
...•°•°•°•°•...
KAMAR HOTEL•
•
Gano baru keluar dari kamar mandi, ia melangkah ke arah nakas di mana telpon nya berdering sejak tadi lalu menjawab telpon dari orang suruhannya.
''Bagaimana?'' Tanya Gano.
"Dia menolak menjualnya Bos."
''Apa! apa kalian tidak becus merayunya?''
"Dia akan menjualnya seharga 3m Bos, di luar dari harga yang Bos perkirakan."
''****! mereka secara tidak langsung memerasku. Tidak usah, kembalilah dan aku akan memikirkan cara yang lain.'' Ucap Gano mematikan ponselnya lalu melempar ponsel itu ke atas ranjang.
Gano terus mengumpat tak jelas pada pemilik rumah yang akan dia beli, 3m untuk ukuran rumah minimalis dan terlihat seperti kontrakan kumuh. Hanya saja rumah yang akan Gano beli itu tepat di samping rumah Siska. Bukan ia tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu, tapi 3m dengan rumah jelek yang luasnya hanya setara kamar mandi Gano di Mansion nya tidaklah sepadan.
Setelah selesai Gano berpakaian, Gano keluar dari kamar hotelnya dan bergegas untuk pergi ke toko roti Siska untuk melihatnya dari jarak jauh. Bagi Gano melihat Siska dari jarak jauh saja sudah membuat hatinya tenang, terbukti walau ia tidur di mobil semalaman namun ia bisa terlelap tidur dengan nyaman.
Beberapa menit kemudian•
Gano sudah sampai di sebrang toko Siska dan membuka setengah kaca mobilnya untuk melihat Siska, namun Gano mengerutkan keningnya heran saat netra matanya melihat sosok pria sedang tertawa renyah dengan Siska di kursi sambil meminum kopi..
''Siapa dia.'' Gumam Gano terus menatap ke arah Siska dan Satria..
Melihat interaksi Siska dan seorang pria yang tidak ia kenal membuat hatinya tak nyaman, ada rasa kesal campur dengan marah namun tidak bisa meluapkan semua itu dalam hatinya..
Kekesalan Gano tambah menyeruak dalam hatinya, ketika Satria mengelus perut buncit Siska lalu berjongkok dan menempelkan kepalanya di perut Siska. ''Aku yang seharusnya berada di posisi itu bukan dia.'' Ucap Gano mencengkram stir mobil dengan erat hingga tangannya terlihat memutih, tidak ada aliran darah mengalir sampai ke jari jemarinya..
Tak lama setelah itu, Satria melangkah masuk kedalam mobilnya dan pergi dan tak tertinggal Siska tengah melambaikan tangannya saat mobil satria pergi dengan senyuman manis di wajahnya..
Gano menghubungi seseorang untuk mencari tau siapa pria yang bersama Siska. Gano berharap dalam hatinya jika Satria bukanlah suami Siska, agar ia bisa mendapatkan satu kesempatan untuk menembus segala dosa yang telah ia perbuat pada Siska..
•
•
•
•
DI SISI LAIN•
Agam menyuruh mang Ujang dengan bi Sumi untuk membawa barang-barang dari kontrakan ke rumah miliknya, yang dulu ia tempati kini menjadi miliknya karna paman Kenz memberikan rumah ini, sebagai kado pernikahan.
Agam Juga melihat jika mobilnya masih tersimpan rapih di dalam garasi, dan rumah yang bersih karna selalu ada orang yang membersihkan nya..
Cinderella celingak cinguk merasa heran saat ia melihat jika rumah ini sangat rapih dan bersih. ''Bukankah rumah ini sudah lama tidak di tempati? tapi ko rapih dan bersih bahkan tidak ada debu sedikit pun.'' ucap Cinderella menempelkan dua jarinya pada meja hiasan di depannya..
''Rumah ini memang ada orang yang aku suruh untuk membersihkan nya, jadi tidak akan ada kotoran atau debu yang menempel.'' Agam mendekat dan memeluk Cinderella dari arah belakang.
''Jika kau selalu menyuruh orang untuk membersihkan rumah ini, kenapa dari awal kita menikah tidak tinggal disini saja hemm kenapa harus ngontrak dan hidup susah.'' Cinderella cemberut.
Cup..
Agam mencium pipi Cinderella, membuat sang mpu malu dan bersemu merah di kedua pipinya.
''Aku memang sengaja ingin merasakan hidup susah bersama mu, tapi setelah aku merasakannya kita hidup tidak terlalu susah seperti yang aku bayangkan.'' bisik Agam yang mulai menghisap area leher..
Cinderella tidak bisa menolak karna tubuhnya merespon dengan tangan terbuka, bahkan kini matanya terpejam merasakan gelenjar aneh itu lagi saat Agam mencumbuinya..
Kedua insan itu terbawa suasana, hingga Agam mencengkram rahang Cinderella untuk menoleh kebelakang lalu Agam mencium bibirnya. Lidah mereka saling bertautan dan berbelit, mencicipi asa yang menjadi candu untuk keduanya bahkan mereka sudah tidak lagi canggung untuk bertukar saliva..
Hinggaaaaa___
Braaakkk...
''Astagfirullah!'' Teriak bi Sumi menjatuhkan dus yang ia bawa dari kontrakan, saking terkejutnya melihat adegan tak senonoh yang sedang di lakukan anak majikannya.
Sementara Cinderella dan Agam karna terkejut sudah kepergok oleh bi Sumi, mereka malu dan membuang muka mencari sesuatu yang sebenarnya tidak sedang mereka cari.
.''Oh aku lupa untuk menghubungi seseorang.'' Ucap Cinderella melangkah ke luar rumah dengan langkah lebar, sementara Agam melangkah ke dapur untuk mengambil minum.
Sedangkan bi Sumi juga jadi salah tingkah dan merasa tidak enak hati sudah mengganggu kebersamaan anak majikannya, ia pun bergegas merapihkan barang yang sempat jatuh lalu pergi ke lantai atas..
Saat Cinderella berada di halaman rumah, ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Cinderella pun membuka pesan itu yang ternyata dari sahabatnya Mely yang sudah menunggunya di depan rumah ayah Haris..
Cinderella pun melangkah untuk bertemu dengan Melly, dan melambaikan tangannya saat ia melihat Melly sedang di bonceng oleh kekasihnya.. Tak lama Melly sudah ada di depan Cinderella lalu turun dari motor dan menyeret tangan Cinderella hingga sedikit jauh..
''Ini yang kamu pesan.'' Melly memberikan kantong plastik berwarna hitam dengan sembunyi sembunyi pada Cinderella..
''Aahh kau memang teman baikku, makasih yaaaa udah mengepotin kamu.'' Cinderella memeluk Melly dengan erat dan di balas oleh Melly..
''Emangnya obat itu buat apa sih?'' Tanya Melly penasaran.
Cinderella menyunggingkan bibirnya membentuk senyuman jahat di wajahnya, ''Ini obat buat si penyihir Meksiko dan anaknya si ulat keket berbulu domba he hehe he.''
''Sudah ku duga.'' Melly melipat kedua tangannya di dada, ''Kau tau, kamu itu lebih pantas bermana bawang merah di bandingkan harus jadi bawang putih! ya ampunnn siapa orang yang sudah membuat dongeng Cinderella berantakkan seperti ini. Apa jangan-jangan kamu itu reingkarnasi bawang merah?''
Pletaakk... Awwww..
Melly mengiris sakit saat jidatnya di sentil oleh sahabatnya. ''Heiii ini menyakitkan!''
''Itu sentilan untuk menyadarkan mu, kamu kan tau kalau aku ini Cinderella masa kini dan tidak bisa di tindas oleh siapapun.'' Cinderella membusungkan dadanya lalu menepuk dadanya dengan bangga.
Sedangkan Melly berdecak sebal. ''Nama aja Cinderella tapi kelakuan kaya sim salabim abra kadabra.'' gerutu melly yang membuat Cinderella terkekeh..
•
...••••••...
...JANGAN LUPA YAAA UNTUK DUKUNG OTHOR...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...