Dealing With The Devil Prince !

Dealing With The Devil Prince !
DWTDP# Chapter - 47



Los Angeles — USA


Xan's Group


Suasana di dalam ruang rapat itu semakin mencekam kala Jacob bertanya mengenai kemana perginya sisa keuntungan perusahaan yang didapat.


"Lalu kemana perginya keuntungan sebesar 2,85% bulan ini, Tuan Adam ?". Jacob menyeringai tipis


Pria yang bernama Adam itu terkejut dengan pertanyaan Jacob.


"Seteliti itu Tuan Jacob mencermati proposalku". Gumamnya menelan susah payah salivanya


"I—tu...."


"Mike !". Panggil Jacob membuat semua orang harap cemas


"Kumpulkan semua direktur dan staff perusahaan dari semua bidang setelah jam makan siang ini ! Aku ingin rapat bulanan kita di percepat !". Sambungnya lalu pergi begitu saja


"Baik, Tuan". Jawab Mike lalu ikut keluar bersama Jacob


'"Apa ini tidak terlalu cepat, Tuan ? Rapat bulanan biasanya diadakan setiap tanggal 30, Right ?". Tanya Mike


"Aku melihat kejanggalan dalam proposalnya, Mike. Aku harus memeriksa mereka semua secara mendadak tanpa persiapan !". Tutur Jacob


Mike yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Tuan Javier datang lebih awal dari prediksi kita, Tuan". Ujar Mike


Ceklek


Jacob masuk ke dalam ruangannya diikuti Mike.


"Really ?".


Lagi - lagi Mike menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lalu kenapa dia masih belum kemari ?".


"Tuan Javier ke mansion utama menemui tuan dan nyonya besar dulu".


"Itu artinya... Mereka bertemu, Mike ?". Tanya Jacob


"Iya, nona Angeline sudah melihatnya".


"Huftt". Jacob menghela nafasnya kasar


"Cepat atau lambat mereka pasti akan bertemu lagi, Tuan". Ucap Mike


"Kau benar". Balasnya


"Siapkan saja rapat yang aku katakan tadi, Mike". Sambung Jacob mulai menyibukkan dirinya dengan setumpuk berkas dimejanya


"Baiklah, Tuan". Jawab Mike sembari pamit undur diri


Ceklek


Setelah dirasa Mike benar - benar sudah keluar dari ruangannya, Jacob menghentikan kegiatannya dengan menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya sejenak.


"Sampai kapan aku bisa menyembunyikan identitasmu, Ruby ?". Ucapnya bermonolog


Ting !


Ditengah lamunannya sebuah pesan masuk ke ponselnya.


Jacob melihat nama yang tertera di layar ponselnya dengan menghela nafas.


Javier


"Aku tunggu penjelasanmu, Jac !"


Jacob mengabaikan pesan itu fokusnya hanya tertuju kepada satu sosok yang entah saat ini bagaimana keadaannya.


"Untuk kali ini biarkan waktu yang memberitahumu, Ruby". Gumam Jacob


...****************...


Los Angeles — USA


Lyn's International Hospital


Sejak Angeline menjalani masa skorsnya, pihak rumah sakit kesulitan mengatur jadwal yang menjadi tanggung jawabnya Angeline.


"Sampai kapan masa skorsnya Dr.Angeline ?". Keluh salah satu suster yang hari - harinya selalu menjadi staff kesehatan Angeline


"Aku rindu canda tawa Dr.Angeline, hufttt". Balas suster lainnya


Sementara yang lain hanya menganggukkan kepala.


"Seharusnya kemarin Dr.Angeline sudah masuk bukan ?". Celetuk perawat satunya lagi


"Iya, seharusnya begitu".


"Apa rumor yang beredar itu benar ya ?".


"Rumor apa ?". Tanya mereka yang tidak tahu


"Kabarnya Dr.Angeline berhenti bekerja karena akan segera menikah dengan Presdir". Ungkap perawat itu


Mereka tercengang mendengarnya.


Bagaimana tidak ? Dr.Angeline yang mereka ketahui sedang menjalani masa skorsnya mendadak dikabarkan tidak akan bekerja lagi karena akan menikah.


Lebih mengejutkannya lagi, Dr.Angeline akan menikah dengan presdir mereka.


"Aku hanya mendoakan yang terbaik untuk Dr.Angeline jika itu benar".


"Ya, lagipula Dr.Angeline wanita yang cerdas, cantik. Pasti bisa mengimbangi kehidupan presdir".


"Tanpa bekerja pun kehidupan Dr.Angeline akan sangat terjamin hingga tujuh turunan mereka nanti".


Ucap mereka saling berbalas kata menanggapi rumor yang sedang panas di rumah sakit itu.


"Apa kegiatan kalian hanya bergosip saja, Eh ?". Sarkas seorang dokter yang kebetulan sedang berkeliling memantau pasiennya menggantikan Angeline yang sedang menjalani masa skorsnya


Deg


Mereka semua terkejut mendengar suara itu. Meskipun belum lama mereka mengenalnya tetap saja dokter itu yang bertugas menggantikan Angeline yang kesehariannya pasti bersama mereka.


"Dr.Maxime...". Sapa mereka semua sebelum membubarkan diri kembali ke tugas masing - masing


Dokter itu hanya memberikan senyuman tipis menanggapi kelakuan suster yang bekerja dalam timnya.


"Kenapa Jacob suka sekali menempatkan aku diantara wanita - wanita yang suka bergosip, Ck". Gerutunya kesal


Maxime melanjutkan langkah kakinya memeriksa setiap ruangan yang ada pasiennya.


Tak jarang juga semua suster dan dokter yang berpapasan dengannya selalu menyapanya dengan nada dibuat - buat.


Bahkan Maxime selalu mendengar mereka memujinya namun diabaikannya.


"Oh My Godness. Kenapa baru sekarang ada dokter setampan itu yang bertugas disini ?".


"Sebelumnya predikat dokter tertampan di rumah sakit ini diduduki oleh Dr.James, dan juga Dr.Steven meskipun sudah berumur tidak mengurangi ketampanannya".


"Cuci mata yang bagus".


"Aghh rasanya aku tidak mau pulang jika Dr.Maxime masih disini".


"Semoga Dr.Maxime belum punya kekasih".


Begitulah suara - suara mereka yang masih bisa didengar Maxime.


"Jac... Kembalikan aku ke New York. Semua pekerjamu maniak sekali". Batin Maxime berteriak sembari bergidik membayangkan mereka semua mendekatinya


Maxime memang selalu menunjukkan raut wajah datarnya tapi siapa sangka dibalik itu dirinya adalah sosok lelaki yang punya selera humor cukup tinggi.


...****************...


Los Angeles — USA


Xan's Group


Siang ini sesuai perkataan Jacob. Semua direktur beserta staff mereka menghadiri rapat dadakan.


"Bukankah akhir bulan masih beberapa hari lagi ?".


"Aku tidak salah tanggal kan ?".


Desas desus mereka karena rapat dadakan yang diminta Jacob.


Ceklek


Pintu terbuka menampilkan sosok penguasa kerajaan bisnis Xan's Group.


"Tuan...". Sapa mereka langsung berdiri membungkukkan badan memberi Jacob hormat


Jacob tidak menanggapi hal itu dirinya langsung duduk ditempatnya diikuti Mike selaku asisten pribadinya dan Arabella selaku sekretarisnya disisi kanannya.


Jacob menjentikkan jarinya sehingga turunlah sebuah LED proyektor yang super canggih.


"Melihat itu jelas kalian tahu apa yang harus dilakukan, Right ?". Ucapnya memulai pembicaraan tanpa basa basi


Mereka semua menganggukkan kepala.


"Direktur pembangunan... Bisa Anda jelaskan bagaimana hasil surveimu bulan ini ?". Pintanya dengan menyeringai tipis


Sang empu yang tentu saja cukup gugup berhadapan lansung dengan Jacob hanya mampu berdiri mendekati proyektor dengan layar lebarnya.


Mulailah pria itu menjabarkan satu persatu hasil penelitiannya.


"Kau yakin jika pembangunan sebuah pusat perbelanjaan dibangun diatas lahan itu tidak menganggu kegiatan sekitarnya, Tuan Abraham ?". Tanya Jacob datar


"Yakin tuan. Karena disana benar - benar seperti kampung mati. Tidak ada lagi kegiatan apapun yang dilakukan ditempat itu". Jelasnya berusaha tidak gugup saat ditatap Jacob dengan intens


Jacob menganggukkan kepalanya menanggapi penjelasan secara detil dari direktur pembangunan itu.


Satu jam berlalu...


Semua direktur perdivisi masing - masing sudah selesai menjelaskan hasil dari divisi mereka dengan baik meskipun Jacob selalu mengajukan pertanyaan menjebak untuk mereka.


Kini tibalah direktur keuangan yang menjadi alasan Jacob ingin rapat bulanan di percepat. Sang empu berdiri dengan senormal mungkin menghilangkan kegugupannga untuk menjelaskan semua yang dipelajarinya.


Sudah lima menit pria itu menjelaskan, tidak ada tanda - tanda Jacob ingin mengajukan pertanyaan.


Sampai di menit ke sepuluh akhirnya Jacob mengeluarkan suaranya.


"35% keuntungan yang didapat dari Xan's Technical Engineering ?". Ulang Jacob


Pria yang bernama Adam itu menganggukkan kepalanya.


"15 % dari Equartine Medical ? 27% dari SV Corporation ? 23% Xan's Resort, Hotel dan Mall ? Right ?". Jacob mengulang satu persatu keuntungan yang dijelaskan Adam kepadanya


Pria itu menganggukkan kepalanya tenang.


"Kau yakin, Tuan Adam ?". Sinisnya


Lagi - lagi pria itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Jacob.


"Lalu dimana hasil dari Lyn's International.Hospital ? Berapa persentase yang didapat dari sana ? Kenapa tidak Anda jelaskan lebih rinci ?". Jacob menyeringai tipis


Mereka yang semula diam akhirnya ikut mempertanyakan itu. Mereka juga tidak menyadari ada kekurangan dari penjelasan Adam barusan.


"Pantas saja dia diakui sebagai masternya kerajaan bisnis".


"Bahkan Tuan Jacob menyadari itu dengan detil yang bahkan kami saja tidak menyadarinya".


"Aku akui kepintaran dan ketangkasan Tuan Jacob ini melebihi kakek dan daddy nya saat memimpin perusahaan ini".


"Benar - benar titisan Tuan Victor".


Batin beberapa orang yang memang sudah lama menjabat posisi masing - masing jauh sebelum Jacob mengambil alih perusahaan.


Adam menelan susah payah salivanya. Merasa mengelabui Jacob itu tidaklah mudah.


Hening


Tidak ada yang bersuara hingga akhirnya Jacob tertawa pelan menanggapi kelakuan Adam yang terlihat bodoh berhadapan dengan rentetan pertanyaannya.


"Waktumu hanya sampai besok, Tuan Adam. Jika besok Anda masih belum bisa menjelaskannya lebih detil lagi kepadaku....". Jacob berdiri beranjak mendekati Adam yang terlihat jelas kegugupannya


"Jeruji besi akan menjadi tempat terakhir dalam hidupmu, Adam Madson". Bisik Jacob terdengar menyeramkan ditelinga Adam


Setelah itu Jacob berjalan keluar diikuti Arabella meninggalkan mereka semua yang terkejut dengan hasil rapat kali ini.


Sementara Mike selaku tangan kanan Jacob mengambil alih rapat yang ditinggalkan Jacob begitu saja.


"Rapat kali ini sampai disini dulu. Jika ada rapat seperti ini lagi saya harap kalian lebih detil menjabarkannya dihadapan Tuan Muda. Kalian bisa kembali bekerja. Saya permisi". Ucapnya mengakhiri rapat


Sebelum keluar, Mike menyempatkan diri menatap tajam kearah Adam lalu beranjak dari tempat itu menuju ruangan Jacob.


Begitupun dengan semua orang keluar dari ruangan itu dengan beragam komentar mengenai hasil yang disampaikan oleh rekan mereka tadi.


Ceklek


Mike masuk begitu saja kedalam ruang kerja Jacob tanpa peduli Jacob akan marah atau tidak nantinya.


"Anda benar - benar hebat, Tuan". Puji Mike sembari menyerahkan berkas laporan yang didapatnya dari beberapa direktur tadi


Jacob menyeringai lalu mengambil berkas itu untuk dibacanya lebih teliti.


"Setiap permainan harus ada yang namanya menang dan kalah, Mike". Ujarnya santai


Mike terkekeh menanggapi perkataan Jacob.


Dirinya merasa Jacob yang dihadapannya ini hanyalah Jacob dengan seribu topengnya saja.


"Setidaknya hari ini kau tidak mengamuk lagi, Sialan !". Batinnya memaki Jacob