CINDERELLA SOMPLAK!!

CINDERELLA SOMPLAK!!
Cinderella Somplak Part 53. Memberinya kesempatan



Ke esokkan paginya•


...•°•°•°•°•...



Di sebuah rumah sederhana, tepatnya di kediaman Siska. Sang pemilik rumah tengah menggerutu tak jelas pada seseorang.


''Dasar merepotkan.'' gerutu Siska pada Gano yang tengah ia suapi makan. ''Kalau kamu nggak terbiasa hidup miskin nggak usah belagu! so soan pindah ke rumah kecil.'' Siska terus menerus menggerutu, namun tak ayal tangannya terlentur menyuapi Gano hingga nasi di atas piring sampai habis.


Sedangkan dalam hati Gano, ia tak banyak bicara dan menikmati perlakuan Siska padanya walau mulut Siska tak henti hentinya menggerutu dan memaki dirinya. Ternyata di balik hatinya yang keras, ada sisi lembut dan rasa perduli padanya. Terbukti semalam Siska merawatnya dengan baik, bahkan mengecek suhu badannya beberapa kali yang mana membuat Gano semakin merasa bersalah atas apa yang sudah ia perbuat.


''Terimakasih.'' ucap Gano menatap Siska dengan lembut.


Siska langsung diam lalu menatap Gano dengan kening mengkerut. ''Terima kasih untuk apa?''


''Thank you for taking care of me all night.(Terimakasih untuk dirimu yang menjagaku semalaman).''


''Dih, nggak usah ge'er kamu! aku jaga kamu semalaman karna takut kamu mati di rumahku, bisa repot nanti urusannya.'' ucap Siska dengan nada sinis, membuat Gano tersenyum kecewa saqt mendengar jawaban dari Siska. Sebegitu bencinya Siska padanya?


Ya iyalah bambang! Othor aja kalau jadi Siska kaga mau..


Yeh, si Othor bukannya dukung malah gitu...


Yeee terserah gue lah...




''Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku?''


''Tidak usah melakukan apapun, karna aku tidak butuh apapun. Tapi aku juga nggak bakal ngelarang kamu untuk bertanggung jawab pada anak mu, kita bisa mengurusnya tanpa ada ikatan pernikahan kan.'' ujar Siska yang sudah berpikir semalaman..


Senyum terbit yang cerah di wajah Gano, iya yang lesu kini bersemangat kembali saat Siska memperbolehkan dirinya untuk bertanggung jawab pada anaknya. Tidak apa jika sekarang Siska tidak mau menikah dengannya, Gano yakin seratus persen jika Nanti pun Siska akan memaafkan dirinya dan mereka akan berkumpul menjadi satu keluarga.


Siska hanya membutuhkan waktu untuk menerimanya kembali, karna tak bisa menampik jika Siska pun ada rasa pada Gano walau Gano sering kasar padanya. Bahkan getaran itu masih ada jika mereka saling bertukar pandang..


''Sekali lagi terima kasih Siska, kali ini percayalah padaku. Bahwa aku akan menjaga kalian dengan sepenuh jiwaku.'' Gano memegang tangan Siska..


''Hem.''


Gano dengan semangat turun dari ranjang, membuat Siska bingung. ''Kau mau kemana?'' tanya Siska.


''Aku akan mandi, siapa tau kamu menginginkan sesuatu. Jadi aku harus siap siap bukan?''


''Bukannya kamu masih demam? jangan memaksa, nanti kamu bisa sakit lagi.''


''Tidak apa, aku sudah sembuh kok. Jadiiii kamu mau apa? apa kamu menginginkan sesuatu atau ingin aku ambilkan sesuatu?'' Tawar Gano penuh semangat.


Deg..


Hati Gano membeku dan terasa di remas, saat Siska menginginkan ia membuatkan susu untuknya. Sekelebat bayangan tentang ia dan Maria dulu masih bersama, Gano tidak pernah lupa untuk membuatkan susu ibu hamil untuk Maria di pagi hari dan malam hari.


Gano begitu semangat menantikan lahirnya si buah hati, namun tuhan berkehendak lain dan membuka tabiat Maria sekaligus membuka hatinya ke jalan yang benar..


''Gano heii, kenapa melamun? kamu nggak mau aku bikinin aku susu?''


''Hah, nggak donk kata siapa! aku akan segera kembali.'' Gano melangkah keluar kamar menuju dapur, begitu pun Siska mengikuti Gano dari belakang dan duduk di meja makan menunggu satu gelas susu untuknya.


Gano dengan telaten ngambil gelas dan sendok, lalu membuka kotak susunya. ''Ehh ini sudah habis?''


''Hah masa sih? oh yaa ampunn aku lupa untuk membelinya.''


''Tenang tidak usah khawatir, aku akan menghubungi seseorang untuk membelinya.'' Gano dengan segera mengambil ponselnya, lalu menghubungi seseorang untuk membelikan susu ibu hamil paling bagus dan paling mahal.


''Kita tunggu beberapa menit saja, yang sabar yaaa sayang.'' lanjut Gano dalam hati.


''Ah baiklah.''


Heninggg....


Tak ada percakapan di antara Gano dan Siska, hingga Gano akhirnya bertanya tentang pertumbuhan bayi mereka. Siska dengan sabar menjelaskan perkembangan bayi mereka lalu Siska memperlihatkan usg bulan lalu pada Gano, yang mana membuat Gano tertegun sekaligus terharu jika poto usg yang dia pegang adalah anaknya darah dagingnya..


''Kapan dia lahir?'' Tanya Gano yang masih menatap poto usg di tangannya.


''Sekitar dua minggu lagi.''


''APA! apa kau sudah membeli barang-barang untuk anak kita?'' Tanya Gano yang langsung mendapatkan gelengan dari Siska.


''Sudah membeli beberapa sih, tapi tidak banyak karna uangnya harus berputar ke toko.'' ujar Siska.


''Baiklah tidak usah khawatir, nanti siang kita beli semua keperluannya da__


Gano tidak bisa melanjutkan perkataannya saat orang suruhan nya mengabari jika dia sudah berada di depan. ''Susu kamu sudah datang, ayo kita lihat kedepan.'' Gano dengan semangat melangkah ke depan rumah.


''Dasar orang kaya, padahal mamang Al banyak di dekat sini! kenapa menyuruh orang untuk membelinya.'' gerutu Siska, lalu ia berdiri dari kursi untuk melihat Gano.


Namun Sesampainya di teras, alangkah terkejutnya Siska melihat beberapa orang menurunkan kotak susu ibu hamil dari truk segede gaban.


''Ya Allah ya Tuhan kuuuuuu, Ganoooooo!'' teriak Siska tak percaya jika Gano membelikan susu untuknya satu truk.


''Bagaimana apa kau suka?''


...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...