
...•°•°•°•°•...
''Ayankk ada telpon.'' Cinderella menyodorkan ponselnya pada Agam.
''Siapa?''
Cinderella menggidikkan bahunya. ''Nggak tau, tapi dia ngomong pake bahasa ingus, trus nanyain kamu. Lagian kenapa kamu nggak mau megang ponsel sih aneh banget.'' Cinderella duduk di pangkuan Agam, mengalungkan kedua tangannya di leher..
''Hidupku terasa tenang gak pegang ponsel, aku lebih asik megang ini di bandingkan harus pengang ponsel.'' Agam dengan sengaja meremas kedua gundukkan sintal milik Cinderella yang gurih gurih n'yoy di depan kedua matanya.
''Ishh, itu sih maunya.''
''Tapi kamu suka kaaaannn heemm.'' Agam menaikkan kedua alisnya
''Sukaaa bangeeettt.'' jawab Cinderella membalas guyonan sang suami.
''Yaa sudah, aku mau telpon balik asisten ku dulu. Dia kalau belum aku jawab berisik.''
Cinderella mendecih.''Cih, tukang jualan karpet aja belagu! gaya banget pake asisten segala.'' ledek Cinderella yang membuat Agam terkekeh, karna sampai saat ini Cinderella belum mengetahui jika dirinya memiliki restoran paling banyak dan mewah di Dubai..
''Hemm. Tapi aku ke kosaan nya Melly bolehkan main sebenar, kamu kalau udah ngomongin kerjaan suka lamaaaaaa beuud deh.''
''Ngapain?'' tanya Agam mengerutkan keningnya, dengan tangan masih setia memeluk pinggang Cinderella.
''Pengen main aja! ngegibah bareng, ngomongin orang. Gosipin tetangga yang baru punya kulkas. Sama nyinyirin si Elma yang pake behel sampe mulutnya ikut monyong kedepan.'' guyon Cinderella menahan tawa.
''Ya sudah, tapi pulang jangan malem-malem yaaa, kan udah janji tadi kalau nanti malem 3 ronde.''
•
Cinderella menuruni anak tangga sambil bersiul, lalu mengambil helm dan kunci motor yang selalu ada pada tempatnya..
Namun saat ia menutup pintu rumah, Cinderella berhenti memikirkan sesuatu. ''Si Wan Abud aku beliin ponsel aja kali yaa, kasian juga laki gue nggak punya hp. Sekalian ajak Melly buat cuci mata dari pada dia di rumah terus juga percuma nggak bertelor ini.'' gumam Cinderella menaikki moge miliknya lalu menancabkan gas menuju kos kosan Melly..
Namun baru saja Cinderella keluar dari pagar, netra matanya tak sengaja melihat Nungky bersama ibunya pergi dari rumah menggunakan mobil milik ayahnya. ''Itu si penyihir sama si ulet keket mau pada kemana? pasti belanja ke moll ngabisin duit. Awas saja kalian.''
Cinderella mengikuti mobil ibu tiri dan sodara tirinya dari arah belakang, Entah mengapa perasaan Cinderella mengatakan jika dirinya harus mengikuti dua manusia titisan dakjal yang numpang hidup pada ayah nya..
Namun di saat Cinderella berhenti di lampu merah, ia tak sengaja melihat seorang pria yang mirip sekali dengan suaminya bersama seorang wanita di dalam mobil namun mobil mereka berlawanan arah. Membuat Cinderella yang penasaran langsung membelokkan motornya dan mengikuti mobil yang ternyata adalah Gano dan Siska yang baru saja pulang dari moll membeli keperluan calon bayi mereka..
Entah mengapa hati Cinderella berdenyut sakit dan nyeri secara tiba-tiba, ia yakin jika Agam berada di rumah saat ia meninggalkan nya. Jika suaminya ada di rumah, lalu siapa yang baru saja dia lihat! apa matanya sudah tidak beres..
Cinderella lupa, jika dulu Agam pernah berbicara jika dia memiliki adik kembar namun hubungan mereka sedang meregang. Maklumlah, otak cetek yang minim akhlak itu sedang lalot (lama loding) karna Cinderella sudah mulai mempunyai rasa cemburu..
''Lihat saja kau Wan Abud! jika kau bermain di belakangku, akan aku pastikan pisang tanduk made in Arabia milik mu tergantung di tembok menjadi pajangan.''
•
...••...
...Waduh, Ganoo mending lari deh.....
...maaf cuma se'uprit othor lagi sibuk sebenarnya....