
Los Angeles — USA
Xanders Mansion
Suara gelak tawa sekumpulan orang di halaman belakang mansion itu terdengar bahagia. Kesibukan masing - masing serta bedanya tempat tinggal membuat mereka lumayan jarang bisa berkumpul seperti ini.
"Apa Mike berhasil membuat Jacob hadir disini, Jo ?". Suara pria tua menghampiri dua pria yang sedang berbincang
"Maybe yes, maybe no, Dad". Ujarnya
"Cucumu itu sulit dikendalikan, Dad". Sambung Jonathan
"Hmmm". Victor hanya mengeluarkan deheman lalu pergi meninggalkan mereka tanpa menyapa lebih dalam
"Pria itu persis seperti Jacob, datang dan pergi sesukanya". Mereka tertawa melihat pria lansia yang masih nampak gagah berjalan membelakangi mereka
"Lupakan pria itu, sebaiknya hubungi Mike untuk memastikan apakah Jacob benar - benar kembali". Ujar Jonathan sembari menyesap minuman ditangannya
"Baiklah". Balasnya
10 menit kemudian saat orang - orang sudah berdatangan kini sosok yang sangat ditunggu tiba di pelataran mansion.
"Turun !". Titah Jacob sedikit keras menyadari Angeline yang belum beranjak juga
"Ck". Jacob berdecak sedikit kesal karena Angeline yang masih diam
Perlahan Jacob mendekatkan diri berniat membuka sabuk pengaman yang dikenakan Angeline
Plak... Tamparan keras diberikan Angeline yang terkejut saat wajah Jacob sangat dekat dengannya
Mendadak suasana didalam mobil itu sunyi setelah suara tamparan spontan yang Angeline layangkan. Jacob menatapnya dengan horor.
"Beraninya kau !". Hardik Jacob kemudian keluar mengitari mobil
Angeline hanya diam melihat apa yang akan Jacob lakukan.
"Turun !". Titahnya sekali lagi dengan menarik paksa Angeline keluar dari mobil
"Shhhh, kau menyakiti tanganku". Ujar Angeline tak dihiraukan Jacob yang sedikit naik pitam setelah ditampar Angeline
"Diam !". Bentak Jacob seketika membuat Angeline menundukkan kepalanya
Jacob menyadari dirinya sudah membentak Angeline hanya mengehela nafasnya kasar.
"Jangan bertingkah, Turuti apa yang aku katakan. Ingat, kau ada dikawasanku, Ruby !". Bisik Jacob ditelinga Angeline
Deg... Tubuh Angeline mendadak sedikit bergetar tanpa Jacob sadari
"Ruby, Ruby, Ruby". Suara itu seolah berputar terus berulang - ulang ditelinga Angeline tanpa jeda
"Tidak, ini hanya kebetulan saja. Ya, hanya kebetulan. Kau jangan menunjukkan trauma mu lagi Angeline. Tidak. Kau kuat melewati hari ini. Ya, aku kuat". Batinnya meyakinkan dirinya
Jacob menaikkan alisnya melihat Angeline yang seperti ketakutan seraya memejamkan matanya.
"Kau kenapa ?". Jacob menelisik Angeline dari atas sampai bawah
Angeline hanya menggelengkan kepalanya tidak mau Jacob tahu serangan panik yang melandanya.
"Ayo masuk". Ujar Jacob menautkan tangan Angeline di lengannya—Seperti pasangan yang akan menghadiri pesta pada umumnya.
Angeline menganggukan kepalanya tidak mau memusingkan kepalanya dengan panggilan itu lagi.
Saat melewati pintu utama sudah banyak pelayan yang berjejer rapi menyambutnya.
"Selamat datang, Tuan Muda". Sapa mereka serentak membungkukkan badan
Jacob melewati mereka begitu saja tanpa menjawab, sedangkan Angeline berusaha menebarkan senyuman tulus kepada mereka meski sejujurnya Angeline tidak tahu ada dimana dan di mansion siapa saat ini dirinya berada.
Dapat Angeline lihat mansion ini sangat mewah dari sudut manapun dihiasi barang - barang mahal. Angeline hanya berdecak mengagumi kemewahan mansion bak istana ini.
#Halaman Belakang
Angeline melihat ada banyak orang yang sedang berbincang satu sama lain sembari tertawa.
"Sepertinya ini acara keluarga besar. Kenapa pria ini membawaku". Batin Angeline menyadari dirinya dikelilingi orang - orang kaya
"Jac - Jac". Seru wanita paruh baya yang Angeline lihat seumuran ibunya tapi masih terlihat cantik dan awet muda mendekati mereka berdua
"Hmmm". Angeline melebarkan matanya ketika melihat interaksi Jacob dan wanita dihadapannya ini
"Kau bawa wanita baru lagi, Jac ?". Ujar sang ibu menatap Angeline keseluruhan
"Wanita baru ? Berarti pria ini suka bergonta ganti wanita, ck aku menyesal sudah berurusan dengannya". Batin Angeline menatap Jacob sinis
Jacob yang merasa ditatap sinis menolehkan kepalanya menatap balik Angeline datar.
"Mom, ini yang terakhir". Ujar Jacob ambigu
"Hah". Angeline dan Jesslyn sama - sama menjawab karena perkataan Jacob sangat ambigu bagi mereka yang tidak mengerti
"Cucuku yang paling tampan akhirnya menginjakkan kakinya di mansion ini lagi". Celetuk seorang wanita lansia mendekati mereka ditemani seorang gadis yang dimata Angeline mungkin seusia dirinya
"Grandma". Jacob menatap wanita itu dengan tatapan yang hanya dimengerti oleh sang nenek
"Padahal aku sudah akan menjodohkanmu dengan gadis cantik disampingku ini, Jac". Ujar Grandma Sia menatap Angeline lekat
"Mom, apa yang ka—". Dengan cepat Jesslyn menyadari permainan ibu mertuanya yang sangat pandai berakting ini
"Grandma, tidak apa - apa. Mungkin kak Jacob sudah memiliki wanitanya sendiri". Ujar gadis itu dengan nada sedih
"Mom, sudahlah. Biarkan Jacob dengan pilihannya". Jesslyn ikut memainkan drama yang diciptakan ibu mertuanya
"Sepertinya harapan terakhirku tidak akan terkabul, Jess. Disisa umurku ini aku harus melihat cucuku menikahi wanita lain". Ujarnya terdengar lirih membuat mereka yang disana terkekeh geli menyaksikan permainan yang dilakukan Grandma Sia
"Grandma, bukan begitu. Dia—". Belum selesai Jacob melanjutkan perkataanya sudah disela oleh Angeline
"Aku bukan wanitanya, Nyonya". Tegas Angeline memberanikan diri menatap mata Grandma Sia tanpa takut
"Oh, Really ?". Bukan Sia yang menjawab melainkan Jesslyn
"Lalu siapa ? Teman ranjangnya ? Wanita bayarannya ? Atau wanita simpanannya ?". Sarkas Sia dengan sinis melihat keberanian wanita yang dibawa cucunya ini
"Aku—".
"Ruby !". Jacob lebih dulu menyela ucapan Angeline
Deg... Mendadak Angeline kembali merasakan sosok itu hadir didekatnya.
"Kenapa suara itu selalu hadir didekatku akhir - akhir ini". Batinnya sembari memejamkan mata tanpa sadar dirinya memundurkan diri menyenggol meja berisi minuman
Prang...
Semua mata menoleh ke asal suara. Mereka menatap Angeline heran melihatnya menutup mata seperti orang yang ketakutan dengan tubuh sedikit bergetar.
"Hei, calm down. Kau kenapa ?". Jacob mendekat Angeline yang kini sudah terduduk di lantai
"Angeline, calm down. I'm here. Look at me !". Ucap Jacob menenangkan Angeline yang mendapat serangan panik
"Ruby, look at my eyes". Sambungnya
Angeline semakin gemetar takut mendengar suara yang memanggilnya "Ruby".
Mendadak halaman mansion itu sunyi hanya terdengar suara ketakutan Angeline yang sedang ditenangkan Jacob.
"Tidak, jangan aku. Jangan". Histerisnya
"V, apa aku keterlaluan mengerjainya". Lirih Sia yang kini merasa bersalah kepada Angeline
"No, honey. Calm down". Ujar Victor sudah berdiri disamping istri tercintanya
Melihat Angeline yang semakin histeris saat disentuhnya, terpaksa Jacob membentak Angeline dengan sangat keras.
"Angeline Ruby Arberto !". Bentakan Jacob seolah menyadarkan Angeline dari histerisnya
"A—ku minta maaf, Sir. Aku harus pergi". Ucap Angeline seolah tidak terjadi apapun kepadanya
Mendengar itu sontak Jacob mengernyitkan alisnya heran menatap Angeline yang beberapa menit lalu histeris hebat kini seolah tidak terjadi apa - apa setelah dibentaknya.
Bugh...
Belum sempat Angeline pergi sudah terdengar suara jatuh yang ternyata berasal dari Sia.
"Honey !"
"Grandma !"
"Mom"
Pekik Jacob, Victor, Jesslyn, Jonathan, Jessica bersamaan menghentikan langkah Angeline.
Angeline membulatkan matanya melihat Sia jatuh pingsan.