
Mau up pagi tapi kasian yang pada puasa, jadi Othor undur ke magribš..
...ā¢Ā°ā¢Ā°ā¢Ā°ā¢...
...Happy reading ziyeng...
ā¢
ā¢
''Meongg.. Meongg.. '' ledek mom Lulu, pada menatunya saat ia sudah mendengar cerita dari Cinderella pagi ini..
''Anak mu sangat keterlaluan Mom, masa aku pengen nasi kucing di kasih Whiskas sih.'' Cinderella masih ngambek pada Agam..
''Sayanggg, aku minta maaf yaaaa kan aku nggak tau apa itu nasi kucing. Aku pikir nasi kucing itu makanan buat kucing.'' Sesal Agam yang tidak enak pada istrinya..
''Ya sudah, mending kalian cari berdua itu nasi kucingnya biar nggak salah bawa lagi.'' ucap Lulu masih terkekeh..
Agam mengangguk. ''Yuu kita cari sayang, sekalian kita jalan-jalan hmmm.'' bujuk Agam..
''Baiklah ayoo.'' Cinderella berdiri dari kursi lalu berpamitan pada mertuanya. ''Ella sama Agam pergi dulu yaaa mom.'' pamit Ella.
''Hati-hati yaaa, mom sama daddy juga akan pergi ke rumah Siska. Mereka berdua kan sebentar lagi menikah, jadi mom akan sering menginap di sana, kalian nggak apa-apa kan?''
''Nggak kok mom, kita bisa menyusul kesana.'' jawab Agam, lalu mereka berdua pun berpamitan lalu keluar dari rumah mencari nasi kucing yang di inginkan Cinderella. Sedangkan mom Lulu tengah bersiap untuk tinggal sementara waktu di tempat Gano, sebelum mereka pulang kembali ke Dubai.
ā¢
ā¢
ā¢
ā¢
Apartemen Satriaā¢
Melly membuka matanya secara perlahan, dilihatnya lagit-langit kamar yang mewah. Lalu ia melirik kesebelah kanan di mana Satria ternyata sudah bangun dan tengah memandanginya..
''Kau sudah bangun sayang?'' sapa Satria dengan senyum mengembang di wajahnya, walau sejatinya dia kecewa karna tidak bisa unboxing dan melakukan adegan penuh keringat karna Melly sedang kedatangan tamu bulanan.
Tapi tak mengapa, karna Satria mempunyai cara yang jitu agar adik kecilnya bisa bernafas lega, karna menahan sesak dari semalam menahan para kecebong yang sedang berdemo.
''Ayo kita mandi.'' ajak Satria turun dari ranjang, lalu memangku Melly.
''Ih aku bisa jalan sendiri Sat.'' Melly mencoba untuk turun dari gendongan Satria.
''Sudah diamlah, nanti kamu jatuh.''
Melly tidak lagi memberontak, saat Satria mendudukkan dirinya di water closet. Lalu Satria mengisi air hangat di bathub dan memasukkan wewangian kedalam air, yang mana wangi lavendr menyeruak di dalam kamar mandi..
''Hoaaaammm.'' Melly menguap menunggu Satria yang sibuk sendiri.. ''Kenapa kita harus mandi bersama sih, aku kan malu.'' ucap Melly cemberut, ia heran pada Satria yang selalu berperilaku aneh menurutnya..
Dengan perlahan, Satria melicuti pakaian tidur yang di kenakan oleh Melly. Membuat Melly bersemu merah menahan malu hingga mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Satria dengan deguban jantung yang berpacu, memangku Melly kedalam bathub dengan pelan-pelan agar tidak jatuh.. ''Bagaimana enak kan?'' tanya Satria yang langsung di angguki Melly..
Sungguh aroma lavendr begitu nyaman, hingga Melly bersender di bibir bathub memejamkan matanya. ''Ummm enaknyaa.''
Namun Melly membuka matanya saat dengar Satria tengah membuka pakaiannya, Melly merasa kikuk namun ia juga terpaku saat netra matanya melihat dada bidang yang indah berkotak enam..
Entah mengapa, tiba-tiba tenggorokan Melly terasa kering saat ia berpindah ke arah bawah perut, dimana sang Junior sudah tegak siap gerak.
''Omg, besar nyaaa.'' gumam Melly dalam hati, sedikit takut hingga jantungnya berdetak dengan kencang. Seperti genderang yang mau perang...
Satria yang sudah melepasakan pakaiannya langsung menyusul Melly kedalam bathub, hingga mereka saling berhadapan. Senyum terbit dari wajah Satria saat ia melihat wajah sang istri yang tegang, membuat Satria gemas sendiri melihatnya..
''Kemarilah.'' Satria menarik Melly hingga mereka tidak mempunyai jarak..
Bruughh..
Satria menyenderkan kepalanya di bahu melly, menatap dua buah dada yang menggiurkan mata. ''Bantu aku menenangkan si Kevin.'' ucap Satria membuat Melly mengerutkan keningnya..
''Keeeviiin? siapa kevin?'' tanya Melly..
Satria mendongkakkan wajahnya melihat Melly, lalu Satria menarik tangan Melly dan menantunya untuk memegang si Kevin yang di maksud..
''Aahhkk.'' jerit Melly yang kaget memegang si Kevin yang keras, seperti sudah melakukan militer hingga begitu bertenaga dan berotot walau sedikit membengkok menghadap ilahi..
''Kok gituuuu.'' Satria cemberut.
''Heheh sorry yaaa, aku masih kaget. Terlebih aku malu.''
Satria kembali bersender di depan kedua gundukkan sintal milik Melly. ''Aku tau kau masih malu, maafkan aku yang sudah merenggut kesucian mu di hari itu. Tapi percayalah, aku mencintaimu.'' ucap Satria sambil mencium leher Melly cukup lama hingga membekas kemerahan.
Haaah, nafas Melly memburu saat Satria merangsang titik birahii nya. Sekali lagi Satria menuntun tangan Melly ke jalan yang benar, dan menantunya untuk bermain maju mundur syanthik..
Tangan Satria bermain di kedua gundukkan sintal, hingga meeremas dan menggigitnya sedikit gemas dan memberikan mahakarya buatannya..
Mata Satria memejam merasakan tangan Melly sudah bisa menyesuaikan dengan ritme cepat, hingga nafas Satria memburu takkaruan. Dadanya membusung memeluk Melly dan menggigit bahunya dengan gemas..
''Ahhh__ Melly... Istrikuuuu...'' desah Satria. ''Trus Mell.'' pinta Satria ingin ritme cepat..'' Ahhh...''
Sebuah desah penuh nikmat keluar dari mulut Satria, menandakan jika dia sudah mendapatkan pelepasannya. Walau tidak melakukan intinya, Satria sudah lega karna adik kecilnya bisa bernafas kembali..
ā¢
...ā¢ā¢ā¢ā¢...
...Merinding nggak sih? kok Othor merinding yaa...
...Jangan lupa like sesudah membaca, kok like nya pada turun sih..š jangan gituu yaaa, Othor pengen crazy up jadi nggak mood!...