CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
CS ~ Bab 102 : Telah lahir.



...•°•°•°•...



Mobil yang membawa Cinderella berhenti di depan rumah sakit, di sana juga sudah ada Dokter dan beberapa Suster yang sudah menunggu.


Tubuh Cinderella di angkat dan di baringkan di brangkar, agar bisa segera di tangani.


''Tarik nafas Bu, ayo ikuti saya.'' Sang Dokter membuat instruksi agar Cinderella mengikutinya, agar tidak tegang.


''Sering kali udah di bilangin jangan panggil aku Ibu Dok! Saya belum tua." Perotes Cinderella.


''Baiklah, terserah anda, yang penting ikuti instruksi saya."


Perlahan Cinderella mengikuti instruksi dari Dokter pribadinya. ''Sakit Dok! lebih sakit ketika Dokter manggil saya Ibu, terasa udah tua banget saya.'' rengek Cinderella


''Sayang ... yang sabar yaa.'' Agam, menguatkan Cinderella yang tengah berbaring di brankar.


''Tunggu di sini dulu Pak, kami akan memeriksakan pasien terlebih dahulu.''


Agam dan Gano mengangguk secara bersamaan, membuat sang Suster mengerutkan keningnya ... lalu masuk kedalam dan menutup pintu dengan rapat.


Kini ... Kakak beradik itu duduk di kursi tunggu, keringat besar dan keringat kecil membanjiri tubuh mereka. Apa lagi Gano, yang melihat pergelangan tangan nya penuh luka.


''Perasaan waktu Siska melahirkan anteng-anteng bae deh, lah si Ella yang notaben nya cuma kakak ipar bisa bikin tanganku bonyok bekas kuku.'' Protes Gano pada sang Kakak.''


''Nikmatin aja sih, banyak ngeluh udah gede juga.''


''Suami pasien.'' Suster memanggil.


''Iyaa, saya dok.'' Ucap Agam dan Gano secara bersamaan sambil berdiri.


Agam menoleh pada sang adik, ''Eh cunguk! Emang kamu pernah naro kecebong di rahim istriku!'' Bentak Agam, yang mana membuat Gano menggeleng dengan cepat.


''Aku refleks aja ...''


''Eehh, bahlul.'' Agam dengan gemas menjambak rambut Gano, lalu masuk kedalam ruangan di mana sang istri tengah merasakan sakit.


''Rambutku jadi rontok!'' Gerutu Gano duduk kembali di tempatnya, lalu ia ingat untuk mengabari kedua orang tuanya.



Sedangkan di dalam ruangan•


Cinderella tengah menangis, merasakan sakit yang sangat luar biasa di dalam perutnya.


Agam dengan setia menemani Cinderella walau ia merasakan sakit, akibat jambak'kan dan cengkraman kuku panjang Cinderella.


Namun ... rasa sakitnya sirna dan tidak di rasa olehnya, ketika Agam melihat Cinderella menahan sakit tak berdaya, karna ini kali pertama dirinya melihat Cinderella menangis.


Selama ini Cinderella selalu bersikap ceria dan manja kepadanya, hingga tak terasa Agam meneteskan air matanya penuh rasa bersalah. ''Maafkan aku ... yang semangat yaa Sayang.'' Bisik Agam.


''Ibu ikuti instruksi saya yaa, ini sudah waktunya.'' Ucap sang Dokter, yang mana membuat Cinderella dan Agam mengangguk secara bersamaan.


''Satu ... dua ... tiga ... mengenjan Bu.''


''Satu ... dua ... tiga ... "


"Hmmm ..."


''Maaf Bapak tidak perlu mengejan, nanti bisa-bisa Bapak mengeluarkan yang lain dari lubang entah benatah.'' Ucap sang Suster.


Sang Dokter yang sedang memberi instruksi pada Cinderella langsung tertawa terbahak-bahak, mendengar coloteh Suster nya.


''Khem ... Suster, saya sedang memberi instruksi.''


Suster mengangguk, sementara Agam menyemangati Cinderella sebisa mungkin.


''Ayo Bu, rambutnya sudah kelihatan.''


"Hmmm ...''


''Satu ... dua ... tiga ..''


''Hmmm mmmm aaaaahhh.'' Cinderella mengeluarkan seluruh tenaganya, dengan kuku yang masih menancab di pergelangan tangan Agam..


Hoooeeekkkk ....


Bayi pertama berjenis kelamin laki-laki telah hadir ke dunia. Dan baru saja Cinderella mengambil nafas, perut Cinderella terasa mulas kembali..


''Dok ... perutku sakit lagiii ...''


Sang Dokter pun membantu persalinan kedua, dimana tak berapa lama tangisan bayi kedua lahir berjenis perempuan.


Agam mencium seluruh wajah Cinderella, dan berucap terima kasih karna telah melahirkan kedua anak yang sempurna untuk mengisi keseharian nya..


''Terima kasih sayang ... tidak akan aku lupa jasamu, ketika melahirkan anak untukku, terima kasih, terima kasih.''


Cup ... Cup ... Cup ...


''Apakah mereka lahir dengan sempurna?'' tanya Cinderella dengan nafas tersenggal senggal.


''Yaa ... sayang, mereka lahir dengan sempurna.''


Jeritan Cinderella kembali menggema di ruang persalinan, ketika sang Dokter tengah menjahit di bawah sana.


''Dok, jangan di jahit semua ... nanti pisang tanduk made in Arabia ku bagaima?'' tanya Agam dengan polos, yang mana membuat sang Dokter terkekeh.


''Tenang Pak, saya sudah sisakan sedikit jalan untuk hunian pisang tanduk anda.''



...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...


...jangan lupa dukung terus yaaaa...