
...•°•°•°•°•...
•
''Biiii, bibiiii.'' teriak Cinderella memanggil bi Sumi, namun tidak ada sahut sama sekali..
Cinderella pun melangkah ke arah dapur untuk mencari bi Sumi, namun wanita ber'umur 42thn itu tidak ada di dapur.. ''Bi Sumi kemana sih? bibiiii.'' Teriak Cinderella lagi, sambil melangkah ke ruang tengah dan memanggil namanya..
''BERISIIIIIKK.'' teriak si penyihir Meksiko dari lantai atas, yang mana membuat Cinderella mendongkakkan kepalanya...
''Isshh mood rusak ku kenapa nongol sih.'' gerutu Cinderella, yang benar-benar malas untuk adu mulut dengan mama tirinya. ''Awas aja kalau cari masalah, kusingkirkan saja sekalian.'' gumam Cinderella dalam hati melihat ibu tirinya menuruni anak tangga..
Sementara Amora langsung melangkah ke lantai bawah, ingin menghampiri Cinderella dan memarahinya karna mengganggu dirinya yang sedang santai dengan anak kesayangannya.
Sedangkan Cinderella yang malas meladeni, langsung melangkah ke luar dari rumah.
''Upik abu nawas tunggu! Upik abu. Ellaaa surella binti sukimin berhentiii. Cinderellaaaaaa.'' Teriak Amora yang kesal karna anak tirinya tidak menoleh padanya. Harga dirinya sebagai seorang ibu terasa di lukai karna anak tirinya selalu mengabaikan jika dia memanggil namanya..
''Apa sih!'' sentak Cinderella menoleh ke belakang..
''Dasar kurang ajar kamu yaaa, anak kurang didikan! di panggil bukannya noleh malah melengos gitu aja.'' dengus Amora..
''Ck, aku lagi malas berantem nek, plis yaaa untuk kali iniiiiii saaja! jangan ganggu pagi hariku dengan wajahmu yang persis jeng Kelin..''
''Apa kamu bilang?'' Si penyihir Meksiko melototkan matanya..
Cinderella menggelengkan kepalanya dengan malas. ''Heiissh, masa harus aku ulang lagi sih! wajahmu persis jeng Kelin! Puas?''
Amora cemberut mengepalkan kedua tangannya, lalu memukul bahu Cinderella dengan kencang..
Plaaakk...
Awww. Ringis Cinderella mengusap bahunya..
''Dasar mulut jahanam! nggak pernah di sekolahan yaa.''
''Heh, penyihir dari Meksiko! berani sekali kau memukul ku!'' Bentak Cinderella tak terima.
Amora malah lebih menantang. ''Kau pikir aku tidak bisa memukul? nih rasakan ini..''
Bugh...
...Bugh.....
Bugh..
...Bugh.....
Amora membabi buta memukul badan Cinderella dengan kencang, namun entah mengapa Cinderella hanya diam saja tidak melawan. Tidak seperti biasanya, jika Cinderella akan membalas yang lebih dari apa yang dia dapat..
Namun tiba-tiba seseorang berteriak dari arah pintu. ''Ya Allah nyonyaaa, jangan nyonyaa.'' teriak bi Sumi dari ambang pintu keluar, lalu berlari melindungi Cinderella dari pukulan Amora.. ''Berhenti nyonya saya mohon, kasihan Non Ella.'' mohon bi Sumi, memeluk erat Cinderella..
Namun beda halnya dengan Cinderella yang santai saja mendapatkan pukulan yang lumayan keras dari ibu tirinya, padahal kulit Cinderella sudah memerah, namun Cinderella yang licik sudah memikirkan rencana balasan yang lebih dari yang di terima olehnya..
''Heeeh, dasar anak durhaka! kenapa kamu tidak melawan seperti biasanya hah! apa nyali mu sekarang sudah menciut.'' Amora melengos dengan senyuman puas terpatri di wajahnya, karna dia berhasil memberi pelajaran pada anak tirinya..
Namun Amora melupakan sesuatu, bahwa Cinderella tidak akan bisa diam jika harga dirinya di injak apalagi di permainkan.. Setelah kepergian Amora, Cinderella melihat menyunggingkan bibirnya..
'' Neng Ella? neng Ella nggak apa apa kan?'' tanya bi Sumi melihat dan memeriksa tubuh Cinderella yang memar kemerahan..
''Nggak apa apa bii, aku kesini hanya ingin di buatkan nasi uduk sama bibi boleh?'' pinta Cinderella yang masih menginginkan nasi uduk..
Bi Sumi menghela nafasnya dengan lega, ia tau jika anak majikannya ini tidak cengeng. ''Boleh donk neng, nanti bibi buatkan untuk neng yaaa.''
''Ya udah kalau gitu, Ella pulang yaaa nanti bisa bibi antar ke rumah Ella?''
''Nanti bibi anterin nasi uduknya jika sudah matang ya neng.''
Cinderella mengangguk lalu berdiri dengan senyuman mengembang di wajahnya, kaki jenjangnya keluar dari rumah ayahnya sambil melihat kulitnya yang memar.. Bukannya marah, Cinderella tersenyum senang. ''Ck, terima kasih lukanya.'' ucap Cinderella..
Ketika Cinderella menutup pintu pagar, netra matanya melihat jika mobil mertuanya berbelok ke halaman rumahnya. ''Pucuk di cinta upan pun tibaaaaa, huyuuuuu sebentar lagi si penyihir itu akan terkena amukan mertuaku.'' ucap Cinderella dengan senang, lalu ia dengan cepat melangkah ke rumahnya..
''Tunggu!'' Cinderella menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak. ''Sepertinya belum afdol.''
Tanpa di sangka. Cinderella menampar pipinya lebih kencang di bandingkan pulukan yang di berikan oleh ibu tirinya. Plaaakk... Plaaakk.. Plaaakk. Tiga kali Cinderella menampar pipinya hingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya, jangan di tanya bagaimana kondisi pipinya Cinderella. Karna tamparannya begitu kencang, hingga kedua pipi Cinderella terpatri jelas cap lima jari..
''Aahh sakitt.'' gumam Cinderella, lalu dia berusaha mengeluarkan air mata buaya dan tipu daya agar terlihat mengenaskan! dan orang yang melihatnya merasa iba dan kasihan..
Cinderella berjalan ke arah rumahnya dengan tertatih tatih, menangis pilu meremas dadanya, seakan dia terzolimi dan teraniyaya..
Hisk.. Hikssss..
•••••
Sedangkan mom Lulu dan dad Borkhan sudah berada di dalam rumah, namun mereka tidak menemukan seorang pun yang ada di rumah ini.. ''Sayang, kemana mereka pergi?''
''Agam pasti pergi ke pabrik bersama mertuanya, tapi kemana menantu ku yaa? Cinderella. Nak.'' panggil Lulu..
''Coba periksa di atas, mungkin Cinderella masih tidur.'' suruh Borkhan. Namun belum juga kaki Lulu melangkah ke lantai atas, mereka berdua mendengar suara tangisan dari arah luar..
Dad Borkhan dan mom Lulu saling pandang, lalu pandangan mereka tertuju pada pintu yang terbuka bersamaan dengan tubuh ringih dan menangis penuh luka di wajah dan tubuhnya..
''Ya Allah Nak!'' teriak dad Borkhan dan mom Lulu terkejut melihat menantu kesayangan mereka babak belur, dengan segera mom Lulu menghampiri Cinderella dan memeluknya..
''Apa yang terjadi padamu nak?''
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...
...Jangan lupa yaaaa dukungannya.. Baru up karna si Ilham baru nyamperin😄😄...