CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 77. Tak bisa di percaya



...•°•°•°•...



''Naaaahh, ini dia pak orang yang sudah memperkosa saya! tapi dia tidak mau bertanggung jawab.'' ucap Satria pada ketua Rt dan Rw setempat, yang mana membuat Melly terbelalak kaget dan gelagapan..


''Satria ka__'' Melly tidak bisa melanjutkan perkataannya saat pria itu kembali berujar..


''Pak rete, pak rewe tolong bawa kita ke KUA sekarang juga!'' pinta nyeleneh seorang Satria baja hitam dengan kukuh saat itu juga..


''Nggak pak, bukan seperti itu kejadiannya.'' Melly kini nyolot.


''Bukan seperti itu bagaimana? jelas jelas seperti itu kejadiannya.''


Sungguh perdebatan ini membuat Melly sakit kepala, bukan hanya Melly saja yang sakit kepala. Pak rete dan Pak rewe pun ikut merasakan peningnya, dalam hati mereka bergumam. ''Masa iyaa cowok di perkosa?''


''Neng, bisa di jelaskan duduk permasalahannya? saya kalau denger kalian adu mulut jadi pusing menengahi nya.'' ujar Pak rewe yang di angguki pak rete.


____


Kiniiii di sinilah Satria dan Melly berada, di rumah pak rete setempat dan Satria tengah menceritakan kronologi kejadian pemerkosaan yang Melly lakukan padanya..


Melly yang mendengar penjelasan Satria dan bagaimana Melly menggoda Satria untuk berhubungan badan dengannya, membuat Melly merinding sendiri. Bagaimana tidak! si Satria baja hitam itu melebih lebihkan omongannya agar Melly percaya, karna jujur Melly tidak terlalu jelas bagaimana kronologi yang pasti. Hanya sepotong ingatan yang Melly ingat..


''Nah, seperti itu pak kejadiannya. Tolong nikahkan kita berdua saat ini juga.''


Pak rete dan Pak rewe saling pandang, lalu menoleh pada Melly secara bersamaan. Melly yang di tatap jadi kikuk dan salah tingkah..


Pak rete dan Pak rewe seperti berbisik bisik dan saling anggukan kepala, membuat Melly dan Satria cemas dengan perasaan yang berbeda..


''Begini, setelah menimbang kami sarankan kalian segera menikah.'' ujar Pak rewe.


''Yes.'' bahagia Satria namun tidak untuk Melly.


Pak rewe memberi wajangan dan saran, agar Melly dan Satria memberitahu keluarga masing-masing akan perihal ini.. Melly pun beranjak begitu saja tanpa mengidahkan Pak rewe dan pak rete, Satria yang melihat Melly keluar langsung menyusul dan berpamitan..


''Mell tunggu. Mell!'' Panggil Satria.


''Melly tunggu.''


''Apa lagi sih?!''


''Kamu kenapa sih nggak mau nikah sama aku? nanti kalau kamu hamil gimna? aku dengan sukarela ingin bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita lakukan, tapi kam__


''Hamil?'' tanya Melly..


''Yaaa.''


''Tenang saja tuan Satria, kamu tidak perlu tanggung jawab terhadapku! karna sampai kapan pun aku tidak akan bisa hamil.'' ketus Melly.


''Maksudmu?'' Satria sedikit heran..


''Tidak perlu tau! yang jelas aku mohon jangan pernah ganggu kehidupanku lagi.'' Melly pergi dengan terburu-buru, meninggalkan Satria yang bertanya tanya kenapa Melly berbicara jika ia tidak bisa hamil?..


[Hmmm ada apa yaaa kira-kira]






Si penyihir Meksiko merasa geram karna ter'usir secara tidak hormat oleh mertuanya. Kini dirinya dan suaminya serta anaknya sudah mengemasi barang-barang yang akan mereka bawa..


''Kalian masih di sini?'' Eyang Sengkuni datang bersama Cinderella, yang tengah bersorak gembira mendengar kabar yang di bawa sang kakek padanya..


Kemarin malam, Eyang Sengkuni datang ke rumahnya dan meminta maaf atas ketidak perduliannya sebagai seorang Kakek pada cucunya.


Eyang Sengkuni menyesal dampak dari ketidak perduliannya, yang membuat Cinderella harus menanggung penyiksaan yang tidak manusiawi oleh ibu tirinya..


Cinderella yang melihat kakeknya sudah kembali seperti dulu merasa senang dan bahagia, namun bukan Cinderella namanya kalau ia tidak membumbui sesuatu dengan kepedasan level di batas wajar..


Cinderella memberikan rekaman yang dulu sempat ia rekam waktu berlibur di kebun teh miliknya, dan rekaman itu membuat Eyang Sengkuni tambah murka dan membenci menantunya. Ternyata pandangannya salah tentang Amora yang baik dan lugu serta perhatian padanya, dan ternyata itu semua hanya kedok untuk meraup harta anak dan cucunya..


Cinderella pun membisikkan sesuatu pada kakeknya, lalu mereka saling pandang dan tersenyum devil..


-----


''Ayah aku mohon jangan usir kami dari sini, kami mau tinggal di mana lagi.'' ucap Amora memohon..


''Terserah kalian mau tinggal dimana! yang jelas jangan tinggal di rumah cucuku. Rumah ini atas nama Cinderella, perkebunan, pabrik, serta seluruh aset dan perusahaan atas nama Cinderella! jadi suami mu tidak ada hak di dalamnya.'' ucap Ayah Sengkuni menjelaskan.


Sedangkan ayah Haris hanya diam saja, karna memang yang di katakan Eyang Sengkuni benar adanya..


''Kalian berusahalah dari nol, merintis usaha dengan keringat sendiri! jangan mengandalkan harta yang sudah ada. Dan satu hal lagi, letakkan semua ATM yang kalian pegang. Karna itu milik Cinderella juga.''


Amora yang mendengar itu, ingin sekali terjengkang. Bahkan ATM pun di sita oleh Kakek tua bau tanah yang ada di depannya, begitulah gumam si penyihir Meksiko dalam hati..


Nungky yang sadar akan posisinya turun derajat, langsung memeluk kaki Eyang Sengkuni dan memohon. ''Eyaang, aku mohon jangan seperti ini Eyang. Bukannya Eyang sangat menyayangi ku?''


''Kata siapa?'' tanya Cinderella memeluk lengan sang Kakek. Membuat Nungky langsung mendongkakkan kepalanya melihat Cinderella. Pandangan mereka bertemu satu sama lain, namun ada sorot mata yang berbeda yang Cinderella perlihatkankan pada Nungky. Pandangan mengejek, dan mencemo'oh sangat terlihat jelas dengan bibir menyungging..


''Cinderella ini semua gara-gara dirimu, awas kau yaaa.'' gumam Nungky menggertakkan giginya.


Cinderella semakin menyunggingkan senyum jahatnya, seakan dirinya tau apa yang ada di pikiran Nungky. ''Nungky sodaraku, aku tau kamu sangat membenciku dan aku minta maaf padamu dengan kejadian ini. Jujur aku merasa sedih, tapi aku sudah cukup bersabar dengan sikap kalian yang semena-mena terhadapku.'' ucap Cinderella dengan mimik muka sedih dan terluka.


''Sudah cucuku, biarkan mereka semua merenungi kesalahan mereka terhadapmu.'' ucap sang Eyang mengelus punggung sang cucu, yang pandai bersandiwara dan membolak balikan fakta.


Cinderella pun menoleh pada ayahnya, ayah yang sangat ia sayangi. ''Ayah.'' Cinderella memeluk ayah Haris dan membenamkan kepalanya di dada sang ayah..


''Ella mohon jangan pergi ayah, tetaplah disini bersama ku seperti dulu. Tapi Ella tau ayah tidak bisa melakukan itu, untuk itu. Kembalilah jika ayah sudah sadar dan membuka kedua mata dan hati ayah, pintu ini selalu terbuka tapi tidak untuk si penyihir Meksiko.'' lanjutnya dalam hati, melihat ke arah ibu tirinya sambil tersenyum puas.


Amora yang melihat kelicikkan dari anak tirinya, mengepalkan kedua tangannya dengan marah. ''DASAR ANAK PEMBAWA SIAL!'' teriak Amora yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya.


[Kontrol ya Ziyeng kontrol, bukan.......]


Amora dengan cepat melangkah ke arah Cinderella, lalu tanpa di duga menjambak rambut Cinderella dengan sekuat tenaga.


''Akan aku beri pelajaran kamu!'' teriaknya lagi, membuat se'isi rumah melototkan matanya dengan apa yang merek lihat.


''AMORAAAAAA!



...••••...


...Akankah si penyihir Meksiko di tendang tanpa membawa apapun? dan ayah Haris ikut juga? ...


...Jangan lupa selalu apreasinya yaaa anak anakku, dengan vote gratis kalian wkwkwkw🤣🤣...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...