CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
CS ~ Bab 101. Kontraksi



...•°•°•°•°•...



Malam berganti siang ... yang kering kini mulai basah. Tidak terasa bulan pun berlalu begitu cepat, bahkan kehamilan Cinderella sudah membesar dan menunggu hari untuk melahirkan.


Agam dan Cinderella pun sudah menyiapkan kamar untuk kedua bayi mereka, lengkap dengan semua perlengkapan nya. Warna kamar di bagi menjadi dua bagian, yang sebelah kiri warna biru, yang sebelah kanan warna pink marna mereka akan menyambut bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


Agam begitu bahagia, menunggu kelahiran kedua buah cintanya dengan Cinderella yang tinggal menunggu hari saja, bahkan Agam menjadi suami siaga kapan pun di mana pun jika Cinderella membutuhkan dirinya.


Jika pun Agam sedang berada di luar, Agam selalu menghubungi Cinderella dan menanyakan kabar dirinya dan buah cinta mereka setiap lima menit sekali.


Seperti sekarang, Cinderella dan Agam tengah berkomunikasi lewat ponsel.


["Ayang ... kamu di mana?"] tanya Cinderella lewat telpon.


["Masih di luar sayang ..."] Jawab Agam di sebrang telpon.


[''Sekalian, tolong carikan aku tumis genjer.'']


[''Dimana aku cari tumis genjer jam segini, lagian kamu kok nggak kaya orang-orang ngidam mangga ke, apa ke gitu.'']


[''Aku pengen tumis genjer, ngapain aku ngidam mangga yang asam dan kecut!"]


[''Tapi ... di makan nggak nanti tumis genjer itu?''] tanya Agam kurang percaya.


["Nggak tau, pokonya carikan aku tumis genjer dulu!''] Sentak Cinderella menutup telponnya.


"Aduh ..." Cinderella mengiris keram di bagian perutnya.




''Nggak pernah ngidam, tapi sekalinya ngidam tumis genjer." Ledek Siska, yang kebetulan sedang bermain di rumah Kakak iparnya bersama Gano dan baby Vano.


''Tau nih, nggak etis banget emak bapaknya banyak duit sampe segudang! Yang di mau malah minta tumis genjer.'' Jawab nyeleneh Cinderella, seperti biasa dengan tingkat kepercayaan dirinya.


''Laa, sini ... deh.''


''Apa?'' Cinderella dengan perlahan menghampiri adik iparnya, lalu duduk di sebelah Siska.


''Aku habis bikin kue, cobain deh.''


Cinderella melihat kue yang di sodorkan oleh Siska. ''Kue macam apa ini? Kenapa bentuknya aneh bin hancur.''


Siska terkekeh. ''Ini nama kue nya, kue Anjingg bangkit dari alam semesta! Walau sedikit gosong, tapi rasanya beuuuhh parah.''


''Enak?'' tanya Cinderella.


''Nggak tau ... mangkannya aku suruh kamu coba.''


''Yeeey ... gimana sih." Cinderella berdecak sebal, "tapii ... kenapa harus gosong sih panta*nya?" tanya Cinderella membolak, balikan kue yang ada di depan nya.


''He heh heh, yang bagus aku taro rumah.'' Jawab Siska dengan wajah watado (wajah tanpa dosa).


''La ilaaaah ... istrinya si Margano kebangetan! ngasih Kakak ipar yang gosongnya aja.'' Cinderella mendelik sebal.


''Cobain aja duluu ... kalau enak, nanti nyusul yang bagus.''


Cinderella mengambil satu kue berbentuk Anjingg dengan panta*nya yang gosong, lalu memasukkan kedalam mulutnya..


''Gimana enak nggak?''


''Ummm ... Um ... enak sih, tapi ... Huuueeekkk, rasanya benar-benar bangkit dari alam semesta.'' Cinderella memuntahkan kue itu dengan badan begidik ngeri, ia tidak ingin lagi mencoba kue yang di berikan oleh Siska.


''Nggak enak yaa ... hehe he he.''


Namun ketika Cinderella sudah minum, ia merasakan perutnya melilit sakit. ''Aahhh ...'' teriak kecil Cinderella, membuat Siska kaget.


''Cinderella kamu baik-baik saja?''


''Perutku sakittt ...''


Siska yang panik langsung berteriak memanggil suaminya. ''Gano ... Gano ...'' Teriak Siska memanggil Gano, yang tengah bermain dengan baby Vano.


''Ada apa?''


''Bawa Cinderella ke rumah sakit, cepat! aku telpon Agam dulu.''


Gano terkejut, lalu membantu Cinderella untuk berdiri. Namun ketika Gano memegang tangan Cinderella, ia malah berteriak.


''ASTAGHFIRULLAH ... SURELLAAAAA.'' Gano berteriak kesakitan, ketika Cinderella mencengkram lengannya.


''Berisik ...'' teriak Cinderella, sambil menahan sakit di perutnya.


"Kuku Lu yaa Lelaa! tajem beneeerrr!''


''Ada apa ini?'' Agam baru saja pulang, terkejut mendengar teriakkan Gano dan istrinya.


''Bini Lu mau ngelahirin bego! malah tanya lagi.'' bentak Gano, yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit karna kuku panjang Cinderella menancap di pergelangan tangan nya.


Agam melemparkan kantong keresek yang berisikan tumis genjer kesembarang arah, lalu menghampiri istrinya dengan panik. ''Sayank, kamu nggak apa apa?''


''Sakit banget Yank.'' Keluh Cinderella.


''Bawa kerumah sakit cepat!''


Dengan segera ... Agam membawa Cinderella menuju mobil bersama Gano, karna Cinderella tidak akan pernah melepaskan Gano dari cengkraman nya.


Sedangkan Siska tidak ikut, ia menunggu di rumah karna harus menjaga baby Vano.


''Sayang tahan yaaa, Pak Ridwan cepat sedikit!''


''Baik Pak, ini sudah cepat.'' Jawab Pak Ridwan.



Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, di dalam mobil penuh dengan teriak'kan ketiga orang yang Absurd.


''Gano! ngapain mulut mu komat kamit!'' Sentak Agam melihat Adiknya yang terlihat panik, walau pun dua juga panik.


''Lagi baca ayat kursi, si Ella 'kan mau lahiran.'' Jawab Gano dengan polos. ''Alāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-..''


''Yaa ... ahli kubur! si Ella mau lahiran, bukan kesurupan!'' Bentak Agam tak habis pikir dengan kelakuan sang adik.


"Ouh, salah lagi deh." desah Gano.


''Kalian berdua itu BERISIIIIKK ...'' Bentak Cinderella mencengkram kedua tangan Agam dan Gano secara bersamaan.


''HUUUAAAA.'' Teriak Agam dan Gano secara bersamaan, ketika merasakan tangan mereka perih akibat cengkraman Cinderella tembus sampai daging.




...Do'ain Guys, si Nurlela mau lahiran....


...jangan lupa LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...


...Like donk setelah baca, jangan gitu yaaa habis baca lupa ngasih Like....