CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 41.



...•°•°•°•°•...



Jam menunjukkan pukul 21:40 malam tapi Agam sangat khawatir karna istrinya yang somplak itu sampai saat ini belum pulang juga, ia pun mencari kontak nomer telpon rumah ayah Haris siapa tau Cinderella pulang ke rumah mertuanya. Dan benar saja, bi Sumi memberi tahu jika lima belas menit yang lalu Cinderella pulang kesana..


Agam pun mematikan sambungan telponnya lalu bergegas mengunci pintu untuk menyusul Cinderella ke rumah ayah Haris.


Membutuhkan waktu lima belas menit dari kontrakan ke rumah ayah Haris.


Setelah sampai di depan gerbang, Agam turun dari motor kang ojol lalu membayarnya. ''Ini Pak.''


''Aduh nggak ada uang kecil yaaa, ongosnya cuma ceban doang ini mah.'' Ucap kang ojol yang menerima uang seratus ribu dari Agam.


''Nggak usah ada kembalian pak, ambil saja kembalian nya buat anak bapak di rumah.'' Ucap Agam lalu melangkah pergi.


''Busyeet dah nyindir apa bagaimana iniii, orang masih bujangan di kira dah punya bontot untung ganteng kalau kaga Gue demo juga tuh bule Arab.'' gerutu kang ojol..


Sedangkan Agam sudah masuk kedalam rumah dan tak lupa untuk mengucapkan salam terlebih dahulu, lalu di sambut senyuman oleh mama penyihir Meksiko dan ayah Haris yang sedang duduk di sofa..


''Eehh nak Agam tumben kemari ada apa?'' Tanya mama penyihir Meksiko yang tidak mengetahui jika Cinderella ada di rumahnya..


Agam menyalami kedua mertuanya. ''Nyusul Cinderella bu.'' Jawab Agam yang mana membuat mama penyihir Meksiko menahan nafasnya saat ia di panggil ibu oleh Agam.


Bolehkah Amora protes karna dirinya masih muda untuk di panggil ibu? aaahh untung saja ada ayah Haris di samping Amora, kalau tidak. Sudah di pastikan jika Agam akan mendapatkan cap bibir paksaan dari mama penyihir Meksiko.


''Lho memangnya Cinderella ke sini? kok kami tidak melihatnya.'' Ucap ayah Haris mengerutkan keningnya.


Agam tersenyum. ''Tadi sore Ella izin sama saya ingin menginap disini Yah, mangkannya Agam nyusul kesini.'' Ucap Agam menutupi jika ia dan Cinderella sedang marahan.


''Ouhh ya sudah mungkin Cinderella di kamarnya.'' Ucap ayah Haris.


Agam mengangguk dan berpamitan untuk menemui Cinderella di lantai atas, ketika Agam menaiki anak tangga ia berpapasan dengan Nungky si Ulat keket berbulu domba yang tersenyum penuh damba pada Agam.


''Haii Agam.''


''Hmm.'' Jawab Agam dengan deheman tanpa menoleh sedikit pun pada Nungky dan itu membuat Nungky kesal!


''Apa kurangnya aku sih, perasaan cantikkan aku di bandingkan si upik abu itu.'' gumam Nungky dalam hati namun netra matanya tak lepas dari Agam yang berjalan ke arah kamar Cinderella..



DI KAMAR•


Agam membuka pintu kamar dan mengedarkan pandangannya mencari Cinderella, senyum Agam mengembang saat netra mata tajamnya melihat jika istrinya sudah tertidur pulas.


Agam pun menutup pintu lalu menguncinya, ia takut jika ada orang yang tiba-tiba masuk seperti kejadian Nungky dulu.. Agam melangkah lalu duduk di sisi ranjang memandang istrinya yang sedang mendengkur halus..


''Apa yang sudah kamu lakukan seharian ini hmmm, sampai-sampai kau seperti kelelahan.'' Agam mengusap pipi Cinderella lalu mengecup pipinya beberapa kali..


Agam membuka bajunya lalu naik ke atas ranjang dan terbaring di sisi Cinderella, dengan perlahan Agam menyingkirkan guling yang sedang Ella dekap dan membuang guling itu ke lantai. ''Nyah lah, kau sudah tidak di perlukan lagi.'' Ucap Agam pada guling yang tidak bersalah..


Agam memeluk Cinderella dan mendekapnya, menghirup wangi shampo dari rambut Cinderella yang membuatnya candu. Ada rasa nyaman dan damai yang Agam rasakan ketika ia memeluk tubuh mungil yang selalu membuat ulah untuk orang lain...




DI SISI LAIN•


Gano berjalan di padang rumput berwarna hijau nan luas, Gano menghirup udara yang segar masuk kedalam roga paru-parunya.


Namun tak lama pandangannya tertuju pada bocah kecil yang sedang menangis tak jauh dari arahnya, Gano yang penasaran menghampiri bocah kirasan umur tiga tahun..


''Heii nak, kenapa menangis?'' Gano mengusap kepala bocah itu dengan lembut, ''Dimana ibu mu?''


Bocah itu langsung berhenti menangis lalu mendongkakan wajahnya melihat Gano. ''Ayah kenapa kamu membuangku? kenapa ayah meninggalkan aku dan Bunda ayah.'' Tanya seorang bocah pada Gano, yang mana Gano langsung terkesiap saat di tanya seperti itu..


''A__ Apa maksudmu nak? siapa ayah mu.''


''Ayah jahat! kenapa ayah tidak mau mengakui kami Ayah.'' Bocah itu berlari menjauhi Gano, dan Gano yang masih penasaran mengejarnya hingga bocah itu bersembunyi di balik tubuh seorang wanita yang sedang menatapnya penuh kebencian..


''Jangan temui kami!


''Jangan datang lagi di kehidupan kami!


''Aku dan anakku membencimu sampai melekat di urat nadiku!'' Teriaknya penuh kebencian.


''Siskaaa,, Siskaaaa denganarkan aku Sis.'' Gano menghampiri Siska namun saat Gano mendekat bayangan Siska memudar bersama hembusan angin dingin menusuk kedalam tulang..


''Siska.. Siskaaaa.. Siskaaaaaa


''SISKAAA!!!


Teriak Gano terbangun dari tidurnya, tubuh Gano berkeringat dingin bersamaan dengan deru nafas yang memburu karna mimpi yang di alaminya sungguh memukul jiwa dan raganya..


Gano mengusap keringat yang ada di jawahnya, lalu turun dari ranjang menuju balkon dan membawa satu botol vodka di tangan kirinya. Gano berdiri memandangi kota Bandung di malam hari dari balkon kamar hotelnya sambil meminum vodka dari botolnya secara langsung, mimpi yang dia alami dan kata-kata Siska membuatnya tidak bisa tenang di setiap langkah dan tidurnya..


Aku membencimu dasar brengseek! aku membenci mu. Jangan pernah menemuiku atau menghubungiku! dasar bajingaan.


Masih terngiang di telinga Gano dengan kata-kata penuh penekanan dan teriakkan kebencian dari Siska, dan bocah kecil yang ada di dalam mimpinya pun dengan gamblang mengatakan bahwa dirinya jahat.


Apa benar jika ia begitu jahat sampai-sampai Siska dan anak yang belum lahir keduania mengatakan jika dirinya jahat...


Lah, si kardun make nanya lagiiiii..


Huufffttthh,, helaan nafas panjang Gano keluarkan dari rongga paru-parunya. ''Apa yang harus aku lakukan agar Siska mau memaafkan aku, jika benar yang Siska kandung adalah anakku maka aku tidak mau berpisah dengan darah dagingku apa lagi jika anakku membenci ayahnya sendiri.'' Gumam Gano memejamkan matanya dan mencari ide agar dia bisa dekat kembali dengan Siska..



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


...Jangan lupa yaa ziyeng kirim kirim bunganya niat othor semangat upnya....