
Haiii - haiii rreaders setia series #XandersFamilly..
Gimana 17annya udah kelar ?š kalo udah othor mau lanjut nihh.
Oh ya othor minta maaf banget ya baru sempet up. Next time othor usahain rajin - rajin up ya...š¹š¹
...****************...
Los Angeles ā USA
Mansion Utama
Masih dengan keheningan di meja makan mewah itu sembari menunggu sepasang anak muda yang sejak lima menit lalu belum juga turun.
"Kau sendirian, Jac ? Dimana Angeline ?". Suara Victor memecah keheningan di ruangan itu membuat mereka menolehkan kepala mengikuti arah pandangnya
Seperti biasanya, Jacob tidak langsung menjawab sebelum dirinya bertatap muka langsung dengan pemilik pertanyaan tersebut.
"Dia sedikit kelelahan hari ini. Makanya istirahat lebih awal, Grandpa". Ucapnya setelah duduk tepat disisi kiri Victor
Victor menatap Jacob penuh selidik seperti sedang mengintimidasi rivalnya.
Bukannya Jacob tidak tahu jika Victor sedang menatapnya begitu, hanya saja pria itu cuek tidak memperdulikan tatapan Victor kepadanya.
"Apa dia sudah makan, Jac ?". Kini Jesslyn pertama kali langsung bertanya mendahului ibu mertuanya
Jacob diam saja tidak menjawab pertanyaan ibunya sehingga membuat Jesslyn menggertakkan giginya gemas melihat kelakuan putranya itu.
"Jacā". Jesslyn belum sempat menyelesaikan perkataannya ketika terdengar suara lembut memotongnya lebih dulu
"Maaf sudah membuat kalian semua menunggu, Mom. . .". Ucap Angeline baru saja mendekati mereka semua
Sia, Jonathan dan Jesslyn sontak tersenyum melihat Angeline berada ditengah - tengah mereka saat ini. Tapi tidak dengan Victor dan Jacob yang hanya diam tidak memberi respon apapun.
"Suamiku memang pandai menyembunyikan berbagai ekspresi. Bukankah sebelumnya dia menanyakan Angeline ? Lihat setelah targetnya ada malah seperti tidak pernah bertanya apapun. Ck". Gumam Sia menatap intens Victor dalam diam
"Melihat daddy dan Jacob semakin kesini semakin seperti pinang dibelah dua. Hanya saja ini versi beda tiga generasi". Gumam Jesslyn ikut menilai mereka untuk kesekian kalinya
"Kemarilah nak, duduk disebelah Jacob". Titah Sia dengan lembut
Angeline menatap pria itu yang terus diam tanpa melihat kearahnya sedikitpun.
Dengan menganggukkan kepalanya pelan Angeline mendekati kursi tepat disebelah Jacob sesuai perkataan Sia.
"Bisakah kita mulai makan malamnya ?". Victor bertanya usai memastikan Angeline sudah duduk
Mereka semua menganggukkan kepala karena tahu jika Victor sudah bersuara itu pertanda mutlak yang harus dilakukan tanpa ada yang menolak.
Akhirnya mereka mulai menikmati hidangan makan malam yang dibuat khusus oleh Jesslyn dan Sia dibantu beberapa chef terbaik di mansion itu.
Lima Belas Menit Berlalu. . . .
"Setelah ini temui aku di ruang keluarga !". Instruksi Victor singkat setelah menghabiskan makanannya
"V, mereka belum menyelesaikan makannya". Sia menjawabnya mewakili mereka
"Aku tunggu kalian semua disana". Ucap Victor lagi kali ini dengan datar meninggalkan mereka semua yang masih menyantap beberapa hidangan
Sia menatap punggung kekar suaminya yang perlahan menghilang dari pandangannya dengan bertanya - tanya.
"Pak tua itu kenapa suka sekali memerintah orang tidak melihat situasi, ck". Gerutu Sia sebelum kembali memasukkan satu potongan buah segar ke mulutnya
Hening. . . .
Tidak ada yang menanggapi ocehan Sia, mereka sibuk menyantap hidangan yang masih tersedia.
"Tambah lagi, Nak. Kau harus banyak makan makanan ini supaya tubuhmu lebih berisi lagi". Ujar Sia berniat ingin menuangkan sayuran yang dibuat menantunya tadi
"Tapā".
"Aku sudah selesai, Permisi. . .". Ucapan Jacob menghentikan Angeline yang ingin menolak makanan dari Sia
Jesslyn sontak menatap putranya itu penuh tanya. Begitupun dengan Sia. Menatap cucunya yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Ada apa dengan orang - orang di mansion ini, Jess ?". Tanya Sia dengan menggelengkan kepala
"Tadi grandpanya, sekarang cucunya. . .". Sambungnya lagi
"Like grandfather like grandson, mom". Ucap Jonathan terkekeh setelah sebelumnya memilih diam saja
"Ck, lanjutkan saja makan kalian. Lupakan dua kutub utara itu". Titah Sia diangguki oleh Jesslyn dan Jonathan
Sementara Angeline kembali menyantap makanannya dalam keheningan tanpa berkomentar.
#Ruang Keluarga
Tepat setelah mereka semua menyelesaikan makan malamnya kini kembali berkumpul di ruang keluarga sesuai perkataan Victor.
"V....". Panggil Sia menyadarkan Victor dari dunianya
Angeline hanya menundukkan kepalanya dengan menautkan kedua tangannya seolah tidak peduli ada sorot mata yang menatapnya tajam saat ini. Padahal siapa yang tahu di dalam hatinya merasa ketakutan berada diantara penguasa - penguasa ini.
"Apa yang ingin granā".
"KALIAN HARUS MENIKAH SECEPATNYA !". Ucap Victor cepat masih dengan ekspresi yang sulit ditebak tidak peduli bagaimana reaksi dari semua oranga yang mendengarnya
Angeline membulatkan bola matanya penuh ketika mendengar satu kalimat itu keluar dari mulut Victor Xanders.
Dengan penuh keberanian Angeline berdiri menentang perkataan Victor.
"Aku tidak mau !". Ujarnya dengan lantang
Jacob yang tadinya diam langsung menoleh menatap horor Angeline setelah melihat wanita itu berani menentang grandpanya.
"Suka ataupun tidak kalian akan tetap menikah !". Tegas Victor terdengar tidak terima bantahan sekecil apapun
"Grandpa....". Tegur Jacob datar
"Aku bukan boneka yang seenaknya bisa kalian paksa ini dan itu, Tuan Xanders yang terhormat !". Ujar Angeline dengan meninggikan nada suaranya
"Angel...". Sia mendekati Angeline untuk menenangkannya dari emosi berlebihan
Namun Angeline dengan cepat menepis tangan Sia yang akan menyentuhnya.
Melihat itu semua orang tentu saja terkejut. Pasalnya baru kali ini ada yang berani memperlakukan ratunya keluarga Xanders dengan tidak sopan.
Termasuk Victor, pria itu menatap tajam AngelineāAh tidak, tapi sangat tajam. Mata itu dipenuhi kilat amarah melihat pujaan hatinya diperlakukan seperti itu.
Namun reaksi Sia diluar dugaan. Dirinya memberi kode dengan tangannya agar semua orang diam saja jangan mendekatinya karena ingin melihat sejauh mana keberanian gadis muda dihadapannya.
Sehingga langkah Jesslyn dan Mia yang tadinya hendak mendekati Sia terhenti seketika mendapati kode tangan tersebut.
"Bahkan jika boleh jujur, aku sangat takut dan tidak nyaman berada di tengah keluarga terhormat seperti kalian". Jelas Angeline dengan nafas tersenggal turun naik
Hening
Hanya suara nafas Angeline yang terdengar di ruangan itu yang terasa sangat berat.
"Itu bagaikan beban berat untukku. Masuk ke dalam lingkungan keluarga ini sama sekali tidak ada di dalam daftar hidupku, Tuan....".
"Hari - hariku sebelumnya sangatlah dipenuhi keramaian terbilang biasa saja. Tapi sekarang ? Bernafas saja rasanya diriku tidak bisa leluasa lagi....".
"Angeline. . . .". Tegur Jacob pelan
"Semuanya terlalu tiba - tiba terjadi dalam kehidupanku. Seolah hidupku direnggut paksa dari genggamanku sendiri". Ucap Angeline kesekian kalinya mengabaikan teguran Jacob.
Bahkan air matanya yang lolos begitu saja tanpa permisi setelah puas mengeluarkan unek - unek di kepalanya yang terpendam.
Hening
Hanya terdengar isak tangis yang Angeline keluarkan setelah tubuhnya terduduk lemas di sofa.
"Angeline....". Sia mendekatinya
"Hiksss... Hikssss...".
Melihat Angeline terus terisak dengan menundukkan kepalanya membuat Sia tidak tega.
Bola matanya kini sudah menatap sangat tajam pada suami tercintanya yang sudah membuat emosi wanita muda itu memuncak.
"Keputusanku sudah final !". Ucap Victor tepat sebelum kakinya melangkah pergi meninggalkan ruangan itu tanpa memperdulikan reaksi semuanya
"V !".
"Grandpa !"
"Daddy !".
Sontak Sia, Jacob, Jesslyn dan Jonathan meneriaki pria itu dengan satu kata bersamaan.
Mereka dibuat terkejut dengan keputusan pria tua itu yang secara tiba - tiba. Terlebih melihat bagaimana reaksi Angeline setelah itu semakin terisak pilu.
"Sesesak itukah bernafas di tengah keluargaku, Ruby ?". Gumam Jacob menatap Angeline dengan intens
"Apa kami terlalu kejam memaksamu menjadi bagian keluarga utama kami, Nak ?". Gumam Sia melihat Angeline iba
"Kau wanita pertama yang menolak berada di dalam jejeran wanitanya keluarga Xanders, Nona Angeline". Gumam Liu ikut berkomentar
"Aku sangat tahu bagaimana perasaanmu saat ini, Nak. Aku pernah berada di tempat yang sama denganmu". Gumam Jesslyn kini sudah duduk disamping Angeline lalu mengelus rambut wanita itu dengan lembut
"Kau masih tetap sama, Dad. Memaksa sesuatu harus terjadi karena untuk melindunginya. Entah kali ini siapa yang bermain - main denganmu". Berbeda dengan lainnya, Jonathan justru menilai daddy nya itu dengan bijak
Sementara itu di sisi lain mansion itu, Victor sedang berdiri memandangi hamparan kebun milik istrinya dari dalam ruang kerjanya.
"Maafkan aku, Nak. Memang terkesan memaksamu. Tapi ini aku lakukan untuk melindungimu dari tikus - tikus itu....".
"Berada di sisi Jacob memang yang paling tepat untukmu mulai hari ini sampai seterusnya, Angeline Ruby Arberto....". Ujar Victor dengan tatapan sulit diartikan terlebih setelah menyebut nama lengkap Angeline