CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 72. Ingin nasi uduk



Beberapa hari kemudian•


...•°•°•°•°•°•...


Di rumah Siska. Gano tengah memangku putranya untuk berjemur di pagi hari, setelah beberapa saat Gano masuk kedalam rumah saat di rasa sudah cukup berjemur untuk baby Vano..


Dengan telaten, Gano memakaikan baju untuk baby Vano namun dengan warna pink. Karna Siska mengira jika bayi nya adalah seorang perempuan, namun setelah lahir malah batangan yang di dapat..


Alhamdulillah tak apa, mau lelaki atau pun perempuan yang penting baby Vano selamat, sehat, dan gumush. Mungkin ada sedikit keliru saat melakukan usg..


Gano duduk di sofa, bermain dan mengajak anaknya berbicara. Tanpa Gano ketahui jika Siska sedari tadi memperhatikan perlakuan Gano pada anaknya dan juga dirinya..


Terbukti sedari kemarin Siska keluar dari rumah sakit, Siska di perlakukan layaknya ratu oleh Gano. Hingga membuat percikkan api di hatinya yang sudah padam kini menyala kembali..


Siska dengan perlahan melangkah dan menghampiri Gano. ''Heii,, mengapa gajoannya bunda memakai baju warna pink.'' Siska mencium kening baby Vano..


''Tak apa, dia masih kecil dan belum tau warna. Lagian sayang juga kan bajunya.''


Siska mengangguk. ''Terimakasih.'' ucap Siska memandang Gano.


''Terima kasih untuk apa?'' Gano membalas tatapan Siska, hingga mata mereka terkunci satu sama lain..



Kedua mata itu saling beradu memancarkan kerinduan, penyesalan, harapan, dan rasa kasih sayang yang besar, serta ingin melindungi orang yang di sayang.


''Terima kasih karna di saat aku membutuhkan kamu, kamu ada tepat waktu.''


Gano tersenyum. ''Itu sudah tanggung jawabku, seharusnya aku yang terima kasih sama kamu karna mau mempertahankan anak kita di saat aku meninggalkan mu.''


Siska tersenyum, begitu pun Gano membalas senyuman Siska. ''Boleh aku meminta sesuatu padamu?'' pinta siska.


''Katakan, aku pasti akan mengabulkannya.''


''Tapi aku tidak yakin, kalau kamu akan menurutinya.''


''Akan aku coba sebesar mungkin.''


''Baiklah, boleh tidak jika rambut mu di potong? kok aku liat kamu gondrong dari dulu sampai sekarang kaya dewa siwa yaaa.'' Siska terkekeh..


''Apa? enak saja kau sama kan aku dengan dewa siwa. Nggak sekalian aja mirip Duryudana.''


''Ohooo mahaaaa baraaaaattt.'' ledek Siska sambil tertawa..


Kedua orang itu saling meledek satu sama lain, tanpa mereka sadari jika mom lulu dan dad Borkhan memperhatikan mereka.. Orang tua mana yang tidak bahagia melihat anak-anaknya bahagia, damai dan tidak ada orang ketika yang akan merecoki hubungan yang sedang terjalin dengan baik..


Mom Lulu memeluk Borkhan dari samping, membenamkan kepalanya di dada suaminya. ''Aku bahagia Gano bisa berubah, dan kembali menjadi Gano yang dulu sebelum kenal dengan Maria.'' lirih mom Lulu..


''Yaaa anak-anak kita sudah bahagia, kini saat nya kita untuk kembali.''


Mom Lulu mendongkakkan wajahnya melihat Bokrhan. ''Secepay itu? padahal aku ingin disini bersama cucuku. Dan lagi aku belum puas mengobrol dengan Cinderella. HAH Cinderellaaaaa yaaa ampun aku sampai lupa dengan menantu malangku itu.'' mom Lulu bergegas ke kamar untuk bersiap menjemput Cinderella..


Di pagi hari yang sama, kediaman Agam dan Cinderella terlihat damai karna penghuni rumah masih di kamar mereka.. Terlebih mom Lulu dan dad Borkhan berada di rumah Gano, karna mereka masih ingin berdekatan dengan cucu baru mereka.


Hooaaamm.. Cinderella menguap sambil menuruni anak tangga, merentangkan kedua tanggannya di udara untuk meringankan otot-otot yang pegal karna kegiatan semalam bersama suaminya..


Bagaimana tidak. Agam begitu bersemangat setiap harinya melakukan smack down di atas ranjang bersama dirinya, yang mana ia harus menerima ke kalahan di skor 3-0..


Cinderella berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi, duduk di meja makan mengambil roti dan selai kacang. Namun saat netra matanya melihat selai, tiba-tiba saja Cinderella tidak mood untuk memakan roti berselai kacang.


''Kok aku tiba-tiba jijik yaaa. Ahhh aku mau nasi uduk.'' gumam Cinderella..


Namun tiba-tiba Agam memeluknya dari belakang. ''Kenapa kamu melamun sayang.'' Agam mencium pipi Cinderella dengan gemas dari arah belakang..



Lalu duduk di sebelah Cinderella..


''Lho kok udah rapih aja? mau pergi ke mana?''


''Ayah Haris ngajak aku ke pabrik hari ini, nggak apa-apa kan aku tinggal ke pabrik sebentar?''


''Gak papa kok, lagian hari ini mom ngajak aku belanja. kaya nya mom sebentar lagi datang deh.''


Agam mengangguk lalu berdiri saat dia sudah selesai memakan satu buah roti tawar, dan mencium pucuk kepala istrinya.


Cup.. Cup.. Cup. ''Aku berangkat yaaa.''


''Hemm hati-hati.''


Agam pergi, sedangkan Cinderella masih melamun memikirkan ingin makan nasi uduk. Entah kenapa secara tiba-tiba Cinderella ingin sekali makan nasi uduk, Cinderella pun berdiri untuk menyuruh bi Sumi untuk membuatkan nasi uduk untuknya.. Karna nasi uduk buatan bi Sumi paling Cinderella suka, karna rasanya paling the best..


''Mudah-mudahan si penyihir Meksiko dan si Ulat keket berbulu domba udah pada pergi dari rumah. Aku malas bertemu dengan mereka.'' gumam Cinderella. berjalan gontai ke rumah sang ayah yang berebelahan dengan rumahnya..


...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...