
...•°•°•°•...
•
Duduk seorang pria tampan mengenakan pakaian rapih dengan kemeja dan jas yang senada. Ia tengah memeriksa berkas-berkas yang harus ia tanda tangani..
''Klarisa, tolong ke ruanganku.'' Panggil Agam dari monitor, pada sekretaris nya..
''Baik Pak.''
Klarisa, adalah sekretaris ayah Haris dan sekarang menjadi sekretaris Agam. tubuh cantik dan seksi itu melangkah ke ruangan sang bos dengan senyuman mengembang di wajah cantiknya..
Entah senyuman apa yang dia perlihatkan, namun dari senyuman itu tersirat jika ada sesuatu dengan Klarisa.
Tok... Tok.. Tok..
"Masuk." Jawab Agam dari dalam.
"Anda memanggil saya pak?"
''Yaa ... ambil ini dan berikan pada Pak Yanto.''
Klarisa melangkah mendekat, dan mengambil file berwarna mewah yang di berikan Agam padanya. "Yang ini pak?"
''Hm yang itu.'' jawab Agam tanpa menoleh padanya.
Klarisa terdiam sejenak, lalu memegang kepalanya yang terasa pusing. ''Ahhkk.''
Agam menoleh, ''Are you ok?''
''Kepala ku pusing Pak. Aduuhh ...''
''Jika kau sakit, pulanglah! jangan merepotkan orang lain.'' Cetus Agam.
''Ah ... baik pak, ak--'' Klarisa tidak melanjutkan perkataannya, saat tubuhnya terhiyung kebelakang. Untung saja dengan sigap Agam memegang pinggang Klarisa.
''Heh, kamu baik-baik saja?'' Agam menepuk pipi Klarisa, ''Kau pingsan.''
Agam menggendong tubuh Klarisa ke sofa, namun tanpa di sangka. Klarisa membuka matanya dan langsung memeluk Agam dengan erat..
''Heii apa yang kau lakukan!''
''Aku bisa memuaskan mu Pak, bukankah istrimu sedang hamil.''
''Aku tidak mau ... Bapak harus memuaskan ku dulu ... aku bisa jaga rahasia Pak.'' Ucap Klarisa mencoba untuk mencium bibir Agam..
''Lepasakan!''
''Tidak mau, jika bapak tidak mau memuaskan ku! aku akan berteriak jika bapak melecehkan ku!'' Ancam Klarisa.
''JAGA BATASAN MU KLARISA!'' teriak Agam, yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
Agam semakin memberontak, ketika kaki Klarisa melilit di pinggangnya dan menahan kepala Klarisa agar tidak semakin maju untuk mencium bibirnya..
''Jangan memberontak Pak, aku semakin gila jika Bapak terus memberontak.'' Ucap Klarisa dengan nada sensual..
Tanpa di sangka, pintu ruangan terbuka bersamaan datangnya Cinderella masuk kedalam ruangan, dan melihat hal yang bisa membuatnya salah paham.
''Wan Abud!'' teriak Cinderella mengepalkan kedua tangannya.
Cinderella datang ke kantor untuk mengadu pada suaminya, perihal kelakukan si penyihir Meksiko yang sudah memasak si Blacki kesayangannya. Namun naas, Cinderella harus melihat hal yang tidak pernah dia sangka.
Agam dan Klarisa menoleh secara bersamaan ... dua raut muka yang berbeda di tunjukkan oleh Agam dan Klarisa. Dimana Agam takut jika istrinya salah paham, dan raut muka puas di tunjukkan oleh Klarisa karna dia sudah menjalankan rencana dari Nungky..
Klarisa dengan santai melepaskan kedua tangan dan kakinya, lalu berdiri dan memperlihatkan wajah memelas penuh kasihan. ''Nona Ella, suami anda telah melecehkan ku ...'' Adunya pada Cinderella, yang mana membuat Cinderella menatap suaminya dengan tajam.
''Bohong sayang, aku tidak pernah melecehkan siapapun! tadi dia pingsan dan aku mencoba untuk menolongnya, tapi di--''
''Kenapa anda seperti itu Pak, Bapak yang memaksa saya dan langsung mendorong saya ke sofa! Bapak benar-benar suami bejat.'' Isak tangis Klarisa, membuat karyawan kantor merasa kebingungan dengan apa yang terjadi di dalam ruangan atasan mereka.
''DIAM KAMU!''
''Hiskk ... tidak apa jika Nona Ella tidak mempercayai saya, saya memaklumi itu.'' Ujar Klarisa melangkah tertatih, untuk keluar dari ruangan Agam.
Namun saat Klarisa melewati Cinderella, tangannya di cekal dengan kasar oleh Cinderella. ''Tunggu!''
•
...•••...
...Akankah Cinderella percaya, jika Agam sudah melakukan hal yang tidak senonoh?...
...Jangan lupa dukungannya yaaa...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...