CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 62. Oooohhh



...•°•°•°•...


''Bagaimana Dad, apa perlu kita panggilkan dokter?'' Agam sangat khawatir ibunya jatuh pingsan secara mendadak..


''Kita lihat beberapa menit lagi, kurasa dia hanya terkejut melihat menantunya yang cantik.'' Guyon Borkha, agar tidak terlalu panik.


Sedangkan hati Cinderella sudah tidak enak saja, ia pun sebenarnya ingin pingsan saat ia tau jika wanita tua yang cekcok dengannya adalah mertuanya sendiri. ''Aduhhh matilah akuuuuuuuuu.'' gumam Cinderella dalam hati..



Flashback beberapa menit yang lalu•


Cinderella berjalan sambil menggerutu membuka pagar rumahnya, ia masih kesal dengan ibu tua yang cekcok dengannya masalah sayur asem yang tidak lain adalah Lulu. ''Eoh dasar orang tua bau tanah nggak sadar diri! ngalah ke sama anak muda, malah ngajakin berantem.'' gerutu Cinderella masuk kedalam rumah..


''Yank, kau dari mana?'' tanya Agam yang baru menuruni dari anak tangga..


''Ah, kau sudah bangun? huufft aku habis beli sayur di belokan sana, tapi ada ibu ibu yang ngajakin aku berantem gara-gara sayur asem.'' Cinderella cemberut, membuat Agam gemas sendiri..


Muuch..


Agam mengecup bibir Cinderella lalu merangkul sang istri layaknya seorang teman menuju dapur. ''Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, jadiii kau mau buat apa?''


''Ini.'' Cinderella memberikan kantong keresek berwarna hitam pada Agam, lalu Agam membukanya. ''Kamu kan tau aku nggak bisa masak, jadiii aku yang potong-potong bahannya kamu yang masak yaaa'' rayu Cinderella bergelayut dengan manja di leher suaminya..


Cup.. ''Apa sih yang nggak untuk kamu hemmm, ayo kita mulai masak mungkin Mom and Dad sebentar lagi turun dari kamar mereka.''


Kedua suami istri itu lalu bergelut dengan pisau dan peralatan dapur lainnya. Tak lama dad Borkhan turun dari kamarnya menuju ke arah dapur, karna mencium harum makanan khas Indonesia..


Sesampainya di dapur. Borkhan menghentikan langkahnya saat netra mata tajamnya melihat anak dan menantunya tengah tertawa mesra, bercumbu, dan becanda, berkutat dengan sepatula layaknya dunia ini hanya milik mereka berdua.


Yang lain mah mungkin ngontrak.


Borkhan yang melihat kemesran anak dan menantunya menyunggingkan senyum, ia bersyukur karna Agam sudah mendapatkan kebahagiaan nya dan bisa berdamai dengan masalalu dan mau memaafkan sang adik yang telah membuat hatinya hancur berkeping keping..


''Kalian masak apa?'' tanya Borkhan, yang mana Agam dan Cinderella langsung menoleh..


''Dad.''


Cinderella melirik pada suaminya lalu menoleh pada Borkhan. ''Dad.''


Agam mengangguk lalu membawa Cinderella pada ayahnya. ''Ella, ini ayah aku. Dad, ini Istriku yang paling cantik dan baik hati.'' ucap Agam. "Baik hati seantero jagat dunia pergoiban." lanjut Agam dalam hati.


Cinderella tersenyum lalu menyalami Borkhan dengan sopan, lalu Borkhan mengelus kepala menantunya. ''Apa kabar Dad?'' dengan sopan Cinderella bertanya.


''Baik sayang, kamu cantik sekali.'' puji Borkhan..


''Terimakasih Dad.'' Cinderella tersenyum, "Aku kan udah cantik dari lahir." lanjut Cinderella dalam hati.


''Mom mana Dad.?'' tanya Cinderella yang tidak melihat ibu mertuanya, yang ingin sekali bertemu..


''Dia mungkin keluar untuk jalan-jalan, sebentar lagi dia pulang kok.''


Cinderella manggut manggut.''Oh ya udah kalau begitu Dad, ayo duduk. Agam sudah memasak untuk kita makan.''


''Wah masak apa ini? sepertinya enak.''


''Sayur Asam, sambel terasi, tahu tempe, dan ada ikan teri, ada juga ayam goreng dan lalapan nya.'' jawab Cinderella merapihkan meja makan, dan menata makanan yang di bawa Agam dari dapur..


Agam dan Borkhan duduk terlebih dahulu, sedangkan Cinderella kembali ke arah dapur untuk mengambil centong nasi yang tertinggal..


Sedangakan di halaman rumah. Lulu baru saja pulang dari luar dan membawa dua keresek buah buahan yang segar di tangannya.. ''Asalamualaikum.'' ucap Lulu masuk kedalam rumah..


Lulu dengan senyuman mengembang di wajahnya, melangkah ke arah ruang makan. Bersamaan dengan Cinderella yang baru keluar dari dapur membawa centong nasi..


Ketika mereka sampai di ruang makan, keduanya menghentikan langkah saat pandangan mereka bertemu dan saling tatap dan terkejut. ''Kau!'' tunjuk Lulu..


''Ibu Tua.'' Cinderella melototkan matanya karna terkejut..


Agam dan Borkhan melirik menantu dan istrinya yang diam seperti patung. ''Kalian sudah saling kenal? sayang ini Cinderella menantu kita..'' ucap Borkhan yang membuat Lulu melototkan..


Jedeeerrrr... Bak di sambar petir di siang bolong, Lulu langsung sesak nafas saat ia tau jika Cinderella adalah menantu yang dia bangga-banggakan..


''Me_me... Menatuuu?''


GUBRAAAKK .. Lulu jatuh pingsan membuat semua orang terkejut, termasuk Cinderella...



Flashback Off•



''Uhhh dimana aku?'' Lulu bergumam..


''Sayang kau sudah sadar?''


''Mom are you ok?'' Agam senang sang ibu sudah sadar..


''Aku harus bertanya apa?'' ucap Cinderella dalam hati, yang memang minim akhlak..


Borkhan membantu Lulu untuk duduk dan bersender di senderan sofa, Lulu pun mengedarkan pandangannya dan berhenti saat netra matanya melihat Cinderella sedang mengacungkan dua jarinya sambil cengegesan..


''Pissss''


Lulu memijat pelan kepalanya yang pening. ''Astagfirullah jadi dia menantuku?'' gumam Lulu dalam hati..


''Ada yang kau rasakan? apa perlu kita pergi ke dokter?'' tanya Borkhan pada istrinya..


''Tidak perlu, aku lemas karna belum makan.'' ucap Lulu, padahal dia shock melihat menantunya..


''Ayo mom kita makan dulu.'' Agam memapah sang ibu untuk duduk di kursi makan..


Kini mereka ber'empat duduk dengan tenang memakan makanan yang sudah di sajikan sedari tadi. Lulu mencuri pandang pada Cinderella sambil meyuapkan nasi kedalam mulutnya.. ''Sepertinya tobat ku kurang khusu!'' Gumam Lulu dalam hati. Entah kesalahan apa yang sudah dia perbuat di masalalu hingga mempunyai menantu seperti Cinderella..


Sedangkan Cinderella yang tau jika mertuanya tengah menatapnya, hanya menunduk pasrah. Sumpah demi apapun, ingin sekali Cinderella tenggelam kedalam lautan yang sangat dalam dan tidak ingin kembali saat ia mengetahui jika di depannya ini adalah ibu mertuanya.


''Kenapa harus ibu tua ini sih jadi mertuaku! sial banget di pertemuan pertama malah berebut sayur asem.'' gumam Cinderella dalam hati, mencuri pandang ke arah mertuanya.


Ketika mertua dan menantu saling curi pandang, tak sengaja pandangan mereka bertemu dan saling tatap lalu membuang muka satu sama lain. Mereka berdua sebenarnya sangat malu, karna kesan baik yang sudah di susun dengan rapih malah berantakkan.



...••••...


...Maaf baru up yaa, Othor lagi ngumpulin kata buat anaknya si Gokong.. InsyaAllah mereka up hari senin.....


...Jangan lupa...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...