CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
CS ~ Bab100. Memamerkan Harta.



...•°•°•°•°•...



Apartemen Melly•


Cinderella yang baru saja sampai beberapa menit yang lalu, kini dirinya tengah menjajah kulkas Melly yang penuh dengan makanan.


Tangan kanan memegang eskrim, tangan kiri memegang kripik, dan tidak lupa ... di dalam mulut Cinderella terdapat bolu yang dia lelepkan kedalam mulutnya hingga penuh.


''Ya ampun Surella, kerasukan apa Lu?'' Melly menggelengkan kepalanya tak percaya.


''Aku laper ... Aunty, curcol sambil ngemil 'kan enak.'' Ujar Cinderella menutup kulkas menggunakan siku tangan nya, lalu ia melangkah ke ruang tv layaknya dirinya adalah pemilik apartemen.


''Mau curhat apa?'' tanya Cinderella yang sudah di posisi wenak.


''Sebelum curhat, aku mau tanya.''


''Tanya apa?''


''Kamu ke sini mandi dulu nggak sih! bau jigong campur bau beclin, bekas kecebong suami mu.'' Melly menutup hidungnya.


Cinderella refleks mencium badan nya, lalu dia menyengir kuda. ''He he he ... tau aja kalau aku belum mandi.''


''Tau lah, bau beclin sangat menyengat. Mandi dulu gih sana ... pakai baju ku.'' Dorong Melly dengan pelan.


''Ihhh nggak ah ...''


''Nggak mau ... mandi dulu sana!''


''Ish, iya ... iya ... mandi ini.'' Cinderella terpaksa menuruti perkataan Melly untuk mandi, ia tidak bisa menolak apapun yang di suruh oleh sahabat nya ini.



Sementara di sini lain•


Si Suneo masih duduk menunggu Cinderella yang belum keluar dari dalam rumah, membuat ia mengerutkan keningnya karna menunggu terlalu lama.


Namun tak berapa lama, pintu terbuka bersamaan Bi Sumi keluar.


''Cinderella ...''


Bi Sumi menoleh, "Lho ... ada tamu rupanya?'' Bi Sumi terkejut.


''Asalamualaikum.'' Ucap Burhan dengan ramah, mengucapkan salam.


''Walaikum'salam, cari siapa Mas?''


''Cinderella nya ada Bik?''


''Non Ella, sudah pergi tadi ... dia juga nggak bilang sama Bibi kalau ada tamu.''


''Hah, pergi? perasaan saya dari tadi di sini Bik, kok saya nggak lihat Ella keluar dari rumah?''


''Non Ella keluar dari pintu belakang Mas.''


''Oh ...'' Burhan merasa kecewa, namun sedetik kemudian dia tersenyum. ''Yasudah Bik, bilang pada Ella untuk menghubungi saya, ini kartu nama saya.''


''Baik Mas, ngomong ngomong ada apa yaa ... maaf sebelumnya saya kasih tau, jika Non Ella sudah bersuami.''


''Saya tau jika dia sudah bersuami, saya ke sini hanya untuk menuntun nya kejalan yang benar.''


''Jalan yang benar?'' Bi Sumi pun sama herannya dengan Cinderella, ''Anak majikan saya, jalannya udah benar kok Mas ... kaki masih menyentuh tanah.''


''Bukan begitu Bik, selama ini kan sifat Cinderella amburadul dan somplak. Siapa tau jika saya rukiah dia bisa normal kembali.''


''Jadi maksud Mas iki opo ...? Anak majikan saja kerasukan Jin gitu?''


''Sepertinya begitu Bik.''


''Wooh, dasar wong gemblung!'' Sentak Bik Sumi, memukul pundak si Suneo, ''Anak majikan saya tidak perlu di rukiah! sifatnya memang sudah seperti dari kecil! Wes pergi sana ... buang buang waktu saja.''


''Tapi Bik ...''


''Wes pergi, pergi, hus ... hus ...'' Usir Bi Sumi, seperti mengusir kucing oyen.


Burhan pun melangkah pergi dan masuk kedalam mobil, sementara Bi Sumi menatap kartu nama yang di berikan si Suneo padanya.


''Untuk apa ini? kaya nya nggak penting juga.'' Bi Sumi membuang kartu yang di berikan Burhan.



Melly tengah memainkan ponselnya, mengirim beberapa pesan pada suaminya yang tengah bekerja. Melly juga menunggu Cinderella yang masih betah di kamar mandi membersihkan tubuhnya dengan sabun.


Namun tak lama, Melly mendengar bel apartemen nya berbunyi ... ia pun segera bangun dari duduknya untuk membuka pintu.


''Yaa ... siapa?'' tanya Melly pada dua orang tamu paruh baya, dan wanita cantik di depan pintunya.


''Kami orang tua Satria.''


Deg ... Deg ... Deg ...


Jantung Melly berdetak kencang, tenggorokan nya terasa kering dan susah untuk menelan ludahnya sendiri. ''Si-silahkan masuk.'' Melly mempersilahkan kedua mertuanya masuk, di ikuti oleh seorang gadis yang menetapnya dengan tatapan benci.


Dengan wajah dingin, mereka bertiga pun masuk dan melihat kanan kiri. ''Dimana anakku?'' tanya mertua laki-laki Melly, yang sudah duduk di sofa.


''Sat-khem ... Satria sedang bekerja Pak.'' gugup Melly.


''Duduklah, saya ingin berbicara denga mu.'' titah Ayahnya Satria.


Melly dengan patuh duduk agak berjauhan dengan kedua mertuanya, hati nya gugup tak bisa di sembunyikan.


Satria sudah pernah bilang, jika kedua orang tuanya tidak merestui pernikahan mereka, dan Satria juga di usir dari rumah orang tuanya.


''Ya ampun ... apa yang akan mereka lakukan.'' Gumam Melly dalam hati, merasa was-was dan takut.


''Siapa yang bertamu Mell?'' tanya Cinderella dengan santui, dari arah kamar.


Semua orang menoleh pada Cinderella, terutama kedua orang tua Satria yang terkejut ketika mendapati ada dua wanita di apartemen anaknya.


''Jadii ... siapa istrinya Mas Satria?'' tanya Sinta, melihat Cinderella dan Melly secara bergantian.


''Dia.'' Tunjuk Cinderella pada Melly, lalu Cinderella duduk di sebelah Melly melihat tiga orang di depannya.


''Jadi kau orang luar, yang tengah bahagia menikmati harta anak saya ... dan menjadi parasit!'' Sentak Ayah Satria pada Cinderella.


''Parasit? maksud bapak apa ...? Saya tidak perlu menjadi parasit, karna saya sudah kaya raya sejak lahir.'' Cinderella menepuk dadanya dengan sombong.


''Cih alasan!'' Dengus Ayah Satria, tidak mempercayai perkataan Cinderella.


''Sudahlah Pah ... jangan berdebat! Kita ke sini untuk jemput Satria, bukan beradu mulut dengan kedua wanita tak berguna.'' Ibu Satria mengingatkan suaminya.


''Jemput?'' Cinderella mengerutkan keningnya.


''Yaa, kami akan menjemput anak kami yang sudah wanita ini ambil.'' Tunjuk Ibu Satria pada Melly.


''Ya ampun Ibu .... Ibu ... kalian masih berpikir jika yang kalian jemput itu seperti anak TK? anak kalian itu sudah dewasa, sudah bisa menentukan jalan yang terbaik untuk dirinya sendiri.'' Ucap Cinderella.


''Lagian ya Ibu ... Kakak saya ini kurang apa sih? dia cantik dan berpendidikan, mandiri, dan bisa menghasilkan uang sendiri. Tidak sepertii ....''


Cinderella menggantungkan nada bicaranya, namun kedua matanya melirik wanita di sebelah Ayahnya Satria, ''Dia, yang hanya bergantung pada uang laki-laki.'' Tunjuk Cinderella pada Sinta.


''Jaga batasan mu!'' Bentak Ayahnya Satria pada Cinderella, ia tak terima jika calon menantunya di ejek. ''Dia bukan yang kami inginkan menjadi menantu! dia dan anak kami beda Kasta!''


Cinderella mengerutkan keningnya, ia tak percaya ternyata di jaman sekarang masih ada Orang tua yang berpikiran kolot seperti mereka, yang memilih menantu dari kasta dan harta.


''Bu-buhahahahah ...'' Cinderella tertawa dengan kencang, ''Ya ampun Bapak, memangnya bapak ini dari kasta mana? Yang aku lihat ... harta saya lebih banyak di bandingkan dengan harta Bapak, apa Bapak ingin tau ... jika saya adalah pemilik perkebunan teh terluas di Jawa Barat?"


''Dan saya juga memiliki banyak properti, termasuk apartemen mewah yang kalian pijak ini adalah milikku.'' Ucap Cinderella dengan gaya nyeleneh, membuat kedua Orang tua Satria kehilangan muka.


Ayahnya Satria yang sudah tidak tahan, langsung berdiri dan melangkah pergi! Di ikuti oleh dua wanita di belakangnya.


''Ini belum selesai! awas kamu ya." Ancam Sinta pada Melly.


''Heii, aku tidak takut! Pergi sana, dasar benalu."


Ketiga tamu pun pergi, membuat Melly bisa bernafas lega lalu memeluk sahabat baiknya. ''Aku beruntung memiliki sahabat baik seperti mu.''


''Jangan sedih, orang seperti mereka harus di lawan dengan kesombongan.''


''Tapi ... bukannya kita tidak boleh sombong yaa?''


''Tidak apa sombong di hadapan orang sombong, itung itung sodakoh.'' Ucap Cinderella.



...••••...


...Jangan lupa dukung terus yaaaa...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...