
...•°•°•°•...
•
Semua keluarga tengah berkumpul di kediaman ayah Haris. Mengobrol dan bercanda ria, melemparkan guyonan yang unfaedah dari mulut si sompak yang tidak di saring..
Gano, Siska dan baby Vano pun baru saja datang, termasuk Melly dan Satria yang kebetulan berkunjung dengan niat meminta restu. Namun Melly mengurungkan niat untuk membicarakan hal pribadinya pada Cinderella, di saat semua keluarga sedang berkumpul.
Tapi sebagai sahabat baik, tentu saja Cinderella tau maksud Melly membawa seorang pria tampan yang ternyata sahabat Siska yang pernah ia temui di rumah sakit saat Siska melahirkan.
Sementara di sudut sofa. Gano tengah merasakan cemburu bahkan di perkirakan sedang kebakaran jenggot, saat ia melihat anaknya di gendong dengan nyaman oleh pria lain. Kalau saja bukan Melly memperkenalkan Satria sebagai temannya, mungkin saja seluruh badan Gano sudah terbakar habis oleh api yang berkobar dalam hatinya..
Author : Tolong panggilkan pemadam kebakaran, ada hati yang sedang terbakar..
Gano tidak mau jika Siska dan anaknya jatuh ke tangan pria lain selain dirinya, dan kedatangan dia berkunjung ke tempat Cinderella untuk bertemu dengan kedua orang tuanya untuk mengabari jika dia dan Siska akan melangsungkan pernikahan secepat mungkin.
''Perasaan Ac udah nyala, tapi kok panas ya?'' ledek Agam duduk di sebelah Gano, menyunggingkan bibirnya..
''Ck, apaan sih.'' sebal Gano memutar matanya dengan malas.
''Kalau kamu nggak kawinin ibu dari anak mu dengan segera, aku pastikan jika ibu dari anak mu bakal di embat pria lain Broo.'' Agam menepuk pundak sang adik.
''Ini juga lagi berusaha dapetin hatinya.'' jujur Gano, yang masih menatap Siska dan Satria secara bergantian.
Sedangkan Melly yang duduk di sebelah Cinderella sangat bahagia, ketika tangannya mengelus perut sahabatnya yang masih datar. ''Baik-baik di dalam yaaa, utun utun nya Onty.'' ucap Melly penuh suka cita.
''Oke Onty.'' jawab Cinderella menirukan suara anak kecil. ''Btw siapa yang kau bawa, Your boyfriend?'' tanya Cinderella berbisik.
Melly menatap mata sahabatnya lalu mengangguk dengan pelan. ''Sejak kapan?''
''Aku akan menceritakan semuanya, tapi tidak sekarang karna masih ada keluarga mu.''
Cinderella terdiam, seakan ia tau jika Melly menyembunyikan sesuatu padanya. ''Baiklah, ikut aku ke kamar.'' Ajak Cinderella, namun tiba-tiba Indra penciuman Cinderella yang tajam mencium bau harum makanan dari arah dapur.
''Bau apa iniii, enak sekali.'' gumam Cinderella dalam hati. ''Tunggu aku di kamar, aku akan segera menyusul.'' ucap Cinderella yang melangkah ke arah dapur..
Dilihatnya ternyata ada Nungky yang sedang membuat mie instan, membuat Cinderella menelan ludahnya dengan kasar karna tergiur mie instan rasa soto kari. Cinderella berpikir sejenak lalu kembali ke ruang tamu untuk menghampiri sang Kakek. ''Eyang.'' bisik Cinderella.
''Yaa cucuku, kenapa humm.'' Eyang Sengkuni menatap cucu kesayangannya yang berwajah polos.
Author : Cih, polos katanya..
''Sini ikut Ella sebentar.'' Cinderella menarik tangan sang Kakek menuju dapur, dan melihat jika Nungky sedang mencampurkan perasan jeruk pada mie yang sudah tersaji.
''Eyaaangg ituuuu.'' Cinderella menunjuk mie milik Nungky.
Cinderella mengangguk. ''Kayanya dedek bayi yang ada di dalam perut minta mie yang di buat Nungky Eyang.'' lagi dan lagi Cinderella menggunakan sang anak yang tidak tau apapun..
''Tunggu di sini.'' Eyang Sengkuni menghampiri Nungky yang sudah siap menyantap mie miliknya..
''Cucuku, Nungky.'' Panggil Eyang Sengkuni dengan ramah.
''E__ Eyaaangg..''
''Kamu sedang makan apa sayang?''
Senyum terbit dari bibir Nungky, ketika Eyang yang dulu sayang padanya kini memanggilnya sayang lagi. ''Masak mie instan Eyang.'' jawab Nungky dengan semangat.
''Waaaahh sepertinya enak, boleh nggak Eyang minta?''
''Tentu saja Eyangg.'' Nungky menyodorkan mie miliknya pada Eyang sengkuni..
''Terima kasih yaa cucuku.'' Eyang Sengkuni membawa mangkuk Mie yang di berikan Nungky, lalu memanggil Cinderella..
''Ini sayanggg.'' Eyang Sengkuni memberikan mangkuk mie pada Cinderella, yang mana membuat Nungky melototkan matanya tak percaya..
''Terima kasih Eyaaaang.''
''Ayo kita makan di ruang tamu.''
Cinderella dan Eyang Sengkuni pergi meninggalkan Nungky yang tengah merasakan kesal setengah mati. Ia pikir Eyang Sengkuni kembali menyayangi dirinya lagi, tapi ini apa? bodoh nya dia memberikan mie miliknya untuk si upik abu abu nawas..
Sudah cukup ia selalu mengalah, sudah cukup ia selalu menuruti perkataan Cinderella yang menjadi prioritas utama di rumah ini. Nungky sudah muak melihat Cinderella yang selalu menang dalam segi apapun. ''Cinderella, Cinderella, Cinderellaaaaaa.'' jerit Nungky dalam hati, mengepalkan kedua tangannya. ''Awas kau yaaa.''
Nungky pergi dari dapur menuju ke kamarnya, lalu menutup pintu dan menghubungi seseorang yang dia kenal. ''Aku punya kerjaan untuk mu.'' ucap Nungky pada seseorang di sebrang telpon.
•
Hayoo apa yang akan di lakukan si Nungky..
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
...Jangan lupa dukungannya...
...❤❤❤❤...