CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 52. Berbicara dari hati ke hati.



...•°•°•°•°•...


Agam dan Cinderella sudah sampai di rumah, alih alih akan memberikan pelajaran pada istrinya yang sudah berani kabur. Tanpa di sangka rumahnya kedatangan tamu tak di undang, yaitu mertuanya yang tidak lain adalah ayah Haris dan istrinya si penyihir Meksiko..


Kedatangan ayah nya membuat Cinderella bernafas lega, dan langsung berhamburan memeluk ayahnya dan bersyukur dalam hati karna kali ini ia selamat dari cengkraman si pisang tanduk made in Arabia yang selalu membuatnya menjerit dalam kenikmatan..


Bahkan Cinderella memeluk Amora si ibu tiri, dan itu membuat si penyihir dari Meksiko merasa heran dengan sikap Cinderella yang manis padanya. Membuat Amora was-was dan takut melihat sikap anak tirinya yang ambigu..


''Si upik abu dari kayangan arwah ini kenapa? apa dia kesmbet temannya yaa di pohon jambu.'' gumam Amora dalam hati..


''Ayah, ada apa kemari?''


''Ayah ingin membicarakan sesuatu sama kalian, sekalian berkunjung kerumah yang kalian tempati.'' jawab ayah Haris dengan senyuman.


Sedangkan Agam terlihat masam karna gagal memberikan pelajaran pada Cinderella.


Di tempat lain•


Siska mengintip dari jendela sambil mengusap perut buncitnyaa, ia merasa heran karna sejak tadi pagi Gano tidak mengganggunya dengan kata kata maaf bahkan Siska tidak melihat bayangannya. ''Kemana dia? apa dia baik baik saja di rumahnya?'' gumam Siska, ada sedikit ke khawatiran hinggap di lerung hatinya saat pria gondrong bertubuh tinggi besar itu tak ia lihat sejak tadi pagi.


Sreet!!


Siska menutup gordeng jendela dengan kasar. ''Apa apaan sih, ngapain aku khawatir dengan pria brengsek itu.'' gumam Siska lalu membuka pintu dan melangkah ke luar.


Siska duduk di rerumputan depan rumahnya, menghirup udara malam yang dingin menerpa kulit. Ketika ia duduk dalam kesunyian tiba-tiba Siska teringat waktu bersama Gano dulu, walau tak banyak kisah manis di antara mereka berdua. Namun ada beberapa kejadian manis yang Siska rasakan ketika bersama Gano, terutama perkataan cinta yang sempat Gano ucapkan padanya walau Gano sendiri menampik bahwa dia tidak mengatakan jika perkataan cinta itu untuknya namun Siska sudah baper duluan..


Ketika Siska sedang memikirkan Gano, tiba-tiba orang yang sedang ada di pikiran Siska muncul dari arah belakang, lalu duduk di depan Siska membuat ia terkejut melihat Gano ada di depannya.


''Kau, mau apa kau kesini.'' Siska ingin berdiri, tapi Gano mencegahnya dan memeluk pinggang Siska hingga pandangan mereka bertemu bahkan wajah mereka tidak mempunyai jarak sama sekali.



''Bisakah kita berbicara dari hati ke hati? aku mohon.'' Ucap Gano dengan lirih, bahkan nafas hangat berbau mint bisa Siska rasakan membuat Siska gugup dengan jantung berdetak dengan kencang..


''Ap_ Khem apa lagi yang harus kita bicarakan. Sepertinya tidak ada, dan tolong lepasakn tangamu dari pinggangku.''


''Aku tidak akan memaksa mu kembali padaku, tapi aku mohon satu hal pada mu Siska. Biarkan aku bertanggung jawab pada anakku, tidak perlu kita menikah jika kau tidak mau, asalkan aku tetap berada di sisi kalian dan menjaga kalian itu sudah cukup bagiku.'' Lirih Gano dengan mata sayu.


''Ada apa dengan mu? apa kau sakit.'' Siska merasakan hawa panas dari tubuh Gano.


''Aku hanya demam kecil saja, tidak usah mengkhawatirkan aku.''


Thuk..


Kepala Gano jatuh ke pundak Siska, hingga Gano tak sadarkan diri hingga pingsan di pelukan Siska.


''Heii kau baik-baik saja, kepala mu berat sekali! Gano, Gano.'' Siska menggoyangkan bahu Gano, namun tak ada sautan membuat Siska bingung hingga tubuh Gano tergeletak..


''Tolong, tolongggg.'' Siska berteriak meminta tolong, dan beberapa pemuda yang sedang meronda menghampiri Siska lalu menggotong Gano kedalam rumah Siska..


...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...


...Jangan lupa dukungan yaaaa...


...😙😙 Othor udah up 3 bab nih hari ini.. ...