
...•°•°•°•...
''Ayah aahhkk.'' teriak Cinderella dengan pasrah, saat tubuhnya mendapatkan serangan bertubi-tubi dari si penyihir Meksiko.
Aaa.. Aaa.. Aaa.. Aaa.. kepala Cinderella di goyang gergaji oleh si penyihir Meksiko, hingga Cinderella merasakan pusing dan berkunang kunang..
''AMORAAAAAA.''
Teriakkan itu bukan Eyang Sengkuni melainkan dari ayah Haris yang tidak menyangka jika istrinya benar-benar melakukan kekerasan terhadap putri kandungnya..
Sedangkan Nungky memejamkan matanya atas kebodohan sang ibu, membayangkan jika dirinya dan ibunya pasti akan di depak dari rumah ini.. ''Mah, ada apa dengan dirimu.'' gumam Nungky dalam hati, merutuki kebodohan sang ibu..
Sedangkan Amora tidak mengidahkan teriakkan sang suami, ia terus saja menghajar Cinderella dengan brutal. Namun sedetik kemudian tubuhnya serasa ada yang mendorong hingga ia terjelembab kebelakang..
Bruuugghh..
''AMORAAAAAA BERANINYA KAU!'' teriak ayah Haris lagi, sambil menunjuk sang istri. Lalu ayah Haris menolong Cinderella yang berpura-pura kesakitan dan terluka, seakan dirinya benar-benar menderita dengan tangisan dan isakkan buaya..
''Ayah, Hissskk.''
''Maafkan ayah sayang, maafkan ayah yang sudah menutup mata.'' Ayah Haris memeluk putrinya dengan hati bersalah..
''BOHONG MAS! jangan pernah mempercayai tipu daya muslihat dan kelicikkan nya.'' teriak Amora menunjuk Cinderella dengan menggebu-gebu, ia tidak sadar akan posisi yang sebenarnya sudah terjepit..
''Cukup Amora! aku pikir kau ibu yang baik untuk putriku, tapi apa nyatanya? heh, jadi selama ini kau memperlakukan putri ku seperti ini? pantas saja pitriku menjadi ambiradul dengan sifat yang keras kepala. Rupa rupanya rumah tempat dia berlindung bagaikan neraka.'' ucap ayah Haris penuh penekanan dan itu membuat Amora bungkam.
[Bapak nya baru tau. Padahal sifatnya udah seperti itu dari dulu🙄]
Padahal jika ayah Haris bercermin, tentu saja dia juga punya andil karna dia sendiri yang membawa Amora dan Nungky ke dalam rumah yang selama ini damai dan tentram..
''Mas, bukan seperti ituuu ak__
Amora tidak bisa melanjutkan perkataannya saat Cinderella terkurai lemas tak sadarkan diri, dan itu membuat Eyang Sengkuni dan ayah Haris terkejut.
''Cinderella..
''Cinderella..
Ucap keduanya secara bersamaan, namun tidak untuk Amora, ia yakin jika Cinderella sedang ber'ekting agar dirinya semakin ter'pojokkan.. Sedangkan ayah Haris dan Eyang Sengkuni membawa Cinderella ke rumah sakit, meninggalkan Amora dan Nungky yang tengah saling pandang.
''Mah, bagaimana ini?'' tanya Nungky. ''Aku nggak mau jadi miskin mah, aku nggak mau tidur di kasur keras lagi kaya dulu.'' rengek Nungky..
''Ayo kita kabur, dan bawa semua harta yang kita miliki. Tapi sebelum pergi kita ke atm dulu untuk mengambil semua uang yang ada di dalamnya.'' ujar Amora yang membuat Nungky melototkan matanya..
''Tapi mah__
''Sudahlah ayo ikut mamah.''
Amora menyeret anaknya membawa koper dan juga perhiasan yang dia miliki, terlebih ATM milik Haris masih ia pegang dan akan mengambil semua uang yang ada di ATM itu, lalu pergi ke tempat di mana Haris tidak akan menemukannya..
Di tempat lain•
Gano memarkirkan mobil di halaman rumahnya, ia keluar membawa beberapa kantung keresek berisikan buah buahan untuk Siska..
Namun ada yang beda dari Gano, penampilannya berubah dengan potongan rambut pendek. Dan ternyata ia mengabulkan keinginan Siska untuk memotong rambut kesayangannya.
Gano sudah berjanji bahwa dia akan mengabulkan apapun keinginan ibu dari anaknya ini, jika perlu. Gano akan memberikan nyawa nya untuk kedua orang yang dia sayang.
Gano melangkah langsung ke rumah siska membawa satu keranjang buah di tangan kanan, dan satu kantong keresek berisikan apel dan jeruk..
''Siskaaa.'' teriak Gano di depan pintu rumah..
Siska yang mendengar Gano di luar, langsung melangkah membuka pintu, namun Siska sangat terkejut melihat Gano memangkas rambutnya yang panjang.
''Ga_ Gano.''
''Haiii momie, bagaimana penampilanku?'' tanya Gano dengan senyuman mengambang..
''Kau potong rambut mu?''
''Bukankah kau yang menyuruh?''
''Isshh jelek sekaliiiiii, kenapa kau potong rambut tidak bilang padaku sih! aaahhh kau jelek, jelek,jelek.'' ucap Siska, padahal dalam kalbunya berkata lain. Siska begitu terpesona dengan penampilan baru Gano yang semakin tampan dan aaahhh lihat badannya yang ber'otot itu..
''Jadi aku harus bagaimana?'' Gano mengerutkan keningnya melihat Siska..
''Tumbuhkan lagi rambutmu dalam semalam, jika itu terjadi besok juga kita menikah.''
Blaaamm... Siska menutup pintu dengan kencang..
Sedangkan Gano masih diam dan bingung, bagaimana menumbuhkan rambut dalam semalam. '' Dimana aku bisa menemukan jin yang bisa menumbuhkan rambut hanya dalam satu malam?'' tanya nya dalam hati lalu terkekeh sendiri..
Jadi, apa yaaaa kira kira yang akan di lakukan oleh Gano untuk menumbuhkan rambut dalam semalam?
...••••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...