
''Bagaimana, apa kau suka?" pertanyaan enteng dari mulut seorang Againo membuat Siska sesak nafas secara mendadak. Bagaimana bisa Gano membelikan susu sebanyak satu truk! sedangkan dirinya sebentar lagi melahirkan.
''Apa kau sudah gila? susu ini pasti mubazir sebentar lagi bayi kita keluar dan kau membelikan susu sebanyak itu? Ya ilahi Ganooo aku hanya butuh satu atau dua pack susu, kau ingin aku mati overdosis minum sebanyak itu?''
Plaaak!!
Gano menepuk jidatnya sendiri, ia terlalu bersemangat karna Siska memberinya kesempatan untuk dekat dengan anaknya. ''Ummm tidak masalah, Hei Kalian! bagikan ke setiap ibu hamil secara gratis.'' titah Gano yang langsung di angguki oleh semua orang..
Sementara Siska masuk kedalam rumah. Gano pun mengekori Siska masuk kedalam rumah, tapi Siska menghentikan langkah Gano. ''Kau mau kemana?''
''Eh, masuk kedalam lah membuatkan mu susu.''
''Tidak usah, lebih baik kamu pulang ke rumah mu! bukannya nanti siang akan pergi membeli barang untuk bayiiii kita?'' lanjut Siska dalam hati.
''Aahh, ia baiklah kalau begitu aku siap-siap dulu.'' Gano berlari acaprat iciprit ke dalam rumahnya yang ada di pinggir rumah Siska, yang jaraknya hanya lima langkah saja.
Sedangkan Siska yang mengintip dari balik gordeng, hanya menyunggingkan bibirnya melihat Gano yang begitu semangat. Siska tau jika melupakan kisah pahitnya tidaklah mudah, namun apa salahnya jika ia memberikan Gano kesempatan yang ingin bertanggung jawab dengan anak yang sedang ia kandung.
Siska tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, namun ia serahkan semuanya pada Tuhan yang maha kuasa dalam segala hal yang bisa membolak balikan hati seorang manusia.
Ia pun tidak akan menolak jika suatu hari, hatinya akan menghianati dirinya untuk menerima Gano kembali dalam hidupnya. Yang pasti saat ini Siska tidak mau ada ikatan apapun dengan Gano atau dengan pria lain..
''Aku harus hati-hati, aku takut jika nanti dia membeli pokok satu truk lagi.'' ujar Siska lalu ia bersiap-siap mengganti pakaian nya..
•
•
•
•
Di tempat lain•
...•°•°•°•°•...
•
Bagaimana tidak iri hati, kebun dan pabrik serta seluruh aset milik ayah Haris semuanya atas nama Cinderella. Tidak ada namanya atau nama Nungky yang masuk menjadi pewaris.
Ayah Haris dan Agam sedang mengobrol sambil berdiri, ayah Haris tengah memberitahu apa saja yang harus di lakukan agar perkebunan ini tetap jaya. Karna cepat atau lambat perkebunan dan pabrik akan di serahkan pada Cinderella yang artian Agam harus ikut andil mengurus pabrik teh miliknya..
Sedangkan Cinderella dan Amora serta Nungky sedang duduk santai melihat pemandangan pagi di perkebunan teh..
Kriuk.. Kriuukk.. Cinderella memasukkan keripik singkong kedalam mulutnya dengan gaya tengil, menatap kedua benalu yang hidup numpang pada ayah nya.. ''Kalian lihat perkebunan teh ini semua?''
Amora si ibu tiri dan Nungky langsung menoleh pada Cinderella. ''Apa?'' ucap mereka berdua secara bersamaan.
''Ini semuuuuueeee aku punyeee.'' ucap Cinderella meniru gaya upin dan ipin. ''Jika awak mahukan harta ayah saya, cuba ambil hati saya dan berprasangka baik dengan saya hmm hmm hmm.'' Cinderella menaik turunkan kedua aslinya.
Bukannya menuruti apa yang di katakan Cinderella, Amora malah mendecih! seakan dia tidak mau berbaikan dengan Cinderella dan tetap ingin menjadi musuhnya. ''Dalam mimpi awak, saya tak nak bersangka baik dengan awak. Awak cuma pembawa malang nasib saya!'' Balas si penyihir Meksiko menirukan gaya upin ipin pula.
Cinderella menggidikkan bahunya tak perduli. ''Terserah, yang pasti kalian tidak akan mendapatkan harta ayahku walau sepeserpun.'' Cinderella kembali memakan kripik singkong kedalam mulutnya.
''Baik, kita lihat saja! apa kamu yakin jika ayah mu masih sayang kepadamu, bahkan aku akan mencuci otak ayah mu agar dia membenci dirimu! cepat atau lambat semua harta ayah mu akan jatuh padaku.'' Ucap Amora langsung berdiri menyeret Nungky menjauhi Cinderella..
Sedangkan Cinderella tersenyum senang saat Penyihir Meksiko itu berbicara lantang padanya, lalu Cinderella mengambil ponsel yang ada di depannya dan memutar percakapan antara mereka bertiga.. si bodoh Amora tidak tau jika Cinderella merekam semua percakapan mereka untuk senjata jika ibu tirinya melakukan hal di luar batas pada dirinya atau ayahnya..
''Aku ini licik dan jahat wahai ibu tiri, aku memang tidak bisa meminta ayahku untuk menceraikan mu karna ayahku sangat mencintaimu! tapi percayalah kalian tidak akan bergerak bebas atau bernafas lega selama aku masih hidup. Hahahha ha hahaha.'' Cinderella tertawa jahat, layaknya dia adalah penyihir sesungguh nya dalam sebuah cerita.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
...Jangan lupa dukungannya...