
...•°•°•°•°•...
•
Agam berdiri di depan pintu dan menghela nafasnya sebelum membuka pintu untuk Gano, jantungnya berdetak kencang namun bukan detak rasa cinta melainkan detak ketakutan akan sesuatu yang tidak ingin ter'ulang kembali untuk ke dua kalinya..
Takut amat pak! di gondol bini sama adik sendiri yaaaa wkwkwk..
Ceklekk..
Agam membuka pintu dan memanggil Gano yang sedang memainkan ponsel sambil menyenderkan tubuhnya di tembok.''Gano.''
Gano menoleh lalu memasukkan ponsel kedalam saku. ''Kheem Bang.''
Agam mengerutkan keningnya saat Gano memanggilnya dengan sebutan Bang. Biasanya Gano akan memanggil namanya tanpa embel-embel Abang atau Kakak.
''What happend with him? did he knock on the plane door before coming here.(Apa yang terjadi dengannya? apa dia kejedot pintu pesawat saat datang kesini.)'' gumam Agam dalam hati merasa heran dengan sikap Gano.
''Aku ingin bicara Bang, apa boleh kita bicara empat mata?'' Pinta Gano yang melihat Agam kebingungan..
''Ahhh baiklah, ayo kita bicara di luar.'' Agam membawa Gano di teras dan mengobrol walau terasa canggung, mereka tidak se'akrab dulu karna Gano terlalu malu untuk menatap wajah sang Kakak setelah apa yang telah dia lakukan..
''Kapan kau kesini?'' Tanya Agam lebih dulu mencairkan suasana yang canggung.
''Semalam Bang, aku kesiniiii_ akuuu ingin meminta maaf atas semua kesalahanku. Aku tau jika kau tidak akan mudah memaafkan aku tapiiii....
''Aku sudan memaafkan mu sebelum kau memintanya, aku sudah bahagia dan menemukan pasangan di sini.'' Agam menepuk pundak sang adik yang ada di sampingnya.
Gano menghela nafasnya, hatinya lega sekaligus tak percaya jika sang Kakak akan memaafkannya dengan mudah. Gano pun menceritakan apa yang sudah menimpa dirinya dan keluarganya, terlebih Gano menceritakan bagaimana dia di khianati dan anak yang di kandung Maria bukanlah anaknya..
Agam sebagai sang Kakak merasa prihatin melihat nasib adiknya, namun di sisi lain ia tertawa puas karna Gano menerima karma yang instan di bayar tunai tanpa ngutang..
Cukup lama mereka mengobrol, Gano berpamitan karna ada hal penting lainnya yang harus dia selesaikan terlebih dahulu. Agam mengangguk dan memeluk sang adik karna hampir delapan bulan tidak bertegur sapa..
''Kalau begitu aku pamit yaa Bang.''
''Hem, hati-hati..''
Gano pun melangkah pergi masuk kedalam mobil, Agam memastikan jika mobil adiknya sudah pergi lalu ia kembali masuk dan mengunci pintu..
''Ella?'' Agam membuka pintu lemari dan melihat jika Cinderella menatapnya dengan tajam..
''Maafkan aku, apa kau bisa bernafas di dalam sini?'' Tanya Agam membuat Cinderella memaafkan kedua bibirnya menahan gejolak jengkel sekaligus amarahnya..
''Tentu saja aku bisa bernafas karna di dalam sana ada Ac nya.''
''Hah masa sih?''
''Yaaa, coba saja masuk kedalam dan rasakan sendiri!'' Ketus Cinderella melangkah pergi.
''Eh, Ella kau mau kemana?'' Agam mencekal pergelangan tangan Cinderella..
''Aku mau pergi!''
''Lho, emang gak jadi nerusin yang tadi sempat tertunda?''
Cinderella mencibikkan bibirnya. ''Eh Wan Abud! apa akau pikir aku mau? aku tidak akan melanjutkan yang tadi sebelum kau memperkenalkan seluruh anggota keluarga mu padaku. Dan lagi kau dan aku hanya menikah sebatas nikah siri, jangan terlalu baper deh dan jauh jauh dariku.'' ketus Cinderella menepis pergelangan tangan nya yang di cekal Agam..
Agam merasa bingung dengan perubahan sikap istrinya yang sudah kembali ke pengaturan pabriknya. ''Tunggu, apa aku melakukan kesalahan.''
Jiaaaahh cowok mah dimana mana nggak peka yeee..
''Kau pikir? heh, aku sakit hati karna kau menyembunyikan ku di dalam lemari saat adikmu datang berkunjung. Apa kau malu memperkenalkan aku sebagai istrimu? apa aku begitu buruk sampai sampai kau sembunyikan.''
Deg.. Deg...
Jantung Agam terasa perih saat ia tau mengapa sifat istrinya berubah. ''Ella bukan sepert__
''Bukan seperti apa? aahh sudahlah aku nggak perduli, terserah apa yang mau kau lakukan!'' sentak Cinderella melangkah pergi keluar mengendarai motornya..
''Arghh shiit!'' Umpat Agam lalu mengejar Cinderella ke keluar, namun Cinderella sudah pergi dengan motor kesayangan nya..
Agam pun masuk kedalam rumah dan tidak sengaja melihat ponsel Cinderella yang tidak ia bawa. Agam pun menelpon seseorang yang sudah dia percaya di Indonesia..
"Tapi bos aku__
"Tidak ada tapi tapian! cepat laksanakan sebelum aku potong gajihmu."
Tuutt...
Agam menutup ponselnya lalu pergi keluar untuk menyusul Cinderella, ia khawatir pada istrinya yang mengendarai motor seperti Rossy kebelet mpup..
•
•
•
•
Sedangkan Cinderella mengendarai motornya entah kemana, yang jelas ia kebut kebutan sambil kecat keccot di jalanan yang sepi.. Karna hanya dengan cara seperti ini lah hatinya bisa tenang kembali dan melupakan kekesalan nya, setelah lama ia muter-muter di jalan akhirnya Cinderella menepikan motornya lalu menghubungi Melly sahabatnya..
''Ahhh ponselku ketinggalan lagi! gimana yaaa.'' Cinderella celingak-celinguk mencari mangsa, ia pun melihat anak anak remaja yang sedang mabar ep ep lalu Cinderella menghampiri mereka..
"Haii adek adek, kakak boleh minta tolong nggak?'' Ucap Cinderella membuat anak anak itu menoleh dan mengangguk..
''Apa kak?''
''Bisa tolong telponin seseorang nggak, kakak ada janji tapi kakak lupa bawa ponsel kakak.''
''Ouhh, nomer nya mana kak?''
Cinderella menyebutkan nomer Melly, lalu mengucapkan terimakasih setelah tau keberadaan Melly, Cinderella pun bergegas pergi menemui Melly yang berada di markas tempat ia dan ddk nongkrong alias sisi susukan (pinggir sungai) di pinggir jalan..
Fifteen minutes later•🏍
''Kenapa La?'' Tanya Darren saat Kaleea duduk bergabung bersama mereka.
''Sebel sama laki Gua!'' jawab Cinderella sambil menekuk wajahnya..
''Kenapa? nggak di kasih jatah.''
Cinderella menoleh dan melototkan matanya. ''Sialan Lu, gini-gini Gue masih perawan yaa.'' Ucap Cinderella membuat semua temannya terkejut.
Whaaat!!!
Teriak mereka bersamaan, namun tidak termasuk Melly yang memang mengetahui bagaimana keadaan rumah tangga sahabatnya..
''Jadi Lu belum ngerasain Wik-wik La?'' Tanya Jono yang di angguki Darren dan Kustini.
''Ih apaan sih Lu pada, udah deh jangan bahas itu sekarang! Gue lagi gak mood nih, ada yang tanding balapan nggak? tanya Cinderella.
''Ada La, itu geng si Momok ddk lagi balapan di jalur yang biasa kita ikutan balapan.'' Ujar Darren.
''Cus ke sana yook, gatel nih udah lama nggak bapalan.'' Ucap Cinderella yang sebenarnya sudah mempunyai ide untuk membalas Agam agar suaminya kesusahan..
''Jangan La, Gue denger polisi lagi ngintai di sana. Takutnya kalau lagi balapan ada polisi bisa berabe.'' Ucap Jono memperingati Cinderella..
''Iyaa ah Gue nggak ikutan.'' ucap Kustini yang di angguki Darren, Jono, Melly dan Ayank Melly..
''Aaahh Lu pada nggak asik, ya udah Gue berangkat sendiri aja byee.''
Cinderella berdiri dari duduknya lalu mengendarai motor kesayangannya untuk ikutan balapan dengan geng Momok ddk.. Cinderella berharap jika nanti akan ada polisi yang menangkapnya dan dia di bawa ke kantor posisi lalu Cinderella akan mengaku bahwa suaminya lah yang menyuruhnya balapan liar.
''Ha ha ha hahahah lihat saja Wan Abud, aku akan membuat mu kesusahaaaannnn! itulah pembalasan yang akan kamu terima karna sudah membuat mood ku rusak.''
•
•
...••...
...Kurang nggak? padahal ini udah 1000 kata lho🤭hehehe insha Allah nanti up lagi magrib. tapi jangan lupa kirim kirim Othor bunga donk yaa sayang yaaaa.....