CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 68. Delvano Mukhtar Al Bilal



...•°•°•°•°•...


Delvano Mukhtar Al Bilal sebuah nama yang bermakna Memiliki keinginan kuat dan tujuan. Mediator yang sangat baik. Lembut, baik, pekerja keras. Berani mengambil risiko, berani, agak keras kepala. Pintar memilih. Pionir dan pengambil risiko. Sistematik dan teratur.


Nama itulah yang Gano berikan pada putra pertamanya, membuat semua orang yang berada di ruang inap merasa kagum saat Gano mengumumkan nama untuk anggota baru mereka..


Sedangkan Siska yang masih terbaring malah cemberut, dalam hatinya bergumam. ''Aku yang di hamili, aku yang ngandung, aku yang ngidam, se'enak jidatnya memberikan nama untuk anak ku.''


''Aku ingin mengendongnya.'' Siska dengan perlahan melenturkan tangannya, meminta Gano untuk memberiarkan ia menggendong dan melihat anaknya..


Gano dengan perlahan memberikan bayi itu pada Siska yang masih terbaring lemah. ''Hati-hati.''





''Hallo sayanggg..'' Siska mencium seluruh wajah bayi yang ada di pangkuannya, dia masih tidak percaya jika yang ada di depannya adalah anaknya..


Sembilan bulan kurang dia mengandung, banyak yang sudah dia lewati saat masa kehamilannya. Tak ayal hinaan, cacian, yang di lontarkan para tetangga padanya yang hamil di luar nikah tanpa suami..


Namun Siska tidak perduli perkataan tetangga, ia lebih banyak menutup telinga atas hinaan yang sudah dia dapatkan..


''Aahh, dia tampan sekali.'' Siska begitu puas memandang wajah tampan anaknya..


Gano tersenyum memandangi Siska sedang mengendong anaknya, dan juga sekaligus merasa sedih karna Siska tidak bisa mengandung lagi karna rahimnya di angkat.


Dokter mengatakan jika benturan yang di alami oleh Siska mengakibatkan rahimnya cacat, dan mau tidak mau rahimnya di angkat dan beruntunglah keduanya selamat dan tidak kekurangan apapun..


Kini Gano bingung apa yang harus dia katakan pada Siska, namun sepertinya untuk sementara Gano akan merahasiakannya. Gano tidak mau Siska terlalu memikirkannya dan mengalami Baby blues..


''Nak, apa kau lapar?'' mom Lulu menghampiri Siska.


''Tidak nyonya, saya hanya haus saja.'' Jawab Siska dengan sopan, tentu saja Siska masih ingat dengan mom Lulu..


''Kenapa panggil nyonya? kau harus panggil aku mom. Walau kau tidak lagi menjadi menantuku, tapi kau adalah ibu dari cucuku. maaf atas sikap Gano padamu, dan maafkan aku atas perlakuan anakku yang kurangnya didikan dari kami.'' mom Lulu meminta maaf dengan sepuluh hati, membuat Siska tersenyum senang karna anaknya bisa di terima dengan baik..


''Jangan meminta maaf, karna Siska sudah memaafkan Gano nyon_ eh mom.''


''Alhamdulillah syukurlah.'' mom Lulu bernafas lega..


Ketika semua orang mengobrol, pintu terbuka bersamaan dengan seorang pria tampan dan gagah masuk. ''Siska.'' panggilnya, membuat semua orang menoleh..


''Satria.''


Siska tersenyum saat sahabatnya datang, dan senyuman itu Gano lihat begitu merkah dan manis..


''Maafkan aku, aku tidak tau jika kamu melahirkan. Kenapa tidak mengabari ku?'' Satria berdiri di sisi sebelah kiri, sedangkan Gano berdiri di sisi sebelah kanan..


''Tampan sekali.'' gumam Cinderella pelan, namun masih terdengar oleh Agam yang ada di sebelahnya. Agam langsung menoleh dan mengerutkan keningnya, saat istrinya itu tidak berkedip melihat Satria..


''Ku colok mata mu, jika berani menatap pria lain selain suami mu.'' bisik Agam penuh penekanan..


''Di Cooooolok? kok otakku treveling yaaaa''


Twiiingg.. ''Dasar mesum.'' Agam mentoyor kepala Cinderella..





Entah perasaan aneh apa yang timbul saat Gano melihat Siska dan Satria mengobrol dengan dekat. Bahkan Gano sedikit tidak rela saat Satria menggendong dan mencium putranya..


Apakah Gano cemburu pada Satria? orang yang telah menolong Siska dalam keterpurukan di saat Gano mencampakkannya, Gano ingin mengusir Satria tapi dia tidak punya hak untuk melakukan itu. Gano duduk dengan kasar dekat dengan Cinderella..


''Apaan sih! aku nggak bakalan mungkin suka sama makhluk aneh ini.' tunjuk Gano pada Cinderella..


Plaakk!! Cinderella memukul bahu Gano. ''Coba sekali lagi kamu ngomong? aku pites adik kecil mu itu dan akan aku jadikan rempeyek.''


Gano yang mendengar itu langsung menutup adik kecil di bawah sana dengan kedua telapak tangan lalu menjauh dari Cinderella.. ''Ngeri sekali punya kakak ipar seperti mu.'' Gano duduk di sebelah ayah nya..


Mbleeee.. Cinderella menjulurkan lidahnya, meledek Gano.. Tak lama ponselnya berdering, pesan masuk dari sahabatnya Melly yang sudah berada di rumah sakit untuk mengantarkan materi kuliah untuk Cinderella..


📨''Langsung masuk aja Beb.''


📩''Oke.''


•••••


''Siapa namanya?'' Tanya Satria.


''Delvano.''


''Nama yang bagus.''


''Apa kau suka?'' tanya Siska.


''Tentu saja, apa kau sudah makan?''


Siska menggeleng..


''Mau aku belikan makanan?''


''Tidak, aku belum lapar.''


Ceklekk... Pintu terbuka bersamaan seorang wanita cantik masuk mengucapkan salam. ''Asalamualaikum.''


''Walaikum'salam.'' jawab semua orang yang ada di runagannya,


''Melly.'' Cinderella berdiri dari duduknya, menghampiri sahabat baiknya lalu memperkenalkan Melly pada mertuanya..


Melly yang ramah dan sopan, menyalami dan memperkenalkan diri lalu memberikan buku pada Cinderella. ''Ini, jangan sampe nggak di pelajari yaaa aku nggak mau kena hukuman untuk kesekian kalinya dari pak dosen.''


''Iyaaa iyaaa bawel ih.''


''Kalau nggak bawel, kamu mah suka lupa.''


''Iyaaa mamakeeee.''


Kedua sahabat itu berbicara pelan, namun Satria sedari tadi Melly masuk terus memperhatikan wanita itu. Satria seperti mengenalnya..


''Wanita ituuuu.'' Satria melototkan matanya saat ia ingat jika wanita itu yang sedang dia cari selama ini..


Satria memberikan bayi yang ada di gendongannya pada Siska. ''Apa kau tau siapa wanita yang baru datang itu?'' tanya Satria dengan berbisik.


Siska menggeleng. ''Tidak, sepertinya itu temannya Cinderella.''


Satria melihat Melly yang pamit dengan semua orang, dia pun ikut pamit dan beralasan ada hal penting yang harus dia selesaikan. Padahal Satria mengikuti Melly dari arah belakang, ia masih penasaran apakah dia wanita yang sedang ia cari selama ini..


''Heii kau tunggu!''


Melly menoleh. ''Yaa siapa yaaa?''



...••••...


...Ahhhh likenya nggak nembus 400k😪😪 ayo donk yang jarang like, coba di like setelah membaca.....


...Vote nya mana nih😜 kasih vote donk biar cumungut. dua bab kedepan nanti menceritakan Flashback kisah pertemuan Melly sama Satria yaaa.....