CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 90. Tantan Adik kesayangan



...•°•°•°•...



Restu mereka ibarat ajakan untuk bertanding, pertandingan panjang yang seharusnya kita hadapi. Kita hanya perlu menjadi pemenang tanpa harus merendahkan. Menjalin hubungan yang serius memang tidak hanya berhubungan dengan kekasih hati saja, tetapi juga keluarganya. Sudah tidak heran lagi jika setiap orang berusaha menjadi yang terbaik untuk meyakinkan orang tua pasangannya.


Sama seperti Satria yang di hadapkan dengan dua pilihan yang sulit untuk kehidupannya.. Ia tidak menyaka jika sang ayah yang selama ini menjadi panutan baginya, namun dalam sekejap membuat ia tidak memiliki respek lagi karna pola pikirnya yang kolot..


''Hanya ada dua pilihan untukmu, tinggalkan gadis itu atau pergi dari sini tanpa uang sepeserpun.'' ancam sang ayah tidak ada cara lain.


Namun bukannya takut. Satria malah terkekeh. ''Ayah mengancamku? baiklah jika itu mau ayah, dengan senang hati aku akan pergi dari sini.'' ucap Satria dengan entengnya..


''Lebih baik aku hidup melarat di bandingkan hidup dengan dia.'' Satria melirik Sinta yang terdiam, lalu Satria melepasakan jam di pergelangan tangannya, mengambil dompet dan mengeluarkan dua kartu milik perusahaan, lalu kunci mobil. ''Ambillah, aku tidak membutuhkan uang juga. Karna aku hidup dengan gadis kalangan kebawah, jadi dia bisa menerimaku apa adanya.'' acuh Satria melangkah pergi.


''Satria jangan pergi nak, lebih baik kau putuskan saja wanita itu di bandingkan hidup mu menderita karna kekurangan uang.'' mohon sang ibu, yang membuat Satria langsung memeluk ibunda tercintanya..


''It's not all about money Mother, ini tentang hidupku! yang mana aku sendiri yang menjalani. Aku tidak mau menjalin ikatan pernikahan dengan orang yang tidak pernah aku cintai.'' ujar Satria membuat sang ibu menangis..


''JANGAN TANGISI ANAK YANG TIDAK BERGUNA INI. BIKIN MALU SAJA.'' teriak sang Ayah.


Satria melepasakan pelukannya dari sang ibu, namun ibunya menggelengkan kepalanya dan memohon untuk Satria tetap tinggal di sini. ''Ibu mohon jangan pergi.''


''Buu aku harus pergi.'' Satria melepasakan pelukannya. ''Jika ibu merindukanku, berkunjunglah ke Bandung.'' ucap Satria mencium kening sang ibu lalu pergi tanpa menoleh kebelakang..


Di luar pagar. Satria menoleh kebelakang dan menatap sekeliling rumah mewah dengan sendu. ''Aku tidak rela melepaskan semuanya'' sedih Satria, namun sedetik kemudian wajahnya yang sedih berubah menjadi senyuman. ''tapi.. Bohonggggg.'' girang Satria meloncat gembira, saat dia terlepas dari segala urusan perusahaan dan pemikiran kolot kedua orang tuanya.


Kini dia bisa leluasa berduaan dengan Melly tanpa memikirkan ke'inginkan kedua orang tuanya, walau dia harus melepaskan apa yang sudah dia dapat. Satria tidaklah bodoh! Dia juga memiliki usaha lain dan kartu yang lain tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, Dengan uang yang tidak terhitung jumlahnya di bank. Satria bisa merintis usaha sesuka hatinya..


''Melly I'm coming.'' girang Satria berlari menjauhi kediamannya, ia takut jika sang ayah berubah pikiran dan meminta ia untuk menikahi Sinta..






Di sisi lain kediaman Gano•


''Huuuaaaaa.'' tangis Tantan pecah takkala Agam menjitak kepalanya yang botak. Sedangkan Agam merasa bersalah karna sudah membuat anak itu menangis karna permintaan absurd sang istri yang meminta ia untuk menjitak kepala Tantan dengan keras.


Tantan berlari mencari sang Kakak ingin mengadu. Sedangkan Ryan dan Gano memandang Agam penuh kasihan.


''Kenapa dengan mimik muka kalian?'' tanya Agam, yang belum sadar jika keberadaannya terancam..


''Berani sekali kau menjitak adik kesayangan si Gokong.'' Gano bergidik negeri, membayangkan nasib Agam jika Kaleea mengamuk. Begitu pun dengan Ryan yang sedang menyunggingkan bibirnya, seakan mengejek kecerobohan Agam..


Dirinya saja tidak berani mecolek Tantan, karna ia tau jika anak kecil berkepala pelontos itu mewarisi sifat sang istri hampir 99%.




pembuat rusuh.






Suka sekali membalikkan fakta.




Memanifulasi keadaan.




Terlebih mata duitan.




Itulah mengapa Kaleea sangat menyayangi Tantan, karna sifat keduanya bagaikan duplikat. Bisa di ibaratkan sayur tanpa garam kurang enak kurang sedap..


Kok malah nyanyi..


Dan benar saja, belum sempat Agam membuka mulutnya, Kaleea keluar dari rumah dan melangkah cepat ke arah mereka dengan kedua tanduk yang siap menyeruduk..


Di belakang Kaleea, ada Cinderella yang tengah menahan tawa membayangkan nasib suaminya.. Sedangkan Ryan dan Gano langsung bergeser agak menjauh dari Agam, karna mereka tau apa yang akan terjadi selanjutnya..


''Lu ngapain adek gue!'' bentak Kaleea berkacak pinggang di depan Agam.


''Di jitak.'' jawab Agam berdehem, memalingkan wajahnya sambil bersiul. Dalam hati, ia sudah pasrah demi ayank yang sedang ngidam.


Kaleea melototkan matanya, lalu melipat baju tangannya sampai siku dan___


Bugh...


...Pleetak.. ...


Traaangg..


...Yiiii haaaaaa......


''Rasakan itu! berani sekali kau menjitak aset perusahaan masa depan ku.'' ketus Kaleea pergi begitu saja, karna ia sudah puas memberi pelajaran pada orang yang sudah berani menjitak kepala sang adik terkasih..


''Kasiaaaannn.'' Si Cinderella somplak malah menggelengkan kepalanya, padahal ini semua dia yang meminta..



...••••...


...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA...