
Di mohon untuk para bocil-bocil, jomloan atau jomblo wati untuk mengskip part ini, karna mengandung adegan perpepewan yang bisa membuat bibir bibir di belahan dunia lain anda berkedut manja..
Di persilahkan yang sudah di sebut tadi untuk keluar melalui jalan evakuasi yang sudah di sediakan di bagian kanan. Tapi jika ngeyel juga jangan salah kan Othor jika kalian jadi kepingin..
...•°•°•°•°•°•...
...So.. Happy reading ziyeng...
•
Dari detik ke detik menit pun telah berlalu jam pun telah berputar, hawa dingin menyeruak kedalam kulit hingga tembus kedalam tulang hingga menggigil di jam sepertiga malam..
Gano yang merasakan kebimbangan dalam hatinya keluar dari kamar hotel lalu mengendarai mobilnya menuju ke tempat di mana Siska tinggal, hatinya resah dan ingin memastikan jika Siska baik-baik saja..
Sambil menyetir mata Gano sesekali melihat layar ponselnya, untuk memastikan jika arah yang dia tuju tidaklah salah karna dari toko kue Siska ke tempat tinggalnya lumayan jauh..
Padahal hanya satu kali naik angkot saja..
Lima menit berlalu, akhirnya Gano sampai di depan rumah sederhana milik Siska, namun Mobil Gano agak sedikit mundur karna tidak ingin jika Siska mengetahui jika dirinya ada di sini.
Setelah Siska mengatakan jika dia membenci dirinya, Gano sangat berhati-hati dalam mengambil sikap untuk itu Gano belum siap bertemu secara langsung dengan Siska, dan ia akan menjaga Siska dari jauh untuk saat ini sampai dia siap bertatap muka secara langsung..
Gano mematikan mesin mobilnya lalu membuka sedikit jendela mobil agar ada udara yang masuk untuk di hirup paru parunya, Mata Gano terus memandang ke arah rumah bercat coklat dan berharap jika Siska keluar sekali saja.
Namun itu tidaklah mungkin karna Siska sudah terlelap di jam malam seperti ini, hingga tanpa teras Gano pun tanpa sadar terlelap di dalam mobil dan cukup merasa nyaman ketika berada di sekitar Siska..
•
•
•
Di sisi lain•
Di dalam kamar bernuansa broken white dengan corak biru di dinding kepala ranjang berpadu dengan wallpaper hitam di setiap sudut ruangan, kedua insan manusia yang berstatus suami istri sedang terbaring di ranjang dengan keadaan Agam yang sedang berkeringat dingin dengan hawa panas di sekujur tubuhnya.
Agam mengeluarkan keringat besar keringat kecil hingga bercucuran tak kala dia menahan hasrat yang ingin ia salurkan, sungguh tidur memeluk Cinderella membuat pisang tanduk made in Arabia kebanggaan Agam langsung siap gerak tegak di tempat.
Hingga Agam tak punya cara lain selain mengeluarkan benih-benih kecebong yang sudah berdemo di dalam sangkar yang bernama kan cemvake.
''Maafkan aku Ella, tapi aku tidak punya cara lain.'' bisik Agam dengan nafas yang sudah memburu kala tangannya dengan berani menerobos piama yang di pakai Cinderella..
Jari jemari yang nakal itu meraba ladang yang masih gersang, belum di penuhi oleh rawa-rawa eceng gondok yang rimbun. Hingga jari Agam berhenti di satu titik dan memutarnya seperti lingkaran, membuat Cinderella yang tertidur pulas membuka matanya dengan perlahan..
Cinderella menggeram takala bibir Agam menelusuri rahangnya dan membuat beberapa maha karya sastra, hingga air liur Agam memenuhi daun telinganya membuat Cinderella mengeluarkan des*han penuh nikmat tanpa ia sadari..
Entah rasa apa yang di rasakan Cinderella ketika dua jari Agam dengan aktif meraba kue apem dengan rasa kacang, hingga Cinderella membusungkan dadanya karna tak tahan dengan rasa yang baru ia ketahui dan tidak bisa di definisikan dengan kata-kata..
Aaaahhhh...
Cinderella terbawa suasana hingga matanya merem melek menikmati setiap sentuhan yang Agam lakukan pada tubuhnya, dalam hati Cinderella berkata jika mimpi ini begitu nikmat dan seperti nyata.
Agam menatap mata Cinderella hingga kedua mata itu saling terkunci, lalu Agam mencium bibir Cinderella dengan penuh kelembutan. Agam tak menyaka jika ciuman yang ia lakukan di balas oleh Cinderella hingga Agam berpikir jika Cinderella juga menginginkan nya..
Kedua bibir itu saling bertautan dan saling membelit dengan rakus, jari jemari Agam sangat aktif di bawah sana hingga Cinderella meremas rambut Agam dengan gemas saat merasakan sesuatu yang aneh ingin keluar dari mulut si apem berisikan kacang..
Aaahhh.. Ummmmm..
''Jangan di tahan, keluarkan saja.'' bisik Agam di sela sedang mencumbui dan memesrai Cinderella, hingga Cinderella tak bisa lagi menahannya dan tidak lama kekuarlah percikkan percikkan air terjun pembawa berkah dari mulut si apem! membuat tubuh Cinderella bergetar dan kejang kejang namun nikmat..
Aahh hah hah hah..
Nafas Cinderella memburu merasakan jika tubuhnya lemas tak berdaya dengan rasa yang baru ia ketahui, Agam bangun dan melepaskan piama yang di pakai Cinderella hingga tubuh Cinderella polos seperti bayi yang baru lahir.
Tak ada perlawanan dari Cinderella, bahkan ia sangat pasrah dan menginginkan hal yang lain.. Baru saja Cinderella menghirup udara, kini dia harus menahan nafasnya ketika bibir Agam menguasai si apem berisi kacang di bawah sana..
Aahhkkk..
Sungguh, ini membuatnya gila tapi juga ia suka bahkan Cinderella menginginkan lebih dari sekedar mencicipi. Membuat ia ingin mengeluarkan air terjun pembawa berkah untuk kedua kalinya. Setelah puas, Agam bangun lalu melepasakan celananya hingga Cinderella bisa melihat pisang tanduk made in Arabia yang kokoh dan tegak tidak bengkok atau pun tidak lurus banget.
Yaaa seperti itulah yaaa, jika penasaran seperti apa Tanya saja sama mbah Google..
Air liur Cinderella menetes melihat pisang tanduk yang sudah siap untuk di makan, hingga pisang tanduk itu Agam suguhkan di depan Cinderella untuk memakannya atau mencicipi rasa pisang tanduk made in Arab yang berbeda rasa..
Dengan senang hati tanpa paksaan, Cinderella memegang pisang itu dengan tangannya dan sedikit meraba lalu menuntun kedalam mukutnya hingga sesak dan penuh! membuat Agam mengeluarkan des*han tak tertahankan ketika mulut Cinderella memainkan kepala pisangnya..
Aawwww merindingggg..
Bodohnya Cinderella masih berpikir jika semua yang di lakukan mereka hanya sebuah mimpi, ia yakin akan terbangun di pagi hari dengan keadaan normal seperti biasanya.
''Arrghh... Shi***!''
Desah Agam yang benar-benar menikmati layanan dari mulut Cinderella hingga Agam tak kuasa ingin segera melakukan penyatuan dengan si apem kacang.
Agam menyeret kedua paha Cinderella hingga si apem dan si Ncang tanduk saling berhadapan dan siap untuk di persatukan. ''Cinderella.'' Ucap Agam menatap istrinya..
''Please.'' Lirih Cinderella dengan mata yang sudah di kabut gairah, memohon agar Agam segera melakukan penyatuan nya..
Ketika Agam akan mendorong untuk menerobos si apem, teriakkan warga yang berteriak kebakaran dari luar membuat Agam dan Cinderella hilang fokus dan saling pandang..
Si Ncang tanduk yang sudah on langsung menciut, takkala ketukan pintu dari luar terdengar sangat nyaring...
''Agam cepat turun dan bantu tetangga kita.'' Teriak ayah Haris dari luar..
•
...•••••...
Aaahhh kaburrrrrr 🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️ takut di gebukin para pembaca... heheheh mau up lagi? sok tinggalkan jejak like komen dan kirim bunga sebanyak banyaknya😝😝😝 kalau perlu kopi biar melek.