arberto, Right ?". Suara yang terdengar mengisi gendang telinga Angeline. Sedetik kemudian dirinya mematung


Deg


Dengan cepat Angeline melihat siapa yang menghubunginya. Jelas tidak ada nama dan ini dari nomor baru yang tidak terdaftar dikontaknya.


"Kenapa semenjak berurusan dengan pria itu aku jadi mendengar suaranya dimana - mana". Gumamnya pelan


"Kau tidak salah dengar, Ruby. Ini aku". Ujar Jacob terkekeh


Lagi - lagu Angeline diam saja.


"Hmmm". Jacob sengaja berdehem keras


"Ehh, iya. Sir. Anda butuh sesuatu ?". Balas Angeline mencoba ramah dengan Presdirnya


"Pria ini kenapa bisa tahu nomorku ? Tidak puas mengusik ku secara langsung sekarang mulai dengan meneror ku". Batin Angeline mengumpat kesal Jacob


"Berhenti mengumpatku, Ruby !". Ucap Jacob membuat Angeline terkejut.


"Apa dia ini bukan manusia normal ? Hingga bisa tahu aku mengumpatnya". Lagi - lagi Angeline membatin


"Tidak penting memikirkan itu dengan kepala cantikmu. Cepat buka pintu apartmentmu ! Aku lelah harus berdiri disini lebih lama lagi". Ucap Jacob menahan sedikit kekesalannya


Hei dia itu Jacob Xanders, tidak ada dalam kamusnya menunggu seseorang yang ada semua orang menunggu kehadirannya—Hanya Angeline wanita pertama yang berhasil membuatnya menunggu hampir sepuluh menit. Sangat membuang waktunya.


"Hah".


"Berhenti hah heh hah heh, cepat buka pintunya sebelum ku buka paksa !". Ulang Jacob


"Pria ini pasti mengigau". Batin Angeline menganggap Jacob hanya mempermainkannya


Klik...


Angeline mematikan sepihak panggilannya. Sebelum meletakkan kembali ponselnya Angeline menyimpan lebih dulu kontak manusia abnormal dimatanya itu.


"Devil Prince😈 Nama yang paling cocok untuk pria itu". Ucap Angeline tertawa keras menyimpan kontak Jacob dengan nama yang menurutnya sangat menggambarkan Jacob


Sedetik kemudian, panggilan masuk kembali dari Jacob.


Drt... Drt... Drt...


Devil Prince😈 is Calling...


Drt... Drt... Drt...


Drt... Drt...


"Iya, ada apa lagi ?". Ucap Angeline kesal


"Buka pintunya atau ku dobrak hingga tak terbentuk !". Teriak Jacob


"Terserah Anda, Tuan. Jangan mengangguku dengan kekonyolanmu !". Hardik Angeline


Klik


Angeline kembali memutuskan panggilannya.


Selang tiga detik kemudian masuk pesan dari Jacob.


Ting !


Ting !


Pesan kedua masuk yang Angeline yakin dari orang yang sama.


Ting !


Merasa kesal dengan kelakuan Jacob terpaksa Angeline membaca pesannya.


Devil Prince😈


"Buka pintunya !"


Devil Prince😈


"Jangan menguji kesabaranku, Ruby ! Buka atau rusak tak terbentuk !"


Devil Prince😈


"Baiklah kau yang memaksaku melakukan ini ! Dengar baik - baik dalam hitungan ketiga pintu apartmentmu sudah hancur !"


Angeline sama sekali tidak mengerti kenapa Jacob terus memintanya membuka pintu jika dirinya sedang mempermainkan Angeline dengan kekonyolannya.


Dengan bodohnya entah sadar atau tidak Angeline justru menghitung satu sampai tiga hingga terdengar suara pintu terjatuh seperti sudah remuk redam pintu super canggih itu.


Brakkkk


Dengan langkah cepat tanpa memperhatikan penampilannya yang masih mengenakan piyama tidur Angeline bergegas menuju pintu apartmentnya.


Angeline terkejut melihat Jacob sudah berdiri gagah dengan setelan jasnya memasang wajah datar menatap tajam Angeline yang hanya mengenakan piyama tidur tipis.


Tatapan Angeline beralih ke pintu apartmentnya yang sudah tidak berbentuk lagi akibat dobrak paksa yang dilakukan Jacob—Miris sekali padahal pintu ini sudah kategori super canggih seperti tidak ada gunanya ditangan Jacob.


"Apa yang kau lakukan, Beraninya !". Teriak Angeline tanpa sadar setelah melihat aksi Jacob


"Salahmu sendiri. Sudah ku peringati masih saja menganggap itu lelucon". Ucap Jacob menahan kesal


"Ck, kenapa Anda kemari, Tuan ?". Tanya Angeline berusaha ramah melupakan sesaat kelakuan Jacob


"Sebaiknya kau buang ponselmu itu jika banyak yang menghubungimu tidak kau respon ! Bagaimana jika ada sepuluh pasien yang meninggal hari ini karenamu, Ruby !". Jacob membentak Angeline karena kesal


Angeline diam tidak mengerti—Seharusnya disini yang marah Angeline bukan Jacob. Karena pintu apartmentnya dirusak begitu saja.


"Ganti bajumu, bawa tas medis dan jas mu, Ruby. Cepatlah kita tidak punya banyak waktu !". Titah Jacob gemas melihat Angeline yang diam saja menatap musuh Jacob


"Tidak mau ! Karena kau juga aku tidak bisa kemana - mana seperti biasanya. Lalu dengan mudahnya kau memintaku mengikutimu ? Kau ingin rumor itu semakin kencang berhembusnya, Hah ?". Sarkas Angeline tak kalah kesalnya dari Jacob


"Bukan itu yang utama sekarang. Pasienmu dan akreditasi rumah sakitku lebih penting !". Ucap Jacob semakin kesal melihat Angeline enggan ikut dengannya


"Aku tidak mau ! Jangan membawa - bawa pasienku !". Bentak Angeline


Karena kekesalannya semakin menjadi - jadi dengan cepat Jacob berjalan menuju kamar Angeline berniat mengambil tas medis dan jas dokternya.


"Hei kau mau apa kekamarku ?". Teriak Angeline menghalangi Jacob yang hendak masuk ke kamarnya


"Kita sudah tidak banyak waktu lagi, Ruby ! Aku mohon bekerja samalah kali ini". Ucap Jacob dingin


Angeline hendak membalas perkataan Jacob tapi ponsel ditangannya berbunyi.


Sarah is Calling...


Drt... Drt... Drt...


"Lupakan panggilan itu ! Cepat bersiap aku tunggu didepan !". Ucap Jacob sebelum memutar badannya tidak jadi masuk kekamar Angeline


Angeline bingung kenapa dengan Jacob. Lagian Sarah juga kenapa puluhan kali menghubunginya semakin membuatnya heran.


"Lima menit dari sekarang, Ruby !". Teriak Jacob keras


Angeline sudah bosan berdebat dengan Jacob yang tidak akan ada akhirnya memilih mengganti pakaiannya lalu membersihkan wajahnya memoles sedikit make up dan menggunakan lipstik tipis.


Saat meletakkan pakaian kotornya baru menyadari jika tadi dirinya memakai piyama tidur tipis yang menunjukkan lekuk tubuhnya dengan jelas.


"Sial, pria mesum itu pasti melihat lekuk tubuhku". Gumam Angeline memaki Jacob


Tujuh menit kemudian Angeline keluar kamarnya menemui Jacob yang terlihat sedang berbicara di telepon dengan seseorang.


"Urus semuanya, Mike !". Titah Jacob diakhir panggilan


"Finally". Ucap Jacob setelah melihat Angeline sudah selesai dan lengkap dengan peralatannya


Entah apa yang membuat Angeline menurut saja saat Jacob menarik tangannya keluar apartment memasuki lift untuk turun ke bawah.


"Kenapa Anda lewat lobby ? Kita bisa jadi bahan sorotan lagi". Protes Angeline


"Tuan". Panggil Angeline karena Jacob diam saja


Sampai di lobby dugaan Angeline tepat sekali. Mereka langsung menjadi sorotan semua wartawan yang menunggu momen mereka terciduk berdua lagi.


"Pria ini benar - benar ya !". Batin Angeline memaki Jacob


"Pagi hari Anda sudah berada di apartment kekasihmu, Tuan ?"


"Apa Anda menginap di apartmentnya, Tuan ? Karena kami tidak melihat Anda datang"


"Tuan Nona mohon jawab satu kali saja"


Angeline ingin sekali membuka suaranya membungkam mulut mereka tapi lagi - lagi Jacob merengkuhnya erat seperti tidak mau Angeline terekspos.


"Mari, Master". Ucap salah satu security yang mengawal Jacob ke mobil


Jacob diam saja tidak dengan Angeline cukup terkejut dengan sapaan itu.


"Master ? Lagipula sejak kapan security disini sebanyak ini ?". Gumam Angeline


Kini mereka sudah masuk ke mobil dengan Jacob sendiri yang mengemudi.


"Kita mau kemana ?". Angeline sejak tadi sudah penasaran tapi otak kecilnya tetap menyuruh diam dan ikuti saja


"Hospital, maybe".


"Hah". Angeline membeo


"Kau lupa atau memang ingin melupakannya, Ruby !. Harusnya hari ini kau ada jadwal dua operasi besar, Right ?". Tutur Jacob


Angeline membulatkan matanya mendengar penuturan Jacob.


"Bagaimana bisa aku melupakan operasi itu ?". Batin Angeline


Dalam perjalanan itu baik Jacob dan Angeline memilih diam hingga tiba di pelataran rumah sakit.


#Flashback Off