
...•°•°•°•°•...
Malam Hari•
Jam menunjukkan pukul delapan malam, Cinderella bangun dari tidurnya lalu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kamar dengan wajah bingung karna ia tidak melihat siapapun di dalam kamar..
Susah payah Cinderella turun dari ranjang menuju kamar mandi, menahan sakit di area sensitifnya bekas pertempuran dengan si pisang tanduk made in Arabia yang ganas.
Cinderella berendam air hangat yang di campur wewangian esensial yang akan membuat ia fresh dan rileks kembali setelah merasakan pegal dan nyeri secara bersamaan.
Setelah beberapa saat tubuhnya sudah agak enakkan, Cinderella dengan hati-hati membasuh tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi menuju lemari untuk mengambil baju yang akan ia pakai.
''Yank.'' Agam memanggil Cinderella dan sedikit terkejut melihat istrinya sudah mandi.
Cinderella menoleh. ''Kamu dari mana?''
''Abis makan siang laper, sekalian ngambilin buat kamu ini.'' Agam menaruh nampan berisi makanan dan satu gelas air. ''Aku pikir belum bangun, masih sakit?'' Tanya Agam lagi.
''Sedikit.'' jawab Cinderella dengan malu-malu, dan mengalihkan pandangannya ke arah baju yang ada di dalam lemari..
Cinderella malu untuk mengingat betapa brutalnya si pisang tanduk made in Arabia menjajahnya..
Dan malam itu pun mereka habiskan dengan gempuran gempuran maha dahsyat, hingga terjadilah gempa di bawah alam goib yang membuat para santanu dan santani beserta para iblisun dan iblisati lari kocar kacir menyembunyikan diri dari guncangan. Hingga mereka tidak ingat bahwasanya mereka bisa menghilang bukan berlari..
Saking paniknya guys yaaa panik.
Berbeda dengan Cinderella dan Agam yang tengah menikmati malam seribu kenikmatan. Mama penyihir meksiko dan si Nungky ulat keket berbulu domba sedang merasa penderitaan atas ulah Cinderella tadi siang.
Mereka sedang merasakan perih dan gatal secara bersamaan, dan itu membuat kulit mereka menjadi merah ke unguan karna terlalu di garuk secara berlebih.
''Cinderella sialan! pasti ulah anak itu, dia benar-benar harus aku singkirkan.'' gumam ibu tiri Amora sudah di ambang batas kesabaran dengan semua ulah Cinderella. Dan kini dia akan membalas semua yang sudah Cinderella perbuat padanya..
•
•
•
•
Bel bunyi terdengar nyaring di kediaman Agam dan Cinderella, namun sang pemilik rumah belum kunjung membuka'kan pintu untuk tamu yang datang.
''Ini pada kemana sih? kok masih gelap gelapan dan belum di buka gordengnya.'' gerutu Melly celingak-celinguk mengintip kedalam rumah, namun boro-boro bisa mengintip kedalam! melihat celahnya pun tidak ada karna saking rapatnya bahkan semut pun tidak bisa masuk lewat mana pun..
''Kemana sih! hari ini kan ngumpulin tugas dari dosen killer, si Ella cari gara-gara nih.'' Melly terus saja menekan bel tanpa bosan..
Sedangkan si tuan rumah belum kelar cabut, malah mereka lagi legit legit nya menikmati suguhan pisang tanduk yang masih hangat bertabur susu coklat kental manis enak rasanyaaaa...
heh, ngapa jadi iklan...
''Agam, bukain pintu dulu ihhh sana!'' pinta Cinderella pada Agam yang masih mendorong pinggulnya..
''Masih nanggung Yank, uuhh enak banget.'' Agam terus menggoyangkan pinggulnya dengan ritme cepat namun nikmat, dan sesekali menghentak membuat Cinderella menggila dengan rasa itu..
''Tapi_ aahh beris_ uummhh banget.'' desah tak tertahan hingga bicara pun terpotong potong.
Bukannya menghentikan gerakannya, Agam malah semakin gencar menghentakkan miliknya yang belum pernah merasakan surga dunia seperti ini. Hingga akhirnya Agam bisa menggapai kenikmatan yang terus akan dia rasakan ketika dia menginginkan nya.
Arrgghh..
Agam menekan pinggulnya, hingga tubuh kekar itu ambruk di atas tubuh Cinderella yang masih ter'engah engah dan merasa kelelahan..
Mata mereka saling menatap satu sama main, buliran keringat menjadi saksi saat Agam terus menggauli Cinderella dari kemarin sore hingga pagi menjelang siang.
Cup.. Makasih sayang..
Kedua orang itu malah terbaring, dan terlelap tidur kembali karna kelelahan sudah berpacu mengitari nirwana bersama kuda poni ala ala mimi peri. Tanpa memperdulikan bel yang sejak tadi berbunyi bahkan gedoran pintu tak di idahkan oleh kedua insan yang di mabuk kenikmatan...
•
...••••...
...LIKE.KOMEN....
...jangan lupa...
...Insha Allah kalau ada waktu up lagi nanti siang.....