CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
CS ~ Bab 99. Ustad abal abal.



...•°•°•°•...



Pagi hari•


“Pak Ridwan, apa ini rumahnya?” tanya Amora, saat netra matanya melihat rumah sederhana di depa nnya.


“Benar Nyonya, non Ella menyuruh kalian untuk tinggal di sini.” Pak Ridwan berkata.


“Tega banget sih Mas ... anakmu.”


“Sudah, nikmati aja ... toh Mas kira ini rumah tidak terlalu buruk hanya untuk bertiga.”


Amora cemberut, ia langsung melangkah masuk kedalam rumah meninggalkan suaminya yang masih di halaman rumah.


Sebenarnya rumah yang akan di tempati Ayah Haris dan Amora tidak terlalu buruk, rumah satu lantai yang sederhana dan masih bernuansa asri.


Awalnya malahan, Cinderella akan membiarkan si penyihir Meksiko tidak punya tempat tinggal ... namun Agam membujuknya agar tidak terlalu keras terhadap Ayahnya, dan jangan menjadi anak durhaka terhadap orang tua.


Mau tidak mau, Cinderella menuruti apa yang di katakan suaminya ... walau terasa berat dan enggan untuk melakukannya, karna Agam mengancam kesejahteraan perpepewan nya ..


“Kenapa sih harus banget nolong mereka? Biarin aja mereka hidup mandiri.” Gerutu Cinderella masih tak terima, jika salah satu asetnya di tempati oleh si penyihir Meksiko dan si Ulat keket berbulu domba.


Bahkan Cinderella yang tengah membuat sarapan di dapur, terus menghentak'kan barang yang akan dia pakai dengan kasar ... membuat Agam begidik ngeri melihatnya.


Agam langsung memeluk Cinderella dari belakang, lalu mengecup tengkuk sang istri dengan lembut. “Jangan seperti itu sayang ... tapi lihatlah Ayah Haris yang sudah tua, ia tidak mungkin kerja banting tulang di saat umurnya sudah tua.”


Cinderella terdiam, benar apa yang di katakan Agam. “Ahh, sudahlah aku lapar.”


Ketika Cinderella akan menyuapkan cemilan itu kedalam mulutnya, tiba-tiba ponselnya berdering ... dilihatnya ternyata yang menelpon adalah Melly sahabat baiknya.


["Ada apa Mell?"] Cinderella bertanya.


["Apa kau sibuk? sudah lama kita tidak berkumpul."] Ucap Melly dengan nada lirih.


["Apa ada masalah?"] Cinderella sedikit khawatir.


["Tidak ada, hanya ingin curcol dengan mu, kau sedang sibuk mengurus bayi besar mu?"] Guyon Melly.


Cinderella tersenyum, ["Tidak juga ... mau bertemu dimana?"] tanya Cinderella dengan semangat, karna sudah lama juga tidak bertemu Melly.


["Bagaimana kalau kamu ke apartemen ku."]


["Baiklah, kirim alamatnya aku akan ke sana di antar si Wan Abud."] Ucap Cinderella melirik sang suami yang sedang makan.


"Oke bye."


"Bye."


Cinderella mengakhiri panggilan telponnya, lalu melirik Agam. "Aku boleh yaa ... nanti siang main ke apartemen Melly."


''Boleh sayang, tapi nanti di antar pak Ridwan yaa."


Cinderella mengangguk, lalu mengantarkan Agam kedepan rumah untuk berangkat kerja setelah sarapan selesai.


Ketika Cinderella akan masuk kedalam rumah, tiba-tiba saja mobil mewah datang dan berhenti di halaman rumah Cinderella.


''Siapa itu?'' tanya Cinderella pada dirinya sendiri, keningnya berkerut ketika orang yang di dalam mobil tidak kunjung keluar.


Dengan rasa penasaran nya, Cinderella melangkah dengan perlahan ke arah mobil itu, lalu mengetuk pintu kaca mobil di sebelah kanan.


Cinderella melipat kedua tangannya di dada, setelah mengetuk kaca pintu mobil.


Tak lama, kaca mobil itu perlahan terbuka dan bergeser dengan slowmo ... memperlihatkan seorang pria bersorban hijau berkecamata, dengan pakaian rapih.


''Asalamualaikum, Cinderella." sapanya, yang mana membuat Cinderella ingin terjengkang melihat pria itu lagi setelah sekian lama.


"Su-Suneo ... " Gagap Cinderella, lalu mundur dua langkah kebelakang.


Pria itu membuka pintu, pakaian ala ala ustad yang dia kenakan membuat dia gagah permanen. Itu menurutnya, namun menurut Cinderella tentu saja tidak!


"Apa kabar kamu, wahai ciptaan tuhan yang paling indah."


"Ba-baik, ngapain kamu kesini." Cinderella sedikit ngeri melihat pria yang ada di depannya, yang selalu ia cap sebagai Suneo di dunia nyata.


"Tidak bisakah kamu menyuruh tamu masuk? karna Rasulullah menganjurkan kita--


''Yaa ... Yaa ... saya mengerti, tapi di rumah tidak ada siapapun." Jawab cepat Cinderella, karna ia tidak mau Ustad abal-abal ala Abu Janda berceramah panjang lebar.


''Tapi setidaknya, menyuruh tamu untuk duduk di teras Laa.''


''Maksa banget sih si Suneo ini." Gumam Cinderella dalam hati, berdecak sebal.


Namun tanpa di duga pria itu sudah duduk di kursi teras rumah, yang mana membuat Cinderella melototkan matanya.


''Kamu ngapain sih datang lagi ke kehidupan aku, yang udah tenang damai sentosa juga.''


''Aku kesini untuk menjalin silaturahmi Laa.''


''Preet.''


Pria yang bernama Burhan itu menggelengkan kepalanya, melihat sifat Cinderella yang tidak berubah sedari dulu.


Burhan adalah pria yang pernah berkencan buta dengan Cinderella, dan itu ulah si Nungky similikiti yang menjebak Cinderella pada kencan buta itu.


Bukan Cinderella namanya, jika dia tidak membuat ulah, namun pria yang bernama Burhan itu kebal muka dan malah membuat Cinderella kehilangan muka di hadapan orang-orang.


Namun setelah pertemuan itu, mereka tidak pernah bertemu lagi. Tapi eh tapi ... entah angin dari mana membuat Burhan datang lagi.


''Aku kesini, untuk membimbing mu kejalan yang benar Laa ...''


Cinderella memelotot'kan kedua matanya, ketika si Suneo berbicara seperti itu. ''Membimbing ku kejalan yang benar ...? Memangnya, selama ini jalanku salah yaa? Perasaan jalanku sudah benar ke depan dan kaki menginjak tanah deh.


''Maksud saya ...''


''Aahhh, stop!'' Cinderella menghentikan Burhan yang akan berbicara, ''Aku kedalam dulu, pengen boker jika melihat mu.'' Ucap Cinderella berlari masuk kedalam, sebelum Ustad Suneo abal-abal ini berceramah panjang lebar.


''Baiklah, aku tunggu.'' teriak Burhan.



Cinderella mengunci pintu karna takut si Suneo masuk kedalam rumah, ia mengambil tas dan ponselnya dengan terburu buru ... lalu pergi ke luar rumah menggunakan pintu belakang.


''Aku harus menghidari pria aneh itu.'' ucap Cinderella menutup gerbang belakang dengan pelan-pelan.



...•••...


...jangan lupa like setelah membaca, kok like nya berkurang sih?...