CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 74. Perkelahian antara mertua dan si penyihir Meksiko.



...•°•°•°•...


Di pabrik, ayah Haris tengah memberitahu menantunya apa saja yang harus dikerjaan oleh seorang pemimpin. Padahal tanpa ayah Haris menjeberkan satu persatu, Agam sudah memahami dunia bisnis sejak dulu. Namun Agam tetap mendengarkan mertuanya berbicara karna ia sangat menghormatinya, tak berapa lama, ponsel Agam bergetar dan tertera pesan masuk dari sang ibu yang mengirimkan gambar istrinya dengan keadaan babak belur.


Agam melototkan matanya melihat wajah sang istri yang ada cap lima jari di kedua pipinya. Jantung Agam berdetak penuh emosi dan bertanya siapa yang telah berani melayangkan tangan pada istrinya..


[Kau harus pulang!]


Begitulah pesan dari sang ibu, singkat, padat dan jelas. Agam pun melihat ayah Haris yang sedang berbicara dengan bawahannya. Lalu Agam memberi tahu keadaan Cinderella yang memprihatinkan..


Hati ayah mana yang tidak sakit melihat putrinya terluka, ayah Haris sampai bergetar melihat poto yang di tunjukkan Agam padanya.. Jauh di lerung hati ayah Haris, secinta cintanya dia terhadap Amora. ayah Haris lebih mencintai darah dagingnya..






Sedangkan di kediaman Cinderella. Tercium bau bau terbakar tapi entah apa? dan setelah di teliti, ternyata hati Lulu yang sedang terbakar panas saat menantu kesayangan nya di aniaya oleh ibu tirinya, bukan hati saja yang panas! tapi seluruh badan Lulu seperti terbakar kobaran api yang siap membakar siapapun..


Kenapa ibu tirinya sangat kejam, hanya meminta di buatkan nasi uduk saja sampai hati berbuat seperti ini. Bukankah Cinderella tidak meminta di buatkan olehnya? Cinderella hanya meminta di buatkan oleh Art yang bekerja di rumah ayahnya.


''Dasar nenek gayung kurang ajar! akan aku beri dia pelajaran!'' Lulu melipat kedua baju bagian tangan sampai ke siku, dengan berkacak pinggang dia melangkah keluar dari rumah menuju kediaman ayah Haris..


Dad Borkhan dan Cinderella menyusul dari belakang, karna takut terjadi hal yang tidak di inginkan. ''Nak, lebih baik kamu istirahat saja. Kamu masih sakit kan.'' ucap Borkhan meringis ngilu melihat luka memar menantunya..


''Tak apa Dad, Ella takut terjadi sesuatu pada mom Lulu karna si penyihir Meksiko itu sangat brutal dan menakutkan.'' lirih Cinderella dengan sedih. Padahal dalam hatinya berkata. ''Sangat konyol jika aku tidak menyaksikan pertengkaran yang sudah aku susun rapih.'' begitulah kira-kira gumaman Cinderella dalam hati..


•••••


''HEI nenek gayung comberan yang bau got! keluar kamu hah, berani sekali kau menganiaya menantu kesayangan keluarga Bilal.'' Teriak mom Lulu, membuat Amora dan Nungky yang berada di dalam kamar saling pandang..


''Siapa lagi sih mah yang teriak?'' tanya Nungky, memutar matanya dengan malas.


''Pasti is upik abu, ayo kita beri pelajaran padanya lagi!'' ucap Amora, lalu mereka keluar dari kamar untuk melihat siapa yang berani berteriak di rumah mereka. Jika itu si upik abu, akan di pastikan jika Amora tidak akan mengampuninya..


''Tunggu mah.''


''Kenapa?''


''Tunggu di sini, Nungky akan segera kembali.'' ucap Nungky kembali lagi ke kamarnya dan tidak lama membawa satu ember air.. ''Ini mah, aku yakin itu si Ella! siram aja tanpa ampun mah.''


Si penyihir Meksiko tersenyum pada Nungky lalu mengambil ember itu, dan... BRYUUUURRR.. Air satu ember ia siram ke lantai bahawah, tanpa tau di bawah siapa yang berteriak. Membuat dad Borkhan dan Cinderella melototkan kedua matanya..


''Ya ampunnn, bukan bom lagi yang akan meledak! tapi nuklir sudah di aktifkan.'' gumam dad Borkhan, yang mana membuat Cinderella langsung menoleh pada mertua laki-lakinya..


''Apa maksudmu Dad?''


Bokrhan menoleh pada menantunya. ''Tidak aman bagi ibu tirimu, karna jika mertua mu marah! seluruh gunung pun bisa runtuh seketika.'' jawab dad Borkhan yang mana membuat Cinderella tersenyum senang..


••


''Oh astagaaa.'' terkejutlah si penyihir Meksiko dengan Nungky, saat mereka tau siapa yang mereka siram.


''Ya ampunnn mah, kenapa calon mertuaku yang kamu siram.'' Nungky menggoyangkan tubuh sang ibu, dengan rasa yang tidak enak dalam hatinya..


Si penyihir Meksiko pun menggigit kuku jarinya dengan takut, melihat besan nya yang basah kuyup dan terlihat sudah mengeluarkan asap dari kedua telinga dan hidungnya.. ''Ayo kita turun dan meminta maaf.'' ajak Amora pada sang anak..


Amora dan Nungky pun turun dari lantai atas, lalu menghampiri mom Lulu. ''Ya Tuhan, nyonya maa__


Plaaakkk!!


Tamparan keras mendarat di pipi Amora dengan kencang, saat si penyihir itu berada di depan mom Lulu. ''Beraninya kau menyimku! punya berapa nyawa kau itu HAH!'' sentak mom Lulu menunjuk Amora..


Amora sangat terkejut hingga ia mematung, memegangi pipinya yang perih lalu melihat besannya. ''Kenapa anda menampar saya, saya tidak tau jika itu anda karna saya pikir it__''


''CINDERELLA!'' mom Lulu melanjutkan perkataan Amora..


''Ah_ iy_ anu_ ituuu.'' Amora sangat gugup.


PLAAAKKK...


Untuk kedua kalinya mom Lulu menampar pipi si penyihir Meksiko..


''Mampus kau.'' ucap Cinderella dalam hati, melihat mom Lulu menampar keras ibu tirinya..


Amora yang kesal, iya tidak lagi memperlihatkan wajah ramahnya. Amora menatap mom Lulu dengan tatapan tajamnya.. ''Dasar pelacur sialan! berani sekali kamu menampar wajahku.'' teriak Amora yang mana membuat Lulu terkekeh..


''Lihatlah, kau sudah menampakkan wajah aslimu!'' ejek mom Lulu masih berkacak pinggang..


Amora yang tidak terima langsung menyerang mom lulu, begitu pun mom Lulu dengan brutal membalas serangan yang dari amora..


Bugh..


...Plaaak.....


Thaak..


...Meeooonggg.....


Kedua orang itu berguling giling di lantai, menjambak, menampar, bahkan mencakar. suara mereka seperti kucing ingin kawin yang sangat berisik..


"BERHENTIIIIII APA YANG KALIAN LAKUKAN!" bentak suara bariton dari arah pintu masuk...



...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...