
“GOKONGGGG.” Teriak Cinderella menghampiri Kaleea yang tengah heboh sendiri. Lalu Cinderella merebut mic yang di pegang Kaleea hingga musik berhenti.
Semua orang bernafas lega, saat ada seseorang menghentikan suara indah penuh keajaiban yang bisa membuat orang budek permanen.
“Mau nyanyi juga?” Tanya Kaleea dengan wajah polosnya.
Cinderella menatap Kaleea tajam, lalu tersenyum merangkul Kaleea. “Tentu saaaaaajaaa iyaa! Musikkkkkk..” teriak Cinderella sama somplak nya dengan si Gokong.
... 🎶 Dari awal aku tak pernah percaya kata-katamu......
...🎶 Karena ku hanya melihat semua dari parasmu......
...🎶 Terakhir kau bilang padaku kau takkan pernah selingkuh.....
Cinderella bernyanyi mengeluarkan suara merdu bak simponi, membuat semua orang berlarian kesana kemari menyelamatkan diri mereka masing masing, karna para warga tidak mau merasakan budek masal.
...🎶 Tetapi ternyata dirimu bermain di belakangku......
...🎶 Saat ku melihatmu kau sedang.. bermesraan dengan seorang yang kukenal.......
...🎶 O o kamu ketahuan pacaran lagi dengan dirinya teman baikku.....
...🎶 Oo kamu ketahuan pacaran lagi dengan dirinya teman baikku.....
Mereka berdua asik bernyanyi hingga selesai, namun saat mereka sadar! Alangkah terkejutnya mereka berdua mendapati semua orang sudah pergi neninggalkan peralatan yang ada..
Kriiikk... Kriiikk.. Hanya ada suara jangkrik yang terdengar, membuat Kaleea dan Cinderella saling pandang dan tertawa secara bersamaan. Begitu merdukah suara mereka? hingga semua orang takut untuk mendengar nyanyian duo somplak..
''Ayo kita pulang, aku sudah puas membuat rusuh.'' ucap Kaleea memegang tangan Cinderella untuk membawanya pulang. Namun baru saja turun dari panggung, seseorang berteriak pada mereka berdua.
''Kaleea! Cinderella.'' teriak mom Lulu melangkah dengan cepat menghampiri menatunya.
''Mom.''
''Onty.''
Mom Lulu berkacak pinggang, ingin sekali menenggelamkan dua biang rusuh yang sudah membuatnya malu karna sudah merusak pesta pernikahan sekaligus pasar malam untuk semua orang.
''Kalian berdua itu nakal sekali!'' Lulu menjewer telinga Cinderella dan Kaleea, menyeretnya untuk pulang ke rumah..
•
•
•
•
Di sisi lain, mobil Satria berhenti di halaman rumah mewah miliknya. Ia turun dari mobil dan berjalan gontai masuk kedalam rumah.. Dilihatnya rumah ini masih sepi, hingga Satria mengerutkan keningnya dan bertanya dalam hati kemana kedua orangtuanya dan aahhh wanita itu.
''Sayang kau sudah pulang?'' sambut seorang gadis tersenyum ramah menyambutnya.
''Suamiii?'' Satria mengerutkan keningnya. ''Sejak kapan aku menikah dengan wanita seperti mu?''
''Tapii bukanya sebentar lagi kita akan menikah?''
''Siapa bilang?''
''Orang tua mu.''
''Jika orang tuaku membuat janji padamu, nikah saja sama ayahku! aku tidak mau menikah dengan wanita bekas seperti mu.''
''Satria!'' bentak Sinta tak terima.
Satria terkekeh. ''Kenapa heh? bukannya kau wanita malam, yang tidak sengaja menolong ibuku dan sebagai balas budi kau ingin menjadi istr__
''SATRIA!'' bentak seseorang dari ambang pintu, hingga Satria dan Sinta menoleh secara bersamaan dan ternyata kedua orangtua Satria mendengar omongan yang keluar dari mulut anak mereka.
Satria memutar matanya dengan malas, saat kedua orangtuanya melangkah ke arahnya. Ia tau jika akan ada perdebatan di antara dirinya dan sang ayah karna wanita yang bernama Sinta.
''Sampai kapan kau akan mengabaikan Sinta? dia baik, sopan, berpendidikan tinggi dan cantik. Dia itu calon menantu di sini Satria.'' bentak sang Ayah.
''Dia itu calon menantu mu, bukan calon istriku! lagian aku sudah menikah dengan orang yang aku cintai.'' Ucap Satria yang membuat kedua orangtuanya melototkan kedua mata mereka.
''Beraninya KAU! sang ayah sudah naik pitam dengan kelakukan sembrono sang anak, yang menikah tanpa ia ketahui.
''Sudahlah ayah, aku capek!'' acuh Satria ingin meninggalkan mereka semua.
''SATRIA! ayah belum selesai berbicara.'' bentaknya lagi.
''Apa lagi?''
''Dengan siapa kau menikah? dengan gadis biasa, dengan kasta rendah? jika gadis seperti itu yang kau nikahi, kau tau betul jika aku tidak bisa menerima dia sebagai menantu ku.''
Satria diam, merasakan pening jika sudah berdebat dengan sang ayah yang berpikiran kolot. ''Ayah aku mohon, biar kali ini aku yang menentukan hidupku. Jangan mencampuri urusan asmaraku.'' pinta Satria dengan nada memohon.
''Keluarga kita itu keluarga besar SATRIA, keluarga terpandang! apa jadinya jika semua orang tau kau telah menikahi gadis biasa? bagaimana kau berpikir bahwa gadis biasa bisa masuk kedalam lingkungan keluarga kita?!''
''Aku mohon ayah.''
''Hanya ada dua pilihan untukmu, tinggalkan gadis itu atau pergi dari sini tanpa uang sepeserpun.'' ancam sang ayah tidak ada cara lain.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...
...Jangan lupa dukungannya yaaa....