
''Siska kamu kenapa?'' tanya Gano melihat raut muka Siska seperti menahan sesuatu..
''Gano aku_ eeeh, akuuu.''
Duuutttt... ''Ahhhh maafkan aku, aku nggak tahan pengen kentut.'' Siska menahan tawanya, sedangkan Gano menutup hidung karna bau nya sangat luar binasah..
''Kamu makan apa sih? ya Allah baunya sampe nempel di baju.'' Gano cemberut..
''Makan jengkol, habisnya anak kamu pengen jengkol goreng sama sambel terasi tadi sore.'' ucap Siska tak perduli. ''Ahh aku pengen ke kamar mandi.'' Siska bangun dari rebahannya..
''Perlu aku temani?''
''Tidak usah, aku masih bisa sendiri ko.''
Gano mengangguk, lalu mengirim pesan pada mom Lulu untuk datang menemui Siska dan mengabarkan jika Siska sudah memberikan kesempatan kedua, hanya sedikit usaha yang perlu Gano buktikan pada Siska..
Bruuugghh..
Ahhhh.. "Ganooo.'' Teriak Siska di dalam kamar mandi, membuat Gano terkejut dan langsung berlari..
''Astagfirullah Siskaaa.'' Gano terkejut melihat Siska jatuh tergeletak.
''Ahhkk sakittt, air ketubanku pecah.''
''Ayo ke rumah sakit.'' Gano menggendong Siska keluar dari dalam rumah dan masuk kedalam mobil..
''Tuan ada apa?'' tanya anak buah Gano yang memang berjaga dan siap siaga.
''Tolong kabari kakak, dan ibuku jika Siska berada di rumah sakit.'' Gano langsung menginjak pedal gas menuju rumah sakit yang sudah dia boking..
Sementara anakbuah Gano langsung mengabari mom Lulu dan Agam..
•
•
Di sisi lain•
''Bey, ponsel kamu bunyi.'' ucap Cinderella pada Agam yang masih setia nemplok di atas tubuh Cinderella bagaikan cicak.
''Siapa sih malam-malam ganggu aja, untung udah selesai.'' gerutu Agam yang tak mau menyingkir, ia malah semakin erat memeluk Cinderella yang ada di bawah rengkuhannya..
''Ya udah angkat dulu sana, lagian kamu itu nggak sadar diri banget sih! berat tau di atas tubuhku dari tadi, udah mah badan segede gentong juga.''
Mau tak mau, Agam akhirnya menyingkir dari atas tubuh Cinderella lalu mengambil ponselnya yang sedari tadi berdering..
[Hallo, kalau kalian menelpon tidak penting! akan aku kirim kalian ke lautan lepas.]
[Bos, #^#gs/÷€dty@o£o@^]
[Apa! baiklah, kami akan segera ke sana.]
Agam menutup poselnya, lalu turun dari ranjang, membuat Cinderella mengerutkan keningnya. ''Apa ada hal penting?''
Cinderella melototkan matanya lalu turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi, tak lupa menyeret Agam untuk adus bersama. Tidak mungkin mereka pergi ke rumah sakit dengan keadaan bau asem sehabis enak enak..
•
•
•
•
•
•
Di rumah sakit Gano sedang menunggu di luar ruangan oprasi, ia sangat khawatir melihat Siska yang sudah tak berdaya. Tadi juga dokter mengatakan jika kemungkinan besar akan melakukan oprasi cesar karna tidak mungkin melahirkan secara normal. Dengan keadaan ketuban yang sudah pecah dan Siska pun sudah pingsan tak sadarkan diri..
Gano hanya menyutujui saran dari dokter, dan meminta agar kedua orang yang dia sayangi selamat dan tidak terjadi apapun.
Tak lama, Agam dan Cinderella pun datang bersama mom Lulu dan dad Borkhan. Mereka juga sama cemasnya saat mendengar jika Siska jatuh di dalam kamar mandi..
''Gano.''
''Nak.''
''Mom, Dad.'' Gano berdiri saat keluarganya datang..
''Bagaimana keadaan Siska?''
''Masih di ruang oprasi Dad.''
''Kita berdo'a agar semuanya baik-baik saja. Apa perlengkapan bayi di bawa?'' tanya mom Lulu yang mendapatkan gelengan dari Gano sebagai jawaban.
''Tidak apa apa, suruh orang mu bawa kemari.''
''Tidak usah mom, biar aku aja.'' Cinderella maju.
''Apa tidak merepotkan sayang.''
''Biar aku temani.''
''Tidak usah Bey, kamu temani adik mu disini.''
Cinderella pun berjalan ke luar rumah sakit, di antar oleh anakbuah Gano menuju rumah Siska untuk mengambil keperluan dedek bayi..
...•••••...
...Ada yang mau sumbangin nama buat anak Gano dan Siska?...
...LIKE.KOMEN.VOTE...