
Beberapa musim telah kita lewati, susah senang kita jalani bersama. Tak pernah terpikir oleh benak ini, jika kebersamaan kita adalah sebuah beban besar untuk kau jalani. Aku coba untuk tersenyum walau hati tersinggung, mencoba untuk meng'ikhlaskan hati walau air mata tak bisa di bendung di setiap tidurku..
Mengelus dada dengan perkataan yang sangat menyakitkan, yang mungkin tak sengaja kau ucapkan di sela kemarahan mu. Aku sudah memaafkan, namun hati tidak bisa berbohong jika perkataan mu masih terngiang di setiap mimpiku..
Bagaikan mimpi buruk untukku berpisah dengan mu, tidak adakah jalan lain untuk tetap bersama?..
Cieeee curhat wkwkwkw.😂 tetap tersenyum walau harus menelan obat pahit, asal jangan obat nyamuk aja yang di telan..🤣 sorry yaa para ziyeng ku baru up..
...•°•°•°•...
...Happy reading ziyeng...
•
•
•
Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, semua keluarga begitu bahagia. Bagaimana tidak! mereka semua sangat antusiasi saat dokter mengatakan jika Cinderella hamil anak kembar. Belum pasti jenis kelaminnya karna kehamilan Ella baru menginjak tiga minggu.
Eyang Sengkuni mengabari keluarga besar yang ada di Jawa tengah, jika Cinderella tengah mengandung cicit pertama untuknya. Kabar baik itu di sebut keluarga besar dari ayah Haris dan memberikan selamat pada Cinderella, namun sayang nya keluarga dari ibu Cinderella sudah tidak ada satu pun karna ibu Cinderella yatim piatu..
Beberapa menit di perjalanan, akhirnya dua mobil milik ayah Haris dan Agam telah sampai di rumah. Semua perhatian tertuju pada Cinderella, dan si sompak satu ini menjadi besar kepala, karna merasa bahwa dirinya kini menjadi tahta tertinggi di keluarganya dan keluarga suaminya..
[Oh enaknyaaaaaa jadi Cinderellaaaaa, mau apaaaa tinggal tunjuk ajaaa.]
''Hati hati sayang.'' Agam dengan perlahan membantu Cinderella turun dari mobil.
''Apa perlu menggunakan kursi roda?'' tanya ayah Haris dengan cemas, ia takut jika anaknya terjadi sesuatu.
''Tidak perlu ayah, kehamilan ku masih tiga minggu dan belum merepotkan ku.''
''Ya sudah hati-hati.''
Mereka semua pun masuk kedalam rumah, dan tanpa mereka sangka ternyata Amora si penyihir Meksiko menyambut mereka dengan senyum mengembang di wajahnya..
''Syukurlah kalian sudah pulang, bagaimana keadaan Elaa? apa kamu baik-baik saja sayang?'' tanya Amora dengan begitu perhatian, membuat semua orang saling pandang termasuk mom Lulu dan dad Borkhan.
''Dasar tidak tau malu! kenapa kau masih di sini?'' sentak Eyang Sengkuni, menunjuk Amora dengan tongkat nya..
''Ayah ak__'' Amora tidak melanjutkan perkataan nya saat Cinderella lebih dulu bersuara.
''Eyaaaang.'' Cinderella memanggil sang Kakek dengan manja. ''sudahlah, lupakan apa yang sudah terjadi. Mungkin mamah Amora sedang khilaf dan aku sudah memaafkan nya.'' Cinderella melirik Amora dengan pandangan sulit di artikan, membuat bulu kuduk Amora langsung merinding seketika..
''Tapi cucuku diaaa..''
''Ini hari kebahagiaan kita Eyang, jangan merusaknya dengan hal sepeleee.'' ucap Cinderella dengan nada pelan, seakan dirinya adalah peri yang turun dari kayangan. Namun nyata dia titisan iblis yang berkedok Cinderella, jika ia berhadapan dengan orang yang licik dan jahat maka Cinderella pun akan mengeluarkan tanduknya..
''Terima kasih mom.'' Lulu tersenyum penuh kelicikkan, menatap si penyihir Meksiko dengan ramah.
Selama di perjalanan dari rumah sakit ke rumah, Cinderella memikirkan nasib ibu tiri dan sodara tirinya. Walau Cinderella tidak menyukai Amora dan Nungky, tapi setidaknya mereka berdua bisa menjadi bahan kejahilan nya. Terlebih kini ia sedang hamil dan bisa mengerjai kedua benalu itu untuk menjadi budaknya..
Sementara Amora menelan salivanya dengan susah payah, ia yakin seratus persen jika hari ini dan kedepannya tidak akan baik-baik saja untuk kehidupannya. Namun ia tidak punya pilihan lain dari pada ia melarat di luar sana..
Terlebih Amora tidak mau sampai mencuci baju tetangga lagi dengan upah yang sedikit, ia tidak mau berjualan kue keliling yang akan di hina para tetangga karna ia berjualan kue dengan gula biang. Amora benar-benar tidak mau sejarah kelam ter'ulang kembali jika dirinya di tendang dari sini..
Amora menggelengkan kepalanya dan tersadar dari lamunan nya. ''Tidak! itu tidak boleh terjadi.'' gumam Amora dalam hati, lalu menoleh pada suaminya. ''Oh iya mas, aku dan Nungky bersama bi Sumi sudah menyiapkan makanan di meja. Jika berkenan ayo kita makan mumpung masih hangat.'' ucap Amora penuh kelembutan.
Ayah Haris mengangguk. ''Iyaa benar itu, ayo semuanya kita makan dulu.'' ajak ayah Haris yang di angguki semua anggota keluarga..
Mereka pun berjalan ber'iringan menuju meja makan, yang ternyata sudah ada Nungky yang sedang menata makanan.. ''Kalian sudah datang?'' Nungky si ulat keket berbulu domba itu tersenyum ramah, sama halnya dengan yang Amora lakukan ketika menyambut kedatangan Cinderella dan anggota keluarga lainnya..
Tapi mata genit Nungky menatap Agam penuh damba, dengan getaran hebat dalam kalbunya. Membuat Cinderella mencibikkan bibirnya melihat kelakukan Nungky. ''Ingin sekali ku colok matamu Nungky! lihat saja, kau adalah orang pertama yang akan aku kerjai dengan dalih bayi yang ada di dalam kandunganku.'' gumam Cinderella.
______
Kini semua orang duduk di kursi masing-masing, memakan makanan yang sudah tersaji. Namun beda halnya dengan Cinderella yang tiba-tiba berlari ke kamar mandi, dan langsung memuntahkan isi dalam perutnya..
Huueekk... Huueekk..
''Sayang.'' Agam menyusul Cinderella ke kamar mandi, lalu meminjat tengkuk Cinderella dengan perlahan.. Segala perhatian ia berikan pada istrinya yang tengah mengandung buah cinta mereka berdua, hingga Cinderella selesai dengan muntahannya. Agam membawa Cinderella duduk kembali ke meja makan..
''Minum dulu sayang.'' Agam menyodorkan teh hangat pada istrinya.
''Aku nggak mau ini Yank, aku maunya kedongdong.'' ucap Cinderella, sambil menyeruput teh manis yang Agam berikan..
''Baik, aku belikan.''
''Tidak! aku mau si Nungky yang membelikan kedongdong nya.'' ucap Cinderella penuh harap, padahal dalam hati ia sengaja agar Nungky tidak makan bersama..
Amora tersenyum dan menyikut anaknya. ''Sana pergi, dan belikan kedongdong untuk keponakan mu.''
Nungky mengerucutkan bibirnya. ''Kenapa harus aku sih Mah, aku kaaaannn__'' Nungky tak melanjutkan perkataannya di saat ia melihat jika semua orang memandang ke arahnya. Lalu Nungky tersenyum kikuk. ''Iyaa iyaaa aku pergi sekarang, memangnya mau kedongdong di campur rujak atau apa?'' tanya Nungky pada Cinderella..
''Aku mau kedongdong dari pohonnya langsung!''
''APAAA!!'' teriak semua orang yang ada di ruang makan.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...