
...•°•°•°•...
''Bagaimana mah? bisa.'' tanya Nungky saat sang ibu keluar dari ATM
Amora si penyihir Meksiko menggelengkan kepalanya dengan lesu. ''Kartu ATM sudah di blokir semua sayang.''
''Terus gimana donk mah?''
''Kita pulang aja lagi ke rumah dan minta maaf, dari pada kita melarat di luar sana dan nggak bisa makan.'' ujar si penyihir Meksiko..
''Ya sudah ayo mah, sebelum ayah pulang dan melihat kita dengan koper-koper kita. Kita cari aman saja.''
Amora mengangguk dan masuk kedalam mobil dengan lesu, niat hati ingin kabur membawa semua harta! dan kabur ke pulau dewata Bali. Namun nyata nya tak bisa, karna Cinderella jauh lebih cepat bergerak di bandingkan dirinya..
Dan pada akhirnya, mobil milik Nungky pun kembali lagi ke rumah ayah Haris.. Lalu memikirkan cara bagaimana mereka bisa di maafkan.
Sedangkan di rumah sakit, ayah Haris dan Eyang Sengkuni tengah merasakan kebahagiaan karna kabar yang di sampaikan oleh sang dokter pada mereka. Bahwa Cinderella tengah mengandung cucu dan cicit pertama untuk mereka.
''Benarkah itu dok?'' tanya ayah Haris memastikan.
''Benar tuan, kita akan memeriksa kembali saat pasien sudah siuman. Kalau boleh tau dimana suami pasien?'' tanya sang dokter, membuat ayah dan anak itu saling pandang karna telah lupa mengabari pada Agam perihal Cinderella yang di bawa ke rumah sakit.
''Maaf dok, saya lupa mengabari suaminya. Sebentar yaaa dok, saya akan mengabari suami anak saya dan besan saya.'' ucap ayah Haris begitu semangat..
Sedangkan Eyang Sengkuni duduk di sebelah ranjang, di mana Cinderella masih terbaring pingsan. Eyang Sengkuni begitu terharu mendapatkan kabar bahagia ini, ia berdoa agar di panjangkan umurnya karna ingin melihat bagaimana cicitnya tumbuh..
Ketika Eyang Sengkuni tengah memandang cucunya, ayah Haris masuk dengan senyuman dan bergabung dengan sang ayah..
Sedangkan Agam yang sedang video call bersama Asistennya yang berada di Dubai, langsung mematikan sambungan nya ketika mendapatkan kabar dari sang mertua jika istrinya pingsan.
Ayah Haris memang sengaja tidak mengabari jika Cinderella tengah mengandung, karna Ayah Haris akan memberi tahu jika menantu dan besannya sudah berada di sini..
Agam turun dari kamarnya dengan tergesa-gesa, membuat kedua orang tuanya merasa heran. ''Naaak, kau mau kemana buru-buru seperti itu?'' tanya mom Lulu.
''Mom, Cinderella masuk rumah sakit.''
''Apa! kenapa bisa? bukannya Cinderella ada di rumah sebelah?''
''Panjang ceritanya mom, yang pasti aku harus segera ke rumah sakit.''
''Mom ikut.''
''Dad juga ikut.''
Dan akhirnya mereka bertiga pergi bersama ke rumah sakit, ke'khawatirkan muncul di benak Agam. Ia takut terjadi sesuatu menimpa istri tercintanya..
Segala pikiran buruk berkecamuk dalam benaknya, ia tidak bisa membayangkan bila hidup tanpa Cinderella. Karna Cinderella sudah menjadi separuh jiwa dan raganya..
Sedangkan di kediaman Siska, tepatnya di ruang tamu. Gano sedang membujuk Siska agar mau memaafkan dirinya yang sudah memangkas rambut tanpa bilang terlebih dahulu.
Gano pikir Siska akan suka dengan kejutan yang dia berikan, karna Siska sendiri yang menyuruhnya untuk memangkas rambutnya yang gondrong. Namun nyatanya perkiraannya salah, Siska malah ngambek dan tidak ingin berbicara dengannya..
''Aku mau ke kamar ngantuk, kamu pulang aja gih.'' usir Siska meninggalkan Gano di ruang tamu sendirian, ia terbaring bersama baby Vano sambil memberikannya susu dalam botol..
Gano yang tidak menyerah ikut masuk, yang mana membuat Siska melototkan matanya. ''Kamu ngapain masuk kamar aku?'' tanya Siska sedikit berbisik karna tidak mau membangunkan baby Vano..
''Maafkan aku dulu, baru aku akan pergi.'' ucap Gano malah sengaja berbaring di belakang Siska..
''Ganooo!'' sentak Siska namun itu membuat baby Vano merengek. ''Sttt stt sstt sttt.'' Siska mencoba untuk menenangkan anaknya..
Setelah cukup lama menenangkan sang anak, baby Vano akhirnya kembali tertidur. Siska memanggil Gano dengan pelan, namun tidak ada sahutan sama sekali yang mana Siska menoleh kebelakang. Ia melihat Gano yang ternyata sudah mendengkur halus, membuat Siska menghela nafasnya..
''Ish, kenapa harus tidur satu ranjang sih.'' gerutu Siska tak terima, namun dari dalam lubuk hatinya yang terdalam ia tengah tersenyum bahagia. Apa lagi melihat raut wajah damai Gano dengan rambut pendek membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
''Oh yaa ampun jantungku.'' gumam Siska dalam hati, lalu dengan segera dia membelakangi Gano dan memejamkan matanya, menyusul sang putra yang sudah terlelap tidur ke alam mimpi..
Tik.. Tik.. jarum jam memutar secara perlahan, Gano mebuka matanya dan melihat ke arah Siska yang sudah terlelap tidur..
Gano terbangun dan melihat Siska, yang terlelap dalam tidurnya..
''Besok akan aku beli rambut palsu agar kamu mau menikah denganku.'' bisik Gano dengan perlahan di telinga Siska..
''Boleh aku memelukmu?
''Boleh.'' Jawab Gano sendiri..
''Terima kasih.'' Gano tersenyum senang, lalu memeluk Siska dan terlelap tidur di sore hari..
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...
...😊 maaf jika kedepannya nanti jarang up, tapi Othor usahakan pasti akan up.. Do'ain aja segala masalah Othor di dunia nyata segera selesai.....
...Namun hati ini sedang tidak baik baik saja....
...😌😌😌😌...