
...•°•°•°•°•...
•
Di teras rumah, tepatnya di kursi bambu rumah Siska ada tiga orang yang tengah duduk sambil berbincang-bincang.
''Apa itu masih sakit?'' tanya Cinderella pada Gano yang masih memegangi pipinya.
''Tau ini udah sakit! pake nanya lagi.'' ketus Gano pada Cinderella.
Plaaakk!! Aaiii...
Cinderella memukul bahu Gano dengan sekuat tenaga.''Yang sopan kamu bicara sama kakak ipar mu.''
Gano mengelus bahunya yang kena gaplok oleh kakak iparnya. ''Kamu makan apa sih, tenaga mu udah kaya hulek.''
''Ck, tentu saja makan belingk, makan batu, makan kayu, makan hati malah paling banyak.'' Jawab Cinderella yang membuat Gano terlepongo.
''Yang benar kamu?''
''Tentu saaaajaaa..... Tidak! dasar bodoh, mana mungkin wanita cantik sepertiku makan itu semua.'' jawab Cinderella menggigit kuku kuku jari nya dengan gaya tengil..
Gano langsung cemberut. Ia tak menyangka jika wanita di depannya ini adalah kakak iparnya. ''Bagaimana bisa Agam menikah dengan wanita aneh ini.'' gumam Gano dalam hati.
''Hei adik ipar! aku bisa mendengar suara batin mu lho, jangan ngomong sembarangan apa lagi menggerutu dalam hati.'' ucap Cinderella dengan asal, tapi itu berhasil membuat Gano terbelalak kaget.
''Sudah, kalian itu kenapa malah berantem sih? Oh iyaa kapan kamu dan tuan Agam menikah.'' tanya Siska pada Cinderella..
''Umm udah lama kaya nya yaaa, tapi aku lupa udah berapa bulan nikah soalnya aku sama Agam nikah dadakan.'' Jawab Cinderella, ''tepatnya nikah karna di gerebek.'' lanjutnya dalam hati.
''Uummmm.'' Siska mengangguk..
''Mbak, boleh nggak aku ikut ke kamar mandi? nggak tahan pengen pupsi.''
''Ya sudah sana masuk, di dapur juga kebetulan ada Novi.''
Cinderella berdiri dari kursinya, namun naas saat Cinderella akan melangkah kan kakinya tersandung dan terhiyung kedepan.
Hap... Dengan sigap Gano menangkap tubuh Cinderella yang akan terjatuh. ''Hati-hati kau ceroboh sekali.''
''AGAINO!! teriak Agam yang baru saja datang, lalu melangkah dengan lebar menghampiri adiknya itu.
Gano melepasakn tangannya dari pinggang Cinderella, menelan ludahnya dengan kasar dan bergumam dalam hati jika akan ada kesalah pahaman di antara mereka lagi..
Sreet.. Agam menarik Cinderella agar menjauh dari Gano. ''Bang, ini nggak seperti yang kamu lihat.''
Brengsek! Bugh..
Agam meninju pipi Gano dengan keras, sungguh malang kali ini nasib Gano. Belum juga kering luka yang di dapat oleh Cinderella, kini harus bertambah dengan bogem mentah dari sang Kakak.
Sedangkan Siska lagi dan lagi tersenyum penuh kepuasan, melihat Gano di beri bogem mentah oleh pasangan suami istri yang tidak lain kakak nya sendiri dan kakak iparnya..
''Berani-beraninya kau menyentuh istriku!'' bentak Agam.
''Yank, jangan salah paham dulu ini nggak seperti yang kamu kira.''
''Diam kamu!'' Agam tanpa sengaja membentak Cinderella, Agam takut jika sang adik kepincut dengan istrinya.
''Kamu bentak aku?'' tanya Cinderella, dengan raut muka yang sedih karna Agam membentaknya di hadapan orang lain. Walau pun Cinderella selalu tegar dan kuat, tapi hati wanita tidak bisa di bohongi jika Cinderella merasakan sakit hati saat di bentak oleh suaminya sendiri apa lagi di hadapan orang lain..
''Yaaa, aku membentakmu! lagian kamu ngapain mau mau nya di pegang sama adikku! ooohh apa kalian berniat selingkuh di belakangku.'' Agam menatap Gano dan istrinya bergantian.
Sungguh, otak cerdas Agam tidak bisa berfungsi dengan baik untuk saat ini. Agam terlalu takut dan di balut rasa cemburu yang sangat besar, terlebih Agam tidak mau jika istrinya di sentuh oleh orang lain selain dirinya..
''Tuan Agam, sepertinya anda salah paham.'' Siska ikut berbicara.
''DIAM KALIAN BERDUA, DAN KAU GANO! awas saja jika aku melihat mu dengan istriku lagi.'' bentak Agam menyeret Cinderella hingga masuk kedalam mobil.
''Bawa motor istriku ke rumah.'' Titah Agam pada Ajudan Gano.
Sedangkan Cinderella memberontak, tak mau ikut dengan Agam namun Agam memaksa Cinderella untuk masuk kedalam mobil.
Sedangkan Gano masih terdiam menatap kepergian Agam dan Cinderella. Gano berpikir dalam benaknya, sebegitu takutnya kah sang Kakak jika wanitanya di rebut olehnya padahal Gano tidak mempunyai pikiran untuk merebut Cinderella dari Agam.
Gano melangkah ingin menyusul sang Kakak, namun tangannya di cekal oleh Siska. ''Kau mau kemana?''
''Aku ingin menjelaskan.''
''Tidak perlu menjelaskan sekarang, suasana hati Tuan Agam sedang panas. Jika kamu memaksa untuk menjelaskan sekarang, itu akan percuma.''
Gano terdiam lalu menoleh pada Siska. ''Cieeee udah mulai perhatian, takut banget aku kena bogem mentah lagi khem.'' Goda Gano pada Siska sambil mencolek dagu Siska.
''Ish apaan sih, jangan salah paham kamu! kan semua masalah kamu biang keroknya, coba kamu biarkan kakak ipar kamu tersungkur ke lantai. Mungkin Tuan Agam sama istrinya nggak berantem.'' Ketus Siska lalu melangkah kedalam rumah.
•
•
•
•
•
Sedangkan mobil yang membawa Cinderella dan Agam sudah sampai di halaman rumah, Cinderella langsung keluar dari mobil di susul oleh Agam di belakang nya.
''Aku tanya, apa kalian akan berselingkuh di belakang ku?'' Agam masih bertanya seputaran hal konyol yang nggan untuk di jawab oleh Cinderella.
Cinderella tak menyangka jika Agam akan berpikir seperti itu kepadanya, bukankah dia tau jika seluruh hidupnya sudah dia serahkan pada Agam. Tapi kenapa Agam masih bertanya hal konyol seperti itu.
''JAWAB PERTANYAAN KU!'' lagi dan lagi Agam mebentak Cinderella, hingga Cinderella menghentikan langkahnya dan berbalik kebelakang dan menatap kedua mata Agam penuh dengan rasa kekesalan..
•
''Apa yang harus aku jawab Hah! apa kamu berpikir aku wanita gampangan, yang mau dengan pria mana pun termasuk adik mu!'' Cinderella membentak balik Agam, hingga Agam terdiam. ''Kamu jahat tau nggak sih, apa kamu lupa? jika dulu aku pun tidak sudi menikah dengan mu. Tapi aku mencoba untuk membuka hatiku dan menerima mu dalam hipuku, tapi apa balasan mu padaku! kamu anggap apa aku ini?'' Air mata Cinderella untuk pertama kalinya menetes, semenjak ibunya sudah tiada. Cinderella tidak pernah menangis lagi, tapi sekarang air mata yang selalu Cinderella jaga agar tidak keluar kini tanpa di komando keluar dengan sendirinya. Hatinya sakit saat Agam menyangka jika dirinya akan berselingkuh dengan adiknya..
Agam terdiam, dia pun ikut merasakan sakit saat ia melihat air mata Cinderella membasahi pipinya. Agam tak bermaksud seperti itu. ''Mafkan aku.'' Agam melangkah menghampiri Cinderella, namun Cinderella yang masih kesal pergi begitu saja keluar dari dalam rumah..
''Cinderella.'' Panggil Agam, ''Arrggh Shiit!'' Agam meninju angin. Ia tak seharusnya berbicara seperti itu pada istrinya, tapi semua itu sudah terjadi dan Agam sangat menyesalinya..
''Nak.'' Panggil seseorang dari ruang tamu, yang sejak tadi menyaksikan perdebatan Agam dan Cinderella..
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
...Jangan lupa dukungannya yaa ziyengku semua....
...Maaf jika Othor selalu PHP🤣 mau doble up tapi nggak jadi, gimana atuh yaaa kemaren author tamatin karya si gokong (Mr. Perfect Vs Mrs. ceroboh) jadi nggak sempat untuk up boble karya ini. Jangan sedih dan marah yaaa.. ❤❤❤...