CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 75 Ternyataaaa...



...•°•°•°•°•...



"BERHENTIIIIII APA YANG KALIAN LAKUKAN!" bentak suara bariton dari arah pintu masuk, membuat semua orang menoleh termasuk mom Lulu dan Amora yang menghentikan kegiatan cakar mencakar..


Cinderella yang melihat orang yang baru saja datang mencibikkan bibirnya. ''Ck, untuk apa si Sengkuni ini datang kemari.'' gumam Cinderella dalam hati..


Sementara Nungky langsung berlari pada Kakeknya. ''Eyaaangg, tolong hentikan mamah yang sedang berkelahi Eyang.'' adunya pada sang Kakek.


[Padahal yang berkelahi sudah berhenti]


Pria sepuh yang memakai tongkat dengan kecamata bertender di hidung bengirnya, langsung melangkah menghampiri semua orang.. ''Siapa kalian?'' tunjuk seorang Kakek, yang biasa Cinderella sebut Sengkuni. Karna mata kirinya berkedip dengan kumis ikan lele di bawah hidungnya. Bedanya, Sengkuni Kakeknya tidak bisa menghasut tapi selalu di hasut oleh si penyihir Meksiko dan anaknya si ulat keket berbulu domba..


[Sedangkan Sengkuni di film mahabaratha, suka menghasut Duryudana agar menjadi pribadi yang jahat.]


Cinderella memutar mata malasnya, sebenarnya Kakek Sengkuni yang ada di depannya ini adalah Kakek kandungnya. Namun karna sering mendapatkan hasutan dari si penyihir Meksiko yang membuatnya membelok pada Nungky, padahal Nungky bukan cucu kandungnya..


''Mereka mertua ku Eyang.'' ketus Cinderella..


Kakek Sengkuni melihat cucu perempuan satu-satunya, lalu mengerutkan kening. ''Apa kau berkelahi lagi?'' bentaknya, yang mana membuat Cinderella pura-pura terkejut..


''Aku tidak pernah berkelahi Eyang, kenapa Eyang menuduhku?'' tanya Cinderella dengan sedih, yang mana membuat mom Lulu naik darah..


''Apa apaan anda ini!'' bentak mom Lulu. ''Siapa anda berani membentak menantuku!'' mom Lulu berdiri menjadi temeng Cinderella..


''Jangan ikut campur! aku Kakeknya.'' jawab Kakek Sengkuni..


''Jika anda Kakeknya, bukankah anda bisa bertanya dengan baik-baik dan tidak membentak!'' mom Lulu tak kalah sengit. sementara dad Borkhan memijat keningnya karna pusing..


''Ka__


Eyang Sengkuni tidak melanjutkan lagi perkataannya, saat sang anak datang. ''Ada apa ini?'' Tanya Ayah Haris yang melihat kekacauan di rumahnya.


Sementara Agam langsung berlari memeluk Cinderella. ''Sayang, kamu nggak papa kan? apa ini sakit.'' tanya Agam penuh ke'khawatiran..


''Sakiiiitttt, si peny__ eh maksudku mamah Amora memukulku dan menamparku.'' lirih Cinderella menagis tersedu-sedu, mengadu pada suami yang bisa dia perdayai sama seperti kedua orang tuanya..


Sedangkan ayah Haris dan Eyang Sengkuni melototkan ke dua mata mereka, lalu menatap Amora seakan meminta penjelasan.


''Tidak! aku tidak memukulnya atau menamparnya, Cinderella seperti biasa! dia suka berbohong, dan membuat onar. Mas, mas percaya kan sama aku? aku tidak mungkin memukul Cinderella yang sudah aku anggap anakku sendiri.'' Amora tidak ingin kalah bermain taktik dengan anak tirinya..


Cinderella tersenyum di sela wajahnya berada di pelukan Agam. Lalu ia mendongkakkan wajahnya menatap sang suami. ''Ayo kita pulang ke rumah kita, sekarang ini bukan rumah ku. Bukan rumah yang dulu tempat aku berlindung, tempat aku bernaung, karna Ayah dan Eyang pun lebih percaya orang yang baru datang di kehidupannya dari pada darah dagingnya sendiri.'' lirih Cinderella dengan derai air mata. Yang tentunya itu adalah air mata buaya..


Deg.. Deg..


Jantung ayah Haris dan Eyang Sengkuni bergetar, kala anak dan cucunya menangis di depan matanya.. Selama ini yang ayah Haris dan Eyang Sengkuni tau jika Cinderella adalah anak yang tegar dan bar-bar, tidak pernah memperlihatkan kesedihannya di hadapan mereka.


''Selama ini aku di perlakukan tidak adil oleh ibu sambungku, di jahati oleh sodara tiriku, aku hanya bisa diam dan selalu mengalah. Setiap hari cacian dan hinaan dari mamah Amora aku terima dengan lapang dada dan ikhlas, karna aku tidak mau melukai hati ayahku. Ayah yang aku sayangi.'' Cinderella menatap sang ayah dengan sendu..


Membuat hati ayah haris benar-benar terluka, melihat darah dagingnya menangis mengeluarkan air mata. ''Ella sayanggg.''


''Tidak ayah, ayah lebih sayang Nungky! Eyang juga lebih memanjakan Nungky. Sebenarnya aku ini anak siapa dan cucu siapa? atau jangan-jangan aku anak pungut?'' Tanya Cinderella yang mana membuat Eyang Sengkuni mengeraskan rahangnya..


''JANGAN BERBICARA SEMBARANGAN ELLA! kau adalah cucuku, cucu perempuanku! tidak ada yang bisa menggantikan dirimu oleh siapapun. Kau yang akan mewarisi semua harta yang aku punya, dan masalah kasih sayangku. Eyang hanya ingin kamu cemburu.'' lirihnya dengan pelan, yang mana memang itu benar adanya. Sang Eyang tidak mau cucu perempuannya selalu berkelahi dan ugal ugalan di jalan, maka dari itu Amora menyarankan untuk memanjakan Nungky agar Cinderella merasa cemburu. Namun pada kenyataannya langkah yang dia ambil salah, dan hal itu membuatnya harus jauh dengan Cinderella lebih dalam lagi..


Mom Lulu membuang nafasnya dengan perlahan. ''Tuan Haris, Eyang, sepertinya anda harus membenahi prilaku istri dan menantu anda terlebih dahulu. Apa anda tau? saya datang kesini di sambut dengan satu ember air dan istri anda menyiram saya dari lantai atas. Tidak apa, tapi mulai sekarang tolong di ajari istri anda jangan pernah menyiksa lagi menantuku hanya untuk sebuah nasi uduk.''


Mom Lulu membawa membawa keluarga nya pergi. ''Ayo sayang kita obati luka mu.''


Cinderella mengangguk dan pergi tanpa menoleh pada sang ayah dan Eyang nya..


•••••


Setelah kepergian Cinderella dan mertuanya, ayah Haris menoleh dan menatap tajam pada Amora. ''Ikut aku!'' bentak ayah Haris menyeret tangan istrinya masuk ke kamar.


Sedangkan Nungky berlari ke lantai atas, kini duduklah Eyang Sengkuni di sofa seorang diri. ia tidak menyangka jika cucu kesayangann nya mengalami kekerasan di rumah yang dulu penuh cinta dan kehangatan.


Sedangkan bi Sumi yang sedari tadi menguping dan melihat perkelahian antara dua besan, kini ia keluar dari persembuyiannya sambil membawa satu gelas air..


''Minum Eyang.'' tawar bu Sumi.


Eyang Sengkuni menoleh dan mengambil air yang di sodorkan bi Sumi dan meminumnya tanpa tersisa. ''Terima kasih Sumi.'' ucap Eyang Sengkuni..


''Sama-sama Tuan besar. Anda kemana saja Tuan? mengapa baru datang kemari?'' tanya bi Sumi basa basi..


''Ada hal penting yang mendesak, jadi saya baru berkunjung lagi.'' jawabnya.


''Tuan besar, anda ingin tau sesuatu tidak?''


Eyang Sengkuni menoleh pada wanita yang sudah lama bekerja di rumah ini. ''Apa itu?'' tanya Eyang sangat penasaran..


Dan terjadilah penghasutan oleh bi Sumi dan menceritakan semua yang dia ketahui, dan tentunya bi Sumi melebih lebihkan omongannya agar terlihat nyata.. Dan benar saja, belum sepenuhnya bi Sumi menghasut. Eyang Sengkuni sudah mengeraskan rahangnya, kumisnya bergoyang dumang menahan kekesalannya..


''AMORAAAAAA!'' Teriak ayah Sengkuni dengan kencang, membuat para tikus langsung urung mencuri keju dalam kulkas..



...•••••...


...Hallo pada Ziyengku tercinta, alhamdulillah lusa kita sudah memasuki bulan suci ramadhan dan puasa pertama untuk yang menjalankan. Othor mohon maaf lahir batin untuk semua para pembaca setia dari yang nyata dan tidak terlihat.🙏🙏🙏 mohon maaf lahir dan batin.....