CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 69. Flashback Melly & Satria



''Heii kau tunggu!''


Melly menoleh. ''Yaa siapa yaaa?''


''Kamu tidak ingat diriku? aku mencari kamu kemana mana, apa kau tidak hamil?''


Deg....


Jantung Melly berdegup kencang, saat pria ini menanyakan apakah dirinya hamil atau tidak. Itu berarti pria iniiiiiiii......



Flashback•


...•°•°•°•°•...


Sore menjelang malam, antara magrib memasuki Isya seorang gadis tengah menagis sedih karna baru saja putus cinta dengan kekasih pujaan hatinya.


''Hiks, sial banget sih nasib ku! jomblo lagi jomblo lagi, lagian apa sih kurangnya aku? untung aja aku nggak pernah ngasih mahkota berhargaku.'' gumam Melly yang teringat perselingkuhan pacarnya dengan seorang wanita yang tidak dia kenal..


Melly yang geram lalu menendang batu dengan kencang..


Syuuuttt... Thak..


"Awww.'' Teriak seseorang dari balik semak-semak, membuat Melly melototkan matanya..


''Si_ siapa itu?'' teriak Melly yang takut jika terkena makhluk tak kasat mata, bisa panjang urusannya jika berhubungan dengan makhluk goib..


Krusuk.. Krusukk..


Seorang pria tampan nan gagah keluar dari semak semak, sambil membenarkan sleting celana nya yang mana membuat Melly melototkan matanya. ''Heii siapa kamu? kamu habis berbuat mesum yaaa di semak semak.'' ucap Melly dengan nada kencang..


''Heii berisik! enak aja nuduh sembarangan, gini gini gue masih perjaka.''


''Aaahh bohong kamu, Tolo__'' Melly akan berteriak, namun Satria lebih dulu membekap mulut Melly dengan tangannya..


''Lu apa-apaan sih! Gue abis pipis di semak-semak tadi, gak bisa nahan. Ngapain kamu mau teriak.'' ujar Satria dengan nada berbisik takut orang dengar. Sedangakan Melly terbelalak kaget saat pria yang membekapnya mengatakan jika dia sudah pipis, itu berarti tangan yang membekap mulutnya bekas pegang kunculo donk.


Aaaaahhhhkkk.... Melly berteriak sambil meronta hingga Satria melepasakan bekapannya..


Argggh.. Cuih, cuih, cuih. ''Melly mengusap mulutnya dengan tergesa-gesa, lalu menatap Satria dengan tajam. '' Dasar jorok! tanganmu belum di cuci, itu tangan kan kotor bekas pegang kunculo mu.''


''Oh, anggap aja vitamin.'' jawab Satria dengan raut muka watado (wajah tanpa dosa).


''What vitamin! yang ada aku bisa terkena penyakit, dasar jorok.'' Melly melengos pergi meninggalkan Satria yang sedang menggidikkan bahunya, lalu melangkah ke arah mobil yang dia parkir..


Ketika Satria sudah berada di dalam mobil, ponselnya berdering, ia melihat di layar ponsel tertera nama sahabatnya mengirimkan pesan..


📩[Nanti malam datanglah ke club Yxl, ada yang mencarimu.]


Satria diam sejenak, memikirkan apakah dia akan pergi atau tidak. Tapi sayang juga kalau tidak pergi, ia penasaran siapa orang yang mencarinya..


📨 [Baiklah, nanti malam aku akan ke sana.]


Setelah membalas pesan temannya, Satria pun melajukan mobilnya menuju tempat dimana toko kue Siska berada sebelum dia berangkat ke Jakarta besok siang.






Malam hari di kos kosan Melly, teman satu kamarnya sedang sakit perut dan tidak bisa masuk kerja. Ia meminta Melly untuk menggantikan dirinya malam ini saja, tapi Melly menolak untuk menggantikannya bekerja di tempat hiburan malam..


''Ayolah Mell untuk malam ini saja, kalau aku nggak ada gantinya gaji aku pasti di potong Mell. Ibuku sedang sakit parah Mell.'' mohonnya.


''Mell ayo lah Ahhhkk.''


''Haiiss, oke oke tapi untuk malam ini aja yaaa.''


''Ahhh benarkah? makasih yaaa Mell.''


''Ya sudah, aku siap sial dulu..''


Melly bersiap siap untuk pergi ke tempat hiburan malam dimana temannya bekerja, awalnya baik-baik saja hingga Melly perotes saat mengenakan baju kekurangan bahan. Bagaimana tidak, rok di atas paha dengan kaus yang kekat. Namun lagi dan lagi Melly hanya menghela nafasnya lalu mengantarkan minuman ke para tamu vvip yang memesan minuman..


Melly cukup merasa lega, karna tidak ada para tamu yang kurang ajar padanya namun tidak munafik ada satu dua orang tamu yang mengajaknya itu.. Tapi dengan sopan namun penuh penekanan, Melly menolak nya dengan tegas..


''Aku haus.'' Melly meraba tenggorokannya yang kering, lalu mengambil gelas yang ada di dekatnya tanpa tau minuman itu punya siapa..


''Iyeeekk, air putih ini kenapa aneh rasanya yaaa aahh tenggorokan ku panas.'' Melly terburu buru lari ke kamar mandi..


Namun sebelum ia sampai ke kamar mandi, ia bertubrukan dengan seseorang hingga membuat Melly pingsan karna kepala Melly terbentur tembok..


Orang yang menubruk Melly tidak lain adalah Satria. Ia sangat terkejut saat dirinya menubruk seseorang sampai pingsan. ''Aduh, kok bisa pingsan? perasaan badan Gue nggak gede gede banget deh. Bisa panjang urusannya jika orang tau.'' Satria melihat kanan kiri dan membawa Melly kedalam mobilnya..


Di dalam mobil•


Satria mencoba membangunkan Melly yang masih pingsan, namun Melly sama sekali tidak membuka matanya. ''Heii bangun?''


''Uhhkk.'' lirih Melly


''Ahh syukurlah kau bangun.''


''Aku nggak tahan.'' racau Melly..


''Nggak tahan apa? kamu pengen berak?''


''Nggak tahan pengen meledak ledak.''


''Aaiisshh jangan berak di mobil mahalku! sebentar, aku bawa kau ke toilet.''


Dengan tergesa-gesa Satria menginjak pedal gas untuk membawa melly ke toilet, namun sayang seribu sayang! tengah malam tidak ada toilet yang buka hingga akhirnya Satria membawa Melly ke hotel tempat ia menginap..


Walau umur satria sudah menginjak tiga puluh tahun, namun otak cerdasnya masih polos dan belum tercemari apapun. Karna dia mendedikasikan hidupnya untuk bekerja dan belajar hingga dia lupa bagaimana rasanya mempunyai pacar..


(Lupa bagaimana rasanya mempunyai pacar, tapi nggak bakalan mungkin lupa masalah perpepewan kan! berarti nggak polos polos banget lah.)


Sesampainya di kamar hotel, Satria dengan terburu-buru membawa Melly kedalam toilet. ''Sana boker yang puas.'' ucap Satria beranjak pergi dari dalam kamar mandi, lalu duduk di sofa menyenderkan tubuhnya karna lelah..


Satu menit.....


Dua menit....


Melly tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi, membuat Satria curiga. ''Kenapa dia belum keluar yaa?'' Satria ingin berdiri namun ia urungkan saat mendengar pintu kamar mandi terbuka..


Namun alangkah terkejutnya Satria, saat netra matanya melihat Melly sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun di tubuhnya.. ''Astagfirullah...... '' teriak Satria dengan terburu-buru menutup kedua mata dengan tangannya..


Sedangkan Melly yang tidak sadar karna di bawah pengaruh obat, melenggak lenggok tanpa malu sedikit pun ke arah Satria.. ''Aku lapar dan ingin memakan mu.. arrrrggghh.'' bisik Melly tepat di daun telinga Satria hingga pria itu merinding disko saat hembusan nafas Melly begitu teras menerpa kulit..


''Jangan, jangan perkosa aku.'' mohon Satria, namun dia malah membuka lebar tangan dan kakinya dengan pasrah..



...••••...


...Aaaiii di gantung wkwkwk... tidur aaaahhh...


...Jangan lupa ...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...